
Cinta adalah ketika kebahagiaan orang lain lebih penting dari kebahagiaanmu
πππππππ
Disaat semua masih berada dalam ruangan rawat inap yang ditempati Khumairah tiba tiba datang sepasang suami istri yang terlihat sangat hawati.
"Assalamualaikum,,,!" ucap keduanya sambil mendorong pintu ruangan.
Mereka semua yang berada dalam ruangan itu kembali serentak menoleh,,,,
"Wa Alaikummussalam,,,! jawaban mereka hampir bersamaan kecuali ummi salma yang malah tercengang melihat siapa yang datang.
"Wa Alaikummussalam,,,,!" ucapnya kemudian lalu,,,,
"Airin,,,?"
"Salma,,,?"
Keduanya hampir bersamaan menyebut nama seseorang yang berada didepan mereka.
"Ya Allah Airin,,,!" kata ummi Salma kemudian beranjak dari tempatnya menuju ketempat orang yang dimaksudnya.
"Ini beneran kamu Airin?" tanya ummi Salma kemudian langsung memeluk sahabatnya yang sudah sangat lama tidak dijumpainya itu.
Sementara Airin yang dimaksud oleh ummi Salma adalah bundanya Khumairah hanya bisa mengangguk dalam pelukan sang sahabat. keduanya berpelukan cukup lama untuk melepas rindu diantara mereka.
" kamu kemana saja selama ini?" tanya ummi salma setelah keduanya sudah duduk di sofa yang berada dalam ruangan tersebut.
"Ceritanya panjang sal kalau harus diceritakan sekarang!"kata bunda Airin melirik suaminya dan Khumairah bergantian.
"Baiklah,karna kita bertemunya diwaktu yang tidak memungkinkanmu untuk bercerita bagaimana kalau lain waktu kita sempat kan waktu untuk Kumbul bersama?" kata ummi Salma melirik kepada anaknya yang juga melihat kearahnya sambil tersenyum penuh makna.
"Baiklah,insya Allah nanti kita atur waktunya!" jawab bunda Airin.
ππππππππππππ
"Jadi anak yang waktu itu adalah Khumairah?"
Tiba tiba ummi salma bertanya disela sela perbincangan mereka.
"Iya dan lihatlah, anakku itu sudah tumbuh dewasa sekarang!" jawab bunda Airin dengan mata berkaca kaca.
"Kamu Sangat luar biasa Rin,bisa membesarkan seorang anak yang lahir bukan dari rahimmu dengan baik,dia sangat cantik bukan hanya parasnya tapi juga hati!" puji ummi Salma sambil melihat kearah Khumairah yang sedang bercanda dengan Dinda.
"Hmm, Anakmu itu sudah membuat hati anakku terkunci loh," bisik ummi salma yang membuat bunda Airin menatapnya seolah minta penjelasan.
Sementara ummi salma yang ditatap demikian oleh sahabatnya langsung mengedipkan sebelah matanya membuat bunda Airin mengerti maksud dari pembicaraan sahabatnya itu.
"Kamu yakin?" tanya bunda Salma kemudian.
"Sangat yakin aku, malah anakku itu sudah sangat bucin kepada anakmu sebelum waktunya!" kata ummi Salma sambil tersenyum memikirkan kebucinan Azzam yang bisa bisanya cemburu pada Fadil sepupunya sendiri.
Sementara bunda Airin diam diam melirik Khumairah dan Azzam bergantian.
"Semoga inilah awal kebahagiaan yang sesungguhnya untukmu nak!".
Azzam yang sedang serius pada ponselnya merasa diperhatikan oleh seseorang membuatnya mengalihkan pandangannya, dan terlihat olehnya bunda Airin yang sedang memperhatikannya membuat Azzam tersenyum dan mengangguk!
__ADS_1
Tidak lama kemudian datanglah Abi Angga bersama ayah Surya lalu bergabung dengan para istrinya dan tidak lama disusul oleh Azzam, segera Azzam meraih tangan kedua sahabat orang tuanya untuk bersalaman seraya memperkenalkan diri.
"Wallaaaah ini to yah nak Azzam yang dulu sering menjahili Khumairah kita waktu mereka masih kecil!" kata bunda Airin setelah usai berkenalan dengan Azzam.
Azzam dan Khumairah yang mendengar perkataan bunda Airin merasa heran tapi Khumairah bersikap biasa saja, biarlah nanti dia tanyakan langsung kepada sang bunda, pikirnya.
berbeda dengan Azzam yang merasa sangat bahagia karena jalan baginya untuk bersama Khumairanya sudah terbuka dengan sendirinya.
pikirnya mungkin inilah salah satu jawaban dari do'anya selama ini.
Dan terjadilah perbincangan hangat diantara Dua pasang suami istri dalam ruangan itu yang ternyata adalah sahabat baik dijaman neraka dulu, suara canda dan tawa mereka menghiasi ruangan itu, sementara Azzam yang tidak faham arah perbincangan mereka mengambil kesempatan untuk memperhatikan Khumairah yang sudah terlelap dalam istirahat setelah kepulangan Dinda, entahlah mungkin efek obat yang diberikan dokter.
"Khumaira,,,!"
"Tidak kah kau merasakan selama ini,Ada yang mendoakanmu meski kamu tidak tau dan ada yang merindukanmu dalam diam?"Itu aku!" ucap hasan hanya dalam hati.
"Bila tiba saatnya nanti, saat dimana aku berdiri dihadapanmu untuk memintamu menjadi wanita yang halal untukku tolong jangan menolakku karena kamulah satu satunya pilihanku!"
Tepukan halus dipundak Azzam menyadarkannya dari lamunannya,saat dia menoleh ternyata tangan itu adalah milik abinya.
"Ayo son,kita pulang ini sudah larut!"
Azzam hanya mengangguk sebagai jawaban karna sejujurnya dia masih ingin berada ditempat yang sama dengan Khumairah.
"Bersabarlah sedikit lagi nak!" kata abinya seolah mengerti akan perasaan anaknya saat ini.
Ummi Salma menghampiri Khumairah yang sedang terlelap dengan pulasnya kemudian mencium keningnya yang disaksikan oleh bunda Airin.
Bahagia tentu saja dirasakannya tapi seketika membuatnya merasa takut akan kehilangan putrinya itu ia sadar mungkin tidak akan lama lagi waktu itu akan tiba,dimana dia harus dengan ikhlas untuk menyerahkan Khumairah kepada keluarga yang akan memintanya nanti.
sementara bunda Airin yang mendengar perkataan sahabatnya itu hanya bisa mengangguk dengan berderai air mata.
"Kalau begitu kami pamit dulu,kapan kapan kita atur waktu untuk kumpul bersama!" pamit ummi Salma.
"Baiklah, terimakasih kasih sudah menjaga anakku."
Setelah berpamitan ummi Salma dan kedua lelakinya meninggalkan ruangan Khumairah menuju pulang ke rumah mereka untuk istirahat.
Dalam perjalanan Abi Angga yang melihat sesuatu yang berbeda dari anaknya semenjak keluar dari ruangan Khumairah kembali ingin mengerjai anaknya itu.
"Ummi,,,,!"
"Menurut ummi bagaimana dengan Fadil dan Khumairah?"
"Abi lihat tadi mereka seperti nya,,,,,!"
"Seperti apa?"
Bukan ummi salma yang menjawab melainkan Azzam.
"Bi, sebenarnya anak kalian itu siapa sih?" kembali Azzam bertanya.
"Kalian berdua itu anak kami!" kata Abi.
"Apa kamu lupa kalau Azzam itu anak dari om Ilham saudara abi?"
"Ingat!" ketus Azzam.
__ADS_1
"Berarti kamu juga tau Fadil itu sepupumu yang berarti anak Abi juga,"
"Tau,,tapi Abi jangan lupa aku yang anak kandung Abi bukan Fadil!"
"ha ha haaa,,,,"
"Abi mana mungkin lupa son, to kenyataannya abimu ini yang mencetakmu!"
Ummi salma yang mendengar perkataan suaminya sontak membuatnya membulatkan mata kemudian menggelengkan kepala atas kelakuan dua lelakinya yang duduk di kursi depan.
Tak terasa mereka sudah sampai dikediaman mereka, pintu gerbang terbuka setelah Azzam membunyikan klakson mobilnya.
"Selamat malam tuan!" ucap kang Dadang salah satu yang kerja dirumah besar mereka.
"Malam, kunci saja gerbanya dang kemudian istirahat lah!" titah Abi Angga.
"Baik tuan!"
Setelah kedua orang tuanya turun Azzam memarkir mobilnya kemudian ikut masuk dalam rumah tapi sudah tidak melihat keberadaan merekam.
"Mungkin Abi dan ummi sudah kekamar untuk istirahat!" pikir Azzam lalu diapun melangkah keatas menuju kamarnya untuk membersihkan diri setelah itu shalat isya kemudian istirahat.
Dalam tidurnya Azzam melihat seorang wanita yang bertanya kepadanya,,,,,
"Kenapa harus aku yang menjadi pilihanmu diantara banyak pilihan?"
"Karna yang aku tau adalah sebaik-baik perhiasan adalah wanita dan istri yang sholehah. Wanita itu sudah kumiliki yakni ummiku maka bersedia kah dirimu menjadi istriku?"
"Maukah kau menjadikan aku salah satu pria paling bahagia dengan menerimaku?"
Terlihat oleh Azzam wanita itu tersenyum sangat cantik kemudian berkata,,,,,,,,
"Bismillahirrohmanirrahim, atas ridho dari Allah SWT yang diiringi dengan restu dari Ayah dan bunda saya menerimamu lahir dan batin,"
βTerima kasih telah memilihku untuk menjadi salah satu wanita dalam rumahmu Insya Allah dengan restu Ayah dan bunda, saya bersedia menerima kamu sebagai suami dan imam dari bahtera rumah tangga yang akan menuntun saya menuju surga!"
Alhamdulillah,,,,,,,,, kemudian Azzam terbangun dari mimpi indahnya.
Setelah kesadarannya kembali Azzam melihat jam bundar yang ada dikamar nya dan ternyata sudah jam 3:30, Azzam beranjak dari ranjangnya kemudian melangkah kekamar mandi untuk membersihkan diri sebelum shalat Sunnah tahajjud sebagai waktu yang baik baginya untuk menitipkan nama Khumairah nya selama ini.
Tapi saat ini Azzam tidak lagi ingin menitipkan nama Khumairah melainkan untuk memintanya
"Ya Allah,,,,,,,!"
"Seperti keyakinanku padamu akan dirinya maka hamba mohon jadikanlah dia (Khumairah) nama yang selama ini kutitipkan kepadamu sebagai pendamping yang engkau ridhoi karna dialah satu satu wanita yang kupilih!"
"Jadikan dia ya Allah (Khumairah) nama yang kutitipkan kepadamu sebagai wanita terbaik selain ummiku,berikan dia yang kutitipkan padamu sebagai jodoh pilihan terbaikku," aamiin!"
Usai shalatnya Azzam terdiam dalam senyumnya kala teringat akan mimpi indahnya tadi.
"Khumairah" dia wanita pilihanku!"
πππππππππππ
Bersambung,,,,,,,,π
jangan lupa tinggalkan jejak kalianπ
__ADS_1