
Pov Muhammad khusain Al-Azzam,,,,,,,
"Khumairah,,,,!"
"Aku tidak sengaja melihatmu disebuah tempat, entah bagaimana awalnya aku sendiri tidak tahu,,,?
"Mungkin karena matamu, mungkin karena senyummu, Mungkin karena kamu apa adanya yang membuat ku jatuh cinta yang aku sendiri tidak tau sejak kapan aku mulai mengagumi dan memperhatikanmu dalam diam?"
"Meski saat ini dirimu belum nyata untukku tapi di sini perasaanku sudah nyata untukmu, aku memang hanya pengagum rahasiamu sampai saat ini, karena lidah ini sering mendadak kaku kalau bertemu denganmu apalagi ingin menyapa!"
"Aku tidak pernah menuntutmu untuk jadi orang terdekatku, sebab mengagumi diam-diam sudah menjadi pilihanku."
"Aku bukan pengecut, aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk menampakkan diri di hadapanmu."
"Dan untuk hari itu,aku akan bersabar sebentar lagi!"
"Khumairah ku,,,, tunggulah aku sebentar lagi!"
**********************************************
“Ya Allah, perasaan perasaan ini tak pernah mau pergi dari hati ini. Aku tak tahu kenapa tapi aku merasa bahagia ketika aku mengingatnya!"
"Aku sadar belum bisa menyentuhnya, maka dari itu kutitipkan namanya kepadamu dan satu hari nanti akan aku minta kembali. Ya Allah, kuatkanlah hati hamba.”
"Sampai detik ini setidaknya aku tau gimana rasanya mencintai dalam diam, memendam perasaan rindu sendirian!"
"Khumairah,,,,!"
"Andai kau tau ada seseorang yang tidak pernah mengirimkanmu pesan, tapi diam-diam dia menjadikanmu tujuan dan mendoakanmu untuk menjadikan tujuan akhir cintanya."
"Biarkan aku memelukmu lewat doa, Meski kau tak tahu siapa aku, Allah tahu bahwa aku sangat mencintaimu meski dalam diamku." tak secara gamblang di depanmu. Namun aku secara nyata memintamu pada Allah."
"Khumairah,,,!"
"Kamu jauh dari tatapan, jauh dari pelukan, namun selalu menjadi yang terdekat untuk selalu membuatku 'rindu'."
"Selama ini, aku berharap kamu akan tahu perasaanku, walau rasanya itu mustahil."
"Disini aku menikmati sepi dalam hati disetiap gelap malam berharap waktu secepatnya berlalu,
aku membuat diriku sibuk dengan hal-hal yang aku lakukan, tetapi setiap kali aku berhenti, aku masih memikirkanmu."
"Khumairah,,,memejamkan mata adalah caraku yang paling mudah untuk merasakan kehadiranmu di sisiku, sungguh mengagumimu dalam diam merupakan hal yang menyenangkan bagiku."
Azzam tersadar dari lamunan tentang Khumairah disaat dering telepon mengangetkannya, dia beralih menatap layar ponselnya yang masih berdering.
"Ummi,,,!" gumamnya kemudian menggeser warna hijau dilayar ponselnya.
"Hallo ummi, assalamualaikum!" ucapnya saat panggilan sudah terhubung dengan sang ummi.
"Wa Alaikummussalam, nak!"
"Kamu sedang apa sekarang?" tanya ummi Salma diseberang sana
""Bagaimana urusanmu disana?"
"Azzam lagi istirahat ummi dan Alhamdulillah semua urusan ku sudah selesai!"
"Insya Allah dalam beberapa hari ini Azzam akan pulang."kata Azzam menjawab pertanyaan ummi salma.
__ADS_1
"Alhamdulillah nak, kalau begitu kepulangan mu jangan ditunda tunda lagi!" pinta ummi Salma
"Insya Allah ummi!"
"Kalau begitu Azzam tutup dulu,mau bersih bersih soalnya belum shalat."
"Baiklah nak, assalamualaikum!"
"Iya ummi,wa Alaikummussalam!"
Setelah panggilan terputus Azzam melirik kemeja didepannya dan berkata.
"Maaf ummi bukan maksudku untuk membohongi mu Azzam cuma mau memberi sedikit kejutan." ucapnya kemudian meraih tiket yang ada diatas meja sambil tersenyum.
"Ummi pasti akan sangat bahagia!" ucapnya lagi
Setelah membersihkan diri Azzam melaksanakan shalat isya kemudian mengistirahatkan diri sebelum melakukan perjalanan esok hari menuju tempat asalnya.
Esoknya, setelah shalat subuh Azzam segera bersiap untuk kepulangannya.
Dan disinilah Azzam berada setelah menempuh penerbangan yang cukup lama akhirnya sampailah ditempat tujuan, Azzam berjalan keluar dari bandara kemudian naik ke dalam mobil yang sudah menunggunya.
"Assalamualaikum den, bagaimana perjalanannya?" tanya sang supir.
"Alhamdulillah mang!" jawab Azzam dengan santun kepada sang supir yang sudah lama mengabdi kepada keluarganya.
Mang asep adalah satu supir kepercayaan keluarga ummi Salma jadi tak heran jika dia bisa dihargai oleh Azzam karna selain bisa dipercaya mang Asep juga nyaris tidak pernah melakukan kesalahan.
"Ummi tidak tau kan kalau mang asep akan menjemputku?"
"Tidak den, kebetulan nyonya lagi ada arisan diluar jadi setelah mengantar beliau saya langsung menuju kesini, kebetulan nyonya juga bilang akan nelpon kalau sudah selesai acarnya!" kata mang asep menjelaskan.
Dalam perjalan Azzam tersenyum kala mengingat dirinya tidak lama lagi akan bertemu dengan Khumairah.
sementara mang Asep yang melihat tuan mudanya tersenyum melalui kaca spion tengah dalam mobil ikut merasa bahagia.
"Ya Allah, semoga kebahagiaan yang dirasakan tuan muda selamanya bisa dirasakan!" kata mang asep dalam hati
"Semoga usaha tuan muda tidak menjadi sia sia!" aamiin."
Mang Asep memang tau bagaimana perjuangan tuan mudanya selama ini, dia yang anak tunggal dan nyaris tidak pernah bisa jauh dari sang ummi, hanya demi untuk memantaskan diri agar menjadi layak untuk seseorang nyatanya bisa sampai dititik ini.
Ya,bagaimana dan seperti apa perjuangan seorang Muhammad khusain Al-Azzam hanya orang terdekat yang tau.
"Wah, spertinya dan Abi sekarang lagi bahagia ya?" sengaja mang Asep bertanya untuk menggoda tuan mudanya.
sementara Azzam yang mendengar pertanyaan dari mang Asep semakin melebarkan senyumnya kemudian menjawab,,,
"Alhamdulillah mang Sangat bahagia?"
"Mang saya capek mau tidur sebentar,tolong dibangunkan kalau dah sampai rumah!" kata Azzam kemudian.
"Baik den, kalau perlu nanti Aden saya gendong nanti saat sampai rumah!" canda mang Asep.
Tidak lama mata Azzam sudah benar benar terlelap hingga dialam bawa sadarnya dia merasa bertemu dengan Khumairah sang pemilik seluruh hatinya.
Dalam tidurnya Azzam melihat Khumairah sedang duduk disebuah taman, karna penasaran Azzam mendekat kemudian menyapanya.
"Assalamualaikum!" kata Azzam
__ADS_1
Khumairah yang duduk membelakangi sontak berbalik lalu menjawab
"Wa Alaikummussalam!" jawabnya sambil tersenyum tapi dalam keadaan menunduk.
Azzam ya g melihat Khumairah tertunduk tanpa mau menatapnya sedikitpun tidak merasa tersinggung karena dia tau itulah salah satu kelebihan Khumairah dibandingkan wanita yang lain saat bertemu lawan jenis yang bukan mahramnya.
"Kamu sedang apa ditaman ini Khumairah?" Azzam bertanya karna penasaran.
"Menunggumu!"
Sontak jawaban yang diberikan Khumairah membuat Azzam merasa sangat bahagia,tapi sebelum bertanya apa alasan Khumairah menunggunya,,,,,,!
"Den,,,,,"
"Den,,,,"
"Den Azzam bangun den,ini sudah sampai!" itu suara mang Asep yang membangunkannya.
Perlahan Azzam membuka matanya dan barulah dia sadar bahwa apa yang tadi dialaminya ternyata hanya mimpi.
Tapi bagi Azzam walaupun hanya mimpi baginya itu adahal hal yang sangat membahagiakan.
"Apa karena aku sangat merindukannya hingga dia hadir dalam mimpiku?" lirih Azzam namun mang asep bisa mendengarnya.
"Bisa saja karena itu alasannya den, atau mungkin itu sebuah pertanda untuk aden!" kata mang Asep
"Pertanda?" guman Azzam lagi kemudian turun saat pintu mobil sudah dibukan oleh mang Asep.
"Terimakasih,mang Asep istirahat saja dulu sebelum ummi minta dijemput." titahnya kepada mang Asep
"Baik den saya permisi kebelakang!" jawab mang Asep
"Ok!" kata Abi kemudian lenih dulu meninggalkan mang Asep yang masih berdiri disamping mobil menunggu tuan mudanya masuk dalam rumah.
Tapi sebelum melangkah masuk Azzam teringat soal kejutan untuk sang ummi,kembali berbalik lalu berkata,,,
"Tolong jangan bilang sama ummi bahwa saya sudah ada dirumah ya mang!" kata Azzam mengingatkan.
"Baik, insya Allah den!"
Setelah mendengar jawaban mang aseb Azzam melanjutkan langkahnya yang tertunda tadi.
"Assalamualaikum,,,,,!" ucap Azzam
"Wa Alaikummussalam,,,,!" jawab Bu Mina saat membuka pintu.
Saat melihat siapa yang datang Bu Mina sangat senang melihat tuan mudanya sudah kembali.
"Alhamdulillah, ya Allah den Azzam!"
"Bibi kira siapa?"kata Bi Mina.
"Iya bi ini Azzam!" jawabnya
"Tapi perasaan nyonya sebelum berangkat arisan tidak bilang kalau Aden mau pulang hari ini?" kata Bi Mina lagi
"Oh ummi memang tidak tau, Azzam mau kasih kejutan buat ummi atas kepulanganku bi!" jelasnya kepada Bi Mina.
"Ya sudah Bi Azzam kekamar dulu mau istirahat, saat ummi pulang bibi jangan bilang bilang kalau saya sudah pulang soalnya ummi itu taunya Azzam akan pulang setelah beberapa hari lagi!" lanjut Azzam.
__ADS_1
#################################