
Part Kanaya,,,,,
Hari ini Kanaya keluar dari kampus setelah menyelesaikan urusan kampusnya,dia mengendarai mobil yang sudah diberikan oleh Azzam dan khumairah sebagai hadiah saat ulang tahunnya satu bulan yang lalu.
Kanaya melajukan mobilnya melalui jalan yang jarang dilaluinya selama ini, itu semua karena dirinya harus putar balik berhubung ada sesuatu yang akan dibelinya disebuah toko dijalan tersebut.
Saat dalam perjalanan tiba-tiba Kanaya melihat ada banyak polisi dipinggir jalan,mau tidak mau Kanaya tetap melajukan mobil karena untuk putar balik sepertinya itu tidak mungkin. Lagian juga dirinya berpikir untuk apa menghindar kan semua surat-surat yang harus dimilikinya sudah lengkap termasuk SIM.
Kanaya menghentikan mobilnya saat salah satu polisi menahannya kemudian mengetuk kaca mobilnya, segera Kanaya membukanya dan menampakkan seorang polisi yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk dipahaminya.
"Maaf pak,ini ada apa ya?" Tanya Kanaya yang merasa heran.
Bukannya menjawab pertanyaan dari Kanaya pak polisi malah mengucapkan sesuatu yang nyaris tak terdengar.
"Hmm, Masya Allah cantiknya!"
Kanaya semakin merasa heran melihat reaksi pak polisi kemudian melambaikan tangan dihadapannya namun tidak mendapat respon.
Kanaya menarik nafas lalu menghembuskan, setelah itu dia berbalik dan kembali masuk kedalam mobil dan berniat untuk segera pergi dari tempat itu namun belum sempat menghidupkan mesin mobil Kanaya kembali dikejutkan dengan suara ketukan dari kaca mobilnya.
Dengan malas Kanaya membuka kaca dan berkata,,,
"Maaf pak, ada apalagi ya?"
"Eh,kamu mau kabur ya?"
"Loh,yang mau kabur itu siapa pak?"
"Itu buktinya kamu masuk mobil dan seandainya saya tidak menahan mungkin kamu sudah kabur!"
Mendengar perkataan sang polisi Kanaya lalu membuka pintu mobilnya kemudian keluar, Kanaya melihat nama yang bertuliskan MUHAMMAD AZIZ pada seragam yang digunakannya dan berkata,,,
"Mohon maaf pak Aziz yang terhormat!"
"Saya bukannya mau kabur,tapi melihat bapak yang sedang melamun dan membuang waktu saya kalau harus menunggu bapak selesai melamun yang mungkin sampai sorepun tidak akan selesai, mungkin lebih baik kalau saya pergi saja lagipula saya merasa tidak melakukan kesalahan yang mengharuskan saya untuk tetap berada disini." Kata Kanaya dengan muka cemberutnya karena merasa jengkel saat dituduh ingin kabur.
""""""""""""""ππππππ""""""'''''''''''''''''
Setelah melalui perdebatan yang cukup panjang yang mengharuskan Kanaya mendapatkan surat tilang karena tanpa disengaja rupanya dia lupa membawa surat-suratnya.
Aziz kemudian menyuruh temannya untuk menulis surat tilang kemudian menyerahkannya kepada Kanaya dan berkata,,,
"Mobilnya terpaksa kami tahan dan silahkan mbak urus dikantor saat jam kerja!"
Kanaya lalu mengambil surat tersebut kemudian segera pergi setelah menahan taksi.
"Astaghfirullah, semalam aku mimpi apa sih kok bisa-bisanya ketemu sama polisi resek seperti itu?" Guman Kanaya saat sudah berada di dalam taksi.
"Lagian itu surat-surat kenapa pake acara ketinggalan segala sih, bikin malu saja!"
Sementara sang supir taksi dibuat merasa heran atas tingkahnya yang sedari tadi bicara tidak jelas.
"Maaf mbak,ini mau diantar kemana ya?"
"Rumah!"
"Rumahnya dijalan mana mbak?"
"Pokoknya rumah pak supir,jalan saja jangan banyak tanya!" Kata Kanaya seoalah sedang melampiaskan kekesalannya kepada sang supir.
"Mohon maaf mbak, lebih baik tenangkan dulu pikirannya sebelum kita melanjutkan perjalanan!" Kata sang supir kemudian menepikan mobilnya.
__ADS_1
Setelah menyadari mobil yang dinaikinya telah berhenti dipinggir jalan Kanaya baru sadar atas apa yang dilakukannya, rupanya dia telah melampiaskan kekesalannya kepada orang yang salah.
"Astaghfirullah,,,!"
"Maaf pak,tidak seharusnya saya melampiaskan kekesalan kepada bapak tadi?" Kata Kanaya merasa bersalah.
"Tidak apa mbak."
"Kita lanjut saja pak, jalan lurus saja nanti didepan belok kanan!"kata Kanaya mengarahkan sang supir.
Dengan arahan kanaya sang supir kemudian melanjutkan perjalanan dan tak lama setelahnya mobil pun berhenti didepan sebuah rumah mewah yang tak lain rumah milik keluarga admajaya yang ditempati oleh sang kakak.
Memang Kanaya sebelumnya ada niat untuk berkunjung kerumah sang kakak karena merasa rindu pada sang ponakan. Saat mobil berhenti Adel lalu membayar ongkos taksi kemudian turun dan melangkah masuk saat pintu pagar terbuka.
"Assalamualaikum,,,!" Ucap Kanaya saat melihat ummi salma yang baru saja akan membuka pintu, mungkin beliau baru saja pulang!"
"Wa Alaikummussalam nak, kamu dari mana dan itu muka kok kusut amat?"
"Lagi apes ummi,habis kena razia!"
"Kok bisa nak?"
"Surat-surat Kanaya ketinggalan ummi!"
"Ya sudah,masuk dulu nanti kita bicarakan didalam!"
Kanaya mengangguk kemudian ikut masuk saat ummi salma sudah membuka pintu.
"Dek,adek,,,,!"
"Ini ada aunty Naya loh!" Teriak ummi salma memanggil sang cucu.
"Aunty,,,,,!" Sapanya kepada kanaya saat sudah berada didekat sang ummi.
"Salah nak, ucap salam dong kan baru ketemu sama aunty?" Tegur Khumairah dengan halus.
"Maaf mamah,adek lupa!"
"Accalamu Alaikum aunty!" Kata Adiba dengan suara cadelnya.
"Wa Alaikummussalam salam ponakan aunty yang cantiknya kaya mamah!" Jawab Kanaya sambil meraih Adiba untuk duduk dipangkuannya.
"Darimana dek, Kok tumbenan kamu datang sendiri tidak bareng sama bunda?"
"Habis dari kampus kak,tapi lagi apes!" Keluh Kanaya sambil memeluk Adiba.
"Apes bagaimana dek?"
"Naya kena tilang kak!"
"Polisinya resek!" Kata Kanaya sambil cemberut.
"Kok jadi polisinya yang salah?" Tanya Khumairah semakin heran.
"Ya sebenarnya sih salah Naya juga karena teledor tidak bawa surat-surat!"
Mendengar perkataan sang adik Khumairah hanya bisa membuang nafas kemudian berkata,,,
"Berarti bukan sepenuhnya salah pak polisi dong dek?"
"Pak polisinya kan cuma menjalankan tugasnya!"
__ADS_1
"Ya sudah,tunggu mas Azzam siapa tau bisa bantu!"
Kanaya hanya mengangguk sebagai jawaban, sebenarnya dia bisa menyelesaikan sendiri soal urus mengurus surat-suratnya hanya saja dia merasa tidak mau berhadapan langsung dengan polisi tadi.
Sebelum Maghrib Azzam baru pulang dari kantor, dirinya kemudian langsung menuju kamar setelah menyapa sang ipar yang sedang duduk di ruang tengah sambil menunggu waktu Maghrib masuk..
Setelah Azzam selesai membersihkan diri, mereka semua lalu melakukan shalat Maghrib berjamaah.
Usai shalat mereka duduk diruang keluarga sambil membahas kejadian yang tadi dialami oleh Kanaya dan rencananya malam ini Kanaya akan bermalam menunggu besok untuk langsung mengambil mobilnya yang sudah ditahan tadi setelah mengurus surat tilang.
"Ya sudah dek, anggap saja sebagai pelajaran supaya kedepannya kamu lebih hati-hati lagi!" Nasehat Azzam kepada sang ipar.
"Iya kak, maaf membuat repot!" Sesal Kanaya.
"Kakak tidak merasa direpotkan." Jawab Azzam dengan tulus.
Pembicaraan akhirnya selesai setelah bi Mina datang untuk menyampaikan bahwa makan malam sudah siap.
Setelah usai makan malam Kanaya kemudian membantu sang kakak dan bi Mina untuk membersihkan bekas peralatan yang digunakan makan malam, sungguh mod Kanaya masih berantakan atas insiden yang dialaminya hari ini.
"Dek,sudah dong mukanya jangan cemberut gitu,"
"Ya habisnya Naya Masi merasa jengkel loh kak sama pak polisi yang tadi,benci rasanya gitu!" Sungut Kanaya.
Mendengar perkataan sang adik khumairah tersenyum lalu berkata,,,,
"Kesel boleh dek tapi benci jangan di ikutkan!"
"Lah,memnagnya kenapa tidak boleh?"
"Bisa-bisa nanti bencinya berubah jadi cinta loh!" Ujar Khumairah sambil tersenyum teduh kepady sang adik.
"Apaan sih kak, tidak mungkin dan tidak akan pernah?"
"Amit-amit deh Naya punya calon kayak pak polisi itu, emang kakak mau punya ipar yang menjengkelkan?"
"Lah yang bicara soal calon itu bukan kakak ya, kakak cuma bilang nanti bencinya jadi cinta tapi kok malah bahasanya jadi kecalon segala!" Kata Khumairah dengan senyuman penuh arti.
"Lagian dia menjengkelkan itu menurut versinya kamu sendiri,kakak mana tau orangnya bagaimana?"
Mendengar perkataan sang kakak Kanaya jadi malu sendiri sambil terbengong memikirkan pertemuannya dengan polisi tadi.
"Sebenarnya pak Aziz kalau diliat ganteng sih!" Guman Kanaya sambil tersenyum namun masih bisa didengar oleh khumairah.
"Tuh kan bi, ada yang lagi mesem-mesem sendiri memikirkan anak orang!"
Sementara BI Mina hanya tersenyum menanggapi perkataan Khumairah.
"Apaan sih kak,siapa juga yang seperti itu?" Kata Kanaya berusaha menghindar dari kejahilan sang kakak.
Setelah itu Kanaya segera beranjak dari dapur untuk menghindari sang kakak, dirinya merasa malu atas apa yang dilakukannya itu.
"Apa-apaan aku ini? Kok malah jadi kepikiran polisi resek itu sih!"
Pikir Kanaya dalam hati.
π Bersambung π
terimakasih untuk para readers yang sudah vote dan memberi like untuk karyaku iniπ
β€οΈ you guysπ
__ADS_1