Khumairah "wanita pilihan"

Khumairah "wanita pilihan"
BAB 18


__ADS_3

Dan akhirnya, tibalah hari yang yang sudah lama ditunggu,hari pernikahan Muhammad khusain Al-Azzam dan Khumairah.


Pagi ini dirumah sederhana milik ayah Surya semuanya terlihat sangat sibuk, Khumairah sendiri sedang dirias oleh sang perias kenalan sang Bunda.


Jam sudah menunjukkan pukul 08:15 dan akad nikah akan dilangsungkan jam 09:00 nanti, pak penghulu sudah datang dan sementara berbincang dengan ayah Surya sambil menunggu kedatangan mempelai pria dan rombongan.


Khumairah sendiri yang meminta supaya akad nikah dan resepsi dilaksanakan dirumah saja,dia juga meminta akad nikahnya dipisahkan dan disandingkan disaat sudah sah menjadi istri dari Azzam.


Tak lama kemudian rombongan mempelai pria pun datang, sementara didalam kamar Khumairah juga sudah selesai dirias, Kanaya yang melihat sang kakak jadi pangling lalu berkata,,


"Masya Allah,,, kakak cantik sekali kak Azzam pasti akan deg degan liatnya!"


Khumairah yang mendengar pujian sang adik hanya tersenyum dan berkata,,,


"Terimakasih dek, kamu nanti dampingi kakak yah,"


"Pasti kak, Naya tidak akan melewatkan momen berharga kakak!" Kata Kanaya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


*Tibalah saatnya ijab qobul untuk Azzam,,,


Dalam akad nikah tentu saja akan menjadi momen yang sakral untuk kedua mempelai terutama untuk Azzam sendiri,karna saat melafalkan ijab qobul dirinya harus dengan lancar saat mengucapkannya.


"Jangan gugup nak!" Kata ummi salma menenangkan anaknya sambil mengusap bahunya.


Azzam hanya mengangguk menanggapi perkataan umminya.


"Nak Azzam apa sudah siap?"


Pertanyaan dari pak penghulu menambah perasaan gugup yang dirasakan Azzam hingga hanya mampu mengangguk sebagai jawaban.


"Baiklah untuk mempersingkat waktu kita mulai saja ijab qobul nya,dan karna saudari Khumairah bukanlah anak kandung dari bapak Surya maka walih hakimlah yang akan menjadi walinya.


Ijab qobul pun dimulai, Azzam dengan segala kegugupanya mulai menjabat tangan penghulu dan proses ijab qobul pun berjalan dengan lancar, setelah Azzam mengucapkan ijab dengan lantang dan lancar terdengar suara kata,,,


"Sah,,,"


"Sah,,"


Hingga terdengar sampai keruangan yang ditempati Khumaira bunda dan juga Kanaya.


"Alhamdulillah,,,,!" Ucap ketiga wanita yang berada dalam ruangan tersebut.


Bunda Airin merengkuh sang anak dalam pelukan sambil berbisik,,,


"Selamat nak, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri,semoga kamu bisa menjadi istri yang dirindukan oleh surga nanti!"


"Aamiin,, selalu do'akan mairah bund!" Kata Khumairah.


"Pasti nak,itu pasti!" Keduanya berpelukan dalam suasana haru dan tak lama kemudian Kanaya pun ikut bergabung dengan ketiganya.


Setelah dirasa cukup untuk memperbaiki suasana hati mereka, Bunda Airin segera mengajak sang anak untuk menemui suaminya.

__ADS_1


"Ayo,sudah saatnya menemui suamimu jangan biarkan dirinya menunggu lama mempelainya!"


Khumairah tersenyum mendengar perkataan sang bunda kemudian mengangguk,tak bisa dipungkiri olehnya rasa yang dirasakannya sungguh luar biasa, bahagia, terharu,deg degan semua bercampur jadi satu hingga dirinya sendiri sulit untuk menjabarkannya.


Khumairah berjalan dengan didampingi oleh bunda Airin dan Kanaya yang mengapit kedua lengannya,begitu sampai didepan Azzam sungguh Khumairah tidak tau harus berbuat apa kecuali tertunduk untuk menyembunyikan rasa gugupnya.


Lain halnya yang dirasakan Azzam, begitu melihat wanita yang sudah sah menjadi miliknya itu sungguh dirinya dibuat takjub luar biasa,ummi salma yang melihat reaksi sang anak segera menghampiri nya lalu berkata,,,


"Apa kamu menikahinya hanya untuk kamu anggurin saja,hmm? Goda ummi salma pada sang anak sementara Azzam yang mendengar perkataan sang ummi segera menetralkan suasana hati nya yang sungguh tak bisa diungkapkannya saat ini.


"Kheem,,,, assalamualaikum l istriku!" Kata Azzam.


Mendengar suara sang suami Khumairah segera menjawab,,,


"Wa Alaikummussalam,,mas!" Lirih Khumairah karena merasa sangat gugup.


Azzam tersenyum melihat tingkah istrinya segera mengulurkan tangannya namun Khumairah yang masih gugup merasa sangat berat untuk menyambut tangan itu, apalagi ini yang pertama kali baginya untuk bersentuhan dengan lawan jenis selain sang ayah.


Ayah Surya yang melihat kegugupan sang anak segera menghampiri kemudian meraih tangannya lalu berkata,,,,


"Sambutlah nak tangan suamimu itu karena sudah halal bagimu untuk itu!" Seraya menyatukan tangan anak dan menantunya.


Khumairah segera mencium takzim tangan sang suami setelah sang ayah menyatukan kedua tangan tersebut,dan setelah itu dilanjutkan oleh Azzam yang menaruh tangannya diatas ubun ubun sang istri kemudian membaca do'a,,,


"Allahumma inni as'aluka min khairiha wa khairi ma jabaltha 'alaihi,wa a'udzubika min syarriha wa syarrima jabaltha 'alaihi."


Setelah membaca do'a Azzam mencium penuh takzim kening sang istri, keduanya saling meneteskan air mata penuh bahagia sambil berkata,,


"Alhamdulillah,,,,,!"kata keduanya bersamaan.


Setelah itu keduanya beralih untuk sungkeman kepada masing masing orang tua mereka dan saat Azzam berada dihadapan ayah Surya,beliau berkata,,,


"Nak,,, ayah titipkan salah satu anak kesayanganku, tolong terimalah dirinya dengan segala kekurangan yang dimilikinya, didiklah dia untuk menjadi istri yang akan membuat mu merasa bangga karena memilikinya, andai satu hari nanti dia berbuat salah hingga membuatmu marah tolong tegurlah tanpa mengasarinya dan bila kamu sudah tidak menginginkannya lagi maka kembalikan dia kepada ku secara baik baik!"


Sementara Khumairah yang berada dihadapan ummi Salma,meraih tangan sang mertua lalu berkata,,,,


"Ummi,,,terimakasih telah mau menerimaku sebagai menantu, tolong berikan Restu untuk pernikahan kami dan andai satu hari nanti Khumairah melakukan kesalahan maka tegurlah menantumu ini." Sambil mencium takzim tangan sang mertua yang dibalas kecupan sayang dikeningnya.


"Tidak nak,,, Ummi lah yang harus berterimakasih kepadamu karena sudah menerima anak ummi yang juga penuh dengan kekurangan itu,tapi sungguh cintanya kepadamu itu sangat luar biasa, berbahagialah nak bersamanya!" Kata ummi salma.


Setelah itu pak penghulu menunjukkan buku nikah mereka berdua,lalu keduanya menandatangani buku tersebut.


Setelah proses akad nikah selesai semua tamu dipersilahkan untuk menikmati menu makanan yang sudah disiapkan, Azzam dan Khumairah pun bersiap untuk makan lalu setelah itu istirahat karna resepsi akan dilanjutkan setelah shalat dhuhur.


"Bunda,ummi,,,!"


"Mairah izin kekamar dulu untuk ganti baju soalnya pake baju ini rasanya tidak nyaman saat makan!" Kata Khumairah.


"Baiklah nak,tapi itu mbak periasnya lagi sementara makan,apa kamu bisa sendiri?" Tanya Bunda Airin.


"Atau kamu duluan saja,biar bunda yang bantu sehabis ini!" Lanjut bunda Airin.


"Tidak apa apa bunda, biar Azzam saja yang bantu Khumairah!" Kata Azzam menawarkan diri.

__ADS_1


"Hmm, sepertinya kak Azzam mau ambil kesempatan nih bund!" Goda Kanaya kepada kakak iparnya.


Sementara semua yang mendengar perkataan Kanaya pun tertawa.


Beda halnya dengan Khumairah, mendengar ucapan sang adik membuat nya merona kemudian segera berkata,,,


"Apa sih dek!"


"Permisi sebentar!" Lanjutnya kemudian segera beranjak ditempat itu disusul Azzam dibelakangnya.


Sesampainya dikamar, Khumairah segera menuju meja riasnya kemudian berusaha melepas satu persatu jarum pentul yang ada dibagian kepalanya,namun karena kebanyakan Khumairah jadi kewalahan karena ada yang susah digapainya.


"Mas tolong bantu Khumairah!" Cicit nya hampir tidak terdengar oleh Azzam.


Melihat Khumairah seperti itu Azzam jadi gemes sendiri lalu dia mendekati sang istri yang sedang tertunduk, kemudian segera membantu untuk melepas jarum pentul yang ada di jilbab Khumairah, setelah selesai Khumairah pun melepas jilbabnya kemudian membuka gulungan rambutnya hingga tergerai indah dihadapan suaminya.


Azzam begitu takjub melihat istrinya tanpa jilbab.


"Mas Azzam,,, mas,,,!"


"Kenapa melamun?" Tanya Khumairah saat Azzam sudah kembali tersadar dari lamunannya.


"Tidak apa apa sayang hanya sedang menikmati kecantikan istriku!


Khumairah tersenyum mendengar perkataan sang suami kemudian menyisir rambutnya lalu menggulungnya kembali yang membuat Azzam menelan kasar ludahnya saat melihat leher jenjang milik istrinya.


"Astaghfirullah,,!" Ucap Azzam menenangkan detak jantungnya.


"Kenapa mas?" Tanya Khumairah.


"Tidak apa apa sayang, cepatlah ganti bajumu setelah itu kita shalat berjamaah,"


"Mas tunggu diluar,takut khilaf!"


"Kok khilaf sih mas,kita itu sudah sah menjadi suami istri!" Heran Khumairah.


Azzam lalu mendekati sang istri kemudian memeluknya dari belakang dan berbisik,,,


"Ini belum waktunya mas buka puasa sayang!"


Khumairah kaget dengan perlakuan Azzam, hingga membuat kedua pipinya merona yang mana membuat Azzam semakin sulit untuk menahan sesuatu pada dirinya.


Setelah membersihkan diri Khumairah dan Azzam segera melaksanakan shalat Sunnah berjamaah untuk pertama kalinya dan setelah itu melanjutkan shalat dhuhur.


Tepat setelah dhuhur acara resepsi pun dimulai dan disanalah Khumairah dan Azzam berdiri diatas pelaminan untuk menyambut para tamu undangan.


Salah satu tamu undangan yang datang adalah Dinda yang pernah menjadi teman seperjuangannya Khumairah saat masih bekerja,saat sampai dihadapan Khumairah keduanya berpelukan.


"Selamat ya mai semoga rumah tangga kalian langgeng,dan maaf soalnya aku baru bisa datang karena harus nemenin ibu dirumah sakit!" kata ayu penuh penyesalan.


"Tidak apa, kamu udah datang aja aku sudah sangat senang, aku ngerti dan maaf juga karena belum bisa menjenguk ibu!"


Setelah acara resepsi selesai, rombongan keluarga Azzam kembali untuk mempersiapkan resepsi berikutnya dikediaman mereka.

__ADS_1


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚ bersambung readers,ikuti kelanjutan ceritanya πŸ’•


mohon dimaafkan jika typo bertebaran πŸ™


__ADS_2