
Warning +18
Mohon maaf untuk BAB ini dan selanjutnya π€
ππππππππ ππ
Sekitar jam 11 siang Azzam dan Khumairah berpamitan kepada kedua orangtuanya, Azzam juga mendapat izin cuti selama satu minggu dari Abi Angga, mereka berdua kemudian berangkat menuju tempat bulan madu dengan diantar oleh mang asep.
Aneh memang bagian sebagian orang,dimana mereka akan memilih keluar negeri,Bali atau tempat lain yang umum didatangi untuk berbulan madu,namun tempat yang dipilih oleh Azzam sangat berbeda.
Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam sampailah mereka disebuah perkebunan yang merupakan tempat tujuan mereka, saat keduanya memasuki lokasi tersebut nampaklah oleh khumairah rumah kebun dan sekitarnya yang sudah disulap oleh Azzam menjadi sangat cantik dan romantis,disana ada sebuah telaga kecil yang diubah menjadi kolam renang, disekitarnya ada taman kecil dan juga Gasebo yang lebih mirip ranjang dengan kelambunya.
Sungguh Khumairah dibuat takjub akan tempat pilihan Azzam, perlahan dengan pasti dirinya melangkah masuk kedalam lokasi itu.
"Mas,,, !"
"Iya sayang!" Sambil memeluk Khumairah dari belakang.
"Bagaimana bisa kamu menemukan tempat yang seindah ini?" Tanya Khumairah.
"Salah,,,Bukan menemukan,tapi aku membuatnya khusus untukmu!" Kata Azzam menjelaskan.
"Tepatnya,untuk kita berbuka puasa nanti." Bisik Azzam yang membuat jantung Khumairah berdetak tidak karuan hingga membuat semburat merah muncul di pipinya.
Setelah menetralkan suasana hatinya sambil menikmati pelukan sang suami, Khumairah perlahan melepaskan tangan Azzam dari pinggangnya lalu melangkah menuju rumah panggung ukuran mini didepannya.
"Lalu didalam ada apa saja mas?" Tanya Khumairah.
Azzam melangkah kearah sang istri kemudian meraih tangannya dan berkata,,,
"Ayo masuk,kita liat langsung didalamnya!"
Keduanya melangkah kearah pintu, segera Azzam membuka rumah itu dengan kunci yang dibawanya dan setelah pintu terbuka Khumairah semakin dibuat menganga saat melihat isinya.
Azzam yang melihat reaksi sang istri tersenyum kemudian melangkah kearahnya lalu memeluknya dari belakang dan berkata,,,
"Kamu suka?" Bisik Azzam.
Khumairah mengangguk sebagai jawaban!
Didalam ruangan itu hanya tersedia dua ruangan,ruangan yang sudah diisi satu ranjang sedang yang sudah dihias sedemikian indah yang tersambung langsung kesebuah dapur mini yang lengkap dengan peralatan juga 1kulkas kecil, tujuannya adalah ketika Azzam bangun dia bisa langsung melihat sang istri ketiga sedang masak selagi mereka masih ditempat itu, dan ruangan kedua adalah kamar mandi kecil yang hanya diisi shower didalamnya.
"Terimakasih mas!" Lirih Khumairah dalam dekapan suaminya.
Khumairah berbalik lalu memberikan satu kecupan singkat dibibir Azzam,belum sempat menghindar Azzam sudah memberikan serangan balik.
Setelah dirasa cukup keduanya saling melepaskan diri, Azzam tersenyum dan berkata,,,
"Nanti malam kita lanjutkan" Bisiknya.
__ADS_1
Khumairah yang mengerti maksud sang suami tertunduk dengan semburat merah diwajahnya.
"Mairah mau bersih bersih dulu mas!" Kata Khumairah
"Ya sudah,mas shalat duluan ya?" Kata Azzam yang dijawab anggukan oleh istrinya.
Khumairah segera melangkah kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri,saat dirinya keluar Azzam sudah tidak terlihat keberadaannya dalam ruangan itu, segera Khumairah melaksanakan shalat ashar kemudian setelahnya dia keluar untuk mencari keberadaan Azzam yang ternyata entah dimana keberadaannya.
Khumairah melangkah kearah kolam renang kemudian turun untuk menikmati sejuknya air yang yang keluar dari pancuran,cukup lama Khumairah berada disana hingga tidak menyadari keberadaan Azzam yang sudah dari tadi menikmati pemandangan didepannya.
Azzam menelan kasar ludahnya saat melihat Khumairah yang sudah basah kuyup hingga membuat lekuk tubuhnya tercetak begitu indah.
Azzam segera melangkah menuju khumairah yang masih belum menyadari keberadaannya, kemudian melepaskan pakaiannya dan setelah itu ikut turun menuju Khumairah berada yang sedang asyik bermain air pancuran.
Azzam membuat khumairah kaget saat dirinya tiba tiba memeluk sang istri dari belakang,namun saat Khumairah menyadari keberadaan Azzam dia hanya diam menikmati apa yang dilakukan suaminya.
"Kamu sengaja kah untuk menggodaku,hmm?" Bisik Azzam yang membuat Khumairah merinding.
Khumairah lalu berbalik dan mengalungkan tangannya di leher sang suami sambil tersenyum dan berkata,,,
"Tidak, tapi kalaupun mas tergoda maka Aku dengan senang hati akan semakin menggoda mu!" Mairah balas berbisik.
Entah siapa yang memulai duluan bibir keduanya sudah menyatu sampai Azzam semakin memperdalam ciumannya.
Suasana romantis sudah mulai tercipta ditempat bulan madu sepasang pengantin baru itu, dan tak lama kemudian waktu untuk shalat Maghrib pun sudah masuk.
"Sudah masuk magrhib mas, kita shalat dulu!"
Setelah itu Khumairah segera keluar dari kolam dan melangkah masuk kedalam rumah untuk segera melakukan shalat Maghrib disusun oleh Azzam dibelakangnya.
Setelah selesai membersihkan diri, keduanya lalu shalat Maghrib dan nanti dilanjutkan dengan shalat isya.
*******ππ
Setelah selesai shalat Azzam segera keluar untuk menyiapkan api unggun, sementara Khumairah didapur untuk menyiapkan menu makan malam mereka,semua sudah mereka direncanakan saat selesai shalat Maghrib.
Memang sempat terjadi perbincangan diantara keduanya sebelum waktu shalat isya masuk.
Setelah semua selesai Khumairah membawa menu yang sudah disiapkannya keluar kemudian menatanya diatas meja yang berada disampingnya Gasebo, Azzam yang melihat istrinya segera membantu.
Saat semuanya sudah siap, Khumairah pamit kembali kedalam untuk bersiap sebelum acara makan malam romantis mereka dimulai.
"Mas, mairah mau ganti baju dulu ya,soalnya badanku rasanya lengket habis masak!"
"Iya sayang,dan itu mas udah siapkan gaun untukmu didalam!"
Setelah mendengar perkataan Azzam, Khumairah Segera masuk tanpa bertanya lagi dan langsung menuju kamar mandi kemudian, saat dirinya keluar dia mencari gaun yang dimaksud suaminya dan setelah menemukannya Khumairah segera membuka nya namun alangkah malunya dia saat melihat model baju yang sedang dipandangnya itu.
Namun demi untuk membuat sang suami senang Khumairah segera memakainya kemudian melihat pantulan dirinya didalam cermin, sungguh dirinya sendiri tak dapat percaya apa yang dilihatnya.
__ADS_1
Sementara Azzam sendiri sudah siap dengan menggunakan kemeja warna hitam transparan.
Khumairah melangkah keluar,dengan perasaan yang sulit dia jabarkanya, sementara Azzam yang sedang duduk didepan api unggun menyadari kedatangan sang istridirinya segera melihat kearahnya dan sungguh Azzam dibuat terpana oleh penampilannya,langkah Khumairah semakin dekat kearahnya hingga membuat suasana panas tercipta seketika.
Azzam memandang penuh damba sosok istri dihadapannya dan dengan kasar dia menelan ludah untuk membasahi kerongkonganya yang serasa kering, Khumairah tersenyum melihat reaksi sang suami.
Tak apa untuk malam bersejarah mereka, dirinya akan menjadi liar dan murahan, pikir khumairah.
Azzam tersadar setelah Khumairah berdiri didepannya dan berkata,,,
"Mas,,,!" Dengan suara yang membuat jiwa kelakuan Azzam serasa ingin meledak.
Azzam kemudian meraih khumairah untuk duduk di dekatnya dan setelah itu mereka lalu menikmati makan malam dengan romantis.
Sungguh,, seandainya Azzam tidak berpikir untuk menambah stamina terlebih dahulu sudah dipastikan dirinya langsung memberi serangan kepada Khumairah.
Azzam melihat kearah sang istri, kemudian tersenyum saat melihat noda saos disudut bibirnya perlahan dia mendekat kemudian menji***nya.
"Enak,,,!" Bisiknya mengoda sang istri.
Setelah keduanya selesai makan malam, Khumairah akan membereskan semuanya namun Azzam mencegahnya.
"Biarkan seperti itu!" Kata Azzam kemudian meraih tangan sang istri lalu mengangkatnya menuju gasebo yang sudah dirubahnya menjadi ranjang cantik.
Sungguh romantis suasana yang tercipta ditempat itu, dimana penerangan yang ada hanya berasal dari api unggun yang sudah dinyalakan oleh Azzam.
Azzam lalu duduk dengan posisi khumairah diatas pangkuannya,cukup lama mereka terdiam menikmati suasana hingga salah satu diantaranya memulai, khumairah mengusap dada bidang sang suami yang tertutup dengan kemeja transparan lalu merambat ke leher, perlahan dia melepaskan pelukan Azzam Kemudian merebahkan diri dengan posisi terlentang.
Azzam terpaku melihat sang istri begitu menggoda, setelah menunggu beberapa hari pasca halal kini gejolak tinggi itu sudah tidak bisa lagi ditahannya.
"Mas,,jika sudah ingin buka puasa sentuh lah aku dan puaskaan dahagamu!"
Azzam menegang mendengar tawaran istrinya,ini undangan yang tidak boleh disia siakan, pikirnya.
Azzam lalu menarik sang istri untuk duduk dipinggir Gasebo setelah itu dia mencium kening,mata,hidung dan berakhir dibibir sang istri.
Azzam melepaskan tautan bibir mereka dan berbisik,,,
"khumairah ku,,,,, selamanya kamu tidak akan tergantikan!" dengan suara parau kemudian perlahan bibirnya menciumi leher dan setiap Senti yang ada pada tubuh sang istri serta tak lupa meninggalkan jejaknya pada kulit mulus Khumairah.
"Ssst aaah,mas!" ******* Khumairah terdengar sangat merdu ditelinga Azzam hingga membuat hasratnya semakin ingin dituntaskan,namun seketika dirinya sadar akan apa yang dilakukannya
ππππ bersambung π
para readers berikan dukungan kalian untuk author,karna tanpa kalian apalah karyaku iniπ
ππmaaf untuk typo yang tidak disengaja π€
ππππππ
__ADS_1