
12 tahun telah berlalu,,,,,,,,
Aku menghembuskan nafasku kemudian tersenyum mendengar dua orang terkasih ku berteriak, seperti inilah drama setiap hariku semenjak anakku Afif mulai masuk kelas tujuh SMP.
Padahal setiap malam sebelum tidur aku sudah menyiapkan keperluan keduanya tanpa sedikitpun ada yang terlupa,namun kenyataan prakteknya berbeda.
"Ma, sepatu kakak mana?"
"sayang dasi yang mau kupake dimana?"
Teriak keduanya yang berada ditempat yang berbeda.
Ummi yang sudah semakin tua hanya tersenyum melihat kearah ku sambil menikmati seduhan teh herbal yang sudah kusiapkan untuknya bersama Abi yang juga sedang menikmati secangkir kopi pahitnya.
"kak, sepatunya ada didepan dekat pot bunga lengkap dengan kaos kaki nya!"
"Dasinya ada dilaci nomor dua mas, aku taroh bersama dompet dan juga jam tangan supaya mas sekalian saja ambilnya!" kataku menjelaskan.
Sengaja memang aku menaruh keperluan mas Azzam seperti jam, dompet dan dasi yang akan dipakainya setiap hari ditempat yang sama supaya memudahkan sedikit pekerjaan ku dipagi hari.
"Ok,mama!"
"Terimakasih kasih sayang!"
Jawab keduanya!
Tak lama setelah itu keduanya muncul dengan stael yang berbeda,anakku dengan pakaian sekolahnya dan suamiku dengan pakaian kerjanya.
"Ayo kita sarapan dulu." kataku saat semu sudah berkumpul dimeja makan kemudian kami sarapan dalam diam.
"mah hari ini Afif pulang telat!" katanya saat usai sarapan.
Aku beralih menatapnya kemudian bertanya,,,
"iya nak,memangnya kamu mau kemana?"
"Afif ada latihan olimpiade mah!" katanya lalu berdiri kemudian menghampiri ku untuk berpamitan sambil mencium punggung tanganku.
"oh iya nak, semangat latihannya!" kata memberi semangat.
Setelah berpamitan sama kakek dan neneknya Afif melangkah keluar disusul olehku dan mas Azzam sambil membawakan tas kerjanya, saat sudah berada didepan pintu aku mencium tangan mas Azzam dan dibalas dengan kecupan di kening kemudian kecupan singkat dibibirku dan itu dilihat oleh Afif yang baru saja mengeluarkan sepeda motornya dari garasi.
"Astaga,,, pa ma liat tempat dong ini ada anak kecil tau!" katanya dengan muka datarnya.
"apaan sih anak kecil,ganggu aja!" kata mas Azzam melotot.
"ck,sudah tau ada anak kecil disekitarnya masih saja tidak tau tempat!" kata Afif lalu menyalakan motornya kemudian berlalu dari hadapan kami.
Setelah kepergian Afif mas Azzam kemudian beralih menatapku dan berkata,,
"Aku akan pulang cepat kita lanjutkan nanti,ok!" katanya kemudian berjalan menuju mobilnya.
khumairah bmelangkah masuk setelah kepergian kedua lelaki yang berbeda tempat dihatinya,entah mengapa sejak dari pagi sejaknusai shalat subuh Khumairah merasakan sesuatu yang berbeda pada tubuhnya.
"BI, tolong bereskan semuanya ya!"
__ADS_1
"maaf mairah tidak bisa bantu soalnya aku merasa kurang enak badan!"
"baiklah kamu istirahat saja." kata BI Mina merasa hawatir melihat nyonya mudanya yang mulai terlihat pucat.
Belum sempat melangkah setelah mendengar perkataan BI Mina tiba-tiba Khumairah limbung karena merasa pusing, dengan sigap BI Mina membantunya lalu berteriak,,,
"nyonya,,,,,nya,,,,!" teriaknya dengan panik.
Sementara ummi salma yang sedang bersantai diruang tengah merasa heran mendengar teriakan BI Mina dari arah dapur,segera beliau berdiri kemudian melangkah menuju sumber suara dan alangkah terkejutnya saat melihat menantunya dalam keadaan lemah dengan muka pucatnya.
"astaghfirullah nak, kamu kenapa?" tanya ummi Salma dengan paniknya.
"Bi ini mairah kenapa?"
"Nak jangan buat ummi jadi takut!"
Mendengar perkataan mertuanya Khumairah membuka matanya dan berkata,,,
"Ummi,kepalaku pusing dan perutku rasanya kram,ugh!" Cicit Khumairah terbata.
Ummi salma semakin panik melihat kondisi menantunya itu!
"Aduh mana Azzam sudah berangkat kerja lagi!"
"Bi,cepat hubungi Azzam,mungkin dia belum sampai kantor suruh dia untuk secepatnya putar balik!" Titah ummi salma.
"Ummi,jangan buat mas Azzam jadi hawatir mungkin aku hanya butuh istirahat sebentar!"
"Insya Allah mairah kuat ummi!"
Hanya anggukan kepala dari Khumairah untuk menjawab pertanyaan sang mertua.
"Baiklah,ayo kita ke kamar mu saja untuk istirahat!"
"Bi tolong bantu untuk membawanya kekamar."
Setelah sampai dalam kamar Khumairah berkata ,,,
"Ummi,, bisa tolong pijat kepala sama perut mairah?" Cicitnya merasa tidak enak.
Ummi salma tersenyum kemudian segera melakukan apa yang dikatakan oleh menantunya itu.
Dengan lembut penuh kasih sayang beliau mulai memijat kepala dan mengelus perut Khumairah hingga membuat pusing dan kram diperutnya perlahan menghilang,dan tanpa disadarinya khumairah terlelap disaat mertuanya masih mengelus perutnya.
***********
Malam harinya,,,,,
Entah apa yang terjadi kepada Khumairah tiba-tiba dia berubah menjadi pendiam meski terkadang masih sering tersenyum dihadapan orang-orang sekitarnya.
Sikap diamnya itu membuat semua orang merasa heran.
Ada apa dengan Khumairah?
Seperti hari ini saat sarapan bersama tiba-tiba perutnya merasa mual,sudah dua hari ini Khumairah merasa mual dipagi hari tapi hari ini berbeda dengan kemarin.
__ADS_1
"Sayang, kenapa?" Tanya Azzam yang merasa hawatir.
Khumairah menggeleng kemudian lanjut menyuapkan makanan kemulutnya namun baru dua suap dirinya sudah tidak tahan menahan rasa mualnya,dia segera membekap mulutnya agar tidak muntah.
Azzam dan afif merasa heran atas semua itu, apa ada yang salah dengan makanannya? Tidak mungkin karena rasa makanannya sangat enak.
Pikir keduanya!
Namun berbeda dengan reaksi ummi salma, dirinya dengan santai melanjutkan sarapannya bersama sang suami yang juga merasa heran atas sikap menantunya itu.
Saat merasakan gejolak dalam perutnya semakin menjadi, Khumairah segera undur diri untuk kekamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya kedalam wastafel,rasa pusing pun kiang menjadi dirasakannya.
Azzam yang tadinya merasa heran kini berubah menjadi hawatir dan segera menyusul sang istri kekamar mandi.
"Hoek,hoek,,,," Khumairah memuntahkan isi perutnya yang hanya cairang kuning saja.
Azzam kemudian menghampiri sang istri dan segera memijat tengkuknya.
"Hoek,,,,hoek,,,,! Sakit mas hiks,,!" Katanya sambil menyalakan keran air supaya muntahannya larut terbawa air.
Pandangan Khumairah serasa berputar dan membuatnya jatuh pingsan dalam dekapan sang suami.
Azzam menjadi panik manyaksikan sang istri luruh dalam dekapannya.
"Ya Allah sayang,,,,!"
"Ummi tolong,,,,!" Teriak Azzam yang membuat semua orang yang berada dimeja makan segera menghampirinya.
Afif yang juga panit melihat keadaan mamanya segera berjalan kedalam kamar mandi dan mematikan keran air.
"Mamah kenapa pah?" Tanya afif hawatir melihat keadaan sang mama yang terlihat sudah pucat.
"Entahlah papah juga tidak tau,mamah tiba-tiba jatuh pingsan begini setelah muntah-muntah!" Kata Azzam menjelaskan kemudian segera mengangkat sang istri keluar kamar mandi dan menuju kamar mereka.
Semuanya menjadi panik dan hawatir melihat keadaan Khumairah yang terkulai lemah dalam dekapan Azzam.
"Abi,ummi dan afif kalian lanjutkan sarapannya!" Kata Azzam kemudian berlalu dari hadapan mereka.
Sementara ummi tersenyum penuh makna kepada sang suami lalu berbisik,,,,
"Sepertinya kita akan kedatangan anggota keluarga baru, Abi!"
"Ummi yakin?" Tanya Abi angga meragukan prediksi sang istri.
Merasa jengkel karena tidak dipercaya oleh sang suami ummi salma lalu berkata pada sang cucu,,,
"Afif,cepat kamu hubungi om fadil untuk segera datang kesini bersama salah satu dokter obgyn!" Titahnya kepada sang cucu kemudian melangkah menuju kamar Azzam dan Khumairah.
"Baik nek!" jawab Afif.
Meski tidak faham afif segera melakukan apa yang diperintahkan oleh neneknya, setelah itu segera menyusul kekamar orang tuanya.
π Bersambung π
Hmmm, mohon tambah dukungan semampu kalian dong readersπ
__ADS_1
Dan untuk setiap typo tolong dimaklumi yaπ€π