
Tak terasa sudah satu bulan Siti bekerja dirumah Ummi Salma,dan selama itu pula dirinya diam-diam telah menaruh hati pada Azzam bahkan kadang terang-terangan mencari perhatian darinya.
Sayangnya sedikitpun Azzam tidak pernah menanggapinya hingga membuat siti semakin merasa tertantang untuk mendapatkannya, Siti berpikir jika Khumairah yang pasalnya hanya orang biasa bisa seberuntung itu maka dirinya pun pasti bisa, dia sudah berniat untuk menggeser posisi khumairah dihati Azzam dan juga dirumah itu.
Seperti pagi ini, Siti tidak sengaja mendengar ummi salma dan khumairah sedang membicarakan Azzam yang masih tertidur pulas didalam kamar hingga terpikir olehnya untuk masuk dalam kamar dengan alasan ingin membersihkan kamar itu, sementara khumairah sedang sibuk berkutak didapur untuk memenuhi permintaan sang suami yang tiba-tiba ingin sarapan dengan menu buatannya.
Sesampainya didalam kamar Siti heran melihat ranjang yang sudah kosong padahal tadi jelas dirinya mendengar kalau Azzam masih tertidur dengan pulas, perlahan Siti mendengar suara gemercik air didalam kamar mandi yang diyakininya Azzam.
Dengan lancangnya Siti membuka lemari dan segera mengambil pakaian yang akan digunakan oleh Azzam.
"Ceklek,,!"
Mendengar suara pintu terbuka membuat Siti menoleh kearah suara yang membuat matanya melotot melihat pemandangan yang sangat menggoda, Azzam keluar dengan handuk melilit dibagian pinggang saja Hinga lutut sementara bagian dadanya terekspos,membuat bagian inti siti berdenyut menyaksikannya.
Azzam berjalan sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil ditangannya,dia belum menyadari keberadaan Siti di dalam kamarnya bahkan Azzam mengira Khumairah lah yang ada disana.
"Sayang,mana pakaianku?" tanya Azzam yang masih sibuk dengan kegiatannya.
Siti berjalan kearah Azzam dengan membawa pakaian yang sudah disiapkannya lengkap dengan pakaian dalam sambil tersenyum dan berkata,,,
"Ini tuan!" kata Siti mengagetkan Azzam.
Azzam yang mendengar suara yang diyakininya bukan milik sang istri segera menghentikan kegiatannya lalu menoleh untuk melihat siapa yang sudah berani masuk kedalam kamarnya, yang bahkan Bisa Mina saja tidak berani selama dirinya sudah menikah.
"Siapa yang mengizinkan kamu masuk kekamar ini?" tanya Azzam dengan tatapan tajamnya.
Siti sedikit menciut melihat tatapan Azzam yang seakan menguliti dirinya namun dia berusaha bersikap setenang mungkin kemudian tersenyum untuk menggodanya.
"Tuan,,!"
"Dimana istrku?" tanya Azzam memotong perkataan Siti.
"khumairah sedang sibuk didapur,biar aku saja yang melayani tuan disini!" kata Siti dengan Suara yang membuat Azzam merasa risih.
"Keluar,,!" kata Azzam dengan penuh penekanan.
Siti mengabaikan perintah Azzam dan semakin mendekat dan berniat untuk membantunya berpakaian,Siti pikir Azzam sama dengan laki-laki lainnya yang akan luluh dengan sikap murahan.
"Berhenti dan jangan menyentuhku, karena aku tidak mengizinkan apalagi memberimu hak untuk itu!"
"Oh ayolah tuan, apa bedanya jika aku yang melakukannya dibanding khumairah!"
"Nyonya,panggil dia nyonya!"
__ADS_1
"Tentu saja sangat berbeda, karena dia adalah satu-satunya wanita yang kuberi hak penuh untuk menyentuhku!"
"Sekarang kamu keluar dan jangan pernah lagi masuk dalam kamar ini!" kata Azzam.
"Tapi saya,,,, "
"Keluar sekarang atau kamu saya pecat!" kata Azzam dengan suara lantang hingga membuat Khumairah yang sudah berada didepan kamar segera mendorong pintu dan alangkah terkejutnya melihat Siti berada didalam kamarnya saat pintu terbuka.
"Siti,apa yang kamu lakukan disini?" tanya khumairah.
"membantu tuan untuk menyiapkan pakaian nya!" kata Siti dengan entengnya.
khumairah kaget mendengar perkataan siti!
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya khumairah dengan kesal.
"Aku bekerja disini jadi sudah seharusnya aku melayani pemilik rumah ini!"
"Tapi aku tidak mengizinkan kamu untuk melayani suamiku!" kata khumairah dengan lembut namun penuh penekanan membuat Siti tidak bisa berkata lagi, sebelum melangkah keluar Siti melirik kearah Azzam sambil berkata,,,
"Tuan,itu bajunya sudah saya siapkan!"
Setelah Siti keluar Khumairah menarik nafas lalu menghembuskan perlahan, tidak bisa dipungkiri hatinya merasa hawatir akan keberadaan Siti dirumah ini, Azzam yang mengerti keadaan sang istri kemudian menghampiri lalu memeluknya dari belakang sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit.
"Ssst,jangan dipikirkan!" kata Azzam menenangkan istrinya.
"Nanti kita bicarakan baik-baik sama ummi!"
"Ya sudah bantu mas bersiap ya!" kata Azzam mengalihkan perhatian Khumairah.
Saat Khumairah akan mengambil baju yang tadinya sudah disiapkan oleh Siti Azzam berkata,,
"sayang, baju yang itu disimpan saja ya! aku tidak mau memakai sesuatu yang kutau diniatkan tidak baik!"
Khumairah menaruh kembali pakaian tersebut kemudian mengambil pakaian lain didalam lemari lalu membantu Azzam untuk berpakaian, setelah siap keduanya kemudian berjalan keluar menuju meja makan untuk sarapan sebelum memulai aktifitas masing-masing tak lupa Khumairah membawa baju yang tadi disiapkan oleh Siti untuk diberikan kepada Bi Mina,Saat sampai dimeja makan Khumairah lalu menyerahkan baju itu tepat didepan Siti dan berkata,,,
"BI,, tolong baju ini disimpan terserah mau bibi apakan asal berguna, soalnya mas Azzam sudah tidak mau memakainya lagi."
Siti yang mendengar perkataan khumairah merasa tersinggung, bagaimana tidak?
dia bisa mengerti maksud dari semua itu.
"Dasar Khumairah, bisa-bisanya melakukan itu!"
__ADS_1
"Lihat saja nanti,aku akan menyingkirkanmu dan mengantikan posisimu!" Siti membatin dan menatap tidak suka pada Khumairah.
Azzam lalu menarik kursi kemudian mempersilahkan Khumairah untuk duduk, setelah itu Azzam mengambil piringan untuk di isi makanan kemudian duduk didekat Khumairah dan menikmati makanan sepiring berdua.
Entah karena apa tapi belakangan ini Azzam merasa lebih menikmati makanan saat makan sepiring berdua dengan istrinya.
Melihat itu Siti semakin tidak suka kepada Khumairah, menurutnya Khumairah tidak pantas untuk Azzam dan dengan tidak tau malunya membandingkan dengan dirinya.
Siti membawa nampang kedalam dan tanpa sadar meletakkannya dengan kasar hingga membuat Bi Mina merasa heran,sebenarnya dari pertama dia sudah merasa tidak suka dengan Siti karena merasa keberadaannya akan membuat kenyamanan dirumah majikannya akan terusik.
"Apa sih hebatnya khumairah?"
"Bisa-bisanya dia dijadikan ratu oleh tuan Azzam." guman Siti namun masih terdengar oleh BI Mina.
"Bukan hebat,tapi istimewa!"
"Sebaiknya kamu buang jauh-jauh pikiran tidak baikmu itu soal nyonya muda." kata BI Mina menasehati Siti.
Sementara siti hanya memutar bola matanya menanggapi nasehat dari BI Mina.
"Jangan ikut campur,urus saja pekerjaan mu!" ujar Siti dengan kasar kemudian pergi meninggalkan BI Mina yang menatap kepergiannya dengan gelengan kepala.
"Nyonya sepertinya telah salah mempekerjakan orang!" batin BI Mina.
Bi Mina segera menyiapkan susu hamil untuk khumairah kemudian membawanya kemeja makan, Khumairah yang melihatnya tersenyum lalu berkata,,
"Terimakasih Bi!" ucap Khumairah dengan tulus.
BI Mina mengangguk dan kembali ke dapur untuk membersihkan peralatan yang digunakannya tadi bersama Khumairah, sementara Siti entah dimana.
Tak lama kemudian ummi Salma dan Abi Angga pun datang dan ikut bergabung untuk sarapan bersama, mereka mulai menikmati sarapan dalam diam dengan posisi Azzam yang makan sepiring berdua dengan sang istri.
"Nak, bagaimana menurutmu soal Siti?" tanya Ummi Salma kepada Khumairah saat selesai sarapan.
"Sudah satu bulan dia bekerja disini apa kamu puas dengan hasil kerjanya?"
"Ummi sengaja mempekerjakannya itu untuk kamu merasa lebih nyaman apalagi disaat kondisimu seperti sekarang ini!"
Mendengar perkataan mertuanya khumairah tersenyum kearahnya, sementara Siti yang mendengar perkataan ummi Salma dari balik dinding mengepalkan tangannya, dirinya tidak suka mendengar perkataan dari ummi salma yang seolah-olah memberi hak kepada Khumairah untuk menentukan segala sesuatu dirumah ini.
Siti benci kepada Khumairah tanpa alasan yang jelas, dirinya bahkan menginginkan posisi khumairah untuknya.
👉 Bersambung 💞
__ADS_1
Berikan 👍 dan ❤️ kalian readers 🙏
mohon maaf untuk setiap typo yang ada🤭