
Hubungan antar manusia memang rumit. Tak jarang muncul rasa sebal atau marah kepada orang lain. Saat rasa amarah itu datang, kamu pasti ingin mengungkapkan perasaanmu. Namun mengutarakan kekesalan pada orang lain itu tidaklah mudah. Sebab seringkali ungkapan amarah itu justru membuat masalah semakin parah.
Hidup ini bukan sinetron di mana yang baik selalu teraniaya, dan yang jahat selalu berbicara sendiri sambil melotot-melotot. Alangkah disayangkan jika kebencian membabi buta dan kecintaan menjadi fanatik, seolah yang benar takkan pernah salah, pun sebaliknya.
Sebaik apapun kita, yang benci tetaplah benci. Seburuk apapun kita, yang cinta tetaplah cinta. Tak perlu menjelaskan kebaikan kita karena yang menyukai kita tidak memerlukannya. Dan yang membenci kita tak akan mempercayainya.
Biasanya dia yang jahat dia pula yang mengungkit kesalah orang lain, benar nyata jahatnya eh dia yang malah merasa orang lain jahat padanya.
Seperti itulah siti beberapa bulan ini selama bekerja dirumah Ummi Salma, kelakuannya benar-benar sudah semakin menjadi.
Pernah suatu hari BI Mina menasehatinya dengan berkata,,,
"Biasanya orang yang melakukan kejahatan akan lebih sial dari pada orang yang ia perlakukan dengan jahat!" Kata BI Mina kepada siti.
"Kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik."
Namun siti yang sudah terlanjur menginginkan sesuatu tidak peduli akan nasehat yang diberikan.
"Jangan habiskan sisa hidupmu untuk mencampuri urusan orang lain!" Kata Siti kepada Bi Mina.
"Kalaupun apa yang kulakukan adalah kejahatan itu juga bukan urusanmu,to yang akan menanggung konsekuensinya adalah aku sendiri?"
Mungkin karena merasa sudah tidak tahan melihat kelakuan siti akhirnya Bi Mina memutuskan untuk bercerita kepada Khumaira.
Saat ini usia kandungan Khumairah sudah memasuki 8 bulan,sikap posesif Azzam dan ummi salma semakin membuat siti merasa seperti cacing kepanasan, diriy iri akan setiap kasih sayang yang didapatkan oleh Khumairah.
"Lebih baik kamu hati-hati terhadap siti, sepertinya dia ingin melakukan sesuatu kepadamu." Kata BI Mina menasehati khumairah untuk yang kesekian kalinya.
Saat acara 7 bulanan terjadi insiden yang hampir membuat khumairah kehilangan calon anaknya yang belum lahir, meski kejadian itu membuat Khumairah dan BI Mina menaruh curiga terhadap siti keduanya belum bisa berbuat a apa-apa karena tidak memiliki bukti.
Siti yabg Sudah beberapa kali berusaha untuk menjerat Azzam namun selalu punya alasan untuk menghindar saat dirinya ketahuan.
Azzam dan Khumairah sepakat untuk tidak bercerita kepada Ummi Salma dengan tujuan tidak ingin membuat beliau merasa bersalah karena dirinya lah yang sudah mempekerjakan siti yang ternyata tidak sebaik yang dipikirkannya.
Khumairah juga Tidak ingin fokus memikirkan orang yang membencinya dan Berniat tidak baik terhadapnya, dirinya pikir masih banyak orang yang menyayanginya.
"Kamu pikir, aku tidak bisa berlaku buruk kepadamu? Bisa, namun aku tidak ingin melakukannya, karena aku bukan dirimu."kata Khumairah kepada siti beberapa.hati yang lalu.
__ADS_1
"Membenci hanya akan merugikan diri sendiri, karena sebagian besar orang yang kamu benci tak akan peduli dengan kebencianmu jadi lakukan aoa yang ingin kamu lakukan."
"Tidak ada alasan untukku berharap kamu bersikap baik kepadaku dan tidak ada juga alasan untukku membenci orang yang bersikap jahat terhadapku!"
"Aku mengalah tapi tidak mengaku kalah!"
"Bahkan kayu yang berada lama di dalam airpun tak akan pernah berubah menjadi buaya."
"kamu Sungguh mengingatkanku pada receh gopekan yang bermuka dua tapi tidak terlalu berharga!"
"Siti,,,hmmm!'
"Apa kamu percaya jika seandainya aku memecat maka mertuaku pasti akan mengizinkan kanku?"
*Tidak mungkin!' kata Siti yang tidak percaya.
Siti yang mendengar perkataan Khumairah merasa sangat marah, bagaimana bisa khumairah uang dianggapnya tidak memiliki kemampuan apapun bisa membuatnya seperti orang bodoh, sungguh Siti tidak tau seperti apa orang yang telah diremehkannya itu.
meski demikian dirinya tetap tidak menyerah untuk mendapatkan apa yang di inginkannya, menurutnya andai cara halus tidak bisa maka dia akan melakukan cara yang lebih beresiko.
"Baiklah, berhubung aku masih berbaik hati maka aku tidak akan melakukan itu,biarkan ummi sendiri yang memutuskan setelah dirinya tau tentang kamu yang sebenarnya.
"Astaghfirullah,,,!" kata Khumairah dalam hati.
Sementara Siti mengepalkan tangannya, dia merasa marah atas semua yang dikatakan oleh Khumairah.
"Lihat saja, aku akan membuatmu menyesal karena sudah berani menantang ku" kata Siti dalam hati dengan senyuman liciknya.
Semenjak kejadian saat acara 7 bulanan BI Mina selalu mengawasi segala gerak gerik Siti, dirinya tidak mau kecolongan lagi.
Siti sangat ahli dalam bermain karena apapun yang dilakukannya tidak pernah meninggalkan jejak.
Terkadang Siti sangat marah saat rencananya digagalkan oleh Bi Mina hingga berpikir untuk melakukan hal jahat juga kepadanya.
"Orang tua itu benar-benar pengacau untuk setiap rencanaku,ingin rasanya aku melenyapkannya supaya tidak ada lagi yang menggagalkan rencanaku!"
"Sepertinya dia ingin menguji monster dalam diriku!" kata Siti dengan seringai devilnya.
__ADS_1
"Tidak, tujuanku bukan untuk itu tapi bagaimana caranya supaya aku bisa menyingkirkan Khumairah dan mendapatkan tuan Azzam!" kata Siti dalam hati.
Pagi hari tidak seperti biasanya, pengawasan untuk Siti tiba-tiba lalai hingga dirinya bisa leluasa melakukan apa yang direncanakannya,entah kemana perginya BI Mina? sarapan yang sudah tersaji diatas meja dia manfaatkan sebaik mungkin, dirinya yakin apa yang sudah direncanakannya akan berhasil apalagi hari ini adalah hari Minggu berarti seharian Azzam akan berada dirumah seperti sebelumnya.
"Lihat saja Khumairah, sebentar lagi kesombonganm atas cinta tuan Azzam yang kau agung-agungkan hanya akan menjadi milik mu akan hancur!" kata Siti saat melihat Azzam dan khumairah berjalan beriringan menuju meja makan untuk sarapan bersama ummi Salma dan Abi Angga yang sudah menunggu mereka.
Setelah sarapan khumairah Kembali kekamar untuk istirahat, mungkin karena umur kandungannya hingga dirinya sering merasa lelah meski tidak mengerjakan pekerjaan apapun.
Setelah berbincang-bincang dengan kedua orang tuanya Azzam hendak menuju kamarnya untuk melihat kondisi sang istri, selain itu dirinya juga tiba-tiba merasa mengantuk namun masih bisa ditahannya.
Azzam melangkah menaiki tangga dan saay kakinya menapaki tangga terakhir dia berpapasan dengan Siti yang entah darimana datangnya.
"Tuan, selama disini aku belum pernah melihat melihat tuan keluar sekedar jalan pagi bersama Khumairah,apa tuan malu membawanya yang gendut itu?"
"Mending sama saya saja tuan,saya jamin tuan tidak akan malu jalan sama saya yang cantik dan seksi ini." ucap Siti dengan percaya diri.
"meskipun istriku gendut seperti katamu tapi dia di mata ku selalu yang teristimewa,apalagi sekarang dia sedang hamil anakku!" kata Azzam dengan sikap dinginnya.
"Itu karena tuan tidak mau memberi kesempatan untuk wanita lain pasti ada yang lebih istimewa dari Khumairah."
"Sudah tidak ada tempat bagi wanita manapun!" kata Azzam berlalu meninggalkan Siti.
Saat sampai didepan pintu kamarnya Azzam lalu mendorongnya, terlihat sang istri yang sedang duduk sambil bersandar di headboard ranjang, Azzam lalu mendekat dan duduk disampingnya Kemudian mengelus dengan sayang perut Khumairah yang sudah membesar itu.
"Maaf dan terimakasih sayang!" kata Azzam lalu mencium kening Khumairah.
"Kenapa minta maaf mas?" tanya Khumairah merasa heran.
"Mas merasa bersalah karena sudah membuatmu seperti ini, mungkin sayang merasa sangat kesusahan selama hamil?"
"Mas bicara apa?"
"Aku menikmati momen kehamilanku ini, dan Sangat bersyukur karena mendapat kesempatan untuk bisa merasakannya!" kata Khumairah.
Entah kenapa Khumairah merasa aneh dengan sikap sang suami pagi ini!
๐ Bersambung ๐
__ADS_1
Berikan โค๏ธ,๐ dan gift semampu kalian readers๐
mohon maafkan setiap typo yang ada๐ค