
pagi hari Azzam, Khumairah dan keluarganya berangkat menuju kediaman admajaya untuk melaksanakan acara resepsi dari pihak keluarga Azzam, setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam akhirnya mereka sampai dirumah besar milik Abi Angga dan ummi salma.
Acara akan diselenggarakan disebuah hotel, mereka mengundang beberapa rekan bisnis dari Abi Angga dan Azzam juga beberapa kenalan dari ummi salma sendiri.
Setelah istirahat, Khumairah dan keluarganya beserta keluarga besar Azzam langsung menuju hotel, begitu sampai Khumairah dan keluarganya langsung didandani oleh perias pengantin yang cukup terkenal yang sudah dipilih oleh ummi salam sendiri, Khumairah menggunakan gaun pengantin berwarna gold dengan jilbab yang senada, begitu juga dengan Azzam yang menggunakan warna yang sama sedangkan anggota keluarga yang lain menggunakan warna peach.
Azzam menatap takjub kepada istrinya karna begitu cantik dan membuatnya pangling, tak lama kemudian datang Ummi Salma untuk memberi tahu anak dan mantunya untuk bersiap karena acara sudah dimulai.
"Masya Allah, cantiknya mantu ummi!" Kata ummi Salma yang juga dibuat pangling dengan penampilan Khumairah.
"Terimakasih,ummi juga sangat canyu!"
"Terimakasih sayang,,,!"
"Ayo,, sebentar lagi MC akan memanggil kalian ummi juga sudah tidak sabar untuk memperkenalkan mantuku yang cantik ini kepada banyak orang.
"Azzam gandeng tangan mantuku, susah jalanya itu kalau begitu!" Perintah ummi salam kepada anaknya. Iiih
"Laksanakan yang mulia ratu,hamba akan menjaga tuan putri dengan sebaik mungkin," kata Azzam.
"Kalau perlu, hamba langsung bawa kekamar saja untuk diamankan!" Lanjutnya Azzam dengan kejahilannya yang membuat mata Ummi Salma dan Khumairah langsung melotot.
"Aman gundulmu,yang ada mantuku ini malah akan kamu nikmati sendiri!" Kesal ummi Salma kepada anaknya.
"Ya suka suka Azzam dong,, istri Azzam juga!"
"Kenapa jadi ummi yang marah!" Lanjut Azzam semakin menggoda umminya.
Dan terjadi lah drama didepan Khumairah antara ibu dan anak!
π€π€π€π€π€π€π€
Saat sampai didepan ruangan ternyata sudah banyak tamu yang datang dan juga terdengar MC yang mulai membuka acara tersebut.
"Para hadirin yang saya hormati,,,,,!"
"Berhubung keluarga besar kedua mempelai sudah hadir,maka untuk mempersingkat waktu marilah kita bersama membuka acara resepsi pernikahan yang sedang berlangsung saat ini,"
" Para hadirin yang kami hormati, mari kita sambut bersama kedua mempelai yaiutu tuan, Muhammad khusain Al-Azzam dan istri tercinta nyonya Khumairah untuk segera menuju singgasana mereka berdua, untuk itu berikan tepuk tangan dan do'a kalian untuk mengiringi kedua."
Azzam dan Khumairah kemudian melangkah dengan pelan menuju singgasana, disusul oleh kedua orang tua masing masing beserta para keluarga nti lainnya.
Acara resepsi kali dilaksanakan dengn tema bebas untuk acara ritual pun sudah tidak ada,
Para undangan hanya akan memberikan ucapan selamat kemudian menikmati hidangan yang sudah disajikan.
Terdengar suara MC yang melanjutkan acara,,,
"Semoga restu dari kedua orang tua mempelai selalu mengiringi keduanya, hingga tulusnya cinta yang penuh keikhlasan menjadikan mereka keluarga yang sakinah mawadah warahmah,"
"Aamiin,,,,,!"
Para tamu yang hadir mengamini!
"Para hadirin yang kami hormati,,,,"
__ADS_1
"Marilah kita bersama sama mengucap syukur Alhamdulillah untuk menutup seluruh rangkaian acara pada siang hari ini, mewakili keluarga besar kami ucapkan terimakasih atas kehadiran bapak dan ibu sekalian dan mohon maaf sekiranya ada kekurangan dalam acara ini,"
"Dan setelah ini kami persilahkan seluruh tamu undangan untuk mencicipi hidangan yang sudah tersedia, terimah kasih atas kehadirannya."
Setelah kata penutupan dari MC,para undangan sudah berdatangan untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 5:30,para undangan pun sudah pulang dan tinggal lah keluarga inti yang juga akan segera bersiap untuk pulang ke kediaman Abi Angga.
Sebelum pulang Azzam dan Khumairah memilih untuk melakukan shalat ashar terlebih dahulu sebelum masuk waktu shalat Maghrib.
Keduanya menyusul keluarga mereka untuk menuju pulang dengan disupiri oleh mang asep,dalam perjalanan Khumairah hanya diam karena merasa sangat lelah hingga tertidur dalam dekapan sang suami.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit mereka pun sampai, Azzam lalu membangunkan sang istri sambil berkata,,,
"Sayang,,, bangun, sudah sampai!" Bisiknya kemudian memberi kecupan di keningnya.
Khumairah yang merasakan sesuatu yang dingin dikeningnya pun membuka mata lalu berkata,,,
"Maaf mairah ketiduran!" kata Khumairah.
"Tidak apa apa sayang,mas ngerti kamu pasti sangat capek habis menerima para tamu undangan!" Kata Azzam memaklumi sang istri.
"Ya sudah ayo kita masuk untuk segera istirahat!" Kata Azzam yang diangguki oleh Khumairah.
Saat keduanya keluar dari mobil Azzam berkata pada mang Asep,,,
"Mang, mobilnya tolong langsung diparkir saja habis itu mang asep istirahat!"
"Baik den!" Jawab mang Asep.
Namun sebelum kedua pasangan pengantin baru itu melangkah, keduanya sudah digoda oleh beberapa orang yang ada dalam ruangan itu.
"Cie pengantin baru,,,,!"
"Cie yang mau buka segel,,!"
Akhirnya Azzam memilih tinggal untuk ikut bergabung bersama keluarga mereka yang ada diruangan tersebut, sementara Khumairah melanjutkan langkahnya menuju kamar Azzam yang sudah ditempati untuk istirahat sebelum menuju hotel.
Saat sampai dalam kamar Khumairah segera membersihkan dirinya kemudian melaksanakan shalat isya.
Sementara Azzam yang baru saja memasuki kamar segera beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian ikut melaksanakan shalat isya.
Saat Azzam selesai shalat isya, dirinya heran mendapati keberadaan sang istri yang tidak ada dalam ruangan itu, Azzam segera membenahi sajadah yang digunakannya kemudian berniat keluar kamar untuk mencari sang istri.
Belum sempat Azzam melangkah,pintu kamar mandi sudah terbuka dan keluarlah Khumairah yang seketika membuat azm menelan kasar Salivanya.
Daster tidak berlengan dan hanya sampai sebatas paha menjadi pilihan Khumairah sebagai baju dinas dimalam pertama mereka.
Azzam menatap penuh damba disaat melihat sang istri yang berdiri disana dengan rambut yang setengah basah.
Ini untuk pertama kalinya Khumairah menggunakan baju yang seperti ini,meski malu namun demi untuk membuat sang suami merasa senang apalagi ini adalah malam pertama bagi mereka, dimana itu sudah menjadi hak bagi Azzam untuk menikmati semua yang ada didalam diri Khumairah.
Sungguh Azzam tidak menyangka bahwa dibalik kesederhanaan sang istri selama ini terdapat bentuk tubuh yang begitu menggoda iman.
Khumairah yang ditatap seperti itu merasa sangat malu,dia melangkah sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil ditangannya namun baru satu langkah Azzam sudah mengangkat nya menuju meja rias.
__ADS_1
Azzam mendudukkan Khumairah diatas meja kemudian dia mengambil handuk kecil ditangannya.
"Sangat cantik!"
Dua kata yang membuat Khumairah kembali tersipu malu dengan warna pipinya yang merona seperti tomat membuat bibir Azzam menganga karna takjub.
"Jangan semakin menggoda ku sayang dengan sikap malu malu mu itu!" Bisik Azzam dengan suara seraknya.
Azzam lalu mengangkat sang istri menuju ranjang king size yang selama ini ditempatinya kemudian mendudukkan Khumairah diatasnya.
Khumairah bersandar pada headboard ranjang besar itu, setelah dirinya merasa cukup nyaman dengan posisinya dirinya berkata,,,
"Mas,,, aku ingin mengatakan sesuatu!" Kata Khumairah memulai pembicaraan diantara keduanya.
"Katakanlah,,,!" Jawab Azzam.
"Sebelum kita memulai semuanya aku ingin mengakui sesuatu kepadamu bahwa,sebelum menikah denganmu aku tertawan oleh perasaan cinta pada seorang pemuda!"
Azzam kaget saat mendengar pengakuan istrinya yang baru dinikahi nya itu. Dia tidak mengira Khumairah nya mencintai laki laki lain selain dirinya, lalu kenapa dia menerima dirinya saat itu?"
"Mungkin kah perasaanku bertepuk sebelah tangan?" Pikir Azzam.
Namun dirinya tak ingin gegabah dalam menanggapi cerita istrinya yang belum selesai.
"Masya Allah lalu dimanakah pemuda yang beruntung itu?" Tanya Azzam.
"Sebelumnya maaf,meski kamu terpaksa menikah denganku karena sekedar menyetujui kemauan orang tua kita,maaf sekali lagi tapi aku tidak bisa menceraikanmu!"
"Aku harap kamu bisa belajar untuk menerimaku dan juga pernikahan kita ini, dan sebelum itu terjadi aku tidak akan menyentuh apalagi memaksamu untuk memberikan hakku,aku akan menunggumu!"
"Khumairah yang mendengar perkataan Azzam hatinya begitu tersentuh kemudian berkata,,,!"
"Pemuda itu kini ada dihadapanku. Engkau satu-satunya pemuda yang kucintai!"
"kamu adalah jawaban dari segala pintaku tentang jodoh yang selama ini kupertanyakan dalam sujud di sepertiga malam ku,dan keyakinanku akan dirimu,karena hadirnya kamu dalam mimpiku setelah shalat istikharahku."
Sungguh Azzam tidak percaya akan apa yang dikatakan oleh istrinya itu, segera direngkuhnya sang istri dalam dekapan nya lalu berkata,,,
"Benarkah itu? Benarkah cinta yang selama ini kupendam sendiri tidak bertepuk sebelah tangan?" Tanya Azzam.
Khumairah mengangguk dalam dekapan sang suami.
Dua pasang mata saling memandang,entah siapa yang memulai duluan bibir keduanya sudah saling menyatu,lama dan saling menikmati sentuhan halal yang dimana keduanya baru merasakan untuk yang pertama kalinya.
Kejadian itu membuat Khumairah sangat malu hingga membuat kedua pipinya merona, disaat dirinya tertunduk untuk menyembunyikan rasa malunya Azzam meraih dagunya kemudian berkata,,,
"Jangan disembunyikan sayang,aku suka melihat warna merah dipipimu itu!"
. . ππππ
Terus berikan dukungan kalian untuk author π
ππππΏπΏπΏπΏ
Maaf untuk semua typo yang adaπ
__ADS_1