Khumairah "wanita pilihan"

Khumairah "wanita pilihan"
BAB 14


__ADS_3

Entah mengapa akhir akhir ini Khumairah merasa aneh dengan keberadaan Azzam,selain pertemuan Meraka yang semakin sering laki laki itu juga sering hadir dalam mimpinya.


Tak bisa Khumairah pungkiri saat bertemu dengan Azzam ada sebuah perasaan yang dirinya sendiri sulit untuk menafsirkannya.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Disinilah Khumairah berada setelah ditinggalkan oleh Dinda, dirinya merasa terjebak oleh ibu dan anak yang berada dalam ruangan itu, bagaimana tidak? saat ini Khumairah sedang berperan sebagai pelayan untuk Azzam atas perintah dari ummi salma.


"Silahkan pak dinikmati makan siangnya!" kata Khumairah setelah mempersiapkan makanan yang sudah dibawa oleh ummi salma.


Gugup tentu saja dirasakan oleh Khumairah, namun dia berusaha untuk terlihat setenang mungkin, dia tidak mau kedua orang yang berada dihadapannya itu mengetahui kegugupanya.


"kalau begitu saya izin keluar Bu,pak!"


"permisi!"


Setelah berpamitan Khumairah segera melangkah menuju pintu, dalam hati sungguh dirinya berharap bisa segera keluar dari ruangan itu untuk menghilangkan rasa gugup yang dirasakannya.


Namun sebelum tangannya berhasil membuka pintu suara ummi salma sudah menahan pergerakan tangannya.


"Nak, kamu makan siangnya sama kami ya!"


Mendengar perkataan ummi salma Khumairah segera berbalik kemudian berkata,,,,


"Maaf Bu, tapi sangat tidak sopan bila saya menerima tawaran ibu untuk ikut makan bersama kalian!"


"Saya minta maaf tapi sebelumnya saya sudah ada janji untuk makan siang bersama seseorang, permisi!"


Azzam yang mendengar Khumairah ada janji untuk makan siang merasa hawatir dan berkata dalam hati,,,


"Dengan siapa dirinya membuat janji?"


"Apa sebenarnya Khumairah sudah memiliki teman dekat yang berada di kantor ini?"


"Tidak,aku tidak akan membiarkan itu!"


"Hmm, mana yang lebih tidak sopan daripada menolak tawaran seorang ibu yang sudah dengan sukarela membawa makanan dan berharap bisa makan bersama denganmu daripada janjimu kepada seseorang itu?" tanya Azzam.


Khumairah yang sudah membuka pintu dan hendak keluar berbalik untuk melihat wajah ummi salma setelah mendengar perkataan Azzam menjadi tidak tega, perlahan dia menutup kembali ruangan itu kemudian berbalik dan melangkah kearah ummi salma lalu berkata,,,


"Maaf Bu, maksud saya bukan untuk mengecewakan anda,tapi sungguh saya merasa tidak pantas untuk menerima begitu banyak kebaikan dari anda!"


Azzam yang mendengar perkataan Khumairah dengan nada merasa bersalah tersenyum miring karna merasa sudah berhasil untuk membatalkan makan siangnya bersama siapapun orang yang dimaksudnya itu.

__ADS_1


Segera Azzam melangkah kemudian duduk didepan meja yang sudah tertata rapi diatasnya semua makanan yang diucapkannya dibawa oleh umminya.


Azzam tak langsung menikmati hidangan tersebut karna menunggu Khumairah dan umminya untuk bergabung.


Sementara Khumairah dengan berat hati dan rasa gugupnya terpaksa ikut bergabung dengan ibu dan bosnya tersebut.


Azzam jelas sangat bahagia dan menikmati momen itu, dalam diam dia terus mengamati Khumairah yang sedikitpun tidak mau menoleh kepadanya namun dalam hatinya Azzam berkata,,,


"Khumairah,, maaf harus menahanmu dengan cara yang salah,"


"Selama ini aku sangat mencintaimu dalam diam bahkan terus mengagumimu dalam pengabaianmu."


"Setelah ini aku akan meminta ummi segera meminta mu kepada kedua orang tuamu untukku!"


kata Azzam dalam hati sambil tersenyum sendiri menikmati momen tersebut.


Tak terasa jam istirahat pun telah habis, setelah membersihkan semua peralatan yang telah mereka gunakan didalam ruangan sang direktur Khumairah segera pamit untuk melanjutkan pekerjaannya dan sudah tidak ada lagi alasan bagi Azzam untuk menahannya lebih lama lagi.


Setelah kepergian Khumairah ummi salma menasehati sang anak.


"kamu jangan terlalu memaksakan kehendak mu zam, kamu kan tau Khumairah itu perempuan yang mengenal batasan, jika kamu seperti itu terus maka ummi yakin dia akan semakin menghindar dan menjauhimu!"


"Maaf ummi tapi sungguh Azzam tidak akan sanggup menahan lebih lama lagi perasaanku ini,"


Semu ummi Salma yang melihat anaknya seperti itu juga merasa sangat kasian.


"Baiklah ummi akan coba bicara kepada orang tua Khumairah,tapi sebelum itu kamu masih harus bersabar sebentar lagi!"


"Ingat jangan gegabah atau kamu akan kehilangannya."


Mendengar perkataan dari umminya Azzam mengangguk, selama ini dirinya memang sudah seperti akan hilang kendali apalagi disaat melihat Khumairah yang sedang digoda oleh beberapa sesama karyawan di perusahaan.


Saat mengingat semua itu kadang Azzam berpikir didalam area kekuasaannya saja banyak pria yang selalu berusaha mendekatinya apalagi diluar, dirinya seakan lupa akan karakter seseorang Khumairah.


Sungguh Azzam tidak akan bisa terima seandainya Khumairahnya mau menerima salah satu diantara banyaknya laki laki yang sering mendekatinya.


Azzam merasa perasaannya kepada Khumairah teramat sangat menyiksanya, dirinya hanya bisa menutup luka dan menahan api cemburu sendirian karena mau marah pun tidak bisa, merasa kecewa juga tidak tau kepada siapa?


"Khumairah,,,,, kau tidak tau seperti apa rasanya mengagumi dan mencintai seseorang dalam diam?"


"Mencintai dalam pengabaian sungguh rasanya menyesakkan dada!"lirih Azzam setelah kepergian umminya.


Setelah mendengar nasehat dari ummi salma,kini Azzam tidak ingin lagi memaksakan kehendaknya saat bertemu dengan Khumairah sungguh dirinya takut jika Khumairah akan semakin menghindar darinya.

__ADS_1


Sebisa mungkin dirinya akan berusaha untuk bersikap biasa saja saat bertemu dengan Khumairah dan justru sikapnya itu membuat Khumairah jadi heran dan penasaran.


Seperti saat ini, disaat dirinya dan Azzam bertemu didalam lift yang sama yang ternyata memang disengaja oleh Azzam saat melihat Khumairah berjalan menuju lift segera Azzam masuk terlebih dahulu seolah keberadaannya itu adalah sebuah kebetulan.


Saat menyadari kekonyolannya, Azzam tersenyum lalu berkata dalam hati sungguh rindu ini membuat ku seperti orang gila,ummi tolong anakmu ini segera lah minta dia kepada orang tuanya untuk segera ku halalkan.


Berbeda dengan Azzam, Khumairah yang mengira kejadian itu memang murni kebetulan sedikit pun tidak merasa curiga padahal kalau dirinya bisa berpikir dengan baik tentu dia akan merasa heran.


karena bagaimana bisa seorang direktur yang memiliki jalur lift khusus bisa berada di dalam lift yang selama ini digunakan oleh para OB.


Melihat keberadaan Azzam disana Khumairah menyapa namun hanya anggukan yang diberikan kepadanya sebagai Jawaban.


Sungguh,,,menyaksikan perubahan pada diri seseorang yang selama ini selalu memaksakan kemauannya terhadap dirinya membuat Khumairah merasakan kehilangan sesuatu yang dia sendiri tidak tau itu apa.


sementara Azzam hanya bisa merutuki kebodohannya disaat tiba tiba lidahnya serasa kaku untuk menjawab sapaan lembut yang Khumairah berikan dan malah hanya bisa dijawab olehnya dengan anggukan.


Benar kata orang cinta bisa membuat orang pintar sekalipun menjadi bodoh dihadapan orang yang dicintainya.


"Aku harus bisa melewati semuanya dengan baik sebelum ummi bicara kepada kedua orang tuanya, dan setelah itu semua akan baik baik saja!"


"Tapi bagaimana jika dia menolak? apa yang harus aku lakukan?" pikiran Azzam jadi kacau karena memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi.


"Tidak, setelah ummi bicara pada kedua orang tuanya dia tidak mungkin menolak,aku yakin itu!" kata Azzam mensugesti dirinya sendiri.


Demi untuk menenangkan dirinya sendiri Azzam kemudian menghubungi sang ummi, setelah panggilan terhubung Azzam segera bertanya tanpa ingat untuk mengucapkan salam terlebih dahulu.


"Ummi bagaimana?"


"Assalamualaikum!" kata ummi Salma.


"Apa ummi sudah bicara kepada orang tuanya Khumairah?" tanya Azzam tanpa peduli ucapan salam umminya.


"Astaghfirullah nak, kenapa salam ummi malah kamu jawab dengan sebuah pertanyaan?" tanya Balik ummi salma kepada anaknya.


"Maaf ummi?" kata Azzam merasa bersalah.


Disinilah Ummi salma berada sekarang, dalam perjalanan menuju rumah orang tua Khumairah dengan niat ingin menanyakan soal bagaimana kelanjutan dari kesepakatan yang telah mereka buat dulu, selain anaknya ternyata ummi salma juga sudah tidak bisa bersabar lebih lagi untuk segera membawa Khumairah kedalam rumahnya.


mungkin karena selama ini ummi salma tidak memiliki seorang putri itulah sebabnya dia sangat ingin Khumairah untuk secepatnya menjadi menantunya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚ikuti kisah selanjutnya πŸ€—πŸ€—


dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian untuk menambah semangat authorπŸ™πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2