Khumairah "wanita pilihan"

Khumairah "wanita pilihan"
BAB 17


__ADS_3

Sujudku padamu ya robbi


Untuk ke abadian cinta


Aku rindu dia yang ada disana


Yang menunaikan firmanmu


Aku hanya mampu berserah


Agar hilang rasa gelisah


Sejak ku tinggalkan dia yang ku sayang


Dalam satu perjanjian cinta


Katakan padaku kasih


Ku akan kembali


Berjanjilah kepadaku


Sayang ku untuk mu


Satu pinta hati ini


Katakan kasih ku


Jadi lah imam yang baik


Kau jadi makmumku


Walaupun berbeda sajadah nya kita


Namun doa kita tetaplah sama


Walaupun berbeda sajadah nya kita


Namun doa kita tetaplah sama


Sujudku padamu ya robbi


Untuk ke abadian cinta


Aku rindu dia yang ada disana


Yang menunaikan firmanmu


Aku hanya mampu berserah


Agar hilang rasa gelisah


Sejak ku tinggalkan dia yang ku sayang


Dalam satu perjanjian cinta


Katakan padaku kasih


Ku akan kembali


Berjanjilah kepadaku


Sayang ku untuk mu


Stu pinta hati ini


Katakan kasih ku


Jadi lah imam yang baik


Kau jadi makmumku


Walaupun berbeda sajadah nya kita

__ADS_1


Namun doa kita tetaplah sama.


Saat ini Khumairah sedang duduk sambil menikmati lagu milik Yolanda dari ponselnya.


Aku percaya bahwasannya doa adalah penyampai pesan terbaik


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Hari demi hari telah berlalu, setelah proses lamaran Khumairah dan Azzam yang berjalan sangat baik kini Khumairah sudah tidak kerja lagi


Bahkan keduanya pun sudah tidak pernah bertemu lagi, namun komunikasi diantara keduanya terjalin dengan baik bahkan dibilang sangat baik, karna setiap saat Azzam selalu menghubungi Khumairah dengan alasan apa saja yang kadang membuat Khumairah merasa bosan tapi juga bahagia.


Meski tidak bertemu namun keduanya saling mendoakan,


Seperti saat ini, Khumairah sedang berbalas chat dengan Azzam yang membuat Khumairah tersenyum sendiri.


"Assalamualaikum Khumairah ku!" (Azzam)


"Wa Alaikummussalam,,mas!" (Khumairah)


Ya,,, kini panggilan pak sudah berubah menjadi setelah beberapa kali Azzam memintanya lewat chat dan berakhir dengan sebutan MAS!


"Sayang!"(Azzam)


Khumairah melihat tulisan sayang dari Azzam menjadi merono, bahagia bercampur malu dirasakannya padahal pelakunya sekarang tidak lagi dihadapannya.


Sementara Azzam yang tidak mendapatkan jawaban jadi tersenyum, dirinya sudah bisa menebak apa yang dilakukan oleh wanita pilihannya disana.


Panggilan sayang yang baru dikirim Azzam membuatnya yakin pasti Khumairahnya disana sedang tersipu dengan warna merona dipinya seperti yang biasa dilihatnya saat melakukan panggilan video call.


"Hei sayang,,,, kok tidak dibalas?" (Azzam)


"Iya mas!" ( Khumairah)


"Sayang,,,, mas kangen 😘!" (Azzam)


"Sudah berapa Minggu kita tidak ketemu setelah lamaran itu,πŸ˜”!" (Azzam)


"Jika mas rindu,berdo'alah pada yang merajai seluruh pemilik hati agar rindu mas terjaga, bukankah kenikmatan rindu itu dari dua insan yang bisa menjaga rindunya?"(Khumairah)


"Mas percayakan,bahwa do'a adalah penyampai pesan terbaik?" (Khumairah)


"Lagipula setiap hari kita juga chatting kan?"(Khumairah)


"Baiklah sayang, mas akan selalu berdo'a untuk kita semoga Ridha orang tua juga menjadi Ridha Allah!" (Azzam)


"Sudah dulu mas ada meeting." (Azzam)


"Assalamualaikum Khumairah ku!" (Azzam)


"Wa Alaikummussalam mas, calon imam ku😘!" (Khumairah)


Azzam yang melihat balasan Khumairah membulatkan matanya seraya berkata,,,


"Nakal,,sudah berani menggoda rupanya, awas saja nanti kalau sudah halal!" Guman Azzam.


"Alhamdulillah ya Allah,, jagalah hatiku dan hatinya dari rasa kecewa hingga waktu itu tiba,persatukanlah kami dalam restu dan ridhamu,kata Khumairah yang masih melihat ponselnya sambil senyum senyum sendiri.


Tanpa disadarinya,entah sejak kapan Kanaya sudah berada di tempat yang sama dengannya kemudian kemudian iseng menggodanya,,,,


"Cieeee,,, yang lagi jatuh cinta, ponsel aja disenyumin!" Ledek Kanaya.


"Ummi,,,,,!"


Baru saja Kanaya akan berteriak memanggil sang ummi untuk semakin menggodanya, Khumairah sudah terlebih dahulu menutup mulutnya.


"Apa sih dek, kok jadi jahil gitu?" Kata Khumairah.


"Habisnya Naya lihat kakak itu jadi aneh, suka senyum senyum sendiri!" Jawab Kanaya.


Setelah keduanya terdiam beberapa saat tiba tiba Kanaya berkata,,,


"Maafkan Kanaya yah, selama ini udah sangat jahat sama kakak!" Sambil menggenggam tangan Khumairah.

__ADS_1


"Tolong jangan pernah berubah,tetaplah seperti sebelumnya!" Lanjut Kanaya dalam tangisnya.


Mendengar permintaan maaf sang adik yang begitu tulus, Khumairah segera memeluknya lalu berkata,,,


"Tidak akan, selamanya kakak tidak akan pernah berubah kamu akan tetap menjadi adik yang aku sayang!"


"Terimakasih kak, terimakasih."


Keduanya berpelukan dalam tangis haru yang tak lupuk dari pandangan kedua orang tua mereka yang entah sejak kapan juga sudah berada di tempat yang sama dengan mereka, bahagia sudah pasti mereka rasakan melihat kedua putrinya kini sudah bisa saling menyayangi.


"Lihatlah ayah, ketulusan yang telah ayah ajarkan kepada Khumairah sudah bisa mengalahkan kebencian Kanaya, ayah tidak gagal!"


"Terimakasih,,,." Kata Bunda Airin Kepada suaminya.


"Didikan kita berdua Bu!" Kata ayah Surya kepada istrinya.


Keduanya melangkah kearah kedua putrinya berada.


"Khem,,,khem!"suara ayah surya mengagetkan keduanya.


"Ayah merasa sangat beruntung karena memiliki dua putri terbaik di dunia!" Kata ayah sambil merangkul keduanya.


"Dari semua hal yang pernah kudekap dengan tanganku, kalian adalah yang terbaik setelah Bunda!"


"Kedua putriku adalah sebuah permata yang harus ku juga dan akan kuserahkan kelak pada orang yang tepat,"


"Ketahuilah nak,Ayah tidak menginginkan apapun dari kalian kecuali kebahagiaan."


"Dan untuk kamu, putri pertama Ayah!" Kata ayah Surya kepada Khumairah.


"Sebentar lagi kamu akan segera menikah. Pesan ayah adalah taatilah setiap perintah suamimu asalkan itu baik dan jadilah ibu yang mengayomi anak-anakmu kelak,kamu akan memiliki keluarga sendiri, tapi jangan lupa kamu tetap putri ayah dan Bunda jika kamu membutuhkan sesuatu, datanglah kepada kami dan kami dengan segenap hati akan membantumu,"


"Dimulai berdua, kalian nantinya akan membangun keluarga kecil seperti ayah dan bundamu untuk itu, tetaplah saling menjaga dan bertanggung jawab satu sama lainnya, Kalian adalah harta tak ternilai untuk masing-masing."


"Pasangan kalian seperti lembar demi lembar buku yang tak akan habis dibaca untuk itu, tetaplah belajar dan mempelajari satu sama lain agar bisa saling memahami satu sama lain,"


"Dan kamu juga harus ingat nak,wanita yang baik itu memang akan menuntut untuk diperhatikan, tapi tidak akan menjadikan dirinya pengemis perhatian."


Khumairah mendengar dengan baik segala nasehat yang diberikan oleh sang ayah.


Sementara dirumah besar milik keluarga mempelai pria,,


"Kamu yakin nak, tempat itu adalah tempat yang kamu pilih?" Tanya ummi Salma kepada Azzam.


"Yakin ummi, tempat itu akan menjadi tempat bersejarah untuk kami!" Kata Azzam meyakinkan umminya.


"Sudahlah sayang, anak kita itu sudah dewasa tentu dirinya tau mana yang akan menjadi baik untuknya!" Kata Abi Angga yang dari tadi hanya diam menikmati makan malamnya.


"Tapi bi, anakmu itu masa iya bulan madunya malah mau ngajak istrinya ketempat yang seperti itu sih?"


"Keluar negeri kek,Bali atau paling tidak kepuncak saja disana kan ada villa kita!" Kata ummi salma yang merasa kesal.


"Ummi, ayolah percaya sama anakmu ini mana mungkin aku akan mengecewakan wanita pilihan ku nanti, lagipula tempat itu sudah Azzam sulap menjadi tempat yang sangat indah," kata Azzam menjelaskan.


"Pokoknya tempat itu akan menjadi tempat yang bersejarah untukku dan menantu ummi nanti!"


"Tapi ummi kasihan sama menantuku itu,masa iya bulan madunya ditempat yang tidak bisa dinikmatinya sih zam?"


"Eh,siapa yang bilang? Justru Azzam pilih tempat itu untuk membuatnya menikmati bulan madu kami!" Kekeh Azzam.


"Abi,,,,!"


Perkataan ummi salma terhenti saat mendengar sang suami berkata,,,


"Ummi,Abi percaya sama anakku ini bahwa tempat yang dia pilih itu hasilnya nanti akan membuat kita segera memiliki cucu!"


Setelah mendengar perkataan sang suami mata ummi salma malah jadi berbinar mendengar kata cucu, mungkin karena hanya memiliki satu anak dirumah besar itu sehingga membuatnya begitu bersemangat.


Sementara Azzam yang mendengar perkataan sang ayah tersenyum lalu mengayunkan jempolnya.


** hmmm,,,kira kira seperti apa tempat yang dipilih Azzam yaaa untuk bulan madu mereka??**


🌿🌿🌿🌿lanjut kelanjutannya cerinya readers,,,,,!

__ADS_1


Mohon maaf kalau banyak typoπŸ™πŸ™


__ADS_2