Khumairah "wanita pilihan"

Khumairah "wanita pilihan"
BAB 28


__ADS_3

Malam perayaan anniversary ummi Salma dan Abi Angga akan diadakan malam ini, semua persiapan sudah dilakukan dengan baik para kerabat pun sudah mulai berdatangan termasuk kedua orang tua Khumairah dan juga Kanaya.


Khumairah yang melihat kedatangan kedua orang tua dan adiknya sangat senang, dirinya segera menghampiri mereka.


"bunda,,,!"


sapa khumairah kemudian memeluk sang bunda!


"apa kabar kalian?" tanya khumairah.


"Alhamdulillah kami sehat nak!"


"kakak kenapa jarang berkunjung kerumah?" tanya Kanaya saat memeluk Khumairah.


mendengar perkataan sang adik khumairah hanya tersenyum sambil mengusap punggungnya.


jam sudah menunjukkan pukul 08:00 itu artinya acara akan segera dimulai, terdengar MC mulai membuka acara dengan kata sambutan dan disusul dengan beberapa susunan acara inti untuk malam ini.


Acara berlangsung dengan sangat baik, dan tibalah saatnya Azzam dan khumairah sebagai anak satu-satunya untuk memberikan ucapan dan juga kado spesial yang sudah disiapkan oleh keduanya.


"selamat ummi dan Abi, semoga kalian berdua bisa menjadi contoh dan panutan untuk kami,"


"semoga selalu menjadi pasangan yang sakinah mawadah warahmah!" kata khumairah.


"Aamiin, terimakasih nak!"


Azzam dan khumairah lalu memeluk sang ummi dan berbisik,,,


"Ummi,,,,!"


"selamat menjadi calon nenek!"


Ummi salma yang mendengar perkataan anak dan menantunya segera melepaskan pelukannya Kemudian menatap Azzam dan Khumairah bergantian seolah bertanya apakah yang didengarnya adalah benar.


khumairah yang mengerti maksud sang mertua tersenyum kemudian memberikan sebuah bingkisan kecil, ummi Salma segera membuka bingkisan tersebut dan setelah melihat isinya beliau melihat kearah sang suami yang terlihat heran menyaksikan kelakuan mereka.


"Abi,,, selamat juga untukmu!" kata ummi salma sambil terisak.


Sementara sang suami semakin dibuat heran oleh perkataannya.


"Abi,kurang lebih 9 bulan lagi kita akan menjadi seorang kakek dan nenek!"


Barulah Abi Angga bisa mengerti maksud dari pembicaraan ketiganya.


Bahagia tentu saja dirasakannya, segera dia memeluk anak dan menantunya untuk memberikan ucapan selamat.


kebahagiaan yang sama juga dirasakan oleh kedua orang tua khumairah,Bunda Airin segera memeluk sang anak dengan tangis haru.


"selamat nak, semoga kalian sehao selalu!"


"terimakasih bunda."

__ADS_1


kedua keluarga itu merasakan kebahagiaan atas kabar baik yang telah disampaikan oleh Azzam dan Khumairah.


šŸ¤—šŸ¤—šŸ¤—šŸ¤—šŸ¤—


"Hay,,,, kamu Kanaya kan adiknya Khumairah?"


Kanaya menatap heran laki-laki yang ada dihadapannya itu kemudian mengangguk untuk membenarkan pertanyaannya.


"oh maaf!"


"perkenalkan,namaku Fadil sepupunya Azzam!" katanya sambil mengulurkan tangan.


Setelah berkenalan keduanya menikmati suasana pesta malam itu,tak butuh waktu lama untuk keduanya menjadi akrab.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 22:40,acara pun sudah berakhir dan para undangan pun sudah mulai meninggalkan tempat itu.


Ayah Surya dan bunda Airin serta Kanaya juga sudah meninggalkan tempat itu, mereka pulang dengan diantar oleh dokter Fadil.


Setelah semua tamu undangan sudah pulang, khumairah berniat membantu BI Mina untuk membereskan semuanya,namun segera dicegah oleh sang mertua.


"Nak,kamu mau apa?" tanya ummi Salma.


"Ini ummi, mairah mau bantu bibi untuk membersihkan semuanya!"


"tidak, mulai sekarang ummi melarangmu mengerjakan pekerjaan apapun!"


"besok ummi akan cari orang yang mau bekerja untuk membantu BI Mina!" kata ummi Salma.


khumairah yang mendengar perkataan sang mertua merasa sangat bersyukur atas perhatian dan kasih sayang yang diberikan padanya,namun hati kecilnya juga merasa kasihan kepada Bi Mina jika harus mengerjakan semuanya sendirian.


Akhirnya ummi Salma mengalah dengan catatan Khumairah tidak boleh mengerjakan apalagi sampai mengangkat sesuatu yang berat.


Azzam tidak tinggal diam melihat sang istri yang begitu tulus mengerjakan pekerjaan yang harusnya dikerjakan oleh pembantu, dirinya juga ikut membantu apa yang bisa dikerjakannya.


Setelah semuanya sudah bersih, mereka beranjak menuju kamar untuk membersihkan diri sebelum istirahat, setelah berada diatas ranjang Azzam lalu mendekatkan kepalanya keperut Khumairah dan menciumnya seraya berkata,,,


"Selamat malam nak!" kemudian beralih mencium kening Khumairah lalu menariknya untuk tidur berbantalan lengannya, mungkin karena kelelahan hingga tidak butuh waktu lama untuk keduanya terlelap.


pagi harinya, seperti biasa setelah shalat subuh khumairah sudah berada didapur untuk membantu Bi Mina menyiapkan menu sarapan untuk para penghuni rumah, beruntung dimasa kehamilannya sekarang khumairah tidak mengalami kendala seperti orang ngidam pada umumnya yang biasa mengalami morning sickness pada awal kehamilan.


Setelah berhasil menyiapkan beberapa menu sarapan, Khumairah lalu menatanya diatas meja makan kemudian kembali kekamar untuk melihat sang suami.


Saat sampai dalam kamar, Khumairah merasa heran melihat sang suami yang masih betah meringkuk diatas ranjang, selama menikah itu merupakan pemandangan yang tak biasa dilihatnya.


"Mas bangun, sudah siang!" kata khumairah yang duduk didekat Azzam sambil mengelus rambutnya.


"Hmmm!" jawaban Azzam sambil beralih memeluk pinggang khumairah dan meletakkan kepalanya di atas paha sang istri.


Entah kenapa saat habis shalat subuh Azzam merasa tidak enak badan hingga memilih kembali tiduran.


"Ini calon papa kenapa jadi malas gini dipagi hari?" tanya Khumairah.

__ADS_1


"Entahlah sayang, rasanya mas tidak punya tenaga!"kata Azzam.


"Mas sakit?" tanya Khumairah dengan nada hawatir.


"Tidak, mungkin hanya masuk angin!" kata Azzam menenangkan istrinya.


"Ya sudah,mas siap-siap dulu habis itu baru sarapan!" lanjut Azzam.


Azzam lalu bangun dari pangkuan sang istri kemudian beranjak menuju kamar mandi, sementara Khumairah segera membersihkan tempat tidur lalu menyiapkan pakaian yang akan digunakan oleh Azzam,tidak lama Azzam keluar dengan wajah yang lebih segar dan segera memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh sang istri.


Melihat Azzam yang sudah berpakaian Khumairah lalu membantunya untuk memasangkan dasi, Azzam tersenyum mendapat perlakuan yang sama setiap hari yang membuatnya merasa sudah sangat bergantung kepada Khumairah.


Setelah berhasil memasangkan dasi Khumairah lalu mengelus pelan pundak Azzam guna merapikan penampilannya, setelah yakin akan penampilan sang suami Khumairah tersenyum manis kemudian memberi kecupan singkat disudut bibirnya sebagai sedikit vitamin dipagi hari,namun belum sempat menghindar Azzam sudah menahan tengkuknya dan memperdalam ciumannya.


"Jangan nakal sayang, aku lagi kurang vit untuk main dipagi hari!" bisik Azzam saat ciuman mereka sudah berakhir.


khumairah hanya tersenyum menanggapi perkataan Azzam kemudian berkata,,,


"Sudah, pikirannya jangan mesum gitu ayo kita keluar untuk sarapan,ummi dan Abi sudah menunggu!"


"mesum sama istri sendiri kan tidak dosa!" kata Azzam kemudian mencium kening sang istri.


setelah itu keduanya melangkah keluar sambil bergandengan tangan menuju meja makan, saat keduanya turun dari tangga terlihat oleh keduanya seseorang yang tidak mereka kenal.


khumairah tersenyum kepada orang tersebut yang sekarang sedang menatap tanpa berkedip kepada Azzam, sementara yang ditatap sedikitpun tidak melirik kearahnya.


Bukannya Azzam tidak menyadari hal itu Hanya saja dirinya tidak mau ambil pusing, saat sudah sampai Azzam lalu menarik kursi untuk sang istri dan mengarahkannya untuk duduk kemudian mengecup ujung kepalanya, semua itu tak lupuk dari pandangan seseorang.


Saat khumairah sudah duduk Azzam lalu mengambil makanan, entah kenapa tiba-tiba Azzam sangat ingin makan sepiring berdua dengan sang istri.


Ummi salma yang melihat itu hanya tersenyum karena mengerti alasan kenapa anaknya tiba-tiba seperti itu, tentu saja karena bawaan ngidam yang dialaminya.


"gimana keadaannya sayang?"


"calon cucu ummi tidak membuatmu susah kan?"


khumairah tersenyum mendengar pertanyaan sang mertua dan berkata,,,


"Alhamdulillah ummi,dedeknya sejauh ini sangat baik!"


Mendengar Jawaban sang menantu ummi Salma merasa lega.


"oh ya nak perkenalkan, dia Siti orang yang akan membantu BI Mina dirumah ini!" kata ummi Salma memperkenalkan seseorang yang sudah dari tadi berada diruangan itu.


khumairah menoleh kepada Siti dan berkata,,


"selamat datang Mbak Siti semoga betah ya kerja disini!" kata khumairah dengan tulus.


Sementara Azzam sedikitpun tidak menoleh apalagi menyapa padahal Siti sangat berharap untuk itu.


šŸ‘‰ Bersambung šŸ’ž

__ADS_1


Maafkan untuk setiap typo readers šŸ™


berikan dukungan semampu kalian šŸ¤—


__ADS_2