
Mentari kini berganti dengan malam,dan malam yang tenang akan berganti dengan sambutan pagi yang cerah kemeriahan burung dan kupu kupu yang terbang diantara bunga menghiasai rumah sederhana yang ditempati Khumaira.
Hari ini ummi Salma sengaja datang berkunjung kerumahnya sahabatnya dengan maksud ingin menanyakan kelanjutan dari kesepakatan yang telah mereka buat saat pertemuan terakhir mereka.
"Rin, maksud kedatangan saya kesini hanya ingin tau bagaimana kelanjutan dari perjodohan anakmu dan anakku!" tanya ummi salma kepada bunda Airin.
Dan ternyata tanpa sepengetahuan mereka, saat itu kanaya mendengar pembicaraan itu yang malah disalah artikan olehnya.
Kanaya pikir, perjodohan yang sedang dibicarakan itu adalah antara dirinya dan Azzam, tanpa tau cerita yang sebenarnya Kanaya merasa sangat bahagia karena harapan yang sudah dikuburnya setelah beberapa kali mendapat penolakan Secara tidak langsung oleh Azzam, akhirnya malah kedua orang tua mereka sendiri yang berencana menyatukan mereka.
Karna terlalu merasa senang Kanaya lupa bahwa bukan cuma dirinya putri yang berada dirumah itu.
šššššššššš
Malam ini di rumah sederhana milik keluarga ayah Surya mereka sedang makan malam bertiga tanpa kehadiran Kanaya, entahlah akhir akhir ini memang Kanaya sering pulang terlambat dengan alasan kerja tugas kampus dirumah teman.
"Nak setelah makan malam ayah dan bunda ingin menyampaikan sesuatu," kata bunda Airin tiba tiba setelah melihat Khumairah sudah selesai.
Mendengar perkataan sang bunda Khumairah mengangguk kemudian berkata,,,
"Bunda dan ayah duluan saja, setelah membersihkan semuanya mairah akan nyusul!"
Keduanya kemudian meninggalkan Khumairah dengan rasa penasarannya.
Karena tidak ingin membuat kedua orang tuanya menunggu lama, Khumairah segera membereskan semuanya, setelah semuanya bersih dia segera menyusul kedua orang tuanya yang berada diruang tengah.
"Ayah,apa ada masalah?"
"Apa ya yang ingin kalian bicarakan sama mairah?"
"Duduklah nak!" Kata ummi dengan lembut dan Khumairah pun menurut.
"Nak, seandainya tanpa sepengetahuanmu sudah ada satu keluarga yang sudah memintamu untuk menjadi bagian dari keluarga mereka, bagaimana tanggapanmu?" Tanya ayah Surya memulai pembicaraan.
Khumairah yang sudah paham maksud dari pertanyaan sang ayah hanya tersenyum kemudian berkata,,,
"Siapapun keluarga itu jika menurut kalian Meraka adalah yang baik untukku insya Allah mairah akan terima!"
"Apa kamu tidak ingin bertanya siapa keluarga itu nak?" Tanya sang bunda.
"Tidak, mairah percaya bahwa pilihan kedua orang tuaku adalah jodoh terbaik untukku!"
"Dan seandainya semua itu memang sudah benar adanya, maka segerankan lah tanpa harus mempertemukan mairah dengannya karena mairah tidak ingin membuat kalian kecewa seandainya pihak dari laki laki merasa tidak bisa menerima kekurangan yang mairah miliki!"
"Tidak nak, mereka tidak akan menolakmu karna merekalah yang telah memilihmu!" Kata bunda menjelaskan.
Pranggg,,,
Terdengar suara benda jatuh diruang tamu, segera mereka semua menuju kearah suara tersebut dan disana terlihat Kanaya yang pipinya sudah basah dengan air mata, entah sejak kapan dirinya berada diruangan itu tapi yang membuat mereka heran apa alasan Kanaya Hinga harus menangis seperti itu?
__ADS_1
"Kenapa dek?" Tanya Khumairah Merasa hawatir melihat sang adik dengan penampilannya yang sangat kacau.
"Nak apa yang terjadi?" Lanjut bunda Airin.
"Dek liat kakak, dan bicaralah!" Kata Khumairah yang masih belum digubris oleh Kanaya.
"Bunda, kenapa kalian tega melakukan ini kepada Kanaya?"
"Kenapa Ayah? Bukankah lamaran itu sebelumnya untuk Kanaya?"
Setelah mendengar pertanyaan Kanaya barulah mereka semua mengerti apa yang terjadi.
"Ayah dan bunda jahat!"
"Setelah kalian membagi kasih sayang yang harusnya hanya milikku kepada Khumairah yang hanya anak angkat kalian, sekarang kalian juga akan memberikan seseorang yang harusnya menjadi calon suami Kanaya!" Kata Kanaya dalam tangisnya.
Bunda Airin merasa heran atas perkataan anaknya itu lalu bertanya,,,
"Nak darimana kamu tau bahwa lamaran itu sebelumnya untukmu?"
"Tadi Kanaya sendiri yang dengar Bun, kalian membicarakan soal lamaran diantara anak kalian, lalu jika lamaran itu bukan untukku untuk siapa lagi?"
"Bukankah cuma Kanaya anak kandung ayah dan bunda?" Tanya Kanaya sambil terisak.
"Itu benar nak, kamu memang satu satunya anak kandung kami tapi apa kamu lupa kalau anak Ayah dan bunda bukan cuma kamu?" Tanya balik sang ayah dengan lembut.
"Sudah lebih baik kita duduk dulu dengan tenang baru kita perjelas masalah ini!"
Khumairah segera beranjak ke dapur untuk mengambil kan segelas air kemudian memberikannya kepada kanaya, untuk pertama kalinya Kanaya menerima sesuatu dari tangan Khumairah tanpa kata kasarnya.
Setelah dirasa Kanaya sudah cukup tenang barulah ayah Surya kembali berkata,,,
"Lain kali kalau kamu mendengar sesuatu, ada baiknya kamu perjelas terlebih dahulu sebelum mengartikannya,itu untuk menghindari kejadian yang seperti ini nak!" Katanya dengan bijak.
"Jadi lamaran itu sebenarnya bukan untuk Kanaya bund?" Tanya Kanaya untuk memastikan kesalahpahamannya.
"Bukan nak, dari dulu lamaran itu memang untuk kakakmu, dan hari ini disaat kamu mendengar pembicaraan kami itu hanya untuk memastikan bagaimana kelanjutannya!" Bunda Airin menjelaskan dengan lembut seraya memberi pengertian kepada anaknya yang sudah salah paham itu.
"Bunda,tidak bisakah lamaran itu untukku saja?" Tanya Kanaya penuh harap.
"Nak belajar lah dari kesalahpahaman mu hari ini, jangan memaksakan sesuatu yang bukan untukmu!"
"Tapi bunda, Kanaya tidak bisa terima, bagaiamana bisa selalu Khumairah yang mendapatkan sesuatu yang justru Kanaya inginkan!"
"Kenapaaaa,,,,,,,,,?"
"Hiks, hiks, hiks,,,,,," ratap Kanaya dalam tangisnya.
Sementara Khumairah yang melihat keadaan sang adik merasa sangat kasihan dan tidak tega segera berkata,,,
__ADS_1
"Ayah, bunda,,,,,!"
"Tidak bisaka lamaran ini dibicarakan ulang?"
"Mintalah lamaran itu untuk Kanaya saja insya Allah mairah ikhlas!"
"Tidak nak, seperti yang tadi bunda katakan bahwa lamaran itu memang untukmu!"
"Dari dulu mereka memang sudah memilihmu."
"Tapi bagaimana dengan Kanaya Bun?" Tanya Khumairah.
"Untuk kebahagiaannya mairah akan melakukan apapun termasuk menolak lamaran itu, tolong Kanya bund todaklah lamaran itu," ucap Khumairah dalam tangisnya.
"Ayah, untuk mairah lamaran itu sungguh tidak lebih penting dari kalian semua,asal bisa melihat Kanaya dan kalian berdua tetap tersenyum bagi Mairah itu sudah cukup!"
"Tolong Ayah,bunda batalkan saja lamaran itu, hiks hiks!"
Sementara Kanaya yang hanya diam mendengar perkataan Khumairah ternyata dalam diam merasa sangat tersentuh, dia tidak menyangka kalau anak angkat ayah dan bundanya yang selama ini sangat dibencinya itu ternyata sangat peduli padanya,namun rasa benci karena cemburu membuatnya tutup mata akan hal itu.
Perlahan Kanaya beranjak dari posisinya kemudian melangkah kearah Khumairah yang sedang tertunduk menahan tangisnya,lalu tiba tiba Kanaya memeluk erat sang kakak.
Khumairah yang sama sekali tidak menyangka akan apa yang dilakukan Kanaya hanya diam terpaku.
Dirinya sungguh tidak menduga hal itu akan terjadi.
"Maaf kak, atas semua yang telah Kanaya perbuat kepadamu!" Kata Kanaya tulus dalam tangisnya yang masih memeluk erat Khumairah.
Khumairah yang baru tersadar segera membalas pelukan sang adik lalu berkata,,,
"Tidak dek,jangan minta maaf!"
"Tolong jangan menangis lagi," kata Khumairah sambil mengeratkan pelukannya.
Sepasang suami istri hanya bisa menyaksikan pemandangan didepan mereka dengan tangis haru.
Kemudian bunda Airin ikut bergabung dalam pelukan kedua putri itu sambil berbisik kepada Kanaya,,,,
"Kamu harus ikhlas nak, jodoh itu tidak bisa dipaksakan, mungkin saja ditempat lain Allah juga telah menyiapkan jodoh terbaikmu hanya saja waktunya belum tiba?"
Mendengar bisikan bundanya Kanaya mengangguk,selam ini dirinya bukan tidak sadar bahwa sebenarnya laki laki yang diharapkannya itu justru menginginkan saudara angkatnya,namun kebenciannya terhadap Khumairah karna cemburu, membuatnya ingin memaksakan keinginan untuk memiliki sesuatu yang akan menjadi milik Khumairah.
Selama ini kanaya lupa bahwa selain dirinya ada yang lebih berkehendak diatas segalanya,dan atas kehendaknya pula kebencian yang selama ini dirasakannya berubah dalam sekejap dengan ketulusan yang diberikan Khumairah.
Sungguh Kanaya menyesal telah menyia nyiakan kasih sayang seorang kakak yang sangat tulus selama ini kepadanya, dalam hati Kanaya berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan akan berusaha untuk membalas segala kebaikan Khumairah yang telah diabaikannya selama ini.
šššššššš
šššš Berikan like dan vote kalian readers š
__ADS_1
Supaya otak author bertambah encer dalam merangkai kata š¤š