Khumairah "wanita pilihan"

Khumairah "wanita pilihan"
BAB 38


__ADS_3

Warning,,,,



Bab ini untuk usia 18\+πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Tiga bulan sudah usia kandungan khumairah yang ternyata berbeda dengan kehamilan pertamanya, kandungannya lemah hingga dokter menyarankan untuk istirahat total setidaknya sampai kandungannya memasuki usia tiga atau empat bulan.


Istirahat yang dokter anjurkan bukan hanya dari segi aktivitas keseharian tapi juga aktivitas ran***g yang kadang membuat Azzam merasakan sakit kepala disaat harus menahan sesuatu yang harusnya dituntaskan oleh sepasang suami istri.


πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


Malam harinya setelah shalat isya, Azzam duduk sambil memangku laptop untuk menyelesaikan pekerjaannya, ya, beberapa Minggu ini dirinya sangat sibuk hingga terkadang membawa pulang pekerjaannya yang belum selesai.


Meski merasa tidak enak Kepada sang istri karena tanpa disengaja waktunya kini berkurang untuknya, Azzam menoleh saat pintu kamar mandi terbuka dari dalam dan menampakkan khumairah dengan penampilan yang membuat Azzam susah untuk menelan Salivanya.


Perhatian Azzam seketika teralihkan dari laptop yang masih menyala dihadapannya, beruntung sesaat sebelum Khumairah keluar dari kamar mandi apa yang dikerjakannya sudah selesai.


Khumairah berjalan dengan malu-malu saat matanya melihat pandangan Azzam yang begitu mendambanya saat ini, bagaimana tidak jika dirinya hanya menggunakan gaun dinas yang kurang bahan.


Setelah sampai didepan Azzam Khumairah kemudian duduk di pangkuan sang suami dan mengalungkan tangan di leher kokohnya, sebelah tangan Khumairah kini menari di dada bidangnya, sementara bibirnya mengecup mesra bibir Azzam.


Perlahan namun pasti Khumairah semakin memperdalam ci***nnya sementara Azzam diam menikmati apa yang dilakukan oleh istrinya itu hingga permainan semakin pan** saat Azzam membalas cu***an sang istri.


"Ah ahhhh,masss!" Desah khumairah saat bi**r Azzam menari di leher jenjangnya.


Azzam kemudian mengendong khumairah menuju ranjang king size dalam kamarnya dan mendudukkannya dengan perlahan.


"Sayang,mas sudah tidak tahan lagi!" Bisiknya dengan suara serak menahan hasrat yang ingin dituntaskannya setelah menahannya selam tiga bulan ini.


"Lakukanlah mas dan puaskan dahagamu itu!" Kata khumairah kemudian membaringkan tubuhnya didepan Azzam dengan pose yang membuat sesuatu dibalik sela*****gannya seolah mengamuk.


Sungguh Azzam dibuat hampir gila seandainya masih harus menahan diri malam ini, mungkin dirinya akan mencari sebuah kamera lalu akan melambai sebagai tanda bahwa dirinya sudah tidak sanggup lagi.


Tanpa meminta izin untuk kedua kalinya Azzam segera melakukan apa yang sudah seharusnya dilakukan.


Tidak, setelah menahan cukup lama dirinya tidak ingin langsung pada intinya,dia ingin bermain dulu dengan menjamah seluruh tubuh istrinya.


Azzam duduk berjongkok dihadapan khumairah kemudian memberi sentuhan sen*** dipahanya yang semakin lama semakin membuat membuat Khumairah tidak bisa mengendalikan diri.


Perlahan Azzam membuka paha sang istri untuk bisa melihat dengan jelas sesuatu yang sudah sangat dirindukannya itu, khumairah tersenyum menggoda saat menyadari apa yang akan dilakukan oleh Azzam dan melakukan hal yang kebih nakal lagi.


Khumairah semakin membuka lebar kakinya agar memudahkan pekerjaan sang suami.


"Ah,ah ahhh,,!"


"P pelan mas, ahhh!"

__ADS_1


"Nikmati ssaja tanpa terburu-buru."


"Ssst ah ahh,mmasss!" Racau Khumairah yang sangat menikmati apa yang dilakukan suaminya.


Khumairah bangun dari posisinya kemudian mengambil alih permainan, perlahan dia mendorong Azzam hingga jatuh terlentang di atas ranjang.


Khumairah segera melucuti sisa pakaian yang masih menempel ditubuh sang suami, setelah semuanya terlepas Khumairah memberi ciuman pada seluruh bagian depan tubuh Azzam.


"Hmmm,ahhhh!"


"Ssayanggggh hmm ahhh,"


Mata Azzam membulat saat Khumairah bermain diarea sela********nya kemudian mendongak dengan mata merem melek menikmati sensasi yang luar biasa, sungguh dirinya merasa kalau istrinya saat ini sangat berbeda.


"Sssttt ahhhh!"


"Ssayyang ahh,kamu sangat nakal!" Bisik Azzam saay khumairah menghentikan kegiatannya.


"Tapi mas suka kan?" Bisik Khumairah semakin nakal.


Azzam menahan tengkuk khumairah saat akan menarik diri dan langsung kembali memberi serangan dengan ******* bibirnya,tidak lupa tangannya pun semakin agresif bekerja sama.


Setelah merasa cukup bermain Azzam lalu membaringkan khumairah dan memulai permainan intinya, perlahan dirinya mulai menyatukan miliknya dan milik sang istri.


Setelah merasakan seluruh miliknya telah masuk dengan sempurna, Azzam terdiam untuk menikmati sensasi pijatan dari milik sang istri.


Dengan hati-hati karena tidak ingin sampai melukai sang calon anak Azzam mulai memaju mundurkan dirinya diatas tubuh khumairah.


"Ssayang hmmm ssst kamu sangat ni***t!" Racau Azzam disela kegiatannya.


Setelah melakukan kegiatan suami istri dengan berbagai macam gaya yang aman untuk calon anak mereka selama hampir satu jam, akhirnya keduanya sama-sama mencapai puncak ken******n yang membuat Azzam ambruk di atas tubuh khumairah.


Menyadari telah menindih perut sang istri Azzam kemudian berguling ke sampingnya dengan nafas yang masih ngos-ngosan kemudian mencium keningnya sambil berkata,,,


"Terimakasih dan maaf!" Kata Azzam dengan tulus.


Setelah merasa tenaganya sudah kembali Azzam kemudian bangun dan melangkah kekamar mandi untuk membersihkan diri dari sisa per*****an mereka.


Saat keluar dari kamar mandi Azzam melihat sang istri yang hendak berjalan kearahnya dengan menggunakan jubah yang mungkin pasangan dari gaun yang dipakainya tadi.


segera Azzam berjalan cepat kemudian menggendong Khumairah untuk membantunya masuk kedalam kamar mandi dan mendudukkannya dipinggir bathtub.


Azzam kemudian mengatur suhu air didalam bathub untuk khumairah berendam, setelah dirasa cukup Azzam kemudian membantu sang istri untuk masuk kedalam bathub.


"Mau sendiri atau ditemani,hmm?" Kata Azzam untuk menggodanya.


"Boleh, tapi setelah itu harus puasa lagi sekitar satu atau dua bulan!" Jawab Khumairah balas mengoda sang suami.


"Aku tunggu diluar saja." Kata Azzam dan mencium kening Khumairah sebelum beranjak keluar.

__ADS_1


Khumairah tersenyum dan menggelengkan kepalanya saat menatap punggung sang suami yang sudah melangkah keluar.


Saat meraih gagang pintu Azzam berbalik dan berkata,,,


"Jangan lama-lama berendamnya,mas tunggu diluar!"


"Panggil kalau sudah selesai,ok."


Setelah itu Azzam keluar dan menutup pintu, Azzam melangkah kearah ranjang dan tersenyum saat mengingat kegiatan panas yang baru saja dilakukannya bersama istri tercintanya.


Azzam kemudian berinisiatif untuk mengganti bedcover yang sudah tidak berbentuk itu dengan yang baru diambilnya didalam lemari kemudian merapikannya sebelum sang istri selesai dengan ritualnya didalam sana.


Bersama sang istri selama sepuluh tahun lebih membuat Azzam tau apa saja kebiasaan dan hal yang tidak disukai oleh Khumairah dan salah satunya adalah,,,,


khumairah paling tidak suka melihat ranjang mereka yang tidak rapi meski baru saja digunakannya untuk bertempur.


Baru saja selesai merapikan ranjang pintu kamar mandi sudah terbuka menampakkan khumairah yang sudah lebih segar, Azzam segera berjalan menghampiri dan hendak untuk menggendongnya namun ditahan oleh Khumairah.


"Tidak usah mas, aku bukan orang sakit yang harus digendong setiap saat!" kata Khumairah kemudian melangkah menuju lemari untuk mengambil pakaian yang akan digunakannya.


Azzam mendesah saat melihat kemana Khumairah melangkah, sungguh dirinya lupa untuk membantu menyiapkan baju yang akan digunakan oleh istrinya itu.


"maaf sayang, harusnya aku menyiapkan itu sebelum kamu keluar tadi!" kata Azzam merasa bersalah.


"untuk apa minta maaf ma?"


"ini bukan pekerjaan mu!" kata khumairah berusaha menenangkanya.


Khumairah melihat kearah ranjang yang sudah terlihat rapi dan tersenyum.


"Terimakasih mas!"


"untuk apa sayang?" tanya Azzam merasa heran.


"karena sudah membantu meringankan pekerjaanku." kata Khumairah sambil menunjuk kearah ranjang.


Azzam mengikuti arah telunjuk sang istri lalu berkata,,,


"maaf karena tidak Serapi jika kamu yang memasangnya!"


Azzam kemudian menuntun Khumairah menuju ranjang king size mereka untuk segera istirahat setelah melakukan kegiatan yang melelahkan, Azzam kemudian berbaring lebih dulu setelah usai membaca do'a dan merentangkan tangannya.


Khumairah yang mengerti maksud dari sang suami pun segera ikut berbaring setelah berdo'a dengan berbantalan lengannya.


Tidak butuh waktu lama untuk keduanya terlelap!


πŸ‘‰ Bersambung πŸ’ž


Terimakasih kepada para readers yang sudah vote dan memberi like untuk karyaku iniπŸ™πŸ˜˜

__ADS_1


Untuk setiap kata yang salah dan berlebihan mohon dimaafkan πŸ™


❀️❀️❀️ untuk kalian semua πŸ’‹


__ADS_2