Khumairah "wanita pilihan"

Khumairah "wanita pilihan"
BAB 9


__ADS_3

Didalam kamar setelah bersiap, Khumairah melangkah keluar menuju meja makan untuk bergabung seperti yang dikatakan bundanya.


"Selamat pagi semua!" sapanya kepada semua.


"Pagi nak, duduklah!" kata sang ayah.


Disaat Khumairah akan meraih kursi untuk duduk gerakannya terhenti saat mendengar suara Kanaya.


"Waow,kita serasa sedang menyambut tuan putri yah dirumah ini!" sarkas kanaya


"Enak yah jadi anak pungut, begitu bangun semua sudah tersedia!" lanjutnya


"Dan mirisnya tuan rumah lah yang harus mengerjakan semuanya."


Khumairah yang mendengar perkataan Kanaya hanya diam ditempat,sungguh dia tidak ada niat untuk terlambat bangun dan semua juga terjadi diluar kendalinya.


Sadar akan sendiran sang adik, Khumairah hanya meraih gelas kemudian mengisi lalu meminumnya , setelah itu dia segera pamit kepada kedua orangtuanya tanpa sarapan terlebih dahulu.


"Ayah,bunda saya pamit takut telat dapat angkot!" katanya.


"Loh,tidak sarapan dulu nak?" tanya sang ayah


"Nanti yah, Khumairah bisa sarapan dikantin tempat kerja!" jawabnya tersenyum kepada sang ayah.


Bunda yang paham maksud dari anaknya hanya bisa menghela nafas kemudian berdirih mengambil kotak bekal yang sudah disediakannya lalu berkata,,,,,


"Baiklah nak,pergilah dan cari rezeki mu!" ucapnya.


Khumairah kemudian pamit dan tak lupa meraih tangan kedua orang tuanya untuk bersalaman sebelum berangkat.


"Assalamualaikum,,,! pamitnya


"Wa Alaikummussalam,,,,!" jawab kedua orang tuanya kecuali Kanaya


"Kanaya maksud kamu apa tadi berkata seperti itu didepan Khumairah?"


Tiba tiba sang ayah bertanya kepadanya karena merasa Kanaya sengaja melakukan itu tapi tidak tau apa alasannya.


"Hmm,tidak ada!" jawabnya acuh.


"Aku pamit sudah terlambat!" kata Kanaya mengalihkan pembicaraan.


segera iya berpamitan kepada kedua orang tuanya yang masih belum selesai sarapan,tak lupa dia juga meraih tangan keduanya sebelum pergi tanpa mengucapkan salam.


"Bund bagaimana bisa kelakuan Kanaya berbeda dengan kakaknya sementara kita sudah berusaha mendidik keduanya dengan baik, apa kita telah gagal dalam mendidiknya?" kata sang ayah bertanya kepada istrinya.


"Tidak yah, itu bukan kesalahan didikan kita!" ucap sang istri menenangkannya.


keduanya kemudian melanjutkan sarapan mereka yang belum selesai dengan pikiran masing masing.


Sementara Khumairah yang belum sarapan pagi merasakan sesuatu yang berbeda pada dirinya diatas angkot.


"isst, sepertinya maag ku kambuh!" ucapnya lirih


Didalam angkot tidak mungkin baginya untuk makan bekal yang sudah disiapkan sang bunda jadi dia putuskan untuk menahan laparnya lagipula sebentar lagi dia akan sampai ketempat tujuan.


Tidak lama kemudian angkot yang ditumpanginya sudah berhenti dimana seharusnya Khumairah turun dan sudah disambut oleh Dinda teman seperjuangannya.

__ADS_1


"selamat pagi Khumairah cantik sala la!" sapa Dinda


"Assalamualaikum Dinda sayang!" sindir Khumairah.


"He he,, Wa Alaikummussalam!" jawab Dinda merasa tersindir juga.


"Maaf lupa!" ucapnya cengengesan kepada Khumairah.


Sementara Khumairah hanya tersenyum melihat kelakuanku temannya itu sambil berusaha sebisa mungkin menahan sakit yang dirasakan bahkan keringat dingin sudah keluar dirasakannya.


Saat Dinda menoleh kembali kepada Khumairah dia kaget melihat wajah pucatnya lalu bertanya


"Mairah,kamu sakit?" katanya.


"hm,,, Tidak, hanya saja tadi tidak sarapan sebelum berangkat dari rumah!" jawabnya dengan suara lemah.


"Udah yuk masuk, bentar lagi kita udah masuk " kata Khumairah sambil menarik tangan Dinda.


"Tapi mairah,itu kamu pucat banget loh!" kata Dinda hawatir tapi tidak dihiraukan oleh Khumairah.


Sesampainya didalam ruang ganti,mereka berdua kikejutkan dengan kabar pertemuan dadakan sebagai perkenalan dari anak pemilik perusahaan tempat mereka bekerja, hilang sudah kesempatan bagi Khumairah untuk sedikit mengisi perutnya yang sudah tidak bisa diajak kompromi lebih lama lagi.


"Hufff, ya Allah kuatkanlah hamba!" lirihnya kemudian beranjak keluar untuk bergabung dengan yang lainnya dengan tujuan menunggu pertemuan dadakan yang dimaksud salah satu temannya tadi.


šŸšŸšŸšŸšŸšŸšŸšŸšŸ


Tidak lama kemudian pertemuan pun dimulai, dari arah pintu masuklah sepasang suami istri pemilik perusahaan Atmajaya yaitu pak Erlangga dan ibu Salma.


Sampailah ke sesi perkenalan bagi anak pemilik perusahaan yaitu Muhammad khusain Al-Azzam dan dari arah pintu masuklah sosok tersebut, sayangnya Khumairah yang sudah tidak bisa menahan sakitnya hanya bisa diam tidak bereaksi sama sekali bahkan saat mendengar kasak kusuk disekitarnya.


Sementara ummi Salma yang sempat melihat kearah Khumairah merasa heran apalagi dia sempat melihat wajahnya yang pucat merasa hawatir segera memberi kode kepada suaminya supaya secepatnya mengakhiri pertemuan itu.


"Mairaaaa,!" teriak Dinda dengan panik.


"Astaghfirullah,,,,!


"


"Astaghfirullah,,,,!" ucap ummi Salma dan Azzam bersamaan dengan nada hawatir.


"Abi cepat hubungi fadil!" kata ummi salma.


Setelah menghubungi Fadil yang tak lain adalah keponakan Abi Angga sendiri yang berprofesi sebagai dokter di RS Stella Maris, Khumairah segera dibawa ke RS tersebut dan sesampainya disana langsung mendapatkan perawatan.


Tidak lama kemudian Khumairah pun tersadar, perlahan dia membuka matanya lalu melihat satu persatu orang yang berada dalam ruangan itu hingga pandangannya tertuju kepada sosok lelaki yang sedang menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.


Untuk sesaat Khumairah tercengang atas siapa yang dilihatnya itu kemudian tersadar dan segera mengalihkan pandangannya.


"Astaghfirullah,,,,, ampuni hamba ya Allah yang tidak bisa menjaga pandanganku!" ucapnya dalam hati.


"Tapi bagaimana bisa laki laki itu ada disini?" pikirnya.


sementara Azzam yang menyadari keterkejutan Khumairah hanya bisa menahan senyumnya namun dalam hatinya berkata.


"Alhamdulillah ya Allah, akhirnya engkau pertemukanku dengannya dengan caramu yang seperti ini!"


Sungguh Azzam tak dapat pungkiri perasaan bahagianya meski berselimut kehawatiran atas apa yang terjadi pada wanita yang sudah diklaim sebagai miliknya itu.

__ADS_1


Ummi Salma yang melihat raut muka yang berbeda dari Khumairah saat melihat Azzam segera mendekatinya diikuti oleh Dinda.


"Bagaimana keadaanmu nak?" tanya ummi


"Alhamdulillah sudah lebih baik Bu!" jawab Khumairah sambari tersenyum.


Meski masih terlihat pucat tapi senyuman di wajah Khumairah tidak menutupi kecantikannya nya Dimata Azzam yang masih betah mencuri pandang kearahnya,Abi Angga yang menyadari kelakuan anaknya hanya bisa tersenyum.


"Ya ampun mairah,kamu itu hampir saja membuat ku mati berdiri tau nggak!" ucap Dinda dengan nada kesalnya.


"Maaf ya Din!" kata Khumairah merasa bersalah


"Hmm,dimaafkan tapi lain kali jangan terulang lagi ya!" lanjut Dinda.


"Insya Allah dinda sayang!" kata Fatimah.


Pintu ruangan yang ditempati oleh Khumairah diketuk oleh seseorang dari luar.


"Masuk,,!" kata Abi Angga mempersilahkan.


kemudian masuklah dokter Fadil untuk memeriksa kondisi Khumairah, sementara Azzam terlihat tidak suka kepada dokter tersebut yang tak lain adalah sepupunya sendiri.


"Assalamualaikum,,,,!" kata dokter Fadil ramah.


"Wa Alaikummussalam,,,,!" jawab semua serentak kecuali Azzam yang hanya menjawab dalam hati.


Semenjak usai bercanda dengan abinya entah kenapa Azzam merasa sangat sensitif terhadap Fadil padahal sebelumnya mereka termasuk akrab.


"Maaf,saya mau periksa pasien dulu tante!" kata Azzam sopan kepada ummi Salma saat sudah berada di samping beliau.


"Oh iya,silahkan nak!" jawab ummi Salma memberi jalan.


"Bagaimana perasaannya nona Khumairah?" tanya asam kepada Khumairah


"Alhamdulillah dok sudah lebih baik dari yang saya rasakan tadi pagi!" jawab Khumairah tanpa melihat kepada dokter Azzam.


"Hmm, syukurlah,." kata domte Fadil kemudian lanjut memeriksa keadaan Khumairah.


Tidak bisa dipungkiri bagi dokter Fadil kekaguman yang dirasakan terhadap Khumairah,selain cantik juga memiliki kepribadian yang luar biasa dibanding wanita lain yang selama ini dijumpainya.


Jujur saja seandainya perempuan dihadapannya ini bukanlah wanita yang dipilih oleh sepupunya mungkin perasaan kagum itu sudah berubah menjadi mendambanya.


"Hmmm, spertinya memang sudah mulai membaik tapi untuk lebih memastikan kondisi pasien lebih baik rawat inap saja." kata dokter Fadil menjelaskan.


"Bagaimana yang terbaik saja nak, kami ngikut!" kata ummi Salma sambil mengelus tangan Khumairah membuatnya merasa hangat diperlakukan sangat baik.


"Mungkin lebih baik pulang saja dok,soalnya saya sudah merasa lebih baik mungkin istirahat dirumah juga bisa membuat saya lebih cepat sembuh!" kata Khumairah menolak secara halus.


"Tidak bisa,,,!" kata Azzam membuat yang berada dalam ruangan itu menatap heran kearahnya.


merasa diperhatikan sontak membuat Azzam menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


"Mmaksudku kamu harus rawat inap supaya bisa dipantau oleh dokter!" alibi Azzam.


mereka yang mendengar penjelasan Azzam hanya bisa geleng geleng kepala,bagaimana tidak?


itu karena mereka yang ada didalam ruangan itu sudah tau tentang perasaan Azzam kepada Khumairah termasuk dinda yang sudah diberi tau oleh ummi Salma.

__ADS_1


Bersambung šŸ’žšŸ’žšŸ’žšŸ’ž


__ADS_2