
"Aku sampai di titik sadar,bahwa tak semua orang bisa mengungkapkan perasaannya dengan baik dan benar secara umum. Ada yang sayang tapi tidak berhasil menunjukkan perhatiannya, terkesan tidak peduli padahal mendoakan dalam diam.β
* Muhammad khusain Al-Azzam#
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
Setelah menempuh perjalan hampir kurang lebih satu jam dari RS akhirnya mereka telah sampai dirumah sederhana milik ayah Surya dan keluarga kecilnya.
Disaat yang bersamaan Kanaya keluar dari dalam rumah tapi setelah melihat mobil yang terparkir di halaman rumahnya langkahnya berhenti untuk memastikan siapa yang datang.
"Mobil mewah siapa itu?" pikirnya.
Tak lama pintu mobil terbuka dan keluarlah Azzam yang membuat mata Kanaya seketika berbinar sayangnya Azzam sedikitpun tidak menoleh kearahnya.
Satu kata yang ada dalam pikiran Kanaya saat pertama kali melihat Azzam,,,,,,,
"perfect!"
Azzam melangkah menuju pintu belakang tepatnya dimana Khumairah akan turun, segera dia meraih gagang pintu untuk membukakannya dan semua itu tak luput dari pandangan ketiga wanita yang berada disana termasuk Kanaya yang heran.
"Untuk siapa lelaki itu membukakan pintu?" pikirnya.
Setelah pintu mobil terbuka keluarlah Khumairah sambil tertunduk karena Azzam masih berada didekat pintu itu namun masih menjaga jarak aman.
"Terimakasih pak!" cicit Khumairah yang lagi lagi membuat mata Azzam melebar karena mendengar sebutan pak yang diucapkannya.
"Hmm, perlu bantuan?" tanya Azzam kemudian.
"Tidak perlu pak,masih ada bundaku disini!" lirih Khumairah.
Khumairah berjalan menghampiri bunda Airin saat terlihat olehnya sang bunda yang baru saja keluar dari pintu sebelahnya, sementara Azzam hanya bisa membuaang nafasnya Pelang karena menyadari bahwa Khumairah sengaja menghindarinya.
"Tak apa,aku masih bisa menahannya!" kata Azzam dalam hati sambil tersenyum.
Berbeda dengan Kanaya yang melihat tidak suka pada pemandangan didepannya, dia tidak terima atas apa yang dilihatnya itu tapi dia berusaha sebaik mungkin untuk menutupinya,
Saat melihat sang bunda juga keluar dari mobil yang sama segera Kanaya menghampiri kemudian meraih tangan Bundanya lalu menciumnya dengan niat ingin menunjukan kesan yang baik kepada Azzam.
Bunda Airin yang mendapat perlakuan tidak biasa dari anaknya itu merasa heran lalu menatap bingung kearah Khumairah seolah bertanya ada apa dengannya.
Tapi Khumairah hanya mengangkat bahu sambil tersenyum seolah berkata dia juga tidak tau.
"Bunda,, kenapa tidak bilang kalau hari ini kak mairah sudah bisa pulang, Kanaya kan bisa jemput kalian!" ucap Kanaya begitu lembut yang semakin membuat bunda Airin dan Khumairah semakin heran apalagi ini pertama kalinya Kanaya menyebut nama Khumairah dengan sebutan kakak.
Namun setelah melihat gelagat Kanaya yang selalu melirik kearah Azzam saat bicara membuat keduanya paham maksud dari perubahan tiba tiba yang ditunjukkan oleh nya.
Sementara ummi Salma yang baru saja keluar dari pintu depan mobil melangkah menghampiri anaknya lalu berkata,,,,
"Sepertinya ada yang sudah melupakan umminya!" kata ummi salma menyindir.
Azzam yang sadar akan sindirin umminya segera berbalik kemudian berkata,,,,
__ADS_1
"Maaf ummi,,,,!"
"Tapi Azzam sengaja kok ummi!" katanya kemudian ingin menggoda wanita yang sudah melahirkannya itu.
Mendengar perkataan anaknya membuat ummi salma membulat kan matanya seolah tidak percaya dengan apa yang dikatakannya, tapi saat dirinya melihat wajah Azzam ummi salma sadar kalau sang anak hanya ingin menggodanya lalu secepatnya diapun membalas dengan mengatakan,,,,
"Oh baiklah,,nanti ummi bicarakan sama Abi untuk segera mengenalkan Khumairah pada om Ilham!"
Azzam yang tadinya tersenyum karna berhasil membuat umminya kesal saat mendengar perkataannya menjadi kaget kemudian bertanya,,,,,
"Kok mau dikenalkan sama om Ilham sih ummi?"
"Iya, daripada nanti kalau Khumairah lanjut sama kamu ummi jadi dilupakan benaran,kan lebih baik ummi jaga jaga sebelum kejadian!"
Mendengar jawaban yang diberikan umminya terlihat jelas di wajah Azzam raut kehawatiran yang justru membuat ummi salma semakin ingin mengerjai nya kemudian berkata dalam hati,,,,,
"Nah tau rasakan, senjata makan tuan itu namanya!" kini gilirannya yang memberi senyuman mengejek kepada anaknya.
"Ummi serius membiarkan Khumairah jadi menantu orang lain?" tanya Azzam yang kini mulai termakan permainan umminya.
"Ya serius lah,to keluarga om Ilham itu bukan orang lain kan dia saudara abimu kalau kamu lupa!" jawab ummi Salma bernada serius.
"Tapi ummi,,,,,!" belum selesai Azzam protesnya ummi salma sudah melangkah menuju dimana sahabatnya berada bersama dua gadis yang beda penampilan namun sudah ditebak kalau keduanya adalah putri dari sahabat nya.
"Sudah,,, makanya jangan kurang ajar sama orang tua kualat kan jadinya!" kata ummi salma kejam.
"Ummi,,,,,!" rengek Azzam yang tidak dipedulikan ummi Salma.
"Selamat datang ummi, perkenalkan saya Kanaya anak kandungnya bunda Airin!" katanya memperkenalkan dirinya.
"Oh iya sayang, saya sudah bisa menebak tadi saat pertama melihatmu!" kata ummi salma berusaha bersikap ramah kepada Kanaya.
Rupanya ummi salma sudah bisa menilai bagaiamana karakter dari kedua putri sahabatnya itu.
"Ohhhh,,,, berarti ummi dari tadi sudah bisa menebak dong mana yang anak kandung bunda?" canda Kanaya sekaligus ingin menyinggung Khumairah.
Sayangnya kedua orang didepannya sama sekali tidak menanggapi perkataan Kanaya, keduanya malah sibuk memperhatikan Khumairah yang masih bisa tersenyum meski jelas bagi mereka maksud dari perkataan Kanaya.
Sementara Kanaya yang sadar telah diabaikan keduanya masih mencoba untuk menarik perhatian mereka.
"Oh ya,,,, dia siapanya ummi?" tanya Kanaya sambil melirik kearah Azzam yang sama sekali tidak menoleh kepadanya.
"Supir!" kata asam dengan Suara dinginnya.
"Anak saya!" kata ummi salma.
Kata keduanya dengan memberi jawaban yang berbeda!
Mendengar Jawaban berbeda dari keduanya membuat Kanaya meradang dalam hati,namun dia berusaha untuk tetap tenang demi bisa mengambil hati keduanya.
"Oh,, mungkin maksudnya anak ummi yang menyupiri!" kata Kanaya masih berusaha terlihat tenang.
__ADS_1
"Hmm iya , seperti itu!" ummi salma yang menjawab sementara Azzam hanya diam masih dengan ekspresi dinginnya.
Bunda Airin yang menyadari ketidak nyamanan tamunya atas sikap Kanaya yang juga membuat dirinya heran segera mengalihkan pembicaraan kemudian mengajak semua orang untuk masuk kedalam rumah.
"Hmm, mengobrolnya kita lanjut didalam saja!" kata bunda Airin kemudian menuntun Khumairah untuk berjalan masuk.
Azzam yang melihatnya berpikir ingin rasanya dia yang berada diposisi itu, sementara ummi salma dengan sigap membantu dan semua itu tidak lupuk dari perhatian seseorang yang semakin tidak suka akan keberadaan Khumairah.
Kanaya yang tadinya ingin kekampus kini berubah pikiran kemudian ikut masuk kedalam masih dengan niat untuk bisa mengambil hati kedua tamunya.
Sedangkan bunda Airin yang melihat Kanaya ikut masuk menjadi heran karna setahunya anaknya itu akan kekampus kemudian bertanya,,,,,
"Loh nak, kamu tidak jadi kemampuan untuk?"
"Nanti bunda, kan tidak sopan meninggalkan tamu lagian jam kuliahnya juga adanya siang nanti!" alasan Kanaya.
Saat Khumairah berniat akan mengambil minuman dan makanan ringan karena mustahil baginya untuk membiarkan bundanya yang melakukan itu apalagi Kanaya.
"Ummi dan pak Azzam mau minum apa?" tanya Khumairah dengan suara lembut nya.
Namun segera dicegah oleh ummi salma!
"Tidak usah nak, kami juga tidak akan lama karena Azzam masih harus kekantor!" kata ummi salma mencegah Khumairah dengan memegang tangannya kemudian menariknya duduk di kursi yang sama dengannya.
Kanaya yang melihat itu semakin tidak suka kepada Khumairah, kebencian yang awalnya hanya karena kedua orang tuanya sangat menyayangi Khumairah semakin bertambah saat melihat perhatian yang diberikan oleh orang lain yang menurutnya dirinya lah yang pantas mendapatkan semua itu.
"Dasar anak pungut, pintar cari muka,lihat saja nanti akan kubuat kau menangis darah atas semua kasih sayang yang seharusnya tidak kau dapatkan!" monolog kanaya.
Setelah sedikit berbincang dengan Khumairah ummi Salma pun pamit diikuti Azzam yang merasa berat untuk meninggalkan rumah itu.
"Cepat sembuh dan segera kembali bekerja!" kata Azzam dengan suara kaku namun pandangannya tidak bisa berbohong.
Azzam merutuki kebodohannya,kenapa bisa selemah ini padahal disaat dirinya tidak bisa melihat Khumairah secara langsung, dirinya sering mengharapkan momen dimana dirinya bisa berhadapan langsung.
"Apa selamanya aku akan seperti ini,hanya sebagai pengagum rahasia karena lidah ini sering mendadak kaku kalau bertemu denganmu!"
"Iya pak,insya Allah secepatnya saya akan kembali bekerja!" jawab Khumairah dengan pandangan kebawah.
Setelah keduanya berpamitan ibu dan anak itu akhirnya pergi dari rumah sederhana itu!
Dalam perjalanan keduanya hanya diam dalam pikiran masing masing.
Berbeda dengan suasana dirumah sederhana yang baru saja ditinggalkan oleh sepasang ibu dan anak itu.
"Bunda yang tadi itu siapa sih?" tanya Kanaya.
"oh, beliau itu sahabat bunda sejak dulu!" jawabnya bunda Airin.
Kanaya yang mendengar penjelasan bundanya entah kenapa tiba tiba merasa bahagia entah karena apa, berbeda dengan Khumairah yang hanya cuek menanggapi seolah dia tidak mau tau hal itu.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ Bersambung,,,,,
__ADS_1
Kira kira apa yang ada dalam pikiran Kanaya?