Khumairah "wanita pilihan"

Khumairah "wanita pilihan"
BAB 32


__ADS_3

Selama ini setiap kali pemeriksaan kandungan mas Azzam lah yang selalu mendampingi ku, namun pemeriksaan kali ini aku didampingi oleh ummi dan bunda.


Aku menatap layar monitor dengan takjub,meski sudah berusaha untuk tidak menangis tetap saja air mataku luruh saat melihat calon anakku yang sebentar lagi akan hadir diantara kami, seandainya mas Azzam ada disini pasti dia akan sangat bahagia dan kebahagiaan ku juga akan berlipat.


"Alhamdulillah dedeknya sehat dan sesuai keinginan Bu Khumairah insya Allah bisa melahirkan secara normal!" kata dokter kandungan.


Hari ini dengan didampingi ummi dan bunda aku melakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui jenis kelamin calon anakku, dari hasil pemeriksaan diketahui dedeknya berjenis kelamin laki-laki dan masa pertumbuhannya Alhamdulillah baik.


"Selamat nak, kamu harus lebih kuat dan bersabar sedikit lagi!" kata Bunda.


"Terimakasih sayang!" kata ummi sambil memelukku.


Sebenarnya aku dan mas Azzam sejak dari 6 bulan usia kandunganku sudah melakukan USG namun dedeknya selalu ngumpet mungkin malu sama bapaknya, terbukti setelah mas Azzam tidak ada dedeknya memperlihatkan jenis kelaminnya.


"ummi, Bunda dedeknya pasti mirip mas Azzam!" kataku dengan suara serak menahan tangis.


Setelah selesai kontrol kami kembali kerumah dan aku langsung menuju kamar untuk istirahat kuamati setiap sudut kamarku dan mas Azzam,


aku tersenyum kala mengingat setiap momen bersama dalam kamar ini.


"sayang mas bantu ya ganti seprei nya!"


"sayang,duduk sini biar mas bantu keringkan rambutnya!"


"mas,tidak capek apa baru pulang udah mau main lagi?"


"mas ini dedeknya nendang-nendang!"


"Ihhh,mas itu ********** jangan taruh di tempat sembarangan!"


aku tersenyum mengingat kebersamaan dengan suamiku.


"mas, mairah rindu,,,!" ucapku lirihku dengan air mata yang sudah menetes.


"Ya Allah,,, berikan keajaibanmu kepada suamiku!"


πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


Satu Minggu sudah namun mas Azzam masih betah dengan tidur panjangnya,selama itu pula aku tetap rutin menemuinya meski hanya disiang hari sampai sore atau kadang sampai malam.


pagi ini saat usai shalat subuh kurasakan kontraksi yang terasa kencang-kencang pada bagian pinggang dan perutku,dengan ditemani ummi dan bunda aku rajin jalan-jalan saat menunggui mas Azzam.


"Gimana sayang,apa masih sering terasa kencang-kencangnya?" tanya ummi salma.


"masih ummi!"


"kontraksinya sudah sering kamu rasakan atau bagaimana nak?" kata bunda ikut bertanya.

__ADS_1


"Jaraknya masih agak lamaan bund baru tersadar lagi!"


"Belum ada lendir atau darah yang keluar kan sayang?" tanya Ummi dengan mata yang berkaca-kaca.


"Belum ada ummi!" jawabku sambil tersenyum untuk menenangkan kedua wanita tersayang ku.


"Ummi jadi ingat waktu ngelahirin mas mu gampang banget karena pembukaannya cepat,saat itu Abi sedang dikantor untuk meeting yang tidak bisa ditinggalkannya untung ada BI Mina yang menemani,meski panik namun ummi berusaha tenang!" kenang ummi Salma.


"Masmu itu tidak pernah nyusahin ummi dan Abi, anaknya gak banyak neko-neko dan juga sangat sabar didepan orang tidak dikenalnya dia akan terlihat dingin namun aslinya dia penyayang!"


"Sama ummi dia sangat sayang!"


"hiks,,,,,,,,!"


"ummi,,,,!" kata ku sambil memeluk beliau dan ikut menangis.


"yang sabar sayang mas ku itu sangat mencintai mu,ummi yakin dia juga sedang berjuang untuk kalian."


"iya ummi,mas Azzam pasti berjuang untuk kita semua yang menyayanginya.


"Terimakasih nak sudah mau menikah dengan anakku, dia beruntung bisa memilikimu."


"Tidak ummi, mairah lah yang beruntung bisa menjadi istri dari mas Azzam!"


Aku dan ummi saling menguntungkan meski kenyataannya kami tidak sekuat itu, kurasakan usapan lembut tangan bunda yang bersamaan dengan kontraksi yang kurasakan namun cuma sebentar dan hilang lagi,aku meringis untu menghalau rasa kencang pada perutku dan bunda mengetahui itu.


Aku hanya mengangguk kemudian berjalan pelan-pelan sambil memegang punggung ku.


"kalau sudah tidak tahan kita kerumah sakit Pertiwi langsung,Kanaya sudah membawa semua perlengkapanmu!" kata bunda yang ikut berjalan sambil mengusap punggung ku.


"iya sayang, disini khusus penanganan patah tulang jadi kamu harus melahirkan dirumah sakit Pertiwi, seandainya ada khusus bagian kandungan itu akan lebih memudahkan kita semua!" kata ummi dengan nada sedih.


Aku meraih tangan beliau dan berkata,,,


"jangan bersedih ummi, insya Allah kita kuat!"


Kulihat ummi mengangguk dengan mata berkaca-kaca lalu berkata,,,


"iya sayang kamu kuat dan hebat, Azzam tidak salah memilihmu!"


Aku tersenyum mendengar pujian dari beliau dan lagi-lagi kurasakan kencang pada bagian perut ku.


Saat ini aku berada di taman rumah sakit, tepatnya sekitar lima menit yang lalu ummi dan Bunda membawa ku kesini, kata keduanya disini aku lebih leluasa berjalan untuk menghalau rasa sakit sebelum berangkat kerumah sakit Pertiwi.


aku dan sedang duduk disebuah bangku yang sudah disediakan ditaman ini sementara bunda tadi izin ke toilet, saat kontraksi kembali kurasakan aku berdiri kemudian berjalan sambil memegang perut dan pinggang ku,ahhh, rasanya sungguh luar biasa dan tiba-tiba,,,,,


Plak,,,,!

__ADS_1


Entah dari mana datangnya Siti yang tiba-tiba menamparku hingga kurasakan panas yang seketika menjalar dipipiku, kulihat dia sekali lagi ingin menamparku kembali namun secepatnya aku menangkap pergelangan tangannya kemudian memelintir nya kebelakang setelah itu aku mendorongnya dengan sisa tenaga yang kumiliki.


"sialan kamu Khumairah,,,!" umpatnya dengan emosi.


Ummi yang melihat kejadian itu segera menghampiri untuk membantu ku berdiri karena lagi kurasakan kontraksi yang sudah semakin berturut-turut dari sebelumnya.


"Siti,,,, lancang kamu!" kata ummi dengan marah.


kulihat Siti berdiri kemudian menghampiri ku dan kembali ingin menyerangku namun ummi menghalanginya sambil berteriak memanggil dokter Fadil yang kebetulan sedang lewat, entahlah mungkin dia ingin menjenguk mas Azzam atau ada keperluan lainnya.


kulihat dokter Fadil segera menghampiri kami dan turut mencegah Siti untuk bisa menggapai ku dengan memeganginya.


"Lepas,,,,jangan menghalangiku untuk memberi pelajaran pada perempuan sialan itu!" teriak Siti sambil meronta untuk dilepaskan.


"Ini semua salahmu Khumairah,,,, seharusnya kamu dan bayimu tidak selamat saat acara tujuh bulananmu,kenapa kamu tidak mati saja?"


"khumairah,, kalau kamu mati tuan pasti mau menerima ku sebagai pengganti mu dan tidak mengalami kecelakaan seperti saat ini!"


plaaak,,,,!


itu suara tamparan yang didapatkan oleh Siti dari ummi Salma!


"Ternyata aku salah telah memasukkanmu dalam rumahku!" kata ummi nafas yang memburu karena emosi.


"Tidak, nyonya tidak salah yang salah itu Khumairah yang tidak tau diri!" hardik Siti kepadaku.


"cukup,,,,!" teriak ummi Salma membuat Siti bungkam.


"yang tidak diri itu kamu bukan menantuku!"


"Bagaimana bisa kamu berpikiran seperti itu?"


"Dia,, wanita yang kamu pikir tidak tau diri itu adalah satu-satunya wanita yang di inginkan oleh anakku!"


"kamu tidak tau seperti apa perjuangan anakku untuk bisa bersamanya, dan sekarang aku membuat kesalahpahan dengan menghadirkan mu diantara mereka!" lirih ummi salma merasa bersalah.


"Tidak nyonya itu hanya kebetulan seharusnya tuan Azzam bersamaku, aku yakin tuan dan nyonya akan lebih bahagia jika aku yang berada diposisi Khumairah." kata Siti dengan keyakinan yang entah darimana hingga dia bisa mengatakan itu dengan tidak tau malunya.


"khumairah hanya pembawa sial untuk tuan, brengsek kamu Khumairah kalau saja kamu tidak menyuruhnya untuk menuruti keinginan mu dan bayi sialanmu itu aku pasti sudah berhasil dengan rencanaku!" teriak Siti yang masih ditahan oleh dokter Fadil.


Aku sudah tidak tahan lagi dengan kontraksi ku namun aku mencoba memahami maksud dari semua perkataan Siti.


πŸ‘‰ Bersambung πŸ’ž


Terimakasih kasih untuk kalian yang sudah mampir dan memberi dukunganπŸ™


Untuk semua typo tolong dimaafkan πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2