Khumairah "wanita pilihan"

Khumairah "wanita pilihan"
BAB 47


__ADS_3

Azzam terus berjalan menuju lift yang akan membawanya menuju kamar yang akan ditempatinya, sesekali dipandanginya wajah teduh milik khumairah yang mmasih tertidur lelap dalam gendongannya itu, saat pintu lift terbuka Azzam melangkah masuk.


Khumairah terbangun tepat saat pintu lift terbuka, perlahan matanya terbuka dan nampak olehnya wajah rupawan milik suaminya keduanya lalu saling menatap hingga suara Azzam memutuskan kontak mata keduanya.


"Buka pintunya sayang!"


Khumairah merasa heran kemudian bertanya,,,,


"Kita dimana mas?"


"Sayang,bukalah pintu itu dan kamu akan tau!" Jawab Azzam sembari tersenyum.


Dengan ragu-ragu akhirnya khumairah meraih gagang pintu kemudian membukanya.


Kreekk,,,,,,


Saat pintu terbuka Khumairah tercengang melihat isi didalamnya!


Sebuah kamar yang sudah dihias seperti kamar pengantin dimana kelopak bunga mawar bertebaran dilantai dan tentunya tempat tidur.


Lilin kecil yang sudah menyala tersusun rapi berbentuk love serta menjadi garis jalan menuju ranjang, dikamar itu hanya cahaya lilin yang menjadi penerang hingga menjadi temaram.


Ini adalah kejutan yang telah Azzam persiapkan tentunya bukan hanya untuk dinikmati oleh khumairah saja melainkan untuk dirinya sendiri.


Sungguh ide yang luar biasa pak suami🤗


Yah,saat masih di restoran Azzam sudah memesan khusus kamar ini!


""""""""""""""""""”"💕💕💕💕💕💕""""""""""""""""""


Azzam lalu menurunkan khumairah dari gendongannya kemudian meraih lengannya untuk menghadap kearahnya.


"Sayang katakan sesuatu, kenapa kamu cuma diam saja?" Tanya Azzam.


"Mas,ini kamarnya kenapa seperti kamar pengantin?" Kata khumairah bukannya menjawab malah balik bertanya.


"Sayang, selain perayaan ulang tahunmu yang istimewa aku juga ingin memberikan malam istimewa untukm!" Bisik Azzam.


"Kita masuk yuk!"


Khumairah hanya menatap datar kepada sang suami, susah payah dia menyembunyikan perasaan bahagianya dan berkata,,,,


"Mas,aku tidak mau masuk!"


Dalam pencahayaan yang temaram khumairah dapat melihat wajah kecewa milik Azzam yang membuatnya mengulum senyum yang tidak terlihat olehnya.

__ADS_1


"Sayang,,,,,!"


Belum sempat Azzam menyelesaikan perkataannya khumairah kembali berkata,,,


"Aku tidak mau masuk kalau tidak digendong!" Bisiknya ditelinga Azzam yang membuat semangat empat limanya kembali berkobar.


Azzam tersenyum penuh kemenangan lalu mencium kening sang istri kemudian segera menggendongnya, posisi keduanya seperti sepasang pengantin baru yang akan malam pertama.


"Sayang terimakasih,aku sangat mencintaimu!" kata Azzam sambil berjalan dan menginjak kelopak bunga yang dilewatinya.


"Mas, kita cuma akan tidur saja kan?" Tanya khumairah berniat menggoda sang suami.


" Masa cuma tidur saja sih yank?" Keluh Azzam sambil terus melangkah.


"Tapi aku merasa sangat lelah mas!" Kata khumairah tersenyum sambil menyandarkan kepalanya di dada Azzam.


Azzam terus melangkah dan tidak menanggapi ucapan Khumairah kemudian dengan perlahan meletakkannya diatas kelopak mawar yang ada diatas tempat tidur.


Dengan penuh damba Azzam memandangi wajah cantik milik khumairah hingga membuatnya merasa malu dan tertunduk dengan wajah merah merona, perlahan tangan Azzam terulur untuk membuka hijab yang digunakannya.


Saat hijab khumairah terlepas anak rambutnya terurai menutupi wajah cantiknya yang sudah merona hingga membuat Azzam semakin terkesima melihatnya.


Perlahan Azzam nmengangkat tangannya untuk meraih wajah yang tertunduk itu dan berkata,,,


"Wajah ini tidak pernah berubah dari semenjak aku mulai menjadi penguntikmu secara diam-diam sampai sekarang!"


Setelah membaca do'a perlahan Azzam mulai mengecup b*b*r ranum milik khumairah, kemudian b*b*r Azzam perlahan turun ke leher jenjang Khumairah hingga meninggalkan jejak cinta. Khumairah mendesah kala tangan Azzam mulai menari indah disetiap inci tubuh miliknya.


"Ssst aahhhh!"


"Mmasss ahhhh!"


Azzam semakin melancarkan aksinya saat mendengar nyanyian merdu milik khumairah yang membuat h*sr*tnya semakin menggebu.


Malam semakin larut namun kegiatan sepasang suami istri itu masih terus berlanjut, keduanya terus memadu kasih meraih ken*km*t*n dari penyatuan mereka.


Menjelang subuh keduanya baru bisa tidur, tepatnya khumairah yang baru bisa tidur karena ulah pak suami yang terus saja melakukan aksinya.


Azzam sungguh memanfaatkan kesempatan yang dimilikinya sebaik mungkin karena dirinya tau kesempatan ini tidak akan didapatkannya saat dirumah.


Sesungguhnya Azzam kerab kali merasa cemburu saat khumairah seakan dimonopoli oleh kedua anaknya namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karena meski mencoba untuk protes tidak akan ada yang mau berpihak kepadanya, termasuk sang ibu sekalipun yakni ummi Salma.


Sayup-sayup terdengar suara adzan subuh berkumandang, perlahan khumairah membuka matanya untuk memperbaiki kesadaran sebelum bangun untuk membersihkan diri sebelum shalat subuh.


Sungguh Khumairah merasa seluruh tulang dalam tubuhnya serasa remuk, perlahan dia bangun kemudian segera melangkah menuju kamar mandi tanpa membangunkan Azzam terlebih dahulu.

__ADS_1


Bisa panjang urusan jika dirinya membangunkan sang suami sebelum dirinya selesai membersihkan diri, pikir khumairah.


Saat khumairah keluar dari kamar mandi nampaklah Azzam yang sedang duduk bersandar dengan berbalut selimut sebatas pinggang.


"Sayang kok mas ditinggal?" Tanya Azzam.


"Sengaja!" Jawab khumairah dengan juteknya kemudian berlalu untuk mengambil pakaian ganti yang sudah disiapkan Azzam sebelumnya.


Mendengar nada suara sang istri Azzam tersenyum, dia paham betul, dirinya memang terkesan keterlaluan semalam namun apa daya dirinya yang sudah sangat candu akan tubuh sang istri tidak bisa menahan diri disaat h*sr*tnya ingin lagi dan lagi untuk disalurkan.


"Sayang, kok mukanya jutek gitu sih,ronde semalam kurang yah?" Goda Azzam.


Mendengar perkataan sang suami Khumairah melotot sambil berkata,,,,


"Kurang?"


"Mas terus menyerang sampai hampir subuh itu masih kurang?"


Azzam hanya mengangguk dengan muka polosnya yang membuat khumairah mendengus lalu berkata,,,,


"Buruan mas mandi, bentar lagi waktu subuh habis!" Masih dengan suara ketusnya.


Melihat sikap khumairah yang sepertinya terlihat tidak bersahabat tanpa banyak kata lagi Azzam segera beranjak dari tempat tidur dengan tubuh p"l*snya yang membuat Khumairah mengerang tertahan akan ulah sang suami.


"Massss!"


Azzam segera ngacir masuk kekamar mandi sebelum sang nyonya mengamuk,bisa bahaya nanti. Pikirnya!


Setelah Azzam menghilang dibalik pintu kamar mandi khumairah hanya menggeleng!


Setelah itu khumairah mengambil mukena yang ada didalam lemari kemudian tidak lupa menyiapkan pakaian yang akan digunakan oleh Azzam, setelah itu khumairah menyiapkan dua sajadah untuk digunakan nanti saat shalat subuh berjamaah dengan sang suami.


Setelah beberapa saat Azzam kemudian keluar dari kamar mandi dan mendapati istrinya yang sudah duduk diatas sajadah yang sudah disiapkannya, segera Azzam memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh khumairah kemudian melakukan shalat subuh.


Selesai shalat dan berdo'a Azzam kemudian berbalik dan mengulurkan tangannya yang disambut oleh khumairah sambil menciumnya dengan takzim. Azzam lalu membalas dengan kecupan sayang dipucuk kepalanya!


Usai shalat keduanya lalu bersiap untuk sarapan sebelum pulang menemui keluarga yang mungkin sudah menunggu mereka, apalagi sang putri yang selama ini nyaris tidak pernah terpisah tempat tinggal oleh khumairah meski selama ini Adiba sering kali tidur dikamar sang kakak namun setidaknya masih satu atap dengan dirinya.


mengingat hal itu, Azzam sedikit merasa bersalah kepada sang anak karena telah membawa khumairah bermalam ditempat yang berbeda dengan putrinya,entah reaksi seperti apa yang akan diberikan oleh anak-anaknya saat pulang nanti.


Setelah sarapan Azzam dan khumairah segera meninggalkan hotel yang ditempatinya.


👉 Bersambung 💞


Author menunggu like,komen dan vote yang banyak dari para readers 😘

__ADS_1


Mohon berikan dukungan semampu kalian yah🤗


Untuk setiap typo tolong dimaklumi 🙏


__ADS_2