
Dinginnya malam dinikmati oleh sepasang pengantin baru, saat ini keduanya sedang menikmati suasana pacaran halal diantara mereka.
"Mas, apa kamu tidak akan meminta hakmu malam ini?"
Mendengar pertanyaan sang istri Azzam tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya kemudian dan berkata,,,,,
"Tidak, malam ini mas belum mau meminta hak itu langsung sayang!"
Mendengar jawaban sang suami, Khumairah merasa heran kemudian bertanya,,,
"Kenapa? Apa aku sebegitu tidak menggoda nya dimatamu sampai dimalam pertama kita ini kamu sedikitpun tidak ada niat untuk meminta hakmu,mas?"
"Cup,,"
Satu kecupan diberikan Azzam kepada istrinya itu kemudian meraih nya dalam dekapan dan berkata,,,
"Jangan salah paham sayang!"
"Cintaku padamu bukan karena kecantikan mu juga bukan karena nafsu yang sekedar ingin ku tuntaskan,"
"Jika hanya ingin menuruti nafsu maka aku tidak akan menunggu mu terlalu lama, ibaratnya orang yang berpuasa maka akupun ingin segera berbuka saat waktunya tiba, bukan karena kamu tidak menarik tapi kamu terlalu berharga,"
"Dari itu aku ingin memberikan kenangan yang tak terlupakan saat kita berbuka puasa nanti,besok malam kamu akan tau seberapa menariknya dirimu untukku,jadi bersiaplah!"
"Sungguh aku terharu akan caramu mencintaiku mas!" Pikir Khumairah.
"Mas,apa boleh mairah tidur dalam pelukanmu malam ini?"
Azzam tersenyum simpul kemudian meraih sang istri hingga tertidur didalam dekapannya.
"Tidurlah!"
Dinginnya malam tak membuat sepasang suami istri yang berada diatas ranjang king size itu melakukan malam pertama seperti pasangan pengantin baru pada umumnya.
Khumairah yang merasakan lelah setelah seharian melakukan serangkaian acara resepsi pernikahan mereka dengan cepat terlelap dalam dekapan suaminya,. keduanya terlelap dengan posisi lengan Azzam sebagai bantalan untuk Khumairah.
Saat tengah malam Azzam terbangun karena merasakan kebas pada lengan kirinya, disaat dirinya membuka mata dia melihat wajah cantik istrinya yang tertutupi helaian rambut panjangnya, suara deru napas Khumairah terdengar halus.
Azzam melihat jam disebelah tempat tidur yang menunjukkan pukul 03:3, segera Azzam membangunkan sang istri untuk melakukan shalat Sunnah bersama, Azzam mengambil ujung rambut Khumairah kemudian menggosokkan kehidungnya lalu berkata,,,
"Sayang,,,,,bangun!"
Perlahan Khumairah membuka matanya dan melihat suaminya yang sedang menatap dirinya penuh damba, sesaat kemudian dia kembali merapatkan pelukannya kepada sang suami karna merasa malu.
"Mas,,,.!"
"Jangan diliatin seperti itu, mairah malu!" Kata Khumairah dengan suara parau khas bangun tidur.
Azzam merona saat mendengar suara parau istrinya lalu berkata,,,
"Sayang aku suka suara parau mu itu,sangat seksi!" Bisik Azzam.
Azzam kemudian bangun dan beranjak kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Tak lama kemudian Khumairah juga bangun dan duduk ditepi tempat tidur sambil menunggu suaminya, setelah Azzam keluar dari ruang ganti Khumairah terpana melihat penampilan suaminya yang sudah lengkap dengan baju kokonya.
Sadar diperhatikan istrinya Azzam menoleh lalu berkata,,,,
"Sayang,suamimu ini memang sangat tampan tapi itu ilernya jangan sampai tumpah gitu dong liatinnya!" Azzam menggoda istrinya itu.
Sadar akan godaan sang suami, Khumairah hanya tersenyum kemudian berkata,,,
"Apa sih mas, mana ada ileran!" Kemudian dia segera beranjak kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Didalam kamar besar itu sepasang pengantin baru sedang melakukan shalat Sunnah berjamaah untuk pertama kalinya, setelah selesai Azzam berbalik kemudian mengulurkan tangan dan disambut oleh sang istri lalu menciumnya dengan takzim yang dibalas kecupan manis dikeningnya.
Seperti itulah kegiatan sepasang pengantin baru dimalam pertama mereka,,,,
__ADS_1
πππππππππ
Pagi harinya setelah shalat subuh, Khumairah sudah ada didapur menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga barunya itu.
Bahkan bi asih sendiri yang biasa melakukan pekerjaan itu menjadi kaget saat dirinya baru masuk didapur sudah terlihat olehnya, nyonya muda dirumah sedang berkutat dengan peralatan dapur yang biasa digunakannya.
"Nya,kenapa melakukan semua ini?" Tanya bi asih mengagetkan Khumairah.
"Astaghfirullah,!"
Khumairah menoleh kepada Bi asih seolah bertanya siapa dirinya.
"Maaf nya,sudah membuat kaget!" Sesal bi asih.
"Saya asih,pembantu dirumah ini," kata bi asih memperkenalkan diri.
Khumairah tersenyum kemudian balas memperkenalkan dirinya.
"Saya Khumairah, bibi bisa memanggilku mairah saja!"
"Seharusnya nyonya tidak melakukan pekerjaan saya,nanti bibi bisa kena marah sama nyonya besar!"
"Mairah bi,tidak pake nyonya!" Proses Khumairah.
"Tap,,,,!"
"Bi asih,turuti saja apa kemauan menantuku itu!" Kata ummi salma yang entah sejak kapan sudah berada diruangan itu.
"Maaf nyonya besar,!"
"Tidak apa apa, kamu lanjutkan saja pekerjaan lainnya!"
"Selamat pagi ummi!" Sapa Khumairah kepada mertuanya.
"Selamat pagi sayang!"
Khumairah yang mendengar perkataan mertuanya itu seketika tertunduk karna merasa malu, sementara ummi salma yang melihat tingkah menantunya itu menjadi gemes sendiri dan semakin menggodanya.
"Ummi sudah tidak sabar untuk menimang cucu!" Bisik ummi Salma semakin membuat Khumairah merasa malu.
"Ummi,,,!"
"Jangan membuat istri ku itu merasa malu dengan terus menggodanya!" Kata Azzam yang tiba tiba juga sudah berada diruangan itu yang malah membuat Khumairah semakin merona karna penampilan suaminya itu.
Bagaimana tidak? Azzam datang hanya menggunakan celana training tanpa atasan.
"Mas, kenapa kemari hanya menggunakan pakaian sperti itu?" Cicit Khumairah.
Azzam yang mengerti maksud dari istrinya itu ikut merasa gemas, sebenernya Azzam sudah terbiasa seperti itu karena menurutnya semua wanita yang ada disitu sudah dianggapnya bukan orang lain termasuk bi asih sendiri,karena beliau juga punya peran khusus membesarkan nya.
Azzam melangkah kearah Khumairah yang semakin membuat istrinya itu merasa gugup dan malu, sementara Azzam dengan santainya malah memeluknya dari belakang sambil berbisik.
"Tidak apa apa sayang, lagipula disini tidak ada orang lain yang akan melihat tubuhku ini, jangan hawatir m, bi asih pun sudah biasa melihatnya dari sewaktu aku masih kecil!"
"Iya kan bi?"
"Iya non, bahkan bibi loh yang menggantikan nyonya besar untuk memandikan den Azzam saat beliau lagi sibuk!" Kata bi asih menjelaskan.
"Bukan itu mas, tapi mairah malu melihatmu seperti itu!" Kata Khumairah yang membuat ummi salma paham maksud dari perkataan menantunya itu.
Khumairah segera melepaskan tangan suaminya kemudian segera berlalu dari tempat itu, Azzam kemudian menyusul.
Jam sudah menunjukkan pukul 06:45,namun sepasang suami istri yang baru saja dimabuk cinta itu masih berada didalam kamar.
Sementara kedua orang tuanya sudah menunggu mereka untuk sarapan bersama.
"Sudahlah ummi biarkan saja pengantin baru itu menikmati waktu mereka berdua,ayo makan nanti nasi gorengnya dingin!" Kata Abi Angga mengingatkan saat melihat sang istri yang selalu melihat kearah tangga untuk menunggu anak dan menantunya turun untuk sarapan bersama.
__ADS_1
"Hhaaa, anakmu itu bi!"
"Menantuku itu pasti di tahan didalam kamar, padahal ini hari pertama kita untuk sarapan bersama!" Omel ummi salma.
"Hmm,anak dan menantu kita!" Kata Abi Angga meralat ucapan istrinya.
"Lagipula bukankah yang dilakukan anakku itu adalah sebuah usaha untuk kita tunggu hasilnya?"
Ummi Salma mengerti maksud dari perkataan suaminya tersenyum kemudian berkata,,,
"Hmm,Abi benar!"
"Spertinya kita akan segera punya cucu!"
"Setelah itu rumah ini akan bertambah ramai nantinya!"
"Kalau begitu makanlah!" Jawab Abi Angga.
Keduanya pun memulai sarapan,tapi tak lama kemudian muncullah kedua orang yang sudah lama ditunggu itu.
"Selamat pagi ummi, Abi" sapa Khumairah kepada kedua mertuanya.
"Pagi sayang!" Kata ummi Salma.
"Pagi nak" Jawab Abi Angga.
"Duduklah!" Lanjut ummi Salma.
Azzam segera menarik kursi lalu mempersilahkan Khumairah untuk duduk.
Sementara Khumairah yang diperlukan seperti itu oleh suaminya merasa tidak enak kepada kedua mertuanya.
"Duduklah nak,jangan sungkan begitu nikmati saja semua perlakuan suami itu dulu waktu kami baru pengantin baru abimu juga memperlakukan ummi seperti itu!" Kata ummi salma berusaha untuk menghilangkan rasa canggung sang menantu nya.
"Terimakasih mas, tapi sebaiknya jangan memperlakukanku berlebihan begitu!"
"Duduklah mas, seharusnya mairah lah yang melayanimu bukan sebaliknya!"
Setelah Azzam duduk Khumairah segera mengambil piring yang ada didepan suaminya kemudian mengisi nya dengan nasi goreng yang sudah tersedia, setelah itu mereka makan dalam diam.
Saat semuanya selesai sarapan Khumairah segera membersihkan meja makan dan dibantu oleh BI Mina.
"Nya,biar bibi yang kerjakan!" kata BI Mina.
"Tidak apa apa bi, kalau dikerjakan bersama cepat selesai!"
"Tapi itu bukan pekerjaan nyonya dirumah ini!"
"Lah, mairah kan memang bukan ummi yang nyonya dirumah ini!" kata Khumairah tersenyum kepada sang bibi.
"Sudah,,bibi kerjakan saja pekerjaan yang lain biar bagian dapur mairah yang bereskan,lagian mairah juga akan bosan dirumah ini bi kalau tidak ada kegiatan," kata mairah menjelaskan.
"Jadi, lebih baik kita kerjakan bersama ya bi." tawar Khumairah.
"Tapi Nya, nanti,,,,,,!"
"Mairah bi, tolong dibiasakan," kata Khumairah karena merasa tidak nyaman.
"Nanti biar mairah yang bicarakan sama ummi, kalau bibi merasa keberatan untuk berbagi tugas dengan ku!" lanjutnya.
"Baiklah, bibi ngikut saja." kata BI Mina kemudian.
Bersambung,,,,
πΏπΏπΏπΏπΏπΏ Ikuti cerita selanjutnya tentang bulan madu mereka yang uuuuh,,,,,
readers Jangan lupa tinggalkan jejak kalian untuk menambah semangat authorππ
__ADS_1