Khumairah "wanita pilihan"

Khumairah "wanita pilihan"
BAB 35


__ADS_3

Saat ini aku masih berada dirumah sakit pasca melahirkan dan setelah diperiksa bersama dedek bayi akhirnya aku sudah di perbolehkan untuk pulang hari ini.


Dalam perjalanan kami sepakat untuk singgah dirumah sakit tempat mas Azzam dirawat,dengan bantuan dari kenalan dokter yang akhirnya kami bisa masuk dengan membawa anak bayi.


Saat sudah berada didalam ruangan mas Azzam, tangisan pecah saat ummi menaruh anaknya diatas pangkuannya, akupun memeluknya sebagai bentuk kerinduanku padanya.


Dan setelah dirasa cukup kamipun meminta izin untuk kembali kerumah ummi Salma berhubung karena dedek masih belum bisa berlama-lama berada ditempat ini, meski tidak rela akhirnya mas Azzam mengizinkan.


Mendadak mas Azzam berubah menjadi bayi tua dalam keluarga kami,saat masih dirumah sakit dirinya sebentar-sebentar malakun panggilan yang kadang tidak dihiraukan saat sibuk mengurus anaknya.


"Sayang kok panggilan ku tidak kamu angkat tadi? aku kangen kalian!" katanya sambil merajuk dengan manja.


"Maaf mas, tadi itu sidedek lagi rewel!"


"besok insya Allah kita bisa ketemu, aku mau kontrol jadi bisa singgah untuk jenguk sekalian untuk menjemput! "


"Tapi besok itu masih lama yank!"


"Sabar ya mas."


Azzam hanya bisa membuang nafas karena tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu besok.


Tepat satu Minggu setelah melahirkan hari ini adalah hari aqiqah untuk jagoan kami, keadaan mas Azzam pun sudah lebih baik meski masih menggunakan shoulder support setidaknya bahunya sudah bisa digerakkan meski hanya perlahan.


Acara aqiqah Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan sudah diputuskan nama dari jagoan kami Muhammad Afif Al khusain, nama itu adalah nama pilihan dari mas Azzam sendiri.


πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


Butuh waktu selama tiga bulan bagi mas Azzam untuk bisa sembuh seperti sedia kala dan Alhamdulillah hari ini dia sudah mulai bisa kembali beraktivitas seperti sebelumnya, beruntung selama proses penyembuhan pekerjaan yang tidak bisa dikerjakannya bisa di hanle oleh Abi bersama sekretarisnya.


Kehadiran jagoan kami adalah anugerah bagi keluarga karena semenjak kehadirannya rumah tidak pernah lagi sepi,kami tidak memakai jasa baby sister karena ummi tidak percaya lagi kepada orang baru dan kata beliau dirinya masih kuat untuk membantu mengurus cucunya.


Bunda dan Kanaya pun kadang datang untuk membantu menjaga cucu dan keponakannya, sementara Abi semenjak mas Azzam sudah kembali bekerja dia memilih untuk mengurangi pekerjaannya dan memilih untuk meluangkan waktu di rumah untuk bersama cucunya.


Saat kami semua berada diruang tengah untuk bermain bersama Afif yang sudah mulai aktif tiba tiba BI Mina datang dan mengatakan,,


"Maaf Tuan, didepan ada polisi yang ingin bertemu!"


Abi Angga kemudian berdiri dan segera keluar untuk menemui mereka yang disusul oleh ummi.


"Bund, titip dedek ya!" ucapku kepada bunda yang kebetulan hari ini datang berkunjung.


kemudian aku melangkah menuju ruang tamu untuk bergabung.


"kami sudah menemukan saudari Siti dan telah melakukan pemeriksaan juga penyelidikan dengan bantuan psikiater,dari hasil pemeriksaan rupanya saudari Siti terobsesi pada saudara Azzam dan karena obsesi itulah yang membuat dirinya nekat melakukan apapun termasuk mencelakai saudari Khumairah, namun berbeda dengan kasus saudara Azzam yang rupanya dia bermaksud untuk menjeratnya namun gagal karena saudara Azzam pergi dari rumah.


Dari penjelasan polisi rupanya Siti pernah berniat untuk melarikan diri seminggu setelah melabrakku dirumah sakit,namun naas, rupanya dokter Fadil sudah lebih dulu melaporkan nya karena merasa curiga atas perkataan Siti waktu itu.


Dan akhirnya Siti telah ditetapkan sebagai tersangka atas kecelakaan yang dialami oleh mas Azzam dan sudah mendekam dalam penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

__ADS_1


Sore harinya saat mas Azzam pulang dari kantor, setelah membersihkan diri dia bermain dengan Afif namun tiba-tiba berkata,,,


"sayang,,!"


"iya?"


"ini sidedek kayaknya calon cowok dingin deh,pelit amat senyumnya!"


"ya wajar lah,persis,,,,!"


"persis?" tanya mas Azzam heran.


"kayak bapaknya!" jawabku enteng sambil merapikan pakaian.


"he he he,,,,apa iya mas seperti itu?" tanya mas Azzam sambil terkekeh.


Aku hanya mengedikkan bahu sebagai jawaban kemudian melangkah kekamar mandi untuk membersihkan diri sebelum waktu shalat Maghrib masuk.


***********


Malam hari setelah shalat isya aku sedang duduk didepan meja rias sambil menyisir rambut panjangku, dari balik kaca cermin kulihat mas Azzam berjalan masuk dan menutup pintu kemudian melangkah kearah ku.


Dia memelukku dari belakang kemudian menciumi leher bahkan sesekali mengendus dan menggigit dengan pelan dan jangan lupakan tangannya yang sudah nakal.


"ssst uh, mas geli!" kataku menahan ******* karena ulahnya.


"tapi kamu suka kan?" jawabnya dengan Suara parau.


"ada sama ummi sayang!" jawab mas Azzam dengan suara semakin parau.


Mas Azzam menarikku berdiri kemudian membalik badanku untuk berhadapan dengannya.


"ssst,mas ahh!" desahku saat tangannya semakin aktif menggerayangi tubuhku.


"apa sayang?" heemmm!"


"geli mas, dedek belum tidur nanti dia nangis saat mencari kita!"


"dedek anteng sama ummi!"


"mas kangen dan masih laper!" bisiknya yang membuatku merinding.


"tapi kan kita baru saja makan malam mas." kataku heran mendengar kata laper darinya.


"mas laper mau makan kamu!" ucapnya dengan tatapan mendamba.


"tapi tadi pagi kan sudah mas waktu habis sholat subuh!" kataku mengingatkan.


"iya tapi cuma sebentar, biasanya kalau kita main lama." rajuknya.

__ADS_1


Astaga,,suamiku ini semenjak jadi papa kok sukanya modusin aku sih, padahal aslinya dingin kalau lagi diluar.


"kan bisa sebentar mas kalau dedek sudah tidur!" tawarku.


"kelamaan sayang,ini papanya udah siap dari tadi." kata mas Azzam sambil meraih tanganku dan membawanya untuk menyentuh yang dimaksud papanya Afif dan tiba-tiba,,,,


Tok,,tokk!"


suara ketukan pintu seketika membuat mas Azzam membuang nafas dan mengacak rambutnya,duh kasian juga suamiku namun terlihat lucu.


Cup,,,,!


aku mengecup dengan singkat bibirnya dan berkata,,,


"tahan ya papa sampai dedeknya bobo, setelah itu kita main sampai puas!" bisikku sambil mengelus papanya Afif.


"ssst,jangan membuatku lebih tersiksa sayang!" kata mas Azzam menahan tanganku kemudian menarik tengkuk ku.


kami bertukar Saliva cukup lama hingga ketukan dan teriakan ummi dibalik pintu menghentikan kegiatan kami.


Tok,,tok!


"mairah,kamu lagi mandi atau apasih nak? ini sidedek kayaknya mau minum susu dari tadi semenjak ditinggal Azzam jadi rewel!" kata ummi dibalik pintu.


"apa aku bilang mas, tapi kamunya tidak sabaran." kataku berusaha menetralkan perasaan sambil menempelkan kening kami.


Setelah menetralkan perasaan yang sempat terbawa suasana aku melangkah kearah pintu untuk membukanya, sementara mas Azzam menuju kamar mandi mungkin untuk mendinginkan tubuhnya yang sudah sangat terbakar ga**** tadi.


"maaf ummi tadi mairah ganti baju dulu!" kataku sambil meraih dedek Afif dari beliau.


"Tidak apa nak,ummi sebenarnya mau dedek maunya tidur sama kami!" kata ummi mengerti keadaan anak dan menantunya saat melihat Azzam keluar dari kamar mandi dengan tampilan yang sudah bisa ditebaknya.


"ya sudah ummi mau kembali kekamar untuk istirahat,cepat tidurkan afif!" kata ummi Salma kemudian tersenyum jahil kepada sang anak seolah mengejeknya.


Khumairah Kemudian melangkah masuk kamar setelah kepergian sang mertua dan dilihatnya sang suami sudah duduk diatas ranjang sambil bersandar dengan muka masamnya.


khumairah lalu membaringkan sang anak lalu menyusuinya dan semu itu tak luput dari pengawasan Azzam yang membuatnya menarik nafas kemudian menghembuskannya dengan kasar.


Bagaimana tidak? jatah yang seharusnya bisa dinikmatinya tadi malah harus dinikmati oleh sang anak.


Sementara sang anak bukannya tidur setelah disusui malah asyik bermain dan berceloteh sendiri membuat sang papa semakin frustasi dibuat.


"aduuuuh nak, kamu kok tega banget sih sama papa!" keluh sambil mencium gemas sang anak yang malah membuatnya tertawa karena merasa di ajak bermain oleh papanya.


Khumairah yang mengerti maksud dari sang suami hanya tersenyum namun juga merasa kasihan.


πŸ‘‰ Bersambung πŸ’ž


Terimakasih kasih untuk para readers yang sudah memberi dukungan untuk karyaku iniπŸ™

__ADS_1


❀️❀️❀️untuk kalian semua,,,,,,,


__ADS_2