
Jam menunjukkan pukul 12:30 Khumairah segera melaksanakan shalat dhuhur didalam ruangan Azzam yang sudah tersedia sebagai tempat istirahatnya.
Usai shalat, tiba-tiba Khumairah merasa sangat ingin makan jambu putih namun karna melihat Azzam yang sedang sibuk dia memilih keluar untuk mencari Dinda.
"Mas, mairah izin keluar cari Dinda ya!" Kata Khumairah kepada Azzam yang masih sibuk dengan tumpukan dokumen didepannya.
"ok!" kata Azzam yang masih fokus pada pekerjaannya.
Setelah mendapat izin dari sang suami khumairah segera keluar untuk mencari Dinda, tujuan khumairah adalah kantin dirinya tau betul dijam segini dimana tempat favorit mantan teman seperjuangannya itu.
Saat sampai dikantin Khumairah sangat senang karena apa yang dipikirkannya memang benar, Dinda sedang dikantin menikmati jam istirahat dengan makan siang.
"Assalamualaikum!" kata khumairah menyapa sang teman yang belum menyadari keberadaannya.
Ayu yang mendengar suara seseorang yang dikenalnya mengucapkan salam mendongak untuk memastikan.
"Khumairah,,,!"
"Kamu disini?" tanya Dinda tanpa menjawab salam yang diucapkan khumairah Kemudian berdiri dan memeluknya.
"ya Allah Din, ada yang ucap salam itu dijawab dong!" kata Khumairah sembari membalas pelukannya
"he he,,,,!"
"maaf, terlalu senang makanya lupa!"
Khumairah hanya menggelengkan kepalanya untuk menanggapi perkataan Dinda.
"oh ya mai,ini kamu tiba-tiba ada dikantor untuk apa?'
"jangan bilang mau kembali kerja?" canda Dinda.
"maunya sih gitu din biar ada kegiatan,tapi mas azzam dan ummi pasti tidak kasih izin,"
"apalagi sekarang situasi untukku kerja lebih tidak memungkinkan." kata Khumairah.
"memang kamu kenapa?" tanya Dinda.
"kamu tidak lagi sakit kan?"
"mai, kamu tidak lagi nyembunyiin sesuatu kepada kami semua kan?"
"hei Dinda sayang!"
"satu-satu dong pertanyaannya, kebiasaan deh!"
"aku baik Dinda, sangat baik malah!" kata khumairah.
Setelah melewati drama kehawatiran Dinda, keduanya kemudian duduk bersama dan bercerita tentang keseharian masing-masing hingga akhirnya Dinda tau bahwa saat ini khumairah sedang hamil muda.
"waaaahh selamat ya beb, akhirnya kamu akan segera menjadi mama mudah!"
"semoga kamu dan calon dedek didalam sana sehat sampai lahiran!"
__ADS_1
keduanya bercerita Hingga waktu istirahat selesai, Dinda kemudian pamit untuk segera melanjutkan pekerjaannya.
karena merasa bosan ditinggal sendiri oleh Dinda, khumairah segera kembali keruangan suaminya, saat sampai dalam ruangan bertepatan dengan Azzam yang baru keluar dari dalam ruangan pribadinya, rupanya Azzam baru saja selesai shalat dhuhur setelah pekerjaannya selesai.
"mas, sudah shalatnya?" tanya khumairah.
"Alhamdulillah, sudah sayang!" jawab Azzam.
"gimana,sudah ketemu sama dindanya?"
"sudah mas!"
"kalau begitu kita makan siang diluar saja ya?"
"loh, emang kerjaannya sudah selesai?"
"Alhamdulillah sudah, dan kebetulan hari ini mas juga tidak ada pertemuan jadi sudah bisa pulang!" kata Azzam menjelaskan.
"hmmm, kalau begitu sekalian cari jambu putih ya mas!" kata khumairah penuh harap.
"hmm, rupanya anak papa lagi pengen makan jambu ya?" kata Azzam sambil mengelus perut Khumairah.
šššššššš¤¤
Entah sebuah keberuntungan atau sebaliknya, tadinya Azzam berpikir jambu yang dimaksud oleh Khumairah namun nyatanya prediksinya melenceng dan disinilah dirinya sekarang berada.
"yank,jambunya kita beli saja ya?" bujuk Azzam.
khumairah juga sebenarnya merasa kasihan pada suaminya namun apa daya dirinya sungguh menginginkan makan buah jambu yang dipetik langsung oleh sang suami.
Melihat kelakuan sang istri Azzam menjadi gemes sendiri, sungguh Azzam tidak marah Hanya saja keahliannya dalam memanjat pohon sungguh berbeda dengan keahliannya memanjat sang istri diatas ran****.
"maaf sayang, bukannya mas tidak mau hanya saja mas tidak bisa manjat!" kata Azzam menjelaskan.
"tapi mairah tidak minta mas manjat, mairah cuma mau makan jambu yang diambil oleh mas sendiri!"
"tidak mesti yang mas manjat!" kata Khumairah penuh harap.
Azzam terdiam sambil mencerna perkataan sang istri,hingga akhirnya dia paham maksud dari perkataan Khumairah.
Azzam tersenyum lalu berbalik kearah sang istri dan berkata,,,
"tidak mesti harus manjat kan?" tanya Azzam untuk memastikan apa kemauan sang istri.
khumairah mengangguk untuk menjawab pertanyaan Azzam, setelah mendapat Jawaban Azzam kemudian keluar dari dalam mobil menuju pagar rumah pemilik pohon jambu yang kebetulan pemiliknya sedang duduk di teras rumahnya.
"Assalamualaikum, permisi pak!" kata Azzam ramah.
"Wa Alaikummussalam!" jawab pemilik rumah kemudian melangkah untuk membuka pintu pagar.saat pintu pagar Sudah terbuka Azzam kemudian dipersilahkan untuk masuk.
"Begini pak, maaf sebelumnya karena sudah mengganggu waktu istirahatnya!"
"saya lihat pohon jambunya sedang berbuah dan kebetulan istri saya sedang hamil muda dan sangat ingin makan jambu putih, tolong kalau bapak tidak keberatan saya mau beli beberapa biji untuk istriku."
__ADS_1
"oh, istrinya lagi ngidam namanya itu pak!" kata pemilik pohon mangga itu.
"ya sudah,jangan ditunda-tunda apalagi sampai tidak jadi ambilkan berapapun yang dia mau dan tidak usah dibeli!"
mendengar perkataan sang pemilik pohon jambu, Azzam merasa senang, "Alhamdulillah pak terimakasih "
"tapi pak, berhubung saya tidak bisa manjat apakah ada cara untuk bisa mengambilnya?" tanya Azzam begitu jujur.
"disamping ada tangga bisa kamu gunakan untuk memetiknya."
mendengar perkataan sang pemilik Azzam merasa lega, dirinya segera menuju kesamping untuk mengambil tangga yang dimaksudnya, kemudian Azzam mengambil beberapa biji atas izin dari sang pemilik.
setelah mendapatkan apa yang diinginkan, Azzam kemudian menemui sang pemilik dan berkata,,,
"terimakasih banyak pak!" kata Azzam sambil menyalami dan tak lupa menyelipkan beberapa uang sebagai ucapan terimakasih.
"apa ini pak,itu buah saya tidak jual tapi saya kasih kepada istrimu yang sedang ngidam!" kata sang pemilik saat menyadari pemberian Azzam.
"tidak pak itu bukan bayaran untuk jambu yang telah bapak kasih tapi sebagai bentuk terimakasih ku, tolong diterima ya pak!" kata Azzam menjelaskan dan akhirnya sang pemilik mau menerimanya.
setelah berpamitan Azzam kemudian kembali untuk menemui khumairah dan memberikan buah jambu yang sudah didapatkannya dengan hasil kerjanya sendiri, menurutnya ada kepuasan tersendiri saat bisa memenuhi salah satu kemauan sang istri.
"Alhamdulillah, terimakasih mas!" kata khumairah dengan mata berkaca-kaca, dirinya begitu senang apalagi saat melihat buah yang sudah dipegangnya.
Khumairah memeluk satu biji buah jambu itu dengan begitu bahagia, Azzam ikut senang melihat itu, setelah itu keduanya kemudian menuju sebuah cafe untuk istirahat dan juga makan untuk Azzam.
sementara Khumairah hanya duduk anteng sambil menikmati buah jambu putih dengan semangat, Azzam yang menyaksikan itu hanya bisa menelan air liurnya karena merasa tidak tahan dengan rasa kecut yang ada pada buah yang dimakan oleh sang istri.
"yank, pelan-pelan saja makannya!" kata Azzam yang malah membuat Khumairah kembali jadi
salah paham.
"iya,ini juga udah pelan kok!"
"kalau mas merasa keberatan maaf, setelah ini mairah tidak akan meminta sesuatu lagi yang akan merepotkanmu!" kata khumairah dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Azzam yang melihat hanya bisa membuang nafas dengan perlahan dan berkata,,
"sayang salah paham, maksud aku bukan karena merasa direpotkan atau apa,"
"itu kan rasanya pasti beda dengan buah yang lainnya,mas cuma tidak mau kamu dan dedek didalam sana jadi tidak enak karena efek dari buah yang kecut ini!" kata Azzam kembali memberi penjelasan, sebisa mungkin dirinya berusaha membuat sang istri selalu merasa nyaman dengan apa yang dikatakannya.
khumairah akhirnya mengerti namun ada satu buah yang begitu istimewa untuknya!!!!!
Bersambung š
mohon maaf untuk keterlambatan UPnya berhubung ada sedikit kesibukan š
terus berikan dukungan kalian untuk menambah semangat author, berikan like dan vote semampunya š¤
maaf untuk setiap typo yang ada
šššš
__ADS_1