Khumairah "wanita pilihan"

Khumairah "wanita pilihan"
BABA 39


__ADS_3

BAB 39


​Sembilan bulan kini usia kandungan khumairah membuat Azzam menjadi suami yang siaga, mengingat kelahiran anak pertamanya Azzam tidak ingin kejadian itu terulang lagi,dimana dirinya tidak bisa menemani sang istri melahirkan anak pertamanya meski saat itu bukanlah kemauan dirinya berada di situasi yang tidak memungkinkan itu.


Sementara ditempat lain,,,,!


seorang gadis berjalan menuju meja makan untuk sarapan bersama kedua orang tuanya yang tak lain adalah Kanaya,kini penampilannya sudah berubah 180% mengikuti makanya Khumairah.


Bunda Airin yang melihat penampilan sang anak tersenyum dengan tulus dan berkata,,


"Masya Allah nak, kamu Sangat cantik!"


Mendengar perkataan sang Bunda Kanaya pura-pura cemberut kemudian berkata,,,


"Memang selama ini Naya tidak cantik ya bunda?"


"Tidak nak kamu cantik,tapi hari ini terlihat lebih cantik lagi dengan penampilan yang seperti itu!"


"Betulkan yah?" Kata bunda Airin meminta pendapat sang suami.


"Iya,apa yang dikatakan bundamu benar adanya, kamu sangat cantik dengan penampilan yang seperti itu!" Kata ayah Surya membenarkan perkataan sang istri.


"Terimakasih ayah, bunda berkat kalian Naya bisa berubah, Naya juga bisa seperti ini berkat kak mairah!"


"Naya menyesal, seharusnya sudah sejak dulu aku menjadikannya sebagai panutan." Kata Kanaya dengan tulus.


Mereka lalu menikmati sarapan dalam diam!


"Bund, hari ini jadikan berkunjung kerumah kakak?" Tanya Kanaya saat selesai sarapan.


"Insya Allah jadi nak, sepertinya kita harus sering-sering datang berkunjung untuk melihat keadaannya!" Kata bunda Airin merasa hawatir.


Bukan tanpa alasan kehawatiran yang dirasakannya, mengingat kandungan sang anak yang berbeda dengan kehamilan pertamanya membuat bunda Airin merasa hawatir akan keadaan Khumairah yang waktu persalinannya kini tinggal menunggu hari.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Beberapa hari kemudian saat malam hari tiba-tiba khumairah merasakan kram bercampur sakit pada perutnya yang terasa tembus ke punggung, mengingat usia kandungannya khumairah menyadari apa yang dirasakannya adalah sebuah kontraksi.


Untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakannya, Khumairah berjalan mondar mandir dengan langkah pelan sambil mengusap perutnya.


Kali ini khumairah merasa kontraksinya semakin lama,dia menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dengan perlahan kemudian berjalan menuju lemari untuk mengeluarkan keperluan yang sudah disiapkan dan memasukkannya kedalam tas.


Sesekali khumairah melihat kepada sang suami yang terlihat tidur dengan pulasnya karena semalam lembur menyelesaikan pekerjaannya hingga dirinya tidak tega untuk membangunkannya.


Khumairah meringis menahan sakit saat kontraksi lagi dan berusaha menahannya sambil berjalan mondar mandir, namun gerakan dan langkahnya berhasil mengusik tidur nyenyak Azzam sehingga memaksa matanya untuk terbuka dan meraba ranjang bagian sampingnya.


Azzam kaget saat tidak menemukan sang istri disampingnya, perlahan dia menoleh saat mendengar suara rintihan Khumairah yang sedang berjalan mondar mandir dengan keringat diwajahnya yang sudah terlihat pucat.


Azzam Kemudian bangun dan menghampiri sang istri dengan muka bantalnya dan bertanya,,,


"Sayang,,,kamu kenapa?


Khumairah berbalik dan berkata,,,

__ADS_1


"Maaf mas, aku sudah mengganggu tidurmu!"


Khumairah berusaha tersenyum untuk menutupi rasa sakit supaya sang suami tidak panik karena hawatir.


"Kenapa mondar mandir,apa perutnya sakit?" Tanya Azzam saat Khumairah sudah duduk di atas ranjang.


Karena merasa sudah tidak bisa lagi menahan sakit lebih lama akhirnya Khumairah mengangguk saat mendengar perkataan Azzam dan berkata,,,


"Sepertinya aku sudah mau melahirkan mas!"


Mendengar perkataan sang istri tiba-tiba Azzam menjadi panik,dia berdiri namun tidak tau harus berbuat apa.


"Mas jangan panik, tenangkan diri dulu baru kita kerumah sakit,ok!"


Khumairah lalu membimbing Azzam untuk duduk kemudian meraih gelas dan mengisi dengan air yang ada dalam teko diatas meja, setelah itu memberikannya kepada Azzam.


Setelah merasa cukup tenang Azzam kemudian berkemas dengan asal-asalan karena merasa panik kembali saat mendengar Khumairah meringis menahan sakit.


Tanpa banyak tanya Azzam kemudian mengirim pesan kepada sang anak untuk memberi tahukan keadaan sang mama yang mungkin sudah terlelap mengingat jam sudah menunjukkan pukul 1:25.


"Aawwww du,,duh,,,!" Pekik khumairah tiba-tiba membuat Azzam tersentak kaget.


"Sayang,kita berangkat sekarang ya!" Kata Azzam kemudian segera menggendong Khumairah kemudian melangkah keluar kamar dan berjalan menuruni tangga dengan hati-hati.


"BI,,, bi Mina ,,,!" Teriak Azzam yang tidak peduli suaranya akan menggangu penghuni lain dirumah itu, dia sungguh sangat hawatir akan kondisi sang istri.


BI Mina yang kebetulan terbangun karena baru saja dari kamar mandi segera keluar karena mendengar teriakan tuan mudanya.


"Astaghfirullah den, itu non mairah kenapa?" Tanya bi Mina saat melihat kondisi nyonya mudanya itu.


Tanpa mendengar perintah dua kali BI Mina segera berlari menuju kamar mang Asep untuk membangunkannya.tak lama setelah itu bi Mina kembali dan langsung menuju pintu untuk membukanya disusul oleh mang asep yang terlihat baru saja selesai mencuci muka.


Melihat kedatangan keduanya Azzam segera berjalan keluar sambil menggendong Khumairah, mang Asep dengan sigap mengeluarkan mobil untuk segera mengantar sang majikan kerumah sakit.


"BI tolong do'anya semoga khumairah melahirkan dengan selamat bersama anak kami!"


"Pasti den, insya Allah bibi akan selalu mendoakan nyonya!"


"Tidak usah membangun kan ummi BI, aku sudah memberi tahu Afif biar ummi taunya besok pagi saja!' kata Azzam karena tidak mau mengganggu istirahat kedua orang tuanya yang tentu saja atas permintaan Khumairah.


Mobil kemudian melaju setelah Azzam dan Khumairah sudah berada didalamnya, beruntung jalanan cukup sepi hingga membuat perjalanan mereka lancar sampai tujuan karena tidak adanya macet.


"Mas sakit,!" Lirih Khumairah menahan sakit.


"Sabar sayang,ini sebentar lagi kita Sampai.'


Tak lama kemudian mobil mereka sudah masuk parkiran rumah sakit, setelah mobil berhenti Azzam kemudian keluar dan mengangkat sang istri ala bridal style dengan langkah cepat sambil berteriak memanggil perawat untuk membantu.


Dengan sigap para perawat datang sambil mendorong brangkar yang akan ditempati Khumairah menuju ruang persalinan.


Sesampainya didalam ruang persalinan Khumairah kemudian dipindahkan ke brankar lain yang akan digunakan untuk bersalin nanti.


Tak lama setelah itu dokter yang akan menangani Khumairah melahirkan pun datang dan segera melakukan pemeriksaan.

__ADS_1


"Nyonya masih ada dua pembukaan lagi untuk melahirkan normal,apa nyonya masih sanggup?"


"Insya Allah,ssaya masih sanggup dok!"


"Sayang, kamu yakin masih sanggup?" Tanya Azzam hawatir.


Khumairah mengangguk sambil menahan sakit dan berkata,,,


"Mas tolong mengertilah,aku ingin melahirkan normal dan bersabarlah sebentar lagi anak kita akan segera lahir!"


"Do'akan semuanya dilancarkan." Kata Khumairah seraya menggenggam tangan Azzam dengan kuat saat kontraksi kembali dirasakannya.


Azzam meringis ngilu saat merasakan remasan kuat dari tangan sang istri,tangan satunya terulur untuk mengusap butiran keringat didahinya karena rasa sakit yang dirasakannya.


Meski tidak tega melihat sang istri akhirnya Azzam setuju dengan derain air mata yang membuat dokter dan perawat yang ada dalam ruangan itu ikut merasa terharu karena melihat sepasang suami istri yang memiliki ikatan cinta sejati yang saling mendukung.


"Ssst awwww mas, sepertinya aku merasa ada sesuatu yang g ingin keluar dibawah sana!' kata Khumairah sambil memegang lebih keras tangan Azzam.


"Kita periksa dulu nyonya!" Kata kata dokter.


"Ok, pembukaannya sudah lengkap dan bisa segera dimulai persalinannya!"


"Ayo nyonya tarik nafas kemudian dorong bayinya sesuai arahan dari sang bayi yang akan mencari jalan keluarnya sendiri."


Khumairah mengangguk kemudian melakukan arahan sang dokter,rasa sakit yang dirasakannya seperti sudah diujung dan dengan teriakan nafas Khumairah berusaha untuk terus mengejan.


"Uugghhh,,,!"


"Uuuggh fuffff!"


"Ayo sedikit lagi nyonya!" Kata dokter mengarahkan.


Azzam merasakan perih ditangan yang digenggam semakin erat oleh Khumairah namun itu bukan masalah untuknya dibandingkan rasa sakit yang dirasakan oleh istrinya.


Khumairah merasa tidak sanggup lagi, dirinya merasa seluruh tenaganya sudah habis hingga membuat dirinya merasakan kantuk yang luar biasa.


Azzam yang melihat kesadaran sang istri nyaris hilang tanpa sungkan mencium dan ******* bibirnya untuk membuatnya tetap tersadar.


"Sayang berjuang lah demi kita, jangan pernah berpikir untuk menyerah!" Azzam berbisik kemudian kembali mencium sang istri.


Khumairah tersenyum kemudian mengangguk, dia harus berjuang lebih keras lagi untuk bisa memperlihatkan dunia kepada sang buah hati.


Saat merasakan kembali sesuatu yang sepertinya mendorong dari dalam karena ingin segera keluar dibawah sana, Khumairah kembali menarik nafas Kemudian mengejan.


"Uugghhh,,,,,huufffffhhh!"


"Uggghhhh,,,,,,!"


Dengan sisa tenaga yang dimilikinya Khumairah mengejan dengan kuat kemudian,,,,,


"Oek,,,,,ooeeeekkk!"


"Alhamdulillah,,,,,!"

__ADS_1


πŸ‘‰ Bersambung πŸ’ž


❀️❀️❀️ Untuk para readers yang sudah mampir memberi like dan komentarnya πŸ’•


__ADS_2