Khumairah "wanita pilihan"

Khumairah "wanita pilihan"
BAB 44


__ADS_3

Hari ini hari Minggu,hari libur yang dimanfaatkan oleh Aziz untuk mencari tau tentang Kanaya melalui sahabatnya yaitu azzam.


Aziz datang berkunjung dengan alasan baru pulang dari jalan pagi dan tiba-tiba ingat sama Adibah, makanya dia datang pagi ini dan tak lupa membawa buah tangan berupa coklat dan cemilan kesukaannya.


Disinilah Aziz dan azzam sekarang berada,duduk di teras rumah sambil mengawasi Adibah yang sedang asyik bermain dengan mas Afif,meski ada sang kakak khumairah tidak akan tenang jika Adibah tidak dalam pengawasan orang yang lebih dewasa dari kakaknya.


"Kamu kok tidak pernah cerita kalau punya ipar yang Masya Allah?" Kata Aziz memulai pembicaraan soal Kanaya.


"Hmm, gimana mau cerita kita ketemu juga baru sekarang kan?" Jawab Azzam.


"Ya iya sih,tapi kan bisa berkabar lewat ponsel zam!"keluh Aziz.


"Bisa saja,tapi jujur selama ini kami memang belum pernah membicarakan soal jodoh untuk Kanaya,kami pikir meskipun salah satu dari kami ada yang bertanya kemungkinan jawaban Kanaya masih belum mau karena mau fokus pada pendidikan dulu!" Kata azzam menjelaskan.


"Oh,gitu ya!"


"Tapi kamu setuju kan kalau aku sama dia?" Tanya Aziz penuh harap.


"Kalau aku sih setuju-setuju aja,selagi niatmu sungguh-sungguh. Kanaya itu gadis yang baik dan menurut aku dia juga pantas mendapatkan calon yang baik seperti kamu!" Kata Azzam dengan sungguh-sungguh.


"Alhamdulillah." Lirih Aziz penuh harap.


"Kalau kamu memang sungguh-sungguh lebih baik segera sampaikan niat baikmu itu sambil melakukan pendekatan!"


"Tapi diakan belum selesai wisudanya,apa dia mau menerima ku?" Tanya Aziz merasa ragu.


"Ya dicoba saja dulu,kalau kamu tunda-tunda nanti keburu diambil orang lain,to seandainya kalian berjodoh kamu bisa mendukungnya!" Kata azzam menasehati.


""""""""""""""🥀🥀🥀🥀🥀🥀""""""”""""""""


Malam hari usai shalat isyanazzam dan khumairah sedang menghabiskan waktu berdua didalam kamar, sementara Adiba sedang ada dikamar sang kakak.


"Sayang,mas mau bicara sesuatu sama kamu!" Kata azzam yang sedang tiduran diatas pangkuan Khumairah.


"Soal apa mas?" Tanya khumairah sambil membelai kepalanya.


"Soal Aziz!"


"Memangnya ada apa dengannya,apa ada masalah?" Tanya Khumairah.


"Tidak sayang,bukan masalah yang besar,cuma soal perasaan saja!"


khumairah hanya menyimak apa yang azzam sampaikan, Kemudian azzam bertanya,,,


"Menurut kamu, Aziz itu orangnya bagaimana?"


"Terlepas dari kalian bersahabat,aku melihat dia orangnya baik dan menilai dari kedekatan kalian aku yakin itu karena menurutku tidak mungkin suamiku ini akan berteman dengan orang yang salah!" Kata khumairah sambil mencubit pipinya azzam.

__ADS_1


"Adduuuh, kok dicubit sih yang?"


"Dicium kek supaya lebih romantis!" Kata Azzam sambil menaik turunkan alisnya.


"Apaan sih mas, kelakuan sama umur itu harus disesuaikan!" Kata khumairah sambil memanyunkan bibirnya hingga membuat azzam tergelak.


"Sayang,,itu bibir tolong dikondisikan napa, jangan mancing-mancing deh mas lagi mau bicara serius ini!" Kata azzam sambil membuang nafas.


"Ihhh siapa sih mancing-mancing?"


"Ya sudah cepat bicara ata,,,,,,,,!"


Perkataan Khumairah menggantung saat azzam menarik tengkuknya kemudian mencium b***rnya.


Setelah tautan b***r keduanya terlepas Azzam lalu menyeka sudut b***r khumairah dengan ibu jarinya untuk membersihkan Saliva yang berceceran disana, setelah itu baru memulai ceritanya.


"Begini sayang, sebenarnya Aziz itu suka sama Kanaya dan dia berniat untuk secepatnya menyampaikan ini kepada ayah dan bunda!"


"Menurutmu bagaimana?"


"Hmm, kalau saya sih terserah dari Kanaya sendiri!"


"Tapi setidaknya kita bisa bantu Aziz untuk mendekatkan mereka, bagaiamana?"


"Kan lebih bagus kalau keduanya saling mengenal dulu!"


"Ya sudah aku mau liat Adiba dulu anteng tidak dikamar kakak!" Kata khumairah sambil berusaha mengangkat kepala Azzam dari pangkuannya.


Khumairah berhasil mengangkat kepalanya sang suami namun apa yang terjadi setelah itu tidak sesuai dengan yang diharapkannya, Azzam bukannya membiarkannya keluar untuk melihat sang anak Khumairah justru dimonopolinya sendiri didalam kamar.


Khumairah pasrah dibawah kendali sang suami, karena menurutnya menolak pun akan percuma ditambah dirinya juga menginginkan hal itul.


Setelah melakukan kegiatan yang merupakan ibadah bagi keduanya khumairah kini terlelap setelah membersihkan diri, Azzam tersenyum melihat sang istri yang sudah membuatnya merasa candu akan setiap apa yang dimilikinya.


Azzam kemudian mencium kening Khumairah lama setelah itu dirinya melangkah keluar kamar dan menuju kamar Afif untuk mengambil alih tugas yang akan dilakukan istrinya tadi.


Saat pintu kamar dibuka oleh Azzam, dia tersenyum melihat dua buah hatinya yang telah lahir dari perempuan istimewa yang telah dipilihnya.


Sungguh pemandangan yang sangat luar biasa dimana saat sang kakak begitu perhatian dan sayang terhadap adiknya,Afif begitu baik mengurus Adiba yang sudah tertidur pulas diatas ranjang king size miliknya.


Azzam kemudian meninggalkan kamar itu kemudian berbalik dan melangkah untuk kembali ke kamarnya sendiri,saat sudah berada didalam kamar Azzam kemudian naik keranjang dan ikut berbaring bersama sang istri yang sudah sangat lelap dalam tidurnya.


Esok pagi seperti sebelumnya,saat usai melakukan shalat subuh berjamaah khumairah segera kedapurbmembantu BI Mina untuk menyiapkan menu sarapan pagi.


Setelah berhasil menyelesaikan duet maut bersama BI Mina, Khumairah kini mulai menghidangkan semuanya diatas meja kemudian segera berlalu memanggil orang-orang terkasihnya utuk sarapan bersama sebelum memulai aktifitas masing-masing.


Saat khumairah memasuki kamar sang anak, rupanya Afif baru saja selesai bersiap untuk kesekolahnya sementara sang princess masih saja tertidur dengan lelap diatas ranjang sang kakak.

__ADS_1


"Loh, itu adek kenapa tidak dibangunkan kakak?" Tanya khumairah kepada Afif.


"Afif tidak tega mah, itu adek tidurnya nyenyak banget!" Kata Afif sambil memakai topi sekolahnya.


"Ya sudah,kakak cepatlah keluar untuk sarapan nanti mamah yang bangunin adek!"


Afif hanya mengangguk mendengar perkataan sang mamah kemudian segera keluar menuju meja makan untuk sarapan.


Setelah melihat kepergian sang anak khumairah kemudian beralih kepada Adiba,meski Adiba belum mulai sekolah namun khumairah selalu mengajarkan kepadanya untuk tidak terbiasa tidur dipagi hari, tujuannya supaya anaknya itu terbiasa bangun pagi saat sudah sekolah nanti.


"Dek,sayang,bangun nak!"


"Itu kakak Afif udah pergi sekolah tu,masa adek belum bangun!"


Perlahan mata bulat itu terbuka dengan sayunya, setelah merasa cukup untuk memperbaiki perasaan setelah bangun tidur Adiba kemudian bangun dan berkata,,,


"Diba mau mandi mah!" Sambil merentangkan tangannya untuk digendong.


Namun belum sempat tubuhnya diraih oleh sang mamah, Azzam sudah melangkah masuk sambil berkata,,,


"Dek, masa iya kamu minta gendong sama mamah sih?"


"Kasian Mamahnya dong, nanti kalau mamah kecapean terus sakit gimana?"


Mendengar perkataan sang papah Adiba lalu melihat kearah Khumairah kemudian menggeleng, segera dipeluknya dengan mata berkaca-kaca lalu berkata,,,


"Diba tidak mau kalau mamah sakit!"


Azzam tersenyum kemudian mengelus pucuk kepala sang anak kemudian segera meraih tubuhnya dan berkata,,


"Sekarang biar papah aja yang gendong,tapi nanti kalau papah tidak ada adek tidak boleh minta gendong sama mamah,ok?"


Adiba terkekeh saat Azzam mengecup seluruh wajahnya dengan sayang lalu berkata,,,


"Kenapa harus didendong papah Diba kan sudah besar nanti papah tapek loh!"


"Hmmm, karena papah kuat dan punya otot besar jadi bisa angkat prince!" Jawab Azzam Kemudian kembali mencium seluruh wajah anaknya.


Pemandangan itu sungguh membuat khumairah merasa sangat bahagia dan bersyukur atas semuanya, menurutnya Allah sudah begitu sayang padanya dengan menghadirkan orang-orang yang begitu berharga untuknya.


khumairah kemudian melangkah keluar kamar dan diikuti oleh Azzam dan Adiba yang berada dalam gendongannya.


👉 Bersambung 💞


Mohon maaf untuk setiap typo readers 🙏


Berikan like dan gift seikhlasnya untuk menambah semangat author 😘

__ADS_1


__ADS_2