Khumairah "wanita pilihan"

Khumairah "wanita pilihan"
BAB 42


__ADS_3

Ke esokan harinya, seperti apa yang telah dibicarakan semalam soal insiden Kanya. Pagi hari sebelum Azzam kekantor dirinya berangkat kekantor polisi terlebih dahulu untuk mengurus surat tilang Kanaya.


Saat Azzam sampai kekantor polisi dirinya dikejutkan oleh keberadaan sahabat nya semasa kuliah sebelum dirinya berangkat ke Kairo.


"Aziz,,!"


"Azzam,,!


"Assalamualaikum bro," ucap Azzam sambil bersalaman ala sahabat semasa kuliah dulu.


"Wa Alaikummussalam bro,"


"Sedang apa disini?" Tanya Aziz merasa heran akan keberadaan sang sahabat dikantor polisi tempatnya bekerja.


"Oh ini, aku ada perlu sedikit soal adekku!" Jawab Azzam.


"Adek?" Tanya Aziz kembali merasa heran soal adik yang dimaksud Azzam, soalnya yang dia tau Azzam itu anak tunggal dari ummi salma dan Abi Angga.


"Oh maaf, maksud saya adik ipar!" Kata Azzam menjelaskan.


"Oh!" Jawab Aziz, dirinya memang sudah tau soal pernikahan sang sahabat karena diberi tahu oleh orang tuanya, sebenarnya saat itu Aziz sedang ada pelatihan hingga tidak bisa menghadiri acara pernikahan Azzam dulu dan hanya bisa diwakilkan oleh kedua orang tuanya.


"Kalau boleh tau,nama iparmu siapa dan dalam kasus apa?"


"Namanya kanaya, sebenarnya bukan kasus besar sih cuman kemaren dia habis dapat razia dan kena tilang karena lupa membawa surat-surat saat berkendara!" Kata Azzam menjelaskan.


Sesaat Aziz berpikir dan setelah itu matanya melotot kemudian tersenyum hingga membuat Azzam merasa heran akan tingkah sang sahabat.


"Kok reaksinya gitu ziz?" Tanya Azzam


"Oh tidak apa-apa, soal adikmu aku bisa bantu!"


"Kebetulan kemarin aku yang memberinya surat tilang, ya kalau aku tau dia adik iparmu tidak mungkin juga aku memberinya surat tilang!" Canda Aziz yang membuat Azzam menangkap suatu maksud dari perkataannya.


"Hmmm, seperti nya ini ada udang dibalik batu ini?" Kata Azzam kemudian.


Mendengar perkataan sang sahabat Aziz tersenyum kemudian berkata,,,


"Udah, bicaranya kita lanjutkan nanti saja lebih baik selesaikan dulu masalah iparmu itu!"


Aziz kemudian melangkah menuju mejanya diikuti oleh Azzam!


Setelah menyelesaikan semuanya Azzam kemudian segera kembali kerumah bersama Aziz dengan alasan ikut mengantarkan mobil Kanaya.


Sementara Azzam yang tadinya berencana akan kekantor setelah menyelesaikan semuanya merubah rencana setelah sebelumnya menghubungi sekertarisnya.


""""""""""""πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž"""""""""""""


Fov Muhammad Aziz,,,,


Saat dalam perjalanan menuju rumah sahabat ku Azzam,aku tersenyum mengingat pembicaraan ku bersamanya saat masih dikantor.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" Tanya Azzam saat melihatku tersenyum sendiri setelah tau bahwa cewek yang kemarin aku tilang adalah adik iparnya.


"Hmm,gak apa-apa bro!" Jawabku masih tersenyum.


"Memperhatikan sejak tadi sepertinya kamu sedang bahagia apalagi semenjak kamu tau kalau kanayy adalah adik iparku!"


"Ah kamu bisa aja,masih saja suka sok tau soal pikiran orang!" Jawabku mencoba menghindar dari kecurigaannya.


"Jangan bohong apalagi berusaha menghindar dariku,kamu lupa kita sudah bersahabat lama aku tau semua tentang mu!"


"Juju sama aku, kamu suka sama adik iparku kan?"


Aku hanya tersenyum menanggapi perkataan Azzam, dirinya memang benar,aku paling tidak bisa menyembunyikan apapun darinya termasuk saol perasaan.


"Tapi kalau misalnya tebakan ku kali ini salah ya tidak apa-apa juga sih,lagian aku dan kakaknya sudah ada rencana untuk mendekatkannya dengan sekertaris ku dikantor!" Kata Azzam sengaja yang kutau sengaja menjahiliku namun tetap saja aku bisa terpancing olehnya.


"Sialan lho,kamu tega membuatku kalah sebelum berjuang?" Kataku yang akhirnya mengalah.


"Kamu pasti tau lah zam,ini pertama kalinya aku mengagumi seseorang,masa kamu tega memberikannya pada orang lain?" Tanyaku dengan mimit muka yang kubuat seimut mungkin.


Dan kulihat Azzam tersenyum saat melihat dan mendengar perkataan ku.


Meski tidak melakukan itu aku sudah yakin,dia tidak mungkin melakukan itu padaku.


Aku dan Azzam memang sudah bersahabat lama bahkan saat kami masih duduk di bangku SMP, meski terlahir dari rahim wanita yang berbeda namun kedekatan kami sudah seperti saudara kandung.


Seperti ummi yang sangat menyayangi ku, seperti itu pula bundaku yang sangat sayang kepada Azzam. entahlah mungkin karena keduanya hanya memiliki masing-masing satu anak makanya seperti itu.


Seperti itu pula aku saat ini, untuk pertama kalinya aku bisa merasakan debaran yang berbeda saat pertama kali bertemu dengan seorang gadis bernama Kanaya, debaran yang kuyakini itu bukan hanya sekedar kagum saja tapi sebuah debaran karena perasaan cinta menurut versiku.


Ya, aku jatuh cinta padangan pertama kepadanya dan semoga perasaan ini tidak bertepuk sebelah tangan ya Allah.


Aku berencana ingin menyampaikan perasaanku ini padanya melalui bantuan Azzam,aku tidak ingin hanya mengagumi dan mencintai dalam diam, karena aku tau bagaimana tersiksanya dulu saat Azzam berada diposisi itu.


""""Pov end


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit akhirnya mereka sampai, begitu pintu gerbang terbuka Azzam dan Aziz lalu memasukkan masing-masing mobil yang mereka bawa.


Ummi salma yang sedang menyibukkan diri dipagi hari dengan menyiram taman menoleh saat menyadari kedatangan dua mobil tersebut kemudian menghentikan kegiatannya. Dia tersenyum saat menyadari siapa yang datang bersama sang anak kemudian segera menghampirinya.


"Wah, setelah sekian lama rupanya masih ingat pulang kamu ya nak!" Kata ummi salma saat Aziz menyalami dan mencium takzim punggung tangannya.


"Maaf ummi, Aziz bukannya lupa tapi ini baru sekitar satu Minggu Aziz kembali dari pelatihan!" Kata Aziz menjelaskan.


"Wah zam, betul-betul minta dijitak ini kepalanya anak masa sudah seminggu kembalinya baru hari ini bisa nongol!"


Melu kedekatan ummi dan sahabatnya Azzam tersenyum kemudian ikut menjahili Aziz dengan berkata,,


"Betul itu ummi, hari inipun seandainya tidak kebetulan mungkin dia belum ingat untuk datang menemui ummi!"


Sementara Aziz yang mendengar perkataan Azzam segera menoleh dengan mata melotot seolah memberi kode supaya tidak menyiram bensin pada api.

__ADS_1


"Oh ya, benar kah itu pak polisi yang sangat sibuk?" Tanya Ummi Salma dengan nada setengah mengejek.


Aziz hanya bisa cengengesan mendapat sindiran kemudian segera memeluk manja ummi Salma yang sudah dianggap sebagai ibu kedua setelah bundanya.


Setelah dirasa cukup melepas rindu ketiganya kemudian melangkah masuk, namun sebelum sampai didalam rumah ketiga dikagetkan oleh suara cempreng milik Adiba.


"Papah,,,,!" Teriak Adiba dari arah tangga bersama Khumairah.


Azzam kemudian melangkah lebar kearah ujung tangga untuk menyambut sang princess kemudian meraihnya dalam gendongan.


"Papah,kok pelginya tuma cebentar?" Tanya Adiba dengan gaya bicaranya yang masih cadel.


"Iya mas, tadi katanya mau langsung kekantor setelah dari kantor polisi?" Kata Khumairah setelah menyalami sang suami.


"Apa ada masalah?"


"Tidak sayang, kebetulan mas ketemu Aziz sahabatku yang ternyata bekerja dikantor polisi tempatku mengurus masalah Kanaya!"


"Dan luar biasanya, Aziz yang sedang menangani masalah itu!" Kata Azzam memberi penjelasan kepada sang istri sambil mengerlingkan sebelah mata sebagai kode akan sebuah maksud yang ajaibnya juga bisa langsung dimengerti oleh sang istri.


Keduanya kemudian melangkah menuju ruang tamu dengan Adiba yang berada dalam gendongan sang papah menuju ruang tamu tempat ummi salma dan Aziz berada.


Saat sudah berada diruangan tersebut Azzam kemudian memperkenalkan Khumairah dan princessnya kepadanya sang sahabat.


"Bro, perkenalkan istri dan anak keduaku!"


Aziz kemudian berdiri lalu melipat tangan didepan dadanya sambil menyebut nama yang dibalas oleh Khumairah dengan melakukan hal yang sama.


"Aziz mbak!"


"Khumairah!"


Setelah itu Aziz beralih kepada Adiba yang masih berada dalam gendongan Azzam.


"Princess namanya siapa sih?" Tanya Aziz kemudian meraih Adiba yang terlihat malu-malu tapi mau saat aziz meraihnya.


"Adiba om!" Jawabnya dengan tingkah malu-malu.


Mereka kemudian larut dalam perbincangan sederhana, setelah itu bi Mina datang dengan membawa nampan yang berisi minuman.


"Den Aziz?"


"Apa kabar den?" Tanya bi Mina.


"Iya bi, Alhamdulillah Aziz sehat!" Jawab Azzam.


Setelah itu Kanaya datang menyusul sambil membawa cemilan dan,,,,,,,,,,,,,,?


πŸ‘‰ Bersambung πŸ’ž


Terimakasih untuk yang sudah vote dan memberi likeπŸ™

__ADS_1


__ADS_2