Khumairah "wanita pilihan"

Khumairah "wanita pilihan"
BAB 11


__ADS_3

Pov Muhammad khusain Al-Azzam,,,,,,,


"Tuhan menjagamu,untuk aku yang selama ini mengagumi mu dalam diam!"


"Aku memilih mu karena kamulah satu satunya wanita yang di inginkan hati ini untuk menjadi ratu di istana ku!"


"Semoga kekurangan ku bisa kau terimah hingga aku menjadi layak untukmu!"


""Khumairah,,,,, andai kau tau sudah berapa banyak waktu yang kulalui hanya untuk menjadi penguntikmu?"


"Aku hanya pandai menyimpan rasa, saat bertemu denganmu bicaraku kaku, namun perasaan ku semakin utuh tapi tak apa,Aku masih kuat menyimpannya!"


Azzam tersenyum sendiri mengingat kekonyolan nya selama ini yang hanya bisa mengagumi Khumairah nya dalam diam,dari jauh dia akan ikut tersenyum kala melihat Khumairah tersenyum, tertawa dikala Khumairah tertawa,"


Sebenarnya sebelum Azzam berangkat ke Kairo mereka bukan tidak pernah bertemu,tapi kepribadian Khumairah yang tidak pernah mau dengan sengaja menatap lawan jenis yang bukan mahram nya membuatnya tidak mengenali Azzam.


Dan kepribadian itulah ya g menjadi awal mula seorang Muhammad khusain Al-Azzam menjadi tertarik kepada seorang Khumairah yang sudah dikenal nya sejak kecil bahkan tanpa mereka sadari telah terjadi sebuah ikatan diantara keduanya.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


flashback🌴🌴🌴🌴


Dimana pertemuan terakhir antara dua sahabat πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Sekarang kamu sudah tidak bisa lagi membuat ku menangis karena kata bunda kita mau pindah!" kata anak perempuan yang kira kira usianya baru lima tahun.


"Kok sekarang jadi kamu yang jahat sih?" tanya anak laki laki yang usianya lebih tua.


Kedua anak kecil itu adalah Azzam dan Khumairah kecil.


"Kenapa sekarang kamu mau ninggalin aku? apa karena selama ini sering ngerjain kamu?"


"Jangan pergi!" kata Azzam kecil memohon.


"Azzam janji tidak nakal lagi sama kamu!"


"Sebenarnya selama ini Azzam suka ngerjain kamu itu karena Azzam mau kamu perhatikan Azzam!".


Ummi Salma yang mendengar cerita anaknya itu memahami satu hal yang belum dimengerti Azzam kecil saat itu, dia melangkah kearah dimana sahabatnya sedang duduk menikmati secangkir teh sebagai minuman terakhirnya bersama sebelum bunda Airin meninggalkan tempat itu untuk ikut suaminya ditugaskan.


"Rin, seandainya aku meminta Khumairah apa kamu ikhlas memberikannya?" tanya ummi salma saat itu.


"Maksud kamu apa sal?"


"Tidak mungkin aku menyerahkan salah satu anakku kepadamu apalagi aku sudah sangat menyayangi nya!" kata bunda Airin


"Rin,coba kamu lihat dua anak kecil itu!" kata ummi Salma seraya menunjuk kearah Azzam dan Khumairah berada.


"Mungkin menurut mu mereka hanya anak kecil yang belum mengerti tentang apa yang mereka rasakan,tapi apa kamu percaya jika kukatakan bahwa anakmu menginginkan anakmu?"


Bunda Airin yang mendengar kata sahabat nya hanya tersenyum lalu berkata,,,,


"Mereka masih kecil sal, kalau sekarang mereka memang merasa berat untuk berpisah menurut ku itu wajar karena selama ini mereka berdua sering bermain bersama!" kata bunda Airin menjelaskan.


"Tapi bagaimana jika sebaliknya?" tanya ummi salma karena dia sangat yakin akan perasaan anaknya.


"Ya kalau seandainya itu benar aku bisa bilang apa to mereka juga masih terlalu kecil untuk memahami hal yang kamu maksud,tapi seperti kata orang jodoh akan menemukan jalannya sendiri!" jawab bunda Airin sambil tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah,aku anggap ini kesepakatan kita dan anggap saja saat ini aku titipkan Khumairah padamu dan seandainya satu hari nanti kita masih bisa bertemu lagi aku akan memintanya kembali padamu!" kata ummi Salma.


"Baiklah,"


"Tapi seandainya hari itu tiba dan salah satu diantaranya sudah ada yang berkeluarga atau ada yang menolak maka kita anggap kesepakatan kita batal tanpa harus memberi tau keduanya apalagi sampai memaksa mereka!" tutur bunda Airin yang langsung diiyakan oleh sahabatnya itu.


Dan setelah pertemuan terakhir itu mereka benar benar terpisah bahkan kehilangan jejak masing masing.


back to the present🍁🍁🍁🍁


Dirumah sakit,,,πŸ₯πŸ₯πŸ₯


Seperti yang dikatakan dokter hari ini Khumairah sudah bisa pulang dan keadaannya juga sudah membaik hanya saja belum bisa untuk masuk kerja.


Tok,,


Tok,,


"Assalamualaikum,,!" kata seseorang dibalik pintu ruangan Khumairah.


"Wa Alaikummussalam!" jawab Khumairah.


Saat pintu terbuka masuklah dokter Fadil yang akan memeriksa kondisi Khumairah.


"Bagaimana kabarnya nona Khumairah?" tanya dokter Fadil.


"Alhamdulillah sudah sangat baik dok!" jawab Khumairah dengan suara lirih.


Sesungguhnya Khumairah merasa tidak enak dengan keberadaan nya saat ini, bagaimana tidak jika hanya berdua saja sementara sang bunda sedang berada didalam kamar mandi dan tak lama kemudian beliau keluar yang seketika membuat Khumairah merasa lega.


Tok,,,


Tok,,,


Suara ketukan pintu membuat dokter Fadil tersadar dari lamunannya!


"Assalamualaikum Alaikum!" ucap seseorang yang ternyata ummi Salma.


"Wa Alaikummussalam!" jawab semua yang berada dalam ruangan itu.


Setelah mendapat jawaban ummi Salma melangkah masuk menuju ranjang Khumairah dan disambut pelukan hangat dari sahabatnya, kemudian beralih kepada Khumairah seraya bertanya,,,,


"bagaimana keadaanmu nak?"


"Alhamdulillah sudah sangat baik Bu!" jawab Khumairah sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman kemudian mencium dengan takzim tangan ummi salma.


Ummi salma yang mendengar Khumairah memanggil nya dengan sebutan ibu segera protes kepada sahabat nya.


"Rin, spertinya anakmu ini orangnya pelupa dengan kata kata nya sendiri!"


Bunda Airin yang tidak mengerti maksud dari sahabatnya itu beralih menatap sang anak tapi Khumairah yang ditatap hanya tersenyum.


"Hmmm, spertinya keberadaan ku diruangan ini tidak nampak oleh tiga perempuan cantik dalam ruangan ini!" kata dokter Fadil yang membuat kedua wanita yang dimaksud menoleh kearahnya tapi tidak dengan Khumairah.


"Eh ada pak dokter Fadil rupanya!" canda ummi Salma.


"Fadil ummi,hanya fadil sebutan yang pas dari ummiku yang cantik!" jawab dokter Fadil menanggapi candaan tantenya itu.

__ADS_1


"Woi Bambang,,,,,, kata siapa beliau ummimu?" tanya Azzam yang baru saja masuk kedalam ruangan itu setelah usai memarkir mobilnya.


"Kata akulah, to memang beliau adalah ummiku!" jawab dokter fadil.


"Sejak kapan itu terjadi?" balas Azzam.


"Ya sejak beliau menikah dengan omku dong!"


Dan perdebatan keduanya terus berlanjut sampai tanpa peduli dengan kebingungan yang ditujukan oleh Khumairah yang segera mendapat penjelasan dari ummi salma.


"Nak, mereka berdua itu adalah saudara sepupu, dokter Fadil adalah anak dari saudaranya Abi Angga!"


Khumairah yang mendapat penjelasan dari ummi salma hanya bisa tersenyum menanggapi,tapi dalam hati ya dia berharap andai dirinya dan Kanaya bisa sedekat itu,,,,


"Dari dulu mereka berdua memang seperti itu,selalu ingin memiliki apa yang dimiliki salah satunya entah itu perhatian,barang atau,,,,!"


"Tapi tidak dengan wanita yang kita pilih ummi!" jawab keduanya mantap memotong penjelasan sang ummi.


Setelah menyadari kekompakan mereka telah kembali keduanya mangajukan jempol masing masing sambil tersenyum tapi jauh didalam hati kecil Azzam merasa tenang. bagaimana tidak?


Setelah dia hawatir jangan sampai terjadi persaingan diantar dirinya dan spupunya itu tapi setelah kekompakan mereka barusan Azzam yakin itu tidak akan terjadi.


"Hmm, ini Khumairah kapan diperiksanya sih Fadil?" tanya ummi salma mengingat kan.


"Oh iya,jadi lupa ummi!" jawab dokter Fadil cengengesan kemudian melangkah kearah Khumairah tapi sebelum itu Azzam berbisik kepadanya,,,


"Jaga tu mata,punya gue itu!" kata Azzam yang hanya ditanggapi senyuman mengejek dari dokter Fadil.


Sementara ummi Salma yang mendengar balas berbisik kepada anaknya,,,,


"Jangan terlalu posesif nak,belum halal!"


Setelah melakukan pemeriksaan dan hasilnya sesuai harapan mereka, Khumairah sudah diperbolehkan untuk pulang tapi disarankan masih harus istirahat dirumah selama beberapa hari.


Setelah terjadi perdebatan saat hendak keluar dari RS karna Khumairah yang tidak mau menggunakan kursi roda bertentangan dengan kemauan Azzam.


"Tapi ummi mairah sudah sembuh dan tidak lumpuh kenapa harus pake kursi roda?"


"Itu supaya kamu tidak kecapean dan bisa cepat kembali bekerja!" Azzam yang menjawab.


"Atau kamu sengaja mau jalan terus merasa capek,lelah dan ujung ujungnya jadi lama tidak masuk kerja, sekalian saja minta resign!"


"Maaf pak Azzam,maksud saya bukan begitu!" kata Khumairah coba menjelaskan.


Sementara Azzam yang mendengar Khumairah menyebutnya dengan sebutan pak sontak membuat matanya melotot kemudian beralih menatap umminya dengan tatapan yang sulit dimengerti, sedangkan umminya hanya mengangkat bahu seolah tidak peduli dengan tatapan anaknya itu.


"NU RU T atau kamu saya kasih surat pengunduran diri?" final Azzam.


Disinilah mereka sekarang, didalam mobil yang dikendarai oleh Azzam sendiri menuju rumah kedua orang tua Khumairah,,,,!


πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—πŸš—


Bersambung kembali readersπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Sungguh like dan vote kalian πŸ’•


membuat otak dan jempolku ku bisa bekerja sama dengan baik

__ADS_1


__ADS_2