Khumairah "wanita pilihan"

Khumairah "wanita pilihan"
BAB 26


__ADS_3

Terus dukung author dengan memberi like dan vote se ikhlas kalian šŸ¤—


šŸ™šŸ™šŸ™šŸ’žšŸ’ž


Malam hari di dalam kamar Azzam dan khumairah, keduanya kini sedang berbincang sambil rebahan di atas ranjang dengan posisi kepala Azzam berada di atas pangkuan khumairah.


Azzam lalu merubah posisinya menghadap perut khumairah, beberapa kali Azzam mencium perut sang istri kemudian terdiam dengan mata berkaca-kaca.


Dalam hati Azzam berkata "Alhamdulillah ya Allah, terimakasih atas nikmat kepercayaan yang telah engkau berikan padaku untuk menjadi calon ayah,kelak akan ada anak kecil yang akan memanggilku dengan sebutanp papa.


"Sayang terimakasih atas kebahagiaan ini, hanya denganmu semua ini akan terwujud." Kata Azzam sambil mendekati sang istri dengan penuh perasaan.


"Insya Allah,aku akan menjaga semampu yang kubisa karena kalian adalah salah satu alasan untukku terus berjuang,aku akan berusaha untuk memberikan segala yang terbaik untukmu dan anak kita kelak,"


"Tak masalah bagiku untuk merasakan lelah di setiap hari-hariku asal bisa melihat kalian bahagia!"


"Rabbij'alni muqiimash sholati wa min dzurriyatii robbana wa taqobbal du'a!"


Khumairah ang mendengar perkataan dan doa sang suami merasa sangat terharu, sungguh dirinya begitu bersyukur dengan semua yang sudah terjadi.


šŸ’žšŸ’žšŸ’žšŸ’žšŸ’ž


Ke esokan harinya Azzam dan khumairah sedang berada di rumah sakit untuk memeriksa kandungannya.


Keduanya sangat bahagia disaat melihat kayar monitor yang memperlihatkan calon anak mereka meski bekum terlau nampak, dokter pun memberikan penjelasan tentang banyak hal soal kehamilan.


Azzam kemudian bertanya tentang apa saja yang harus dilakukannya selama sang istri dalam masa seperti sekarang ini.


"Perbanyak stok sabar ya pak, menghadapi istri hamil itu bermacam-macam situasinya dan itu juga tentunya berlaku untuk kalian, selama masa kehamilan usahakan sang istri jangan terlalu lelah dan perbanyak makan makanan bergizi!"


Azzam mengangguk menanggapi penjelasan sang dokternya, setelah dilakukan pemeriksaan dan hasilnya sejauh ini masih aman untuk ukuran bumil mudah.


Dalam perjalanan, diatas mobil Azzam menggenggam tangan Khumairah dan berkata,,,,


"Sayang,kamu akan mengalami derita diatas derita saat sedang hamil,namun insya Allah semua itu akan terbayar dan sebanding saat kamu melihat bayi yang lahir melalui perantarmu."


Khumairah tersenyum mendengar perkataan Azzam dan berkata,,


"Insya Allah mairah sudah siap mas!"


"Mairah sangat bersyukur mas, karena kita diberi kesempatan dan dipercaya untuk mengembang amanah dari Allah,"


"Perjalanan ku masih sangat panjang mas, tolong do'kan ya!"


"Insya Allah sayang,itu pasti!" Kata Azzam lalu mencium tangan Khumairah.


Mobil Azzam kemudian berhenti didepan sebuah apotek untuk membeli obat yang sudah diresepkan dokter, setelah mendapatkan obat keduanya kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah.


Setelah sampai rumah Azzam segera mengajak Khumairah untuk istirahat, beruntung ummi salma sedang tidak dirumah jadi keduanya tidak perlu hawatir soal kejutan yang sudah mereka rencanakan di hari anniversary kedua orang tua mereka.


Pagi harinya, Khumairah merasa bosan karena ulah sang suami yang tidak memperbolehkannya untuk beraktivitas seperti biasa dirinya merasa tidak terbiasa jika tidak melakukan apapun.


Semenjak hamil Khumairah menjadi sensitif, seperti pagi ini,,,

__ADS_1


"Mas, mairah ikut ya!" Kata khumairah penuh harap.


"Tidak sayang kamu dirumah saja!"


"Tapi mairah kan bukan orang sakit yang harus dirumah terus!" Kata Khumairah yang sudah dalam mode merajuknya.


"Maksud mas bukan begitu sayang,kamu ingat kan kata dokter?"


"Jadi kamu harus nurut!"


Khumairah yang mendengar perkataan Azzam tiba-tiba merasa sedih padahal Azzam sama sekali tidak memarahinya.


"Tapi mairah bosan mas." Cicit khumairah dengan suara yang serak karena hampir menangis, melihat istrinya seperti itu Azzam merasa kasihan hingga membuatnya dalam dilema,antara kasihan dan hawatir jika sang istri kelelahan tapi malah membuatnya menangis seperti balita yang diambilkan mainannya.


"Ya Allah, benar kata orang terkadang bumil itu sangat sensitif!" Kata Azzam dalam hati.


Azzam lalu menghampiri Khumairah kemudian berjongkok didepannya sambil mengelus perutnya yang masih rata dan berkata,,,


"Nak jangan minta yang aneh-aneh ya, kasihan mama kalau jadi kecapean!"


"Baiklah dede dan mama boleh ikut kekantor!" Kata Azzam lalu berdiri.


Sementara khumairah yang mendengar perkataan Azzam langsung melompat kegirangan seperti anak kecil yang baru diberi hadiah.


"yeyyyyy asyik,,,,,,!"


"Bisa ikut!" kata Khumairah sambil melompat-lompat.


Azzam kaget melihat reaksi sang istri!


"Dikondisikan dong pergerakannya!" Kata Azzam hawatir.


Azzam segera mengelus perut khumairah dengan lembut kemudian berkata,,,,


"Baik-baik ya nak didalam sana,yang kuat dan jangan jadi anak cengeng kayak mama!"


Khumairah yang mendengar perkataan Azzam malah jadi tersinggung Hinga menangis terisak.


"Mas jahat, mairah tidak cengeng!"


Khumairah lalu mendekat kemudian mencubit Azzam hingga membuat meringis dan berkata,,


"Aduuuuh,,,,!"


"Kok dicubit sing yank?


"Karena mas jahat sama mairah!"


"Lah, siapa yang jahat sih?"


"Itu tadi kenapa bilangin mairah cengeng?" Tanya Khumairah sambil manyun.


Sebenarnya khumairah juga merasa akhir akhir ini badmood dan sering merasa sedih sendiri, entah karena menginginkan sesuatu atau karena apa saja.

__ADS_1


Tapi saat menyadari dirinya sedang hamil kadang muncul dalam pikirannya sendiri mungkin karena bawaan bayi yang ada dalam kandungannya.


setelah melewati drama bersama keduanya kemudian berangkat menuju kantor namun dalam perjalanan Khumairah tiba tiba bertanya sesuatu yang membuat Azzam merasa lucu dan juga bahagia.


"mas, bukan karena ada sekretaris yang seksi kan dikantor makanya tidak mau ngajak mairah kekantor tadi?" kata khumairah yang membuat Azzam tersenyum.


"oh rupanya istrku sedang cemburu!" pikirnya.


ingin rasanya Azzam kembali menjahili sang istri namun pikirannya mengingatkan tentang kondisi khumairah yang sangat sensitif, dirinya memilih diam namun lagi-lagi itu salah.


"kok tidak dijawab sih mas?"


"oh, mungkin karena lagi cari alasan kan?"


mendengar perkataan sang istri membuat Azzam pening sendiri,dia Hanya bisa membuat napas perlahan kemudian berkata,,,


"kamu nuduh mas yang bukan-bukan ?" kata Azzam yang membuat Khumairah semakin tak karuan karena mengira sang suami memarahinya.


"mas marah?"


"hiks,,,hiks,,,,!"


"mas tega, turunkan mairah disini saja!"


"hiks,,,,,!"


Azzam kaget melihat reaksi istrinya yang salah paham itu.


"sayang maaf, sungguh mas tidak marah!" kata Azzam berusaha untuk menjelaskan namun Khumairah sudah terlanjur salah paham.


"khumairah mau kerumah bunda saja!" kata khumairah masih dengan isak tangisnya.


"sayang, kerumah bunda nanti ya setelah perasaan kamu dah baikan,"


"kalau kamu sekarang kesana dengan keadaan seperti itu nanti dikiranya kita lagi ada masalah!" bujuk Azzam.


khumairah hanya diam, tak lama kemudian dirinya tertidur yang membuat Azzam merasa sedikit lega kemudian melanjutkan perjalanannya menuju kantor.


Azzam merasa lucu dengan suasana hati yang dimiliki oleh istrinya itu.


"hhaaaaa, sepertinya sekarang aku harus lebih hati-hati dalam berbicara dengannya!" pikir Azzam sambil mengelus sayang pipi sang istri.


setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya mobil yang dikendarai oleh Azzam sampai ditempat tujuan.


sementara security yang melihatnya segera menghampiri dan berkata,,,


"selamat siang pak"


Azzam hanya mengangguk karena hawatir khumairah akan terbangun lalu turun dari mobil kemudian melangkah menuju pintu yang ditempatinya.


saat pintu sudah terbuka Azzam lalu mengangkat sang istri dengan hati-hati kemudian membawanya masuk.


🌷🌷🌷🌷🌷 Bersambung šŸ’ž

__ADS_1


Maaf untuk setiap typo šŸ™


__ADS_2