Khumairah "wanita pilihan"

Khumairah "wanita pilihan"
BAB 40


__ADS_3

BAB 40


perjuangan Khumairah tidak sia-sia, semuanya terbayar saat kelahiran sang anak dengan selamat tanpa kurang sesuatu pun.


Azzam bersujud dan mengucapkan syukur untuk menyambut kedatangan anak keduanya.


"Selamat tuan dan nyonya bayi kalian berjenis kelamin perempuan dan wajahnya cantik seperti bundanya!" Kata dokter setelah menarik sang bayi dari jalan lahir.


Khumairah menitikan air mata bahagia saat mengetahui jenis kelamin sang anak, walaupun dirinya masih merasakan lelah setelah berjuang hingga hampir menyerah.


Azzam begitu bahagia dan tak henti-hentinya mencium kening sang istri sebagai bentuk terimakasihnya karena sudah memberikan kebahagiaan yang Sungguh luar biasa.


"Terimakasih sayang, karena kamu kembali memberi kebahagiaan kepada kami!"


Dokter kemudian memotong tali pusat sang bayi kemudian menyerahkannya kepada perawat untuk dibersihkan, setelah itu dokter kembali memberi tindakan selanjutnya untuk Khumairah.


Setelah beberapa saat akhirnya khumairah sudah mengeluarkan plasentanya,dia sudah bersih dan tinggal menunggu sang putri.


Saat sang bayi sudah dibersihkan Kemudian diserahkan kepada Azzam selaku seorang bapak untuk segera mengiqomahnya.


Setelah melakukan tugasnya sebagai seorang ayah terhadap sang anak yang baru lahir Azzam kemudian mencium kening sang putri kemudian berbisik,,,


"Assalamualaikum nak, selamat datang di dunia barumu sayang!" Kata Azzam kemudian menyerahkan sang anak kepada Khumairah untuk segera disusuinya.


Kleeekkkk,,,,,,,,,,,


Pintu ruangan Khumairah terbuka dari luar dan setelah itu masuklah ummi Salma,abi Angga dan juga Afif dengan muka dinginnya.


"Gimana keadaannya nak?" Tanya Ummi Salma.


"Alhamdulillah ummi,sudah lebih baik!"


Tidak lama setelah itu pintu ruangan kembali terbuka dan kali ini yang datang dari pihak khumairah.


Ayah Surya,bunda Airin dan juga Kanaya datang dengan senyuman bahagia.


"Selamat nak untuk kelahiran anak keduanya!" Kata bunda Airin sambil memeluk sang anak.


"Wwahhh, selamat ya kak, buah hati kalian lahir begitu sempurna. Yang satunya cantik dan yang satunya lagi ganteng!"ucap Kanaya yang sudah berdiri didekat box bayi kemudian melangkah menuju sang kakak lalu memeluknya.


"Alhamdulillah, terimakasih yang dek!"


"Oh ya gimana kuliahnya?" Tanya Khumairah setelah melepaskan pelukannya.


"Insya Allah aman kak!"


"Semoga nanti saat melahirkan anak ketiga aku yang akan menanganinya!" Canda Kanaya yang membuat Khumairah membulatkan matanya.


"Apaan sih dek,ini aja sakitnya masih terasa sudah bicara anak lagi!"


"Hmm siapa tau aja kak Azzam udah ada rencana lagi untuk nambah ponakan yang ketiga!" Goda kanaya.


"Kamu kok bisa tau sih dek apa yang aku pikirkan?"

__ADS_1


"Benar sayang apa yang dikatakan Kanaya dan mas rencananya mau bikin yang kembar,pasti seru!" Kata Azzam ikut menggoda sang istri kemudian duduk disampingnya.


Khumairah dibuat menganga atas perkataan sang suami, sementara seluruh orang yang ada dalam ruangan itu menertawakan kejahilan Azzam.


"Oh ya zam,apa kamu sudah siapkan satu nama untuk cucu kami?" Tanya Ummi Salma mewakili semua yang ada disana.


"Adiba Khanza Al khusain!" Kata Azzam seraya menatap Khumairah.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌹🌹🌹🌹🌱🌱🌱🌱🌱🌱


Pov Muhammad khusain Al-Azzam,,,,,,,


Sungguh aku sangat merasa beruntung memiliki seorang khumairah sebagai istri dan ibu dari anak-anakku, dia tidak hanya cantik pada fisiknya tapi juga cantik hati dan memiliki kepribadian yang tidak pernah aku temukan pada wanita manapun.


Alhamdulillah wanitaku itu sangat menjaga diri dan auratnya dihadapan orang lain apalagi yang bukan mahramnya,namun luar biasanya dia begitu gamblang memperlihatkan apa yang ada pada dirinya dihadapanku hingga kadang aku merasa sulit untuk bernafas.


Khumairah, wanitaku yang begitu sempurna dan istimewa dimataku.


Aku memang bukanlah seorang yang ahli dalam agama, tapi sejauh yang aku tau perempuan muslim memang harus seperti itu apalagi seorang istri yang apabila diluar dia akan menjaga auratnya dari pandangan orang lain.


Alhamdulillah ya Allah atas kuasamu yang telah memberikanku seorang istri Sholehah seperti Khumairahku, semoga engkau senantiasa menjaga pernikahan kami agar selalu menjadi Sakina Mawaddah dan warahmah, aamiin.


Putriku yang cantik seperti mamahnya telah usai menyusu untuk pertama kalinya, bisa melihat hal itu sungguh membuatku merasa behagia, teringat dulu waktu mas Afif pertama kali menyusu membuat ku jengkel setengah dongkol karena tidak bisa menyaksikan momen seperti ini,tapi tak apa setidaknya aku masih bisa mendapatkan kesempatan ini melalui putri cantikku.


Nama Adiba Khanza Al khusain telah tersemat untuknya, semoga dia tumbuh menjadi pribadi yang baik seperti mamahnya dan insya Allah menjadi kebanggaan kami semua.


Hari demi hari telah berlalu hingga bulan dan tahun pun sudah berganti, kebahagiaan demi kebahagiaan terus kami rasakan hingga kini Afif dan Adiba telah menjadi sosok adik kakak yang saling melengkapi dan sama-sama membutuhkan namun pertumbuhan keduanya tetap dalam pengawasan kami selaku orang tua.


Jujur aku merasa bangga pada anak lelakiku itu,meski luarnya terlihat dingin namun sifatnya penyayang apalagi kepada sang adik.


Fov end,,,,,,


"Kakak,,,,,!" Teriak Adiba saat memasuki kamar sang kakak.


"Kakak lagi apa?"


Mendengar pertanyaan sang adik afif menoleh kemudian berkata,,,


"Kakak lagi main puzzle kaligrafi yang sering mama mainkan!" Kata Afif sambil mengelus sayang pucuk kepala sang adik.


Keduanya berbincang tanpa menyadari kehadiran kedua orang tuanya.


Sementara Azzam dan Khumairah saling menautkan jari, keduanya merasa bahagia melihat kedekatan kedua anaknya.


Azzam menoleh kearah sang istri saat menyadari istrinya itu sedang melamun.


"Sayang,lagi lamunin apa,hmm?" Tanya Azzam yang membuat lamunan khumairah menjadi buyar.


Khumairah menoleh kepada sang suami dan tersenyum kemudian kembali melihat kearah kedua anaknya dan berkata,,,


"Aku sedang memandang masa depan kita mas,aku bersyukur karena secuil harapan dalam do'aku kini balasannya sungguh luar biasa. Allah mengirim kalian semua untukku dari yang bukan siapa-siapa menjadi bagian dari kalian semua,kini tak ada lagi alasan untukku tidak bahagia dengan adanya kalian bersamaku!"


"Terimakasih kasih mas, karena telah memilihku menjadi pelengkap dalam hidupmu." Kata khumairah dengan linangan air mata.

__ADS_1


Azzam melepaskan tautan tangan mereka kemudian tangannya terulur untuk menghapus air mata sang istri, Azzam tersenyum lalu menarik tubuh wanita yang amat sangat dicintainya itu kedalam dekapannya sambil memberikan ciuman beberapa kali dipucuk kepalanya.


Khumairah memejamkan matanya untuk menikmati tulus kasih sayang dari sang suami tercintanya lalu balas mendekap erat tubuh kekar lelakinya itu.


"Tidak sayang akulah lelaki beruntung karena bisa menjadi pendampingmu, sungguh wanita sepertimu lebih berharga dari apapun di dunia ini, bahkan Tuhan memberiku kesempatan untuk memiliki dua buah hati dari rahim seorang wanita istimewa seperti mu."


"Tolong tetaplah bertahan di sampingku, jangan sekalipun berpikir untuk pergi jika bukan maut yang memisahkan!" Kata Azzam dengan penuh perasaan.


Khumairah mengangguk dalam dekapan sang suami, dirinya sangat tersentuh akan setiap kata yang di ucapkannya.


Setelah itu keduanya kembali kekamar mereka untuk istirahat menurut khumairah namun lain halnya dengan Azzam.


"Mas!"


"Hmm,apa sayang?"


"Itu tangannya bisa di diamkan dulu?"


"Hmm tidak bisa sayang, aku tidak tau cara mendiamkannya sebelum dikasih diam!" Kata Azzam sambil terus bermain dibenda favoritnya.


"Tapi mas, apa kamu tidak capek habis kerja seharian sampai malam malah?" Alasan Khumairah yang tidak mau menolak secara langsung keinginan sang suami yang tidak pernah merasa cukup.


"Tidak sayang, justru karena habis kerja seharian makanya aku butuh tenaga tambahan darimu, ibaratnya butuh charger!" Kata Azzam semakin gencar.


Mendengar perkataan sang suami Khumairah hanya bisa menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, dia tau betul dengan alasan apapun dia tidak akan pernah lepas sebelum sang suami mendapatkan apa yang diinginkannya.


Dan terbukti,tanpa mengangguk pun Azzam sudah menyerang duluan hingga dirinya tidak bisa menghindar selain ikut menikmati apa yang dilakukan oleh sang suami.


Setelah menanam kembali be***nya didalam ra**m sang istri Azzam ambruk di atas sang istri yang sudah terkulai lemah karena perbuatannya,dan sayangnya semua itu juga dinikmati oleh khumairah.


Setelah merasa tenaganya sudah kembali terkumpul Azzam berkata,,,


"Ayo kita mandi dulu sebelum istirahat sayang!"


"Mas duluan saja, aku setelah mas selesai!" Kata khumairah menolak ajakan sang suami.


"Berdua saja sayang,supaya lebih cepat!" Tawar Azzam.


"Tidak,kalau berdua bukannya cepat tapi malah makin lama." Kata khumairah yang sudah hapal betul kebiasaan sang suami.


"Tidak sayang, mas janji cuma mandi saja!"


"Tidak mau,,,!"


Azzam Kemudian turun dari ranjang dengan tubuh polosnya dan berjalan menuju sisi khumairah berada Kemudian langsung mengangkat tubuh sang istri dibalik selimut yang menutupi tubuhnya.


"Massss,,,,!" Teriak Khumairah karena merasa kesal atas apa yang dilakukan oleh suaminya.


Azzam tidak peduli dan seakan tuli atas teriakan sang istri, dirinya tetap melangkah menuju kamar mandi dan setelah sampai didalam yang terjadi sesuai apa yang dipikirkan oleh khumairah.


šŸ‘‰ Bersambung šŸ’ž


Vote,like,komen dan gift kalian sangat berarti untuk author šŸ™

__ADS_1


__ADS_2