Khumairah "wanita pilihan"

Khumairah "wanita pilihan"
BAB 43


__ADS_3

"kamu,,,,?" Pekik Kanaya setelah menaruh nampang yang dibawanya diatas meja.


"Ngapain kamu datang kerumah kakak ku?" Tanya Kanaya dengan suara tertahan karena berusaha menahan emosinya.


Sementara Aziz hanya menanggapi pertanyaan Kanaya sambil tersenyum hingga membuat Kanaya semakin ingin meledak.


"Dek, yang sopan dong sama tamu!" Kata khumairah.


Mendengar teguran sang kakak Kanaya kemudian berusaha untuk meredam emosinya dan berkata,,,,


"Ummi,kak Azzam!"


"Naya minta maaf."


Keduanya hanya tersenyum menanggapi perkataan kanaya, kemudian ummi salma berkata,,,


"Sudah nak, tidak apa-apa mungkin kamu lagi ada masalahnya sama pak polisi ini?"


Mendengar perkataan ummi Salma Kanaya sedikit merasa akan mendapatkan pembelaan lalu berkata..


"Iya ummi, pak polisi ini yang sudah memberiku surat tilang dan menahan mobil Naya kemarin."


Mendengar pengaduan Kanaya ummi Salma kemudian beralih menatap pria yang sudah dianggapnya anak itu dan berkata,,,


"Apa semua itu betul pak polisi?"


Aziz tersenyum kearah ummi salma kemudian beralih menatap Kanaya lalu berkata sambil mengerlingkan mata,,,


"Benar ummi,dan saya siap untuk bertanggung jawab jika itu diperlukan!"


Sontak Kanaya menganga dan membulatkan mata saat mendengar perkataan Aziz, dia terdiam beberapa saat untuk bisa memahami maksud dari perkataan polisi yang dianggapnya resek itu.


Sementara Azzam dan Khumairah hanya diam menyaksikan perdebatan keduanya.


Setelah menyadari kedekatan Aziz dalam keluarga ummi Salma Kanaya kini merasa canggung apalagi saat menyadari kata bertanggung jawab yang membuatnya merasa risih sendiri, meski tidak ada bayangan apapun soal kata tanggung jawab itu tapi Kanaya merasa ada maksud dibalik kata itu.


Mereka lalu melanjutkan kebersamaan mereka sambil bercerita dan bercanda.


"Adiba suka tidak sama uncle Aziz?" Tanya Aziz pada Adiba yang masih betah duduk diatas pangkuannya.


"Hum uu, Diba tuka!"


"Kenapa bisa suka?"


"Hmm,talena danteng!"


Kanaya yang mendengar Jawa polos dari sang ponakan sontak menoleh dengan mata melotot.


"Ini anak, belajar dari mana coba kata ganteng segala?" Pikir Kanaya tanpa sadar reaksinya itu diperhatikan oleh Aziz.


"Oh, uncle ganteng ya?"


"Iya!"

__ADS_1


"Kenapa bilang uncle ganteng?"


" Talena hidung uncle tinggi tama kaya punya mat Atif!"


"Ha ha haaa,,,,,,,,!" Semua yang berada diruangan itu tertawa mendengar perkataan cadel Adiba.


""""""""""""πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž"""""""""""


Saat sore hari Aziz kembali kerumah setelah dari kantor, semenjak pulang dari rumah azzam dirinya suka senyum-senyum sendiri apalagi saat mengingat kebersamaannya dengan Kanaya yang dengan terpaksa harus satu mobil dengannya, itu semua karena alasan Aziz yang masuk akal dengan dalih numpang.


Setelah berkendara beberapa menit Aziz sampai didepan rumah milik orang tuanya dan langsung masuk tanpa mengucapkan salam.


"Muhammad Aziz, alangkah baiknya saat masuk rumah itu mengucap salam!" Tegur seorang wanita paruh baya yang tak lain bundanya sendiri.


"He he,,,, maaf bunda Aziz lupa!"


"Lupa?" Tanya sang bunda merasa heran.


"Lagi kepikiran sesuatu bund!" Kata Aziz sambil mesem-mesem sendiri.


"Soal apa?"


"Hmmm,soal calon mantunya bunda." Jawab Aziz enteng kemudian meninggalkan sang bunda.


"Ehhhh?"


"Owallaah,anak itu dari dulu sampai sekarang sukanya bikin orang tua penasaran!"


Sambil mengomel sang bunda menyusul sang anak yang sudah berlalu masuk ke kamarnya.


"Soal yang mana bunda?" Tanya Aziz pura-pura lupa.


"Itu soal calon mantu yang kamu bicarakan tadi!" Kata bundanya kemudian duduk dipinggir ranjang.


Aziz tersenyum mendengar pertanyaan sang bunda yang begitu bersemangat,bagaimana tidak, Aziz tau betul selama ini bundanya itu sudah sering kali memintanya untuk segera menikah.


Aziz kemudian duduk disamping sang bunda,dengan manja dia menyandarkan kepalanya di bahu sang bunda dan berkata,,,


"Bunda,,,,!"


"Hmmm?"


"Apa dulu ayah dan bunda bisa bersama karena sebuah perjodohan?"


Mendengar pertanyaan sang anak bunda Maya tersenyum lalu tangannya terulur untuk membelai kepala sang anak.


"Dulu bunda dan ayah ketemu saat ayah lagi merazia tempat balapan liar dan kebetulan saat itu bunda ada disana, setelah itu kami sering bertemu hingga menjadi dekat sampai akhirnya almarhum abimu menyampaikan niat baiknya kepada eyangmu untuk mempersunting bunda." Kata ummi salma sambil tersenyum mengenang almarhum suaminya.


"Kenapa nak?"


"Apa sekarang kamu benar-benar sudah ada rencana untuk membawa menantu untuk bunda?" Tanya Bunda Maya penuh harap.


Mendengar pertanyaan sang bunda dengan penuh harap Aziz tersenyum kemudian meraih tangannya dan berkata,,,

__ADS_1


"Bunda,tolong do'akan yah semoga gadis itu mau membalas perasaan Aziz!"


"Owallaah, rupanya anak Bunda sedang jatuh cinta rupanya?"


"Hmmm, bunda jadi penasaran seperti apa sih gadis yang berani menolak anakku ini?"


Aziz hanya tersenyum kecut mendengar perkataan sang bunda.


"Nak, kalau memang kamu sudah yakin akan perasaanmu kepada gadis itu maka berusahalah untuk mendapatkannya dengan cara yang benar,kejar dan buat dia bisa merasakan ketulusan yang kamu miliki untuknya,dan jangan ditunda-tunda lagi karena bunda sudah sangat ingin melihatmu menikah dan segera lah beri cucu padaku sebelum tutup usia!"


"Insya Allah bunda!"


"Aziz juga maunya cepat,tapi masalahnya kami baru bertemu dan jujur Aziz tidak tau apakah dia juga memiliki perasaan yang sama hingga mau menerimaku nanti?"


"Aziz takut bunda, bagaimana jika perasaan Aziz bertepuk sebelah tangan?" Kata Aziz dengan nada putus asa.


"Hei,,,apa ini nak?"


"Kamu mau menyerah sebelum mencoba?"


"Ada apa denganmu?" Kata Bunda Maya yang merasa heran kepada anaknya.


"Siapa gadis itu?"


Aziz menoleh kepada sang Bunda sebelum menjawab pertanyaannya.


"Namanya kanaya bund, adik iparnya azzam!" Kata Aziz menjawab pertanyaan sang bunda.


"Tanpa sengaja kemarin kami bertemu saat Aziz melakukan tugas razia di jalan!" Kata Aziz kemudian menceritakan awal pertemuannya bersama Kanaya hingga sampai perpisahannya hari ini.


Bunda Maya tersenyum penuh arti saat mendengar perkataan sang anak kemudian berkata,,,


"Kalau memang kamu sungguh-sungguh kepada adik iparnya azzam, bunda akan bantu bicara kepada ummi salma!"


Aziz tersenyum saat mendengar perkataan sang bunda, setelah dirinya sempat merasa hawatir kini ada sedikit harapan kembali.


Aziz mengangguk dan tersenyum kemudian mendekap erat sang bunda dan berkata,,


"Terimakasih bunda."


Setelah itu Aziz melepaskan dekapannya kemudian segera beranjak kekamar mandi untuk bersih-bersih sebelum waktu shalat Maghrib masuk.


Bunda Maya menatap punggung sang anak yang sudah berlalu dihadapannya itu dan berkata dalam hati,,,,


"Ya Allah,,,,,, jika gadis yang diinginkan anakku adalah jodoh yang sudah engkau siapkan untuknya,maka mudahkanlah baginya untuk bisa bersatu dengan gadis itu."


Setelah itu bunda Maya pun segera meninggalkan kamar sang anak untuk menuju kamarnya sendiri, tak lama setelah itu suara adzan Maghrib pun sudah dikumandangkan dan keduanya segera melakukan shalat setelah masing-masing usai membersihkan diri.


usai shalatnya Aziz kemudian berdo'a dengan tulus, berbisik kepada bumi dan berharap semoga angin akan membawa do'anya sampai ke langit hingga sang pencipta mendengar dan mengabulkannya.


sungguh Aziz akan menunggu hari itu tiba, disaat semesta menjadi saksi akan doa'nya yang terkabul.


πŸ‘‰ Bersambung πŸ’ž

__ADS_1


next readers πŸ™ mohon vote dan like semampu dan seikhlasnya dong😘


__ADS_2