Khumairah "wanita pilihan"

Khumairah "wanita pilihan"
BAB 7


__ADS_3

Jam dinding menunjukkan pukul 4:30 yang berarti sudah setengah 5 sore!


terdengar suara kendaraan yang berhenti didepan rumah megah itu,saat mobil sudah berhenti mang asep keluar kemudian membukakan pintu untuk nyonya.


"Assalamualaikum,,,!" ucap ummi salma saat memasuki rumah yang langsung disambut oleh BI Mina.


"Wa Alaikummussalam nya,,,! jawab Bu Mina.


"Mau saya bikinkan teh nya?" tanyanya kepada sang majikan


"Tidak, terimakasih kasih Bi kalau saya mau nanti saya langsung bikin sendiri,bibi kerjakan saja pekerjaan yang lain!" balas ummi salma dengan ramah.


Seperti itulah pribadi tuan rumah dirumah besar ini,meski berada tapi tidak pernah sekalipun memperlakukan orang orang yang bekerja padanya dengan semenah menah hanya karena perbedaan status sosial.


Tidak lama kemudian datanglah tuan Anggara yang merupakan suami dari ummi Salma ayah dari Muhammad khusain Al-Azzam yang biasanya dipanggil Abi annga oleh orang terdekatnya.


"Assalamualaikum,,,! ucapnya saat melihat istrinya yang sedang duduk di sofa ruang tamu mereka.


"Wa Alaikummussalam,,! jawab ummi Salma tanpa menoleh kearah sang suami.


Sementara Abi Angga yang melihat kearah istrinya itu merasa heran atas sambutan yang tidak seperti biasanya, sesekali Abi melihat ummi salma membuang nafasnya saat melihat ponselnya.


Abi Angga terus melangkah kearah sang istri dan ikut duduk disampingnya kemudian bertanya,,,,


"Ada apa sayang,kenapa saya perhatikan spertinya ummi sedang hawatir?" kata Abi


"Hmm,itu loh bi Azzam sejak tadi pagi anakmu itu tidak bisa dihubungi karna ponselnya tidak aktif!" jawab ummi Salma hawatir.


Tiba tiba dari arah tangga terdengar suara bariton yang teramat sangat keduanya kenal siapa pemilik suara itu, sontak saja kedua pasangan suami istri itu menoleh


"Untuk apa ditelpon, orangnya juga sudah ada disini kok!" kata Azzam membuat kedua orang tuanya terkejut sekaligus bahagia.


"Azzam,,,,?" kata ummi Salma masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Benarkah itu kamu nak?" ucap ummi salma dengar suara yang bergetar.


Ingin rasanya menangis tapi bukan Karena sedih melainkan tangis haru karena bahagia, ummi salma berdiri dan diikuti oleh Abi Angga keduanya melangkah bersama menuju sang anak.


"Nak,ummi tidak mimpi kan, ini benar Azzam anak ummi?" hiks,,,,!" dan akhirnya pecahlah tangis seorang ibu yang sangat merindukan anaknya.


Azzam yang tidak tega melihat tangis umminya langsung meraih beliau kedalam pelukannya untuk sama sama melepas rindu, setelah dirasa umminya sudah lebih tenang Azzam melepaskan pelukannya kemudian berkata,,,,!


"Iya ummi ku sayang,ini Azzam anakmu!"

__ADS_1


"Azzam minta maaf karena telah membuat ummi hawatir!" ucapnya cengengesan yang sontak mendapatkan tepukan halus dipundaknya.


"Dasar anak edan!" kata ummi Salma karna kesal sekaligus bahagia dan keduanya kembali berpelukan seolah lupa kalau disana bukan cuma mereka berdua.


"Khemmm,,,,,,!" suara Abi Angga menyadarkan keduanya.


Azzam menoleh kepada sang Abi sambil tersenyum kemudian beralih memberikan pelukannya dan disambut dengan hangat.


"Welcome back my son!" ucap Abi Angga menyambut anaknya.


"Alhamdulillah, terimakasih Abi!" ucap Azzam lalu mempererat pelukannya.


Mereka berdua melerai pelukan masing masing setelah merasa cukup melepas rindu.


"Apa kabar sobat?" tanya Abi Angga.


"Alhamdulillah, seperti yang kalian lihat!"jawab Azzam sambil merentangkan tangannya.


"Syukurlah nak!"


Ketiganya kemudian duduk berbincang di sofa untuk berbagi cerita.


šŸ‘ŖšŸ‘ŖšŸ‘ŖšŸ‘ŖšŸ‘ŖšŸ‘ŖšŸ‘ŖšŸ‘ŖšŸ‘ŖšŸ‘ŖšŸ‘ŖšŸ‘ŖšŸ‘ŖšŸ‘ŖšŸ‘Ŗ


Sementara dirumah Ayah sofyan, setelah pulang kerja Khumairah disibukan dengan permintaan Kanaya.


Tok,,tok,,


Dor,,, dorrr


suara pintu yang awalnya hanya ketukan berubah menjadi gedoran, sementara didalam Khumairah baru saja selesai menunaikan shalat ashar, setelah menyimpan mukenanya dia segera menuju pintu kamarnya yang tidak berhenti digedor dari luar.


Setelah pintu terbuka nampaklah bagi Khumairah didepannya ada Kanaya yang menatapnya dengan tatapan yang sulit dimengerti.


"hei anak pungut, dari tadi itu ngapain aja didalam, haaa?" teriak Kanaya begitu Khumairah berdiri didepannya.


"bersemedi?" lanjutnya.


Sementara Khumairah hanya diam karna tidak mau membuat suasana semakin runyam, setelah cukup lama tinggal bersama Kanaya dia sudah tau betul bagaimana karakter sang adik apalagi saat marah jadi baginya diam dan mengalah adalah pilihan yang tepat.


Kanaya yang tidak mendapat jawaban merasa kesal sendiri akhirnya barang yang dibawanya dari tadi langsung saja dihempaskan kemuka Khumairah,,,


"kamu cepat setrika baju itu soalnya mau saya pake ntar malam,jangan membuatku menunggu lagi!" ucapnya kemudian berlalu meninggalkan kamar Khumairah.

__ADS_1


sedangkan Khumairah yang merasa lelah setelah seharian bekerja hanya bisa pasrah melakukan apa yang sudah diperintahkan oleh Kanaya.


Terkadang memang harus mengalah bukan karena lemah.Tapi karena kita cukup bijak dalam bersikap sehingga energi kita tidak terbuang sia-sia, mungkin itu yang tengah Khumairah lakukan saat ini.


Sebenarnya setiap kali ada yang bertanya apakah dia baik-baik saja, hal itu selalu menyadarkannya bahwa dia tidak sedang baik baik saja.


Sering kali juga terpikir olehnya apakah memang disini tempatnya?


Selama ini Khumairah pikir segala ujian yang terjadi padanya adalah proses pendewasaannya,


terkadang tidur bukanlah sekadar melepas lelah untuknya melainkan sebuah pelarian karena bukan hal yang mudah baginya untuk bertahan.


Terkadang air matanya yang mengalir dan rasa sakit yang dia rasakan dianggapya sebagai bentuk kekuatan,bagi Khumairah tidak ada yang lebih buruk daripada ketika seseorang yang seharusnya masih bersamanya pergi begitu saja.


Ya, kehilangan kedua orang tua diusia yang belum seharusnya mengajarkan kepada Khumairah arti bertahan yang sesungguhnya,bukankah ada yang pernah bilang jika satu pintu tertutup masih ada pintu yang lain dan jika semua pintu sudah tertutup maka menghadap keataslah untuk meminta karna untuk menuju satu tempat tidak mesti hanya harus melewati pintu saja.


Khumairah tidak pernah membandingkan dirinya dengan orang lain karena dia tau setiap orang punya cerita sendiri.


Terkadang kamu perlu menyendiri. Bukan untuk kesepian, tapi untuk menikmati waktu luang menjadi diri sendiri karena orang lain hanya mau melihat kesuksesanmu tetapi tidak mau tau perjuanganmu.


Pernah Khumairah berpikir mungkin hal terburuk dalam hidup adalah berakhir sendirian,nyatanya bukan tapi hal terburuk dalam hidup adalah berakhir dengan orang-orang yang membuat kita merasa sendiri tapi Khumairah bersyukur karena setidaknya dia memiliki dua malaikat yang tidak pernah membuatnya merasa sendiri.


Ayah dan bundanya lah yang menjadi alasan dirinya selalu berusaha menerima keadaan tanpa menyalahkan kenyataan.


Khumairah terkadang berpura-pura bahagia agar orang yang disekitarnya berpikir bahwa dia baik-baik saja, karena menurutnya hal terpenting di dunia ini adalah sebuah keluarga dan cinta kasih dan itu Khumairah dapatkan dari kedua malaikat tak bersayapnya.


Sungguh,,,, menyadari dirinya hanyalah anak angkat membuatnya hawatir setiap saat akan kah kasih sayang yang didapatkannya akan berubah,


Sering kali pikirannya menasehati supaya jangan terlalu bergantung pada siapa pun di dunia ini Karena bayanganmu saja akan meninggalkanmu di saat gelap tapi Khumairah sungguh belum siap akan hal itu.


Saat mendengar suara kendaraan Khumairah yang baru saja selesai shalat Maghrib melihat keluar dengan menyingkap tirai gorden kamarnya,terlihat disana seorang pria sedang duduk menunggu yang mairah pastikan adalah jemputan sang adik.


Khumairah keluar saat mendengar pintu dibuka oleh seseorang yang juga dia yakini Kanaya, sebelum Kanaya sampai didepan laki laki yang menunggunya Khumairah segera bertanya saat dirinya sudah berada dibelakang sang adik .


"Dek, mau kemana?" tanya Khumairah sambil memperhatikan penampilan Kanaya.


Sontak saja Kanaya berbalik dan melihat khumairah yang masih memakai mukenanya dengan tatapan sinis, kemudian berbalik kearah pria yang membuatnya semakin.


Bagaimana Kanaya tidak emosi ,pria yang berstatus kekasihnya itu malah terlihat tidak berkedip menatap khumairah yang hanya menggunakan mukenah dibanding dirinya yang sudah berdandan begitu cantik menurutnya.


"Bukan urusanmu anak pungut!" tekan Kanaya


"Tapi dek kalau ayah dan bunda pulang terus mencarimu kakak harus jawab apa?" tanya Khumairah

__ADS_1


"itu urusanmu tapi ingat, jangan sampai mereka tau tentang ini!" hardik Kanaya kemudian berlalu kearah sang pria yang masih betah memandangi Khumairah.


ā˜ļøā˜ļøā˜ļøā˜ļøā˜ļøā˜ļøā˜ļøā˜ļøā˜ļøā˜ļøā˜ļøā˜ļøā˜ļøā˜ļøā˜ļøā˜ļø


__ADS_2