
pov Muhammad khusain Al-Azzam,,,,,,,
"Khumairah,,,,,!" lirihku.
Saat aku membuka mata posisiku masih berada didalam mobil yang letaknya terbalik,dapat kurasakan sakit pada bahuku yang mungkin patah dan juga rembesan darah yang keluar dari kepalaku, mungkin karena benturan atau terkena serpihan kaca.
Nafas ku terasa tersendat dan samar-samar aku mendengar suara orang-orang yang mungkin berusaha menolongku.
"khumairah,,,!" hanya nama istriku yang ada dalam pikiran ku saat ini.
"Ya Allah, jika boleh hamba meminta tolong berikan kesempatan untuk bisa bersamanya sampai tua nanti!" ucapku dalam hati yang kini kesadaran ku mulai menghilang namun masih bisa kurasakan saat tubuhku ditarik keluar oleh seseorang.
"pak, bisa dengar kami?"
"astaghfirullah, masnya terluka!"
"ayo bantu angkat dan pindahkan kesana!"
"hati-hati,,!"
AKu bisa mendengar perkataan orang-orang yang berusaha menolongku tanpa bisa menjawab, kurasakan mereka mengangkatku menuju mobil terbuka yang entah milik siapa.
Samar-samar aku melihat seseorang yang meletakkan sesuatu dikepalaku dan berkata,,,
"istighfar mas dan berusaha lah untuk tetap sadar,kami akan segera membawamu kerumah sakit!"
kurasakan mobil sepertinya mulai bergerak sementara aku mulai merasakan kesadaran ku yang mulai hilang dan setelah itu aku tidak tau lagi apa yang terjadi.
π·π·π·π·π·π·π·π·
Aku berjalan disebuah taman yang sangat luas hingga tak dapat kutemukan ujungnya,aku merasa bingung kemana arah yang harus kutuju dan kenapa aku sendirian ditempat ini?
"khumairah,,!"
"ummi dan abi? kemana kalian semua?"
Aku merasa lelah menyusuri taman ini hingga memilih untuk duduk dibawa pohon hingga samar-samar aku mendengar suara yang amat kukenal.
"mas sakit,,,,!"
Suara itu milik khumairahku, istriku, wanitaku dan ibu dari calon anakku tapi dimana dia?
aku menangis mendengar rintihannya sungguh aku benar-benar ingin melihatnya.
Rasa putus asa kini kurasakan hingga bisa kulihat sebuah pintu dibalik kabut yang perlahan menghilang,aku berdiri dan segera berlari menuju pintu itu ,aku terjatuh beberapa kali namun mencoba untuk bangkit lagi,aku berusaha sekuat tenaga untuk bisa mencapai pintu itu.
Setelah hampir menyerah akhirnya aku bisa menggapai gagang pintu itu dan membukanya hingga aku merasakan seperti tertarik kedalam dan,,,
"uggghhhh,,,,,!"
perlahan mataku terbuka dan merasakan linglung dengan nafas tercekat.
"Aku dimana?"
"selang infus dan kantong oksigen!"
"nak,kamu sudah sadar?" itu suara Abi yang membuatku menyadari rupanya aku berada dirumah sakit.
"sebentar Abi panggilkan dokter dulu!"
Tidak lama setelah itu aku melihat beberapa dokter berjalan masuk menuju kearahku kemudian memeriksa ku.
"Alhamdulillah pak Azzam akhirnya anda sadar setelah tidur nyenyak selama beberapa hari!"
Aku belum bisa menjawab karna masih merasa linglung!
__ADS_1
"Pak Azzam,apa anda bisa mendengar saya?" tanya sang dokter sambil melambaikan tangan di depan wajahku.
"Iya!" jawabku dengan suara lirih.
"Alhamdulillah,,,suatu keajaiban buat bapak karena bisa segera sadar dari koma!"
"jadi aku koma? lalu dimana Khumairah?" tanyaku dalam hati.
"Berapa hari saya koma dok?" aku bertanya dengan suara lemah.
"Bapak mengalami koma selama satu Minggu karena benturan di kepala hingga mengalami pendarahan, namun Alhamdulillah sekarang tidak ada yang menghawatirkan dan tinggal menjalani pemulihan khususnya untuk tulang selangka yang mungkin butuh waktu kurang lebih 3 bulan untuk menjalani terapi dan harus kontrol dengan rutin!"
"Baiklah dokter!"
Setelah kepergian dokter aku bertanya kepada Abi dimana istriku dan memintanya untuk tidak merahasiakan apapun.
"Istrimu ada dirumah sakit Pertiwi untuk melahirkan!"
"Ya Allah jadi istriku akan melahirkan sementara aku tidak bisa mendampinginya?" sesalku dalam hati padahal aku sudah berjanji untuk menemaninya.
"Abi aku ingin melihatnya istriku,,,,,,!"
Belum sempat aku melanjutkan perkataanku pintu ruanganku terbuka dan masuklah ayah Surya dengan wajah terkejut namun dengan senyuman bahagianya.
"Alhamdulillah nak Azzam kamu sudah sadar?" kata ayah Surya dengan tulus.
"iya ayah maaf kalau selama seminggu ini aku membuat kalian semua repot!" kataku dengan perasaan bersalah.
""Tidak nak, itu bukan kemauan mu dan sebagai satu keluarga memang seharusnya seperti ini, saat salah satu diantara kita terkena musibah!"
"Sebentar,ayah coba menghubungi bunda atau Kanaya dulu!"
Setelah panggilan tersambung aku mendengar ayah Surya bertanya tentang keadaan Khumairah, tak lama setelah itu beliau pun menyerahkan ponselnya kepada ku.
"Sayang,,!" kataku yang membuatnya terlihat kaget.
"m,,mas,hiks!" katanya sambil terisak.
"sayang, kamu sangat cantik!" kataku sambil menatapnya dibalik layar ponsel.
"hu uuu,,, itulah mengapa mas memilihku kan?" katanya dengan tawa yang bercampur tangis.
kami saling memandang lewat layar ponsel dan kulihat wanita ku itu tersenyum menahan sakit, mungkin karena kontraksi yang dirasakannya dan tiba-tiba,,,
"Adduuuh!" keluhnya.
"Sayang,,, kamu kenapa?" tanyaku dengan hawatir.
kulihat dia tersenyum menanggapi pertanyaanku lalu berkata,,
"dedeknya sudah tidak sabar untuk keluar!"
"oooh, itu karena dia sudah tidak sabar untuk melihat papanya yang ganteng ini!"
"dan juga menyebalkan." ucapnya melanjutkan perkataanku.
"ha ha haaaaa,,,awww!" aku tertawa menahan sakit.
"mas,,,kenapa?"
"tidak apa-apa sayang!"
"ssst aww!"desisnya menahan sakit.
"sayang,,,,sakit?"
__ADS_1
"tidak mas, rasanya sungguh nikmat luar biasa!" Katanya.
"sayang,kamu harus kuat demi mas dan anak kita!"
hening,,,, tapi sambungan video call masih tersambung dan kulihat dokter datang menghampirinya dan berkata,,,,
"diperiksa dulu ya Bu!"
"iya dok!" jawabnya sambil menahan sakit.
"pembukaannya sudah lengkap Bu dan sudah waktunya untuk menyambut kelahiran dedek bayi!"
Mendengar perkataan dokter dibalik ponsel aku menjadi gelisah dan gugup padahal aku tidak berada di sana.
Aku meminta panggilan video call tidak terputus agar aku bisa menyaksikan proses persalinannya.
"Perhatikan arahan dari saya ya Bu,jangan mengejan sebelum saya perintahkan dan ikuti dorongan dalam perut,ok!" kata dokter menjelaskan.
"ok,tarik nafas Bu!"
"engggh hu huhu,,,,!"
"ya tari lagi dan dorong!"
"enggghhhhhh!"
"ok,, sedikit lagi Bu kepalanya sudah kelihatan!"
"enggghhhhhh,,,,,,"dan dapat kurasakan sang dokter menarik keluar sang dedek dan Langsung terdengar suara tangisnya.
"oeeeek,,,oeeek!"
"Alhamdulillah,,,!" kudengar suara istriku yang terdengar lemah.
"sayang,,,, Alhamdulillah!" kataku penuh haru.
kulihat dokter kembali berusaha untuk mengeluarkan ari-ari dari perut khumairah kemudian melanjutkan tindakan lainnya.
Melalui kamera ponsel sebesar enam inci aku bisa melihat perjuangan wanitaku,dan saat pertama kali mendengar suara tangis jagoan ku aku menitikkan air mata karena bahagia.
Karena keadaan aku hanya bisa mengazani anakku melalui ponsel, sungguh rasanya aku benar-benar ingin melihat anak dan istriku kemudian memeluknya.
Saat ini aku hanya bisa berbaring tanpa berbuat apa-apa dan rasanya sungguh menyiksaku, panggilan dan video call nyatanya tak mampu mengobati rasa rinduku.
Rasanya semakin jengkel saat aku tidak bisa melihat jagoanku menyusu untuk pertama kalinya, khumairah melarang dengan alasan karena malu.
Apa-apaan ini? kenapa harus malu coba padahal aku kan sudah pernah melihat semuanya malah, ditambah lagi dengan ummi yang juga ikut-ikutan melarang.
"udah lah Azzam kamu istirahat saja dulu!" kata ummiku diseberang sana.
"tapi ummi,aku kan mau liat anakku!" kataku merajuk.
"tadi kan sudah liat,nanti aja lagi!"
"ummi,tapi aku mau liat anakku minum ASI!" kata berusaha membujuknya.
"aduh Azzam kamu bisa diam tidak? ini anakmu saja bisa anteng!" kata ummi dengan suara jengkelnya.
"ya iyalah lagi anteng,orang sidedek lagi nyerobot jatah papanya!" kataku yang sontak membuat orang yang berada diruanganku maupun diruangnnya menjadi tertawa atas kekonyolanku.
π Bersambung π
Mohon maaf untuk semua typo dan keterlambatan untuk up readers π
Tetap berikan dukungan kalian untuk membantu otak dan jempolku semangat dalam berhaluπ€π
__ADS_1