
Maaf untuk setiap typo yang bertebaran π
Warning area!!!
+18!!!!!
Mohon bijak dalam membacaπ
ππππππππ
Setelah sadar dari apa yang dilakukannya Azzam menghentikan cumbuan Nya untuk menghargai sang istri, dirinya merasa bersalah karena telah mencumbu istrinya dengan sangat menggebu.
"Maaf kalau membuatmu merasa tidak nyaman!"
Khumairah tersenyum kemudian mengusap lembut dada sang suami lalu mencium keningnya lama,dia membawa kepala Azzam untuk bersandar di dadanya.
"Kenapa mas minta maaf? Bukankah aku sudah menawarkan diri lalu kenapa merasa tidak enak?"
"Bukan kah ini sudah waktunya buka puasa?" Bisik khumairah.
"Mas takut kamu risih menerima sentuhanku, sayang!"
"Tidak, justru aku sangat menikmatinya!" Kata khumairah malu malu.
"Mas, semua yang ada pada diri ini itu milikmu,jadi mas berhak untuk melakukan apapun dan aku akan menikmatinya selagi kamu tidak menyakitiki,"
"Kapan pun dan dimana pun itu."
Azzam terharu mendengar perkataan sang istri, kemudian tersenyum bahagia karena pada akhirnya buah dari kesabarannya sudah terbalas.
"Terimakasih, sungguh aku sangat mencintaimu karena Allah!" Ucap Azzam Kemudian mencium kening istrinya.
Hasrat yang tadi sempat turun kini sudah kembali lagi.
"Mas tolong ikat rambutku!" Kata Khumairah dengan manja.
"Jangan di ikat, mas suka seperti ini!"
Kini tatapan keduanya saling mengunci penuh arti,hingga entah siapa yang memulai duluan hingga bibir keduanya sudah kembali menyatu, saling membelit satu sama lain hingga bertukar Saliva.
Azzam melepas tautan bibir mereka, kemudian bibirnya turun menyusuri leher jenjang sang istri dan berakhir pada dua buah da**nya yang sudah sejak tadi sangat menggodanya.
"Aaah,ssst massss!" Desah khumairah yang semakin membuat Azzam tidak tahan.
Azzam merebahkan tubuh Khumairah dengan hati-hati lalu kembali menatap penuh damba, Khumairah tersenyum dengan malu-malu hingga semburat merah kembali muncul di kedua pipinya dan dengan sengaja memberi kecupan ringan di sudut bibir Azzam.
Azzam kemudian menindih tubuh mungil khumairah, lengan kirinya dia jadikan bantal oleh khumairah sedangkan tangan kanannya berada disisi kiri sang istri.
Azzam semakin merapatkan tubuhnya kepada khumairah kemudian me***** penuh perasaan bibir sang istri.
Perlahan khumairah mendorong pelan dada sang suami supaya menghentikan ciumannya,dia butuh untuk bernafas disela ciuman panas mereka.
__ADS_1
Azzam kembali mencium leher jenjang khumairah sembari semakin menggodanya dengan menggigit sedikit dan meremas bo**ng nya,dia tersenyum saat khumairah mendongak mempermudahnya untuk semakin melancarkan aksinya.
Khumairah merasa gemetar seluruh tubuhnya menerima sentuhan Azzam yang merupakan hal pertama baginya,dia ingin merapatkan kedua kakinya namun terhalang saat Azzam menyelip diantara kedua kakinya.
******* Khumairah terus keluar dari mulutnya karena dijamah oleh suaminya, sentuhan sensual yang pertama kali di rasakannya dari Azzam sang pemilik kehormatan nya.
"Mas buka ya sayang?" Tanya Azzam saat keduanya berada diatas dada sang istri.
"Umm,aaah,,,, bukalah mas!" Kata Khumairah diselah desahannya kemudian semakin membusungkan dadanya seolah dirinya meminta untuk di sentuh lebih sang suami.
Azzam tersenyum melihat reaksi istrinya, perlahan Azzam beranjak dari tubuh istrinya kemudian menariknya untuk duduk dipinggir Gasebo, perlahan tapi pasti jari kekarnya kemudian membuka gaun istrinya yang membuat nya kemudian merasa panas dingin karena melihat tubuh sintalnya khumairah.
Khumairah semakin menggoda suaminya saat melihat matanya terus tertuju kepada buah d*** yang masih tertutup br*, khumairah membusungkan dada untuk semakin menggoda sang suami semakin int**, dirinya semakin agresif hingga membuka kancing kemeja Azzam lalu mencium dada bidangnya.
Mata Azzam terpejam menikmati sentuhan istrinya, entah keberanian darimana sehingga khumairah berani membuka celana panjangnya, kemudian dia mendongak menatap sayu suaminya lalu mengulurkan tangan meminta Azzam untuk menunduk lalu mengalungkan tangan ke leher Azzam kemudian meraup bibirnya.
Mendapat perlakuan seperti itu Azzam tidak tinggal diam,tangan kekarnya kemudian merengkuh erat pinggang sang istri sembari mengendong dari depan, Azzam berjalan kearah api unggun Kemudian duduk disalah satu kursi sambil memangku Khumairah,bibirnya masih bergerak sensual sementara tangan kekarnya terulur untuk mengusap punggung polos sang istri.
Khumairah merasakan usapan sensual di punggung polosnya hingga pengait br*nya terlepas, sungguh Khumairah tidak bisa menahan diri saat menerima rang***** memabukkan dari tangan kekar sang suami hingga dirinya mengharapkan sentuhan yang lebih.
Khumairah merasa basah dibawa sana, Azzam menyadari itu kemudian kembali menggendongya menuju gasebo lalu membaringkanya, sungguh penampilan Khumairah sangat menggoda iman rambut panjangnya yang tergerai berantakan dan yang menjadi rans**** utama bagi Azzam adalah celana d***m warna biru di bawah sana yang sudah sangat ba**h karena ulahnya.
"Ssst aaah,,,,,mmasss!" Panggil khumairah di sela desahannya.
"Iya sayang!"
"Panggil namaku,,,,!" Bisik Azzam dengan suara parau.
"Uumh,,, mas azzzzam!"
"Terus sebut namaku,sayang."
"Aahhhh,mas azzzzam!"
Azzam semakin menenggelamkan kepalanya di leher jenjang sang istri yang sudah penuh bercak merah, tangannya juga tidak hanya tinggal diam sembari menyusuri seluruh tubuh Khumairah.
Khumairah pasrah akan ulah suaminya yang telah membuat tubuhnya polos kini dirinya tergeletak diatas Gasebo, sungguh dirinya merasa malu saat Azzam menatap penuh intimidasi hingga membuat dirinya merasa panas dingin.
Azzam beranjak untuk menurunkan tirai kelambu kemudian meraih jus yang ada di atas meja, lalu menumpahkan Nya diatas tubuh dan juga membasahi daerah in** Khumairah dengan jus itu.
Apa yang dilakukan oleh Azzam membuat khumairah mendongak sambil menutup mata, dirinya sungguh merasa dibuat gila saat dirinya menjadi basah oleh jus itu dan saat dia akan membuka matanya tiba-tiba Azzam menj***** tubuhnya hingga membuat matanya buka tutup menikmati sensasi yang diberikan oleh suaminya.
"Sstttttt aahhhh,,,,!"
"Mmas azzzzzam!"
"Iya sayang,teruslah mendesah dan sebut namaku."
"Aku mencintaimu karna Allah!" Kata Azzam disela kegiatan nya.
Khumairah kini benar-benar dibuat pasrah seraya terus melengguh menikmati keindahan malam pertama mereka, dirinya berharap semoga kegiatan mereka tidak cepat terhenti,dia juga ingin merasakan di sentuh sampai titik terdalamnya.
__ADS_1
Khumairah tersenyum tulus saat Azzam membelai wajahnya dan berkata,,,,
"Aku juga sangat mencintaimu mas, karena Allah!"
Khumairah menangkup kedua pipinya tirus suaminya kemudian menciumi seluruh wajahnya, sungguh Azzam adalah tempat berlabuhnya kini dan nanti.
Tangan kekar Azzam terulur untuk mebelai lembut wajah sang istri, kemudian menunduk untuk kembali mencium bibir nan seksi milik istrinya itu,diapun juga menciumi seluruh wajahnya dengan sepenuh hati.
Azzam begitu bahagia karena sebentar lagi mereka benar-benar akan bersatu setelah meraih kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
Namun sebelum memulai Azzam dan khumairah terlebih dahulu berdo'a,,,
"Bismillah,allahumma jannibnaa syaithana wa jannibis syaithana ma razaqtanaa!"
Setelah berdo'a keduanya melempar senyum penuh damba masing-masing, kemudian Azzam mulai menindih sang istri dan berkata,,,
"Sayang,mas mau buka puasa sekarang!" Bisiknya kemudian segera melancarkan serangannya.
"Tahan ya sayang dan rileks, mungkin akan sakit namun mas akan melakukannya dengan pelan!" Kata Azzam yang dijawab hanya dengan anggukan oleh Khumairah.
Khumairah mencengkeram seprai kasar saat milik Azzam mulai mema****nya dan bersamaan dengan itu mengalirlah air matanya, Khumairah menangis bukan karena sakit atau menyesal melainkan karena merasa bahagia, kini dirinya sudah menjadi 85% wanita sesungguhnya dan berhasil menjaga sesuatu yang memang seharusnya hanya akan dipersembahkan untuk sang suami.
"Maaf." Bisik Azzam merasa bersalah saat menyadari air mata sang istri.
Khumairah melihat kebawah saat merasa bagian in**** penuh dengan milik sang suami dan Azzam pun melakukan hal yang sama, dirinya tersenyum saat melihat dan merasakan miliknya sudah masuk sempurna dalam in** sang istri, dia merasa sangat nik*** dan ingin segera bergerak.
"Sayang,mas bergerak ya," pinta Azzam dengan suara parau penuh gejolak.
"Aahhh, bergeraklah mas!"
Kemudian Azzam mulai bergerak sesuai instingnya seraya menikmati penyatuan mereka.
"Aah,ahhhh sayang!"
"Kamu sangat nik***!" Kata Azzam di sela desahannya.
"Umhh,ahhhh!"
"Mmasss azzaam,aahhh!" Racau khumairah menyebut nama Azzam.
"Hmm ahhh,,,"
"Iya sayang,aahhh!"
"Aku suka mendengarnya,aahh!"
Pada akhirnya Azzam dan Khumairah dapat merasakan dan menuntaskan gejolak hasrat yang pertama kali mereka rasakan, penyatuan pertama yang mereka harapkan hasilnya akan segera tumbuh.
Ya Azzam berharap benih yang diam tanam dalam rahim sang istri akan segera tumbuh menjadi buah hati hasil dari cinta mereka.
Setelah keduanya mencapai ******* masih-masing Azzam segera berguling kesamping sang istri untuk mengembalikan tenaga yang telah terkuras saat penyatuan mereka.
__ADS_1
"""""""""""""""" Bersambung π
mohon berikan like,vote dan gift semampu kalian readers π