Khumairah "wanita pilihan"

Khumairah "wanita pilihan"
BAB 23


__ADS_3

warning!!!!


masih untuk +18πŸ™


😘😘😘😘😘😘😘


"Terimakasih kasih sayang, sudah menjaga dan menjadikanku laki-laki pertama yang menik***nya!" Kata Azzam kemudian mencium kening Khumairah.


"Sama sama mas!"


"sebenarnya saat ini adalah masa subur ku,apa tidak apa-apa seandainya akan langsung jadi?" tanya Khumairah merasa hawatir seandainya Azzam belum siap.


Sementara Azzam yang mendengar pertanyaan sang istri tersenyum bahagia kemudian segera duduk di sampingnya lalu mengelus lembut penuh perasaan perut rata khumairah saraya berkata,,,


"Cepatlah tumbuh nak didalam sana, kami menunggumu!" Kemudian mencium perut rata milik istrinya.


khumairah merasa bahagia melihat respon yang diberikan oleh Azzam karna ternyata apa yang dipikirkannya tidak seperti itu.


"Mas,,,!"


"Hmmm?"


"seandainya kita langsung diberi kepercayaan untuk segera memiliki anak, untuk anak pertama mas maunya cewek atau cowok?" tanya khumairah.


"Apapun jenisnya nanti insya Allah mas akan terima, tapi kalau boleh memilih mas maunya cowok supaya nanti kalau adiknya lahir cewek dia sudah bisa menjaganya!" jawab Azzam.


Keduanya terdiam beberapa saat, setelah itu Azzam tiba-tiba berkata,,,


"sayang,,!"


Khumairah melihat kearah sang suami karena merasa penasaran,namun belum sempat bertanya Azzam kembali berkata,,,


"Mas,mau nambah ya!"


"Haa,eh!" respon Khumairah.


"Kita lanjut didalam,ok!"


Belum sempat khumairah menjawab perkataannya Azzam sudah mengangkatnya kemudian beranjak menuju kedalam rumah yang mereka tempati, setelah sampai didepan ranjang Azzam lalu membaringkan nya kemudian mulai melancarkan aksinya kembali.


Setelah itu terulang kembali kegiatan ranjang panas mereka sampai puas,maklum bagi pengantin baru pasti ingin menikmati, memuaskan serta menuntaskan hasrat sampai titik terdalam hingga sampai beberapa ronde barulah keduanya berhenti.


Setelah itu keduanya membersihkan diri dan mandi besar keduanya memutuskan untuk tidur dengan posisi berpelukan.


Tepat jam 2:30 Azzam terbangun dari tidur indahnya, dilihatnya sang istri yang tertidur sangat pulas dengan nafas teratur membuatnya betah dalam memandangi wajah teduh khumairah.


Azzam membangunkan Khumairah tepat jam 03:00 untuk melaksanakan shalat Sunnah di sepertiga malam, Azzam kemudian mengendon nya menuju kamar mandi, beruntung bagi khumairah karna kamar mandi itu hanya cukup untuk satu orang saja.


Azzam merutuki kebodohannya sendiri saat menyiapkan semuanya karena sedikitpun tidak terlintas dibenaknya akan suasana didalam kamar mandi tersebut, seperti pemikirannya soal telaga,gasebo,api unggun dan suasana panas lainnya.

__ADS_1


"Tak apa, masih bisa diluar!" Pikir Azzam dengan segala pikiran dewa*****,"


Tak lama kemudian khumairah keluar dengan wajah yang tampak lebih segar, keduanya lalu melakukan shalat Sunnah berjamaah.


***************


Saat keduanya usai dengan kegiatan mereka, kini Azzam dan Khumairah tengah menikmati waktu seraya bercerita banyak hal tentang konsep keluarga masa depan mereka sambil menunggu waktu shalat subuh.


Berhubung Azzam hanya anak satu-satunya dari ummi salma maka keduanya memutuskan untuk tidak memiliki rumah sendiri.


Khumairah merasa sangat beruntung karena keluarga besar suaminya mau menerima dirinya terlebih sang mertua,meski keduanya memiliki cinta yang sama kepada lelaki yang sama yang biasanya memisahkan mertua,menantu dan anak hingga banyak lelaki yang bingung cara berbakti setelah menikah, namun khumairah mampu meraih cinta sang mertua bersamaan cinta suaminya hingga membuat mertuanya tak merasa tersaingi karena kehadiran dirinya dalam hidup anaknya.


Mungkin karena ummi salma hanya memiliki satu anak,sehingga kehadiran Khumairah membuatnya merasakan kehadiran seorang anak perempuan, rupanya kehadiran Khumairah mampu membuat dua hati menjadi satu rasa untuk satu hati.


Usai shalat subuh Khumairah kini sedang berdiri didepan kompor dan berkutak dengan beberapa alat dapur yang sudah di sediakan oleh Azzam, sungguh dimata Azzam khumairah sangat terlihat cantik apalagi dengan penampilannya yang hanya menggunakan daster berbahan tipis.


Dengan lihainya Khumairah mengolah bahan makanan yang akan menjadi santapan sarapan mereka, Azzam yang merasa tidak tahan berlama-lama menyaksikan pemandangan didepannya segera beranjak dari atas ranjang kemudian melangkah kearah khumairah dan berbisik,,,


"Sayang,, mas tunggu diluar ya!" Katanya sambil meniup cuping telinga Khumairah dengan sengaja hingga membuat bulu-bulunya meremang, Azzam juga tak lupa memberi sedikit remasan di bo****nya kemudian segera berbalik untuk keluar.


Setelah semuanya sudah siap khumairah lalu membawa menu sarapan yang sudah disiapkannya keluar menuju dimana Azzam sudah menunggunya, setibanya diluar khumairah melihat Azzam sudh berada didalam kolam dan.


Perlahan Khumairah menaruh nampang yang di bawahnya dipingir kolam kemudian berkata,,,,


"Mas,ini sarapannya sudah jadi!"


"Mas udah dulu berenangnya ya, kita sarapan dulu!"


"Mas maunya sarapan sambil berenang saja."


Tiba tiba Azzam menyeringai saat terlintas dipikirannya sebuah pemikiran dewasa.


"Sayang, duduk sini sambil suapin!"


Tanpa bertanya lagi Khumairah segera melakukan apa yang diperintahkan oleh suaminya, dia kemudian duduk dipinggir kolam dengan posisi kaki yang menjuntai ke dalam air.


Azzam kemudian mendekat, lalu tanpa sepengetahuan istrinya dia menariknya ke dalam air hingga membuatnya basah kuyup.


"Masssss!"


"Iya sayang!"


"Udah dong mas, bercandanya nanti dulu!"


"Kita sarapan dulu ya!"


"Baiklah, tapi sambil di suapin ya?"


Khumairah mengangguk kemudian mengambil piring di dalam nampang yang tadi dibawanya.

__ADS_1


Keduanya lalu menikmati sarapan ala Azzam di dalam kolam, setelah selesai khumairah menaruh piring yang sudah kosong di pinggir kolam lalu mengambil gelas yang sudah di isinya air untuk diberikannya kepada Azzam, namun Azzam menggelengkan kepalanya dan berkata,,,


"Mas mau minum lewat bi**rmu, pasti lebih ni***t!" Bisiknya yang membuat mata Khumairah melotot.


"Tapi mas,,,!"


Belum sempat khumairah memberikan alasannya Azzam kembali menggelengkan kepalanya,namun karena melihat Khumairah yang tidak bergeming Azzam segera mengambil gelas lalu meminumnya.


Setelah itu dia langsung berbalik kemudian berjalan kearah pancuran, sebenarnya dia tidak marah ataupun kecewa karna Khumairah tidak menuruti keinginannya tapi ingin melihat sejauh mana istrinya itu bisa merayu dirinya.


Dan benar saja,apa yang dilakukannya berhasil membuat Khumairah merasa bersalah dan segera menyusul ke arah sang suami, Khumairah merasa debaran di dadanya menggila saat posisinya semakin dekat Karena melihat pemandangan yang sangat menggoda imannya.


Azzam berdiri di bawah pancuran hingga membuat dada bidangnya nampak tercetak pada kemeja transparan yang digunakannya.


"Mas,maaf!" Cicit Khumairah namun terdengar manis bagi Azzam.


Merasa diabaikan oleh sang suami, Khumairah berusaha mengikuti instingnya, segera dia meraih tangan sang suami untuk menariknya sedikit menjauh dari bawah pancuran, Azzam tidak menolak apa yang dilakukan oleh istrinya itu.


Perlahan Khumairah semakin mendekatkan diri kemudian dengan nakalnya mulai menggoda Azzam, diciumnya seluruh dada dan perut Azzam kemudian naik merambat ke leher dan berakhir dibibir Azzam,sementara tangannya ikut bermain di dalam air tepat pada bagian yang sudah menegang pada tubuh Azzam.


Azzam mendongak menikmati kenakalan sang istri, sungguh dirinya tidak akan bisa tahan lebih lama lagi untuk pura-pura merajuk.


Azzam lalu menarik sang istri untuk kembali berdiri di bawah pancuran,dia ingin menikmati sensasi berbeda di bawah guyuran air.


Keduanya saling memberi rang****** di bawah pancuran hingga meski keduanya Mendesah dengan keras tidak akan terdengar karena tertutupi oleh suara air.


Setelah dirasa cukup Azzam kemudian mengangkat tubuh istrinya lalu membawanya menuju gasebo yang sudah menunggu mereka, setelah sampai Azzam kemudian membaringkan khumairah lalu menindihnya.


"Mas sudah tidak tahan sayang!" Bisiknya dengan suara parau.


"Lakukanlah mas,akupun sudah sangat menginginkan nya!"


"Tapi mas masih ingin bermain!"


"Ssst, lakukan apapun yang kamu inginkan,"


"Sentuh dan nikmatilah aku sesukamu!"


Setelah mendengar perkataan istrinya Azzam kembali menyusuri setiap inci tubuhnya, dan setelah merasa cukup puas bermain Azzam lalu menyatukan miliknya ke dalam milik khumairah.


kini keduanya tengah menikmati indahnya penyatuan halal mereka di pagi hari,dalam hati meninggikan harapan bersama semoga kebersamaan yang mereka lalui tidak akan pernah lekang oleh waktu.


Disaat keduanya telah sampai kepuncak keni****** masih-masing, Azzam sengaja berdiam diatas tubuh khumairah dengan menggunakan tangannya sebagai tumpuan agar tidak terlalu menindih sang istri,saat dirinya merasa bahwa ben**nya telah benar-benar tertanam ke dalam rahim sang istri barulah dirinya beranjak kemudian berbaring disampingnya.


""""""""""” Bersambung πŸ’ž


Maaf kan untuk setiap typo yang adaπŸ™


Mohon berikan dukungan like,vote dan gift semampu kalian😘

__ADS_1


__ADS_2