Kisah Gadis Biasa

Kisah Gadis Biasa
Pulang


__ADS_3

Happy Reading ....


Perlahan aku buka pintu kamar Alexa, dan ... sungguh di luar dugaan. Aku melihat punggung Angga, dia sudah berdiri di depanku. Meskipun aku belum melihat wajahnya, tapi aku tahu dan yakin kalau itu adalah Angga.


Dan, saat ia membalik badan. Benar saja, wajah yang tadi membuat suasana meja makan menjadi menegang. Kini berdiri di hadapanku.


"Kenapa?" ketusku padanya.


"Loe mau, gue tinggalin rumah ini sekarang!" Tanpa menunggu jawabannya, aku berujar kembali.


"Sorry!" singkatnya.


"Ngapain minta maaf ke gue? Sepertinya akan lebih tepat bila loe! Minta maaf ke Bunda, Ayah juga. Mereka pasti malu! Punya anak, yang tidak bisa menjaga tata krama pada tamu." cerocosku.


Sialnya, Angga tidak menanggapi sedikitpun ocehanku. Dia berlalu begitu saja, dan aku hanya bisa kembali ke tempat tidur Alexa.


"Siapa?" tanya Alexa yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Abang loe."


"Ngapain lagi tu manusia purba? loe gak diapa-apain kan?" Alexa memutar tubuhku, dan memerhatikan dari atas hingga bawah.


"Ck! Apaan si? enggak laaah, emang mau ngelakuin apa dia sama gue?"


"Awas aja kalau dia berani ngomong macem-macem sama loe! Inget ya, bilang ke gue kalo dia berani macem-macem."


"Heh! Non ... gue ini sering ikut latihan silat. Pareredan hiji, pareredan dua, cikopi cikalong. Kalo cuma abang loe doank mah cetek! die kan lembek kek tape," Sambil aku peragakan gerakan-gerakan silat, dan menyentil jari telunjuk dengan ibu jariku. Saat mengatakan cetek.


"Gaya loe! Kan raga loe doang yang punya bela diri, tapi jiwa loe? gak punya kan bela hati!" Alexa dengan entengnya berkata.


"Astaga itu muuluuut," Aku meraup bibir Alexa dengan tanganku.


"Mmmp ... Kenapa?" tanyanya setelah mulut itu lepas dari raupan tanganku.


"Suka bener kalo ngomong! Hahaha ...."


"Tiduuuurr!" Alexa naik ke kasurnya dan merapikan posisi diri.


"Gosok gigi dulu laah."


"Duluan ya,"


"Hmmm," Aku melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan bagian-bagian tubuh yang mesti kubersihkan. Meninggalkan Alexa yang sudah berselimut di atas kasur.


...♡♡♡♡♡...


"Zie! loe yang bawa motor ya?" Alexa melemparkan kunci motornya padaku.


Kami baru saja selesai sarapan, setelah memberi salim pada Ayah Bunda Alexa. Kami berdua bergegas untuk segera berangkat kerja.


"Tunggu di depan deh!"

__ADS_1


"Mau ke mana lagi?" Alexa heran dengan perintahku.


"Bentar doang, ada yang ketinggalan," ucapku sambil melangkah menuju kamar Alexa.


Setelah aku keluar, Alexa sedang menungguku dengan memainkan gawai miliknya di bangku teras depan.


"Yok!" ajakku.


Alexa memperhatikanku tanpa berkedip, dari semua barang bawaan di tangan dan punggungku. "Loe mau ke mana?" tanyanya.


"Ya kerja laaah, mau ke mana lagi emang?"


"Loe mau kerja apa mau kemping?"


Aku mengerti dengan maksud Alexa, dari carrier bag yang aku gendong. Juga paper bag yang aku tenteng.


"Hari ini gue balik."


"Kok gitu? katanya mau sampai hari minggu! Loe marah sama kejadian semalem?"


"Enggak! Enggak kayak gitu, ini! Kan harus gue kasih ke bonyok," Aku mengangkat paper bag berisi oleh-oleh, yang dititipkan Bunda untuk keluargaku.


"Hmm! Sorry ya," Alexa mengembus napas kasar.


"Apa sih Lex? Udah ah yok berangkat,"


Di sepanjang jalan, Alexa memelukku erat dari belakang. Carrier bag dan paper bag sudah aku gantung di tempat gantungan yang tersedia di bagian bawah depan.


"Padahal kan kita jarang bisa satu shift gini Zie," Alexa berkata padaku di atas motor yang sedang melaju.


"Tapi kan beda Zie, waktunya gak kayak kita kalau satu shift begini."


Alexa menelisik wajahku lebih dekat, kemudian berkata kembali.


"Tapi loe beneran gak marah 'kan? sama si manusia purba."


"Enggak! Mana mungkin gue bisa marah sama keluarga loe, Lex."


"Makasih, ya!" Aku hanya bisa tersenyum, sambil terus fokus pada jalanan di hadapanku, mendengar ucapan terima kasihnya.


Setelah memarkir motor, aku menyuruh Alexa untuk terlebih dulu menuju pos time card. Sedangkan aku, hendak merapikan barang bawaanku ke dalam locker.


Aku melangkah tanpa ragu dan tanpa menunggu jawaban Alexa. Karena tak ingin berlama-lama di ruang locker. Saat aku keluar, ternyata Alexa masih menungguku di gerbang ke dua. Aku tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala, melihat Alexa yang tak mendengarkan perintahku untuk masuk terlebih dulu.


Kuhampiri keberadaannya dan langsung kugandeng tangannya untuk menuju pos time card.


Di sepanjang perjalanan, kami tidak banyak berkata-kata. Karena memang sudah banyak yang kami obrolkan sejak tadi malam, hingga saat ini menjelang masuk kerja.


Aku melakukan pekerjaan seperti biasa, sebelum mendampingi Melati. Aku mengerjakan tugasku sebagai quality control dan menyelesaikannya.


Hari ini aku mendapat kabar, Bu Lia pulang dan akan sampai nanti sore. Akan tetapi, baru akan mulai masuk kerja lusa hari. Ada rasa senang dan sedih yang bercampur di hati. Pasalnya, aku akan pisah shift lagi sepertinya dengan Alexa. Sahabat tersayangku.

__ADS_1


Apa lagi, Melati juga sudah mulai mengerti dan paham apa saja yang harus dia lakukan. Jadi, kemungkinan tugasku mendampinginya juga akan selesai. Dan, aku akan kembali bertukar posisi dengan Kak Hany.


Saat menjelang pulang, Alexa masih menungguiku di depan gerbang utama.


"Ngapain loe?" sapaku, saat aku keluar dari gerbang pintu kecil.


"Nungguin loe lah!"


"Kan udah gue bilang, gue balik ke rumah hari ini."


"Gue anter ya?" pintanya.


"Gak usah! gue ngangkot aja."


"Zie ...."


"Apa sih...?" Aku tersenyum dan tertawa melihat mimik wajahnya.


"Pulang ke rumah aja yuk ...." Alexa masih berusaha untuk membujukku pulang ke rumahnya.


"Nanti dech! Hari ini gue balik. In syaa Allah kapan-kapan gue nginep lama," Aku ingin berjanji, tapi tak berani. Akhirnya hanya cubitan kecil di pipi Alexa yang bisa kudaratkan.


"Gue balik ya!" imbuhku, sambil berjalan menuju pinggir jalan.


Alexa masih duduk di jok motornya memandangku, yang menunggu angkutan kota.


"Udah balik loe!" teriakku saat melihat Alexa masih termangu di muka motornya.


"Iya! Loe naek angkot aja dulu, gue mah gampang tinggal starter," balasnya.


Aku kembali fokus untuk memberhentikan angkutan umum. Dan, sampai akhirnya ada yang berhenti. Aku pun naik, dan memilih tempat duduk yang masih bisa dilihat oleh Alexa dari luar. Tak lupa lambaikan tangan sebagai salam pamit pun aku lakukan.


Setelah beberapa saat angkutan umum melaju, kukeluarkan handphone, dan segera kucari kontak dengan nama Dede Barakh. Aku berniat menghubunginya, agar bisa menjemputku.


Nada panggil terdengar di telinga lewat headset yang aku pakai. Tak lama kemudian, panggilan diterima. Aku hafal sekali dengan suara ini. Ini, adalah suara umi. Segera kutanyakan keberadaan Barakh setelah menjawab salam yang terlontar dari umi di seberang sana.


Aku tahu jadwal Barakh kuliah, bila tak salah, hari ini dia kuliah pagi. Dan, benar saja. Setelah kutanyakan, Hari ini jadwal kuliahnya bukan sore atau siang, dan dia sudah berada di rumah saat ini. Aku minta Barakh menjemputku dengan menggunakan motor. Meski dia juga heran kenapa aku meminta dijemput, padahal aku bisa menggunakan ojek on line pikirnya. Tapi dia tak banyak bertanya.


"Depan Rumah Sakit aja ya. Ateh turun di sana, oke! Assalamualaikum," Aku akhiri panggilanku.


Tak terasa, sebentar lagi aku akan sampai di tempat yang kujanjikan pada Barakh. Setelah mempersiapkan ongkos, aku bersiap untuk turun.


Angkutan umum yang kutumpangi telah berlalu. Segera kuedar pandang, mencari keberadaan Barakh. Kemudian sekilas tampak seseorang melambaikan tangan. Aku pikir itu Barakh, karena suasana juga agak remang pada malam hari. Tanpa pikir panjang segera kudekati orang yang melambai tangan padaku.


Dari motor yang dipakainya, sebenarnya ada keraguan yang kurasa di hati. Sebab ini bukan motor yang biasa dipakai Barakh. Dan juga, tak biasanya Barakh memakai helm full face saat menjemputku. Tapi, mungkin saja dia meminjam motor temannya untuk menjemputku. Oleh karena itu aku terus mendekat.


Setelah aku sampai di depan orang yang kukira Barakh, dan orang itu membuka helmnya. Alangkah terkejutnya aku. Atas siapa yang kulihat kini di hadapanku.


💞💞💞💞


Weeh udah 1200 aja. Sampai sini dulu ya ... 😊

__ADS_1


Next kita sambung lagi


Love U All 😘❤


__ADS_2