
Happy Reading
Dua cangkir kopi dan segelas lemon tea telah siap untuk kubawa ke kamar. Di atas baki plastik berwarna coklat itu, tersusun rapi dua cangkir dan satu gelas beserta setoples camilan yang aku ambil dari rak makanan di dapur.
Dengan hati-hati, aku membawa makanan dan minuman di atas baki itu menuju kamarku. "Buka oe!" teriakku, saat aku sampai di depan pintu kamar.
Kimmy terlihat membuka pintu, lalu aku masuk dan meletakkan baki di atas lemari yang tingginya tak sampai setinggi badanku.
"Minum dulu dech! Tuh, gue bikinin kopi." Aku menawarkan apa yang aku bawa.
"Tau aja, gue belum ngopay. Thankyou," Alexa langsung menyambar satu cangkir.
"Pelan-pelan, masih panas ...." Aku memperingatkan Alexa, agar tak terburu-buru meminum kopi yang sudah ada di genggamannya.
"Terus ... sebenernya loe maunya sama yang mana?" Tiba-tiba saja Kimmy melontarkan pertanyaan yang tidak aku mengerti.
"Mau apaan?" tanyaku.
"Aji atau Gusti?" Pertanyaan Kimmy saat ini berhasil membuat aku menyemburkan lemon tea yang baru saja masuk ke mulutku.
"Zie ...!" teriak Kimmy, karena bajunya basah terkena semburan dari mulutku.
"Sorry ... sorry ... ahaaa haa haa ....." Aku terbahak melihat keadaan baju Kimmy yang terlihat sedikit basah.
"Pake baju gue aja gih! Ganti, ya!" imbuhku.
"Kunyuk dasar! Pake acara nyembur lagi!" oceh Kimmy sambil berlalu menuju lemari pakaianku.
"Ahaa, ha, ha, sorry ...." Aku masih tertawa mengingat kejadian sembur menyembur barusan.
"Lagian, Loe tuh nanyanya ada-ada aja! Kagetlah Gue, ahaa ha, ha," imbuhku kembali.
Aku melihat Alexa, juga tengah menahan tawanya. "Mau ketawa, ketawa aja!" celetukku pada Alexa.
Dengan tanpa disangka, tawanya seketika pecah. Membuat aku terkaget dan membuat Kimmy mengoceh lebih banyak lagi.
Setelah Kimmy selesai mengganti pakaian, kami melanjutkan perbincangan yang sempat tertunda. Kimmy masih saja mencecarku dengan banyak pertanyaan seputar Aji juga Gusti. Sesekali Alexa mencandaiku dan begitupun dengan Kimmy, yang kadang meluncurkan ledekan-ledekan yang membuat aku salah tingkah, bahkan kadang sulit berkata-kata.
"Udah siang aja, nih!" Aku melihat jam wakker yang ada di meja.
"Iya! Gak kerasa,"
Lalu, tiba-tiba terdengar suara umi memanggilku. "Dis, ajak makan dulu."
"Iya, Mi," sahutku.
"Yuk! Makan dulu, kayaknya Umi udah nyiapin makanan tuh," ajakku pada Kimmy dan Alexa.
__ADS_1
"Dih! Gak enak tauuu, Abah lagi sakit, Umi malah ngurusin kita-kita," ucap Alexa.
"Ya, enggak ngurusin loe juga, Umi emang masak buat semua, kebetulan aja loe pada di sini. Ya sekalian jadinya, Ayo!" ajakku kembali.
"Aaayoook," ajakku lagi, karena Kimmy dan Alexa belum bergerak.
"Gue mah, mau! Kangen sama masakan Umi, selalu enak! Ter the best pokoknya. Apalagi toge gorengnya itu beuh! Nikmat banget, belum ada yang bisa ngalahin," Kimmy berceloteh sambil berjalan menuju ruang keluarga.
Aku dan Alexa, pun mengikuti langkah semangat Kimmy.
"Masak apa Mi?" tanya Kimmy pada umi yang sedang menata masakan di atas karpet depan televisi.
"Seadanya aja, ya. Umi gak bisa masak banyak, lagi repot ngurusi Abah." kata umi, menjawab pertanyaan Kimmy.
"Ini mah banyak Um, bukan seadanya. tapi ada semua," celetuk Alexa.
"Iya Mi, ini menggoda iman banget, aku makan ya Mi." Kimmy meminta izin untuk mulai menyendok makanannya.
"Iya! Makan yang banyak, Umi mau ke kamar dulu nyuapin Abah," ucap umi sambil berlalu.
"Loh! Umi gak ikut makan bareng?" tanyaku.
"Umi udah makan, kalian makan aja, ya! Umi tinggal dulu ke kamar."
Setelah berkata demikian, umi masuk ke kamar untuk menemui abah.
kami mulai menyendok nasi dan lauk pauk yang tersedia. Ada sayur asem, ikan teri yang bergelut dengan kacang tanah, sambal, tempe goreng dan lalapan.
"Dih! naon boa, orang cuma sayur asem doang ge ehhey," sahutku menimpali omongan Kimmy.
"Tapi beneran, loh, Zie! Emang enak. Masakan nyokap loe itu bener-bener nikmat, meskipun hanya masakan rumahan sederhana macam ini." timpal Alexa.
"Iya, iya, nyokap gue emang the best ever," jawabku dengan bangga.
Saat asik menikmati makanan di piring kami masing-masing, tiba-tiba saja terdengar notifikasi dari handphone yang aku taruh di dekat televisi.
"Cie, Aji tuh. Atau ... Gusti ya?" ledek Kimmy.
"Ck! Paan sih?" Aku berdecak mendengar ledekan Kimmy.
"Ha, ha, ha, biasa aje Nenk! Gue nambah ya?" ucap Kimmy sambil menyendok kembali nasi yang ada di wadah rice cooker, diikuti Alexa yang juga melakukan hal serupa.
Aku mengambil Hp yang tergeletak di depan televisi lalu membuka notifikasi.
"Aji apa Gusti?" tanya Alexa.
Aku yang baru saja selesai membaca pesan itu, lalu menjawab pertanyaan Alexa, "Si Mbak, katanya besok gue diminta masuk pagi lagi."
__ADS_1
"Asik, bareng gue lagi dong?" tanya Alexa lagi.
"Ho'oh!"
"Ngapain? Kok masuk pagi lagi aja? kapan balik lagi ke shift gue?" cecar Kimmy.
"Ya nggak tau, kok tanya saya," Aku menirukan salah satu gaya bicara pemimpin di Negeri ini. Lalu, kami tertawa bersama.
Saking bersemangatnya, aku sampai tersedak di antara tawa dan makanku.
"Sue! Kualat loe, ha, ha, ha," Kimmy benar-benar puas melihatku tersedak, dasar emang!
Alexa yang sigap langsung memberiku air minum, dan mengelus-elus punggungku. "Jahat emang loe! Temennya kesusahan malah diketawain," Tapi, aku juga melihat dia menahan tawanya.
"Halah! Loe juga sama, mau ketawa? Ketawa aja," celetukku.
Setelah aku berkata seperti itu, Alexa juga ikut tertawa seperti Kimmy. Dan, aku pun ikut tertawa bersama mereka.
Setelah acara makan selesai, Kimmy dan Alexa langsung mencuci piring kotor berdua, sedangkan aku, merapikan makanan yang masih tersisa ke rak, dan merapikan karpet dengan menyapunya menggunakan sapu lidi yang tersedia.
Semua sudah rapi dan kami kembali ke markas, alias kamarku tercinta. Kimmy merebahkan tubuhnya di atas kasur, Alexa meraih album foto yang kusimpan di atas lemari, dan aku ... mengambil remot televisi untuk menyalakan layar berkaca itu.
"Heran gue! Loe tuh kan makannya banyak, abis makan rebahan, udah gitu santai banget sama hidup loe. Tapi badan loe gak gede-gede ya?" celetukku melihat Kimmy yang begitu santai di atas kasur.
"Gue?" tanya Kimmy.
"Ya iya Elo! Siapa lagi?" jawabku.
"Badan gue ini, emang diciptakan sebagai manusia yang proposional, jadi gak perlu takut BB naik, cuma gara-gara makan banyak," sombongnya.
"Huuuu!!" Aku lemparkan bantal ke atas wajahnya. Yang membuat Kimmy seketika bangkit dari rebahan.
"Lihat doooong, badan gue, akan selalu begini. menarik, menggoda, dan memesona tiap mata." Kimmy yang kemudian berlenggak lenggok di depanku bak pragawati.
Karena kata-katanya itu, sebuah bantal mendarat lagi di wajah Kimmy. Kali ini, bantal itu melayang dari Alexa yang sedang melihat-lihat album foto di atas sofa depan kasurku.
"Gue baru ngeuh, kalo sekarang badan loe lebih kurus Zie! Look this," Alexa memperlihatkan sebuah foto padaku.
"Di foto ini, tinggal pipi loe doang yang masih agak bulet, loe tau kan sebelumnya badan loe kek apa?" Alexa kemudian berdiri, memperagakan sumo yang siap mau bertanding, dengan menggembungkan pipinya pula.
"Aseeeeem, iya iya, gue gendut, tembem, sipit gara-gara matanya ketarik pipi. Puas loe?" sarkasku.
"Tapi seksi," celoteh kedua sahabat lakhnatku.
Tiba-tiba saja Alexa mendekatkan handphonenya ke arahku dan berkata, "Sekarang lihat doooong, belum mandi aja udah cantik."
__ADS_1
💞💞💞💞
Yuk nantikan foto terbaru Gadis di next episode, ðŸ¤