Kisah Gadis Biasa

Kisah Gadis Biasa
Perkelahian Tak Terhindarkan


__ADS_3

Happy Reading ....


"Dis! Tolong Dis," Laki-laki ini berusaha menahanku yang hendak kembali ke dalam.


Dia menarik lenganku dan memaksaku mengikutinya, untuk mendengarkan apa yang ingin dia sampaikan.


"Mau ngapain lagi sih?"


"Aku mau kamu! titik! Aku mohon please ..." Ada aroma alkohol yang menguar dari mulutnya.


Bila aku perhatikan, matanya yang merah, rambut yang acak-acakan, dan baju lusuh yang belum sama sekali berubah saat terakhir aku melihat dia. Aku yakin laki-laki ini sedang mabuk, ya! Laki-laki ini adalah Andi. Laki-laki yang sudah dua kali aku tolak dalam waktu semalam.


"Aku anter pulang ya," racaunya sedikit tak jelas di telingaku.


"Loe mabok! Ya?"


"Enggak, masa mabok? enggak," elaknya.


"Mabok loe! Ngomong aja gak jelas, mulut bau alkohol, baju loe aja masih yang semalam ketemu gue," cerocosku.


Tak lama berselang, aku melihat gerbang besar terbuka. Alexa keluar dengan motornya, langsung saja aku panggil dan setengah berlari, menaiki motor itu di bagian belakang.


"Gue balik ke rumah temen gue, udah janji soalnya. Duluan ya." Aku berkata pada Andi yang masih mengekoriku.


"Jalan Lex!" titahku pada Alexa, yang mungkin masih belum mengerti apa yang terjadi.


Alexa sempat celingukan, sebelum akhirnya mengiyakan dan melajukan motornya.


Alexa tak bertanya apa pun selama aku berada di boncengannya. Saat motor mulai memasuki area perumahan dan melewati pos penjagaan satpam, aku meminta Alexa menghentikan motornya.


Alexa pun menghentikan laju motornya, kemudian dengan tatapan mengintimidasi aku tahu dia menginginkan penjelasan.


Aku menghidu napas dengan panjang, lalu mengembusnya.


"Bentar ya, tungguin dulu." ucapku


"Apa yang mau loe tunggu?" tanyanya.


"Tinggal cerita aja apa susahnya sih!" imbuhnya sedikit kesal.


"Iya, nanti gue cerita. Tungguin gue dulu bentar, biar tu orang lewat dulu."


"Maksudnya loe mau balik? gak jadi ke rumah gue!"


"Iya, bawel!"


"Kenapa gitu? Yang tadi siapa? Ada apa sih sebenarnya? Gue temenin tapi loe kudu cerita sekarang juga!" rentetan pertanyaan keluar dari mulut Alexa.


"Begini ceritanya ...." Aku menceritakan semua pada Alexa. Bagaimana? Dan awal mula Andi berada di sana, menungguku di depan pabrik.

__ADS_1


"Wah! Parah, kalau gitu loe gak boleh pulang," Alexa sepertinya mengkhawatirkan aku.


"Gak papa, tenang aja. Gue ikut sama loe cuma buat ngehindar doang, biar dia berhenti maksa gue."


"Tapi bahaya Zie! Orang kayak gitu, bisa berbuat nekat!"


"Bentar, gue angkat telpon dulu," Aku menjeda obrolanku, untuk mengangkat telepon dari driver ojek on line.


Sedari tadi, sambil berbincang dengan Alexa, aku memesan ojek on line untuk mengantarku pulang. Dan, kini driver itu sudah dekat dengan posisi kami.


"Iya Mas, masuk aja ke perumahan xxx. Saya dekat pos satpam, lewat dikit dari pos," jelasku pada sang driver, kemudian menutup kembali sambungan telepon setelah pengemudi itu mengerti letak posisiku.


"Loe pesen **jek?" tanya Alexa. Aku mengangguk mengiyakan.


"Ngapain? kan bisa minta anter gue, atau loe bisa bawa motor gue!" selidiknya lagi.


"Gak usah, jaman udah gampang dipermudah tekhnologi. Ngapain kita nyusahin diri?" ujarku.


"Serah loe dech! Bingung gue ngomong sama loe, gak pernah bisa menang!" Alexa terlihat cemberut.


"Hahaha ... gak usah cemberut, jelek tau,"


"Emang! Gue emang jelek, puas!"


"Hahaha ...," Aku hanya tertawa menanggapi celotehnya, kemudian kucubit kedua pipi Alexa dengan gemas.


"Heran gue sama loe, keadaan kayak gini aja masih bisa ketawa?"


"Au ah!" Alexa tampak malas menanggapiku.


"Gelap!" Ledekku.


"Mbak Gadis?" tanya seorang pengemudi ojek on line, yang baru saja berhenti di depan kami.


"Iya! Saya Mas, Mas Indra?" Aku balik bertanya, setelah sekilas melirik aplikasi ojek on line untuk melihat nama pengemudi yang aku dapat.


"Iya Mbak, ini." Driver itu menyerahkan helm untuk kupakai.


"Gue balik ya? Hati-hati loe!" pamitku pada Alexa.


Sebelum menaiki motor di depanku, aku sempatkan untuk bersalaman dengan Alexa ala-ala kami. Ya! kami punya salam khusus, saat bertemu atau pun saat hendak berpisah.


"Loe yang hati-hati," ujar Alexa setelah selesai bersalaman.


Kuacungkan jempol plus senyum semanis mungkin untuk Alexa, agar dia tak terlalu khawatir.


Motor bergerak dan membawaku ke jalanan, selama dalam perjalanan aku tak banyak berinteraksi dengan driver. Saat dia bertanya, aku hanya menjawab seperlunya.


Ketika aku sedang asik dengan gawaiku, tiba-tiba saja motor berhenti mendadak. Membuat tubuhku terdorong hingga menabrak punggung si driver. Gesekan ban dengan aspal terdengar begitu jelas, mencipta decitan.

__ADS_1


"Mas! Hati-hati dong," teriakku. sambil membenarkan posisi.


"Maaf, Mbak. Itu di depan ada yang nyalip dan berhenti mendadak. Saya aja kaget," jelasnya.


Saat aku ingin melihat keadaan yang diterangkan, tiba-tiba saja seseorang telah mengambil kunci motor yang aku tumpangi. Dan karena harus menstandarkan dulu motor, si driver tidak sempat mencegah aksi dari pencabut kunci motor tersebut.


Setelah berhasil membuat motor berdiri, si driver mencoba untuk merebut kembali kunci yang tadi dirampas. Tapi ternyata, dia tidak memiliki kemampuan bela diri sepertinya. Karena satu dorongan saja, mampu membuatnya terjatuh duduk di tanah.


Si perampas kunci motor ini, membuka helm yang menutupi wajahnya. Dan, sungguh ini hal gila. Ternyata perampas kunci itu adalah Andi. Ya! Andi. Andi yang sedang aku coba hindari.


"Ikut aku! Biar aku yang antar pulang. Baru kunci ini aku kembalikan," katanya sambil memperlihatkan kunci motor yang ia rampas.


Aku mencibir ucapan laki-laki yang tak tahu diri itu dengan senyum mengejek.


"Loe pikir loe hebat? Loe pikir ... dengan kayak gini loe bisa dapetin gue? Loe salah besar Ndi! Dengan kayak gini, jangankan jadi pacar loe! Jadi temen loe aja sekarang gue gak sudi!" sarkasku padanya.


Aku turun dan mendekati driver OjOl,


"Mas gak apa-apa?" Aku memastikan keadaannya.


"Saya Nggak apa-apa Mbak, kalau Mbak kenal sama Mas'nya. Lebih baik Mbak ikut sama Mas'nya aja. Saya gak apa-apa kok," lirihnya. Sepertinya dia menahan rasa sakit di dada akibat dorongan yang diberikan Andi tadi.


"Mas tenang aja, in syaa Allah saya bisa atasi," ucapku.


"Bahaya Mbak, jangan dilawan. Lebih baik__" Aku meninggalkan si driver sebelum dia menyelesaikan kata-katanya.


"Sekarang apa mau loe?" Aku menantang Andi.


"Gue mau loe!" Sorot tajam matanya seakan ingin memakanku.


Dengan cepat dia meraih tanganku dan menyeret memaksaku untuk mengikutinya. Namun dengan sigap pula, aku memelintir tangannya dengan kekuatanku. Perlawanan pun dia berikan, hingga terjadilah perkelahian.


Awalnya dia mungkin menganggap remeh diriku, tapi karena beberapa kali semua serangannya dapat aku patahkan dan aku hindari. Andi pun bertambah geram, dengan membabibuta dia menyerangku sekuat tenaga.


Aku sempat dibuat kewalahan oleh serangannya yang tak henti-henti mengarah padaku. pukulan, tendangan, dan tangkisan aku keluarkan mengimbangi serangannya.


Jalanan ini memang sepi, karena memang bukan jalan raya yang biasa di lewati oleh kendaraan-kendaraan. Ini hanya jalan tikus yang akan diambil saat ingin memperpendek jarak tempuh perjalanan.


Saat aku mulai tersudut, driver OjOl itu datang ingin membantu. Tapi, karena dia tidak punya keterampilan bela diri, malah dirinya yang terkena bogem oleh Andi hingga tersungkur dan sepertinya tak sadarkan diri.


"Lebih baik kamu ikut aku, jangan menyusahkan diri sendiri." Andi mencoba membujukku kembali agar mau mengikuti keinginannya.


"Cih!" Aku meludah pada tanah. mencibir keinginannya yang takkan pernah aku ikuti.


perkelahian kembali memanas, apa lagi amarah Andi sepertinya sudah memuncak saat ini. Dia benar-benar menyerangku tanpa ampun. Beberapa kali aku terkena pukulan yang telat aku hindari. Hingga akhirnya satu pukulan tepat mengenai leherku yang membuat aku tersungkur ke tanah. Aku masih mencoba untuk bangkit, tapi tubuhku tiba-tiba limbung terjatuh, dan semuanya menjadi gelap seketika.


💞💞💞💞


Sampai sini dulu ya readers tersayang, tunggu next episodenya 😊

__ADS_1


Love You All ❤


__ADS_2