Korban Talak Tiga

Korban Talak Tiga
mimpi yang aneh


__ADS_3

Jam diding menunjukan pukul tujuh , setelah selesai membereskan semua pakaiannya Arini berbaring di ranjang walau tak sebesar kamarnya yang dulu .


malam yang terasa dingin tanpa Rian ,sungguh membuat hati Arini sakit seperti di gores pisau yang tajam ,sakit tapi tak berdarah.


Di ambil ya hp yang tergeletak di meja di samping ranjang.


untuk menghilangkan kejenuhannya dibukanya stori, betapa tambah sedih dia waktu dilihatnya status wa Lia .BERTEMU CALON MANTU HARAPAN HATI.


sungguh teriris hati Arini ,Lia yang dulu sayang sekarang sudah mencampakkannya tanpa bekas kasih. dalam status Lia terlihat Lia sedang merangkul Siska dengan senyuman yang mengembang ,lalau di bagian lain Siska duduk dekat Rian , SEMOGA SEGERA TERLAKSANA DAN APA YANG DI HARAP SEGERA HADIR KE PANGKUAAN.


Berlinang air mata Arini ,'' aku harus sabar ,aku harus tegar ,Ya TUhan , tolong aku ,aku tak mau larut dalam kesedihan ,


ditutupnya hpnya ingin sekali dia menghubungi Rian ,tapi Rian melarangnya supaya mamanya tak curiga .


''Tok''


''Tok''


''Tokk''


mendengar pintu diketuk oleh seseorang ,Arini lalu beranjak dari ranjang lalu menuju ruang tamu dan membuka pintu .


''hello, tetanggaku ,lagi ngapain?'


Dimas pasang senyum yang manis ,ditangannya membawa sebuah kotak di dalam kantong kresek.


''aku tau mbak Arini pasti suntuk sendirian ,nih ku bawakan martabak sepesial ,yuk kita duduk diluar sambil makan ini'', diletakkannya martabak itu di meja lalu duduk saja sebelum di persilahkan oleh yang punya rumah.


mereka lalu duduk di teras rumah sambil menikmati martabak, kamu beli makanan terus dari kemarin Memeng kau punya banyak uang ,kan mas Rian belum ngasih uang sebelum tanda tangan kontrak kita,kamu sendiri baru kerja ,'' tanya Arini ,selonjor kannya kakinya .


suasana hati Arini sedikit tenang karena Dimas adalah teman bicara dan seorang pendengar yang baik .


''kamu punya saudara dim?'' tanya Arini


''ngak , aku hanya anak tunggal ,tapi aku punya seseorang yang sudah ku anggap sebagai saudara,


ah,,, tapi tak ku sangka dai tega mengkhianati ku .''


''Mak dari itu aku datang ke kota ini ,aku ingin cari uang untuk membayar hutangku ,menebus rumah yang telah ku gadaikan,''


''orangtuamu ?'' tanya Arini sambil memperhatikan muka dimas, '' teryata tampan juga si Dimas ,coba rambutnya dipotong dan dicukur kumisnya pasti akan sangat tampan,'' batin Arini


''bapakku sudah meninggalkan aku saat aku masih kecil ,ibuku bekerja jadi pembantu ,dan sejak kecil aku diasuh bibi ku .''


''maaf kalau boleh tau kenapa rumahmu sampai kau gadaikan ,?'' Arini segera mengalihkan pandangannya dari Dimas takut kalau ketahuan kan bisa malu.

__ADS_1


''sebenarnya sangat panjang ceritanya mbak ,nantilah kapan kapan tak ceritakan,sudah malam aku pulang dulu tak enak sama tetangga ,ucap Dimas sambil berdiri dari kursi dan berjalan melangkah dari teras rumah arini .


''dim?'' panggil arini,


''dimas,makasih ya atas semuanya,?''


ucap Arini setelah Dimas menoleh karena dipanggil olehnya .


''ya mbak dan semoga aku segera mendapat bayaran Ku setelah mas Rian menikah lagi ,''balasnya sambil mengangguk lalu berlalu pergi dari tempat itu.


Arini pun lalu masuk ke dalam rumah ,di tutupnya pintu dan dikunci ,lalu ia pergi ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya ,sampai ia benar -benar terlelap.


Saat itu Arini sedang duduk di sebuah taman ,dikakinya seekor ular sedang melingkar ,namun tiba-tiba ada angin kencang yang berhembus dan ular yang berwarna hitam kehijauan itu ikut pergi terbawa angin ,Arini hanya diam terpaku ,namun sesaat kemudian datang lagi seekor


ular yang besarnya hampir sama membelit kaki Arini ,ular yang berwarna hijau itu tiba -tiba mematuk


kaki Arini ,''aduh ''teriak Arini ,dan arini pun terjaga dari mimpi,


dengan berkeringat ,napas nya sedikit tersengal ''ah untung hanya mimpi .''


dia segera bangun ,jam masih menunjukkan jam setengah empat ,kemudian dia menuju kamar mandi lalu di ambilnya air wudhu ,


Sehabis sholat subuh Arini segera membersihkan rumah ,memang kontrakan di sini sedikit mahal tapi Dami memberikan fasilitas lengkap dari kasur ,alat masak sampai perkakas rumah lainnya .


setelah membersihkan rumah Arini keluar dan berjumpa dengan pak Usman yang baru pulang dari masjid .


'' dari mesjid mbak ,habis sekian bersih -bersih masjid ,mbak mau kemana?'' balasnya sambil tersenyum .


''mau cari warung dimana ya pak?, beli sayuran sama beras juga ,''


''oh ,warung adanya disebelah rumah ku ,mari tak antar sekalian sambil nanti kenalan sama istriku ,'' ajak pak Usman yang kemudian berjalan didepan Arini arini pun mengikuti di belakangnya.


''setelah tiba di depan rumah pak Usman ,


''sebentar mbak tunggu dulu,


pak Usman mengetuk pintu rumahnya ,


''buk ,


''buk, buka buk nih ada mbak arin mau kenalan sama kamu ?''


kemudian dari balik pintu seorang wanita setengah baya muncul di dengan senyum ,''eh ada tamu ,mari masuk mbak ?'' ajaknya ,


''ngak usah buk ,kapan -kapan saja kenalkan saya Arini ,orang baru disini ,ini tadi ketemu pak Usman minta tolong tunjukkan warung mau belanja.''ucap Arini sambil mengulurkan tangan ,dengan masih berdiri di depan pintu.

__ADS_1


''saya istrinya pak Usman mbak ,janah nama saya,'' ambil mengulurkan tangan .


''mau belanja ya ?'' tanya bik janah ,''saya antar kan mbak ,mari ,'' ajak bik janah ,suaminya sendiri sudah pergi ke belakang untuk ngasih pakan ayam.


''ayo bik?''


Janah lalu menutup pintu dan mereka berdua berjalan menuju warung sayur yang ngak jauh dari rumah janah.


''bik nanti bisa ngak aku minta tolong untuk membantu masak ,rencananya saya mau bagi ke tetangga sekitar rumah sebagai salam perkenalan.''


''siap mbak ,nah tuh warungnya ,''jawab janah sambil tangannya menunjuk ke depan.


'' eh yu janah ,sama siapa ?'' seseorang yang sedang memasukkan kangkung ke plastik, calon mantu ya?'' lanjut orang itu.


'' bukan ibu -ibu ini tetangga baru kita, sambil tangannya memilih sayuran ,


''kenalkan saya Arini yang ngontrak dirumahnya mbak dami sebelahnya Dimas Bu ,kalau ada waktu senggang silahkan main ke rumah saya ?''


''iya mbak kapan -kapan kita main ke sana.'' ujar salah satu ibu yang berbadan sedikit gendut,


Setelah membeli semua yang di butuhkan nya Arini dan bik janah segera bergegas pulang.


''tak bantu bawa pulang ke rumah mbak sekalian masak jadi langsung ke rumah mbak arin ,''


sambil berjalan berdua sudah sampai di depan rumah janah.


didepan rumah tampak seorang pemuda seumuran dimas. ''jolo ?'' bilangin bapak ibu mau bantu mbak arini mbak Arini masak nanti tak bawain sayur dari rumahnya mbak arin kamu masak nasi aja?'' perintah nya pada lelaki itu.


'' ayo,mbak ?'' janah terus saja berjalan.


''Anakmu ya bik,?''


janah hanya mengangguk .


Arini memandang pria itu sambil mengangguk.


''tampan bodynya bagus seperti seorang model ,tapi sayang rambutnya gondrong sebahu membuat kebagusan nya tak Ter lihat sempurna,'' batin arini.


Sambil berjalan ,'bik tadi malam mimpinya aneh deh saya, masak ada ular gigit kan jadi takut ,memangnya ada artinya ya bik?''


''kata orang dulu kalau di gigit ular ada yang akan melamar ,''sambil tersenyum cengengesan.


''ah, bik janah ada -ada saja, ,'' pikirannya lalu terbayang Rian yang meninggalkannya dan Rian memintanya menikah dengan dimas.


mereka pun lalau melanjutkan berjalan .

__ADS_1


Dari depan rumah janah tampak Soni ,anak Janah yang tadi hanya menunduk saja waktu janah bicara padanya karena sedang memandikan ayam memandang Arini dengan pandangan yang sulit di artikan.


__ADS_2