Korban Talak Tiga

Korban Talak Tiga
POV Rian 2


__ADS_3

Setelah talak ku jatuhkan pada arini di depan keluargaku aku memaksa untuk mengantarkan Arini dan membantunya untuk mendapatkan rumah kontrakan karena dia tak jadi ke apartemen sahabatnya.


sebenarnya sudah ku usulkan untuk membeli sebuah rumah dengan uang pembagian harta dari perkawinan kami,


tapi dia tidak mau ,


''kalau hanya untuk menunggumu setahun aku ngontrak rumah saja,setelah itu kan kau akan mengajakku tinggal bersama lagi ,kan mas?''begitu kata-kata yang penuh harap sambil menggenggam tanganku.


''aku janji akan menikahi mu lagi setelah setahun,Siska hamil atau tidak dalam jangka setahun aku pastikan kita akan bersama lagi.''ku yakinkan dia sambil ku cium tangannya.


''''tapi mas sudah talak tiga ,?''


''bagaimana bisa kita bersama lagi?''


''dengar rin ,aku sangat mencintaimu ,dan sangat berat untuk berpisah denganmu, tapi karena keadaan yang memaksa ,''ku buang nafas kasar '',aku hanya berharap kau mau menuruti sua perkataan dan rencana ku.''


''kau harus berjanji?'' bagaimana?'' kau mau?''


''ya mas ,demi kita aku mau,''


''aku akan mencari seorang pria untuk menikahi mu setelah masa iddah mu ,kau nikah dengan dia.''


''mas ,''teriak arini sambil berdiri dan dengan kasar dilepaskannya tanganku.


''kau tega menyerahkan ku untuk dinikahi pria lain,'' sambil matanya melotot ke arahku ,ditunjukkannya wajah marahnya yang selama ini aku belum pernah sekalipun melihatnya.


'' dengar dulu ,kita akan mencari pria dengan membayar dia ,tentu dengan surat perjanjian ,tanpa menyentuhmu dan dia tidak Boleh meminta apapun darimu,?''


''bagaimana menurutmu,kan hanya sebagai syarat saja supaya kita bisa menikah lagi ,''


''setelah satu bulan atau dua bulan kau bisa bercerai dengannya ,bukankah begitu ?'' ku yakinkan Arini dengan kata --kata ku yang sangat meyakinkan.


''aku berjanji padamu aku pun tak akan jatuh cinta dengan Siska ,hanya kamu yang ku cintai ,selama tujuh tahun menikah denganmu pun kau tahu aku tak pernah sedikitpun melirik wanita lain,''


''iya mas ,aku tau aku juga yakin akan kata -katamu ,baiklah aku ikuti rencana mu,''


''carilah seorang pria yang baik yang mau menolong kita dengan tulus ,''


''aku yakin Tuhan akan memberikan jalan kemudahan bagi kita.''


''ya ,terima kasih sayang ,sekarang kita cari makan dulu yuk mati keliling lagi cari rumah kontrakan.''


Saat keluar dari mobil waktu di depan warung sate seseorang tiba -tiba merampas tas Arini .


''mas copet '',teriak arini.

__ADS_1


''Copet ,,. copet aku pun berlari mengejar copet itu ,di depanku juga ada Seorang yang berlari ikut mengejar mendahuluiku juga ada beberapa orang yang ikut mengejar .


namun setelah didekat belokan orang yang mengejar ku tadi sudah balik menemui kami yang mengejar di belakang memang cepat sekali orang itu tadi ngejarnya


''mas ini tasnya ,'' sambil nafas ter tersengal-sengal


''copetnya mana mas?'' tanya orang di sampingku


''tu mas di sana sudah mau dibawa ke kantor polisi sama orang di sana tadi ,'' jawab nya sambil masih memegang tas Arini .


Ku terima tas itu ''bapak dan mas semuanya terima kasih ,sudah kita bubar saja toh cepetnya udah di tangkap ,'' ucapku sambil ku anggukkan kepala .


''lain kali hati -hati mas'' kata salah satu dari mereka


''iya pak ,terimakasih ,


''mas kenalkan namaku Rian ,mana mas siapa?'' tanyaku pada pemuda yang tadi menolongku.


'' aku Dimas mas,'' ucapnya sambil menerima uluran tanganku.


'' sebagai rasa terimakasih ,ayo mas makan sate bareng saya dan teman saya ,kataku tak ku sebutkan istri karena kami memang .sudah bercerai walaupun masih dalam agama.


''mang sate nya tiga porsi ,'' ku lambaikan tanganku pada penjual sate .


''rin ini Dimas tadi sudah nolong kita yang ngejar copet tadi ,'' kataku pada arini


'Arini dan Dimas lalu berjabat tangan.


''aku merasa Dimas ini orangnya baik ,gimana kalau ku coba untuk menawarinya bekerja sama dengan arini untuk menjalankan rencana ku ,kira kira apa dia maunya?'batin ku sepertinya cocok dengan dimas.


'',Dimas tingal dimana ,''tanyaku sambil mengambil nasi yang di sajikan penjual sate di meja depan kami,


''dekat mas sekitar satu kilo dari sini ,tapi bukan rumah sendiri ,saya disini saya ngontrak mas ,baru datang dari kampung .''jawabnya sambil menyendok nasi dihadapannya


''kerjanya apa mas?'' tanyaku lagi,


''la ini tadi baru mau cari kerja, susah mas cari kerja,''


Arini yang dari tadi diam sambil mengunyah makannya mulai ikutan ngomong


''mas dekat kontrakan mas ada ngak kontrakan kosong-?'' tanyanya.


''kayanya ada mbak ,siapa yang mau cari kontrakan mbak,?''tanyanya.


''saya mas,'' jawab arini. Aku yang dari tadi diam dengan pikiranku sendiri ,

__ADS_1


''mas mas bisa ngak ya saya minta tolong Carikan orang yang mau kerja sama saya, atau mas saja'', ,pancingku pada dimas.


''memangnya kerjanya apa mas, saya memang butuh ,mas gimana kalau saya saja ,saya janji akan kerja dengan baik dan ngak akan mengecewakan mas .'' jawabnya penuh harap


''saya lagi butuh uang cepat mas ,terus terang saja untuk bayar utang saudara di kampung,'' diminumnya air yang ada di hadapannya.


''mas, mas Rian ingin dia yang bantu kita ,'' sela Arini sambil terkejut .


''tenang Rin kalau dia mau dan setuju kan ngak apa-apa ,''ku yakinkan Arini dengan menggenggam tangannya


Sebenarnya kerja seperti apa to mas,mbak kalau beresiko dengan hukum aku ngak mau,'' tanya Rian dengan sedikit curiga .


''ngak suruh jual narkoba kan atau kriminal lainnya kan ?'' lanjutnya seperti penuh selidik.


''ha,,ha,,ha. aku pun tertawa , ''ya ngak lah '',


''tapi memang ada syaratnya,'' ucapku sambil tersenyum ,ku lirik Arini hanya mengangguk pelan dan ku Artikan dia setuju.


''kau masih bujang kan?''. ''maksudku statusmu saat ini ,''


''iya lah mas aku ini masih bujang,''


''memangnya kerjanya apa?'' jangan nyuruh jadi simpanan Tante tua ya aku pasti ngak bakalan mau.''


''Bagini Dimas , aku akan jelaskan semuanya dengan syarat ini jadi rahasia kita bertiga saja,kamu sanggup simpan rahasia ,''


ku lirik lagi Arini dia hanya mengangguk lagi ,kulanjutkan perkataan ku pada Dimas


''kalau kau sanggup aku akan membayarkan hutangmu plus bonus ,?'' bagaimana kau mau ?''


''mas bagaiman aku mas oke wong mas kan belum ngasih tau aku kerjanya apa?'' protesnya.


Lalu aku ceritakan semuanya ,Dimas hanya diam entah apa yang dipikirkannya .


Setelah selesai aku cerita dan dalam kebisuan kami bertiga ,sesaat kemudian Dimas mendapatkan telpon dari seseorang namun tak di angkatnya kemudian dia hanya membalas melalui wa . ''kenapa ngak di angkat dim?'' tanyaku


''memangnyan ngak penting ?''


''ngak penting ,baik mas setelah aku berpikir aku mau yang penting aku ngak harus nafkahi mbak arin.


''dan aku minta mas kasih aku uang muka untuk bayar hutang ,selanjutnya mbak arin akan tinggal kontrakan dekat denganku jadi aku akan menjaganya sebelum dia nikah denganku.


''Aku bisa percaya kan padamu?'',


'''tentu mas ,dan mbak arin tenang saja aku ngak akan melewati batas .'' ucap Rian meyakinkan kami.

__ADS_1


__ADS_2