Korban Talak Tiga

Korban Talak Tiga
Kedatangan Lia


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah dimas, Iyem yang sudah sampai di ajak Arin dan Maya serta janah untuk makan, janah memang di larang Arini untuk pulang terlebih dahulu karena memang dagangan belum habis.


''Rin,, aku sudah bicara dengan Dimas ,aku setuju dengan pernikahan ini, ku harap kalian bahagia dan aku pun mengharap supaya dalam hatimu kau tidak menjadikan Dimas hanya sebagai pelampiasan semata.''


''mbok ,jangan khawatir, aku akan menjaga hat Dimas,'' ujar Arini sambil menyendok makanan yang ada di hadapannya,


''Maya, sebaiknya kau kau pindah sekolah di sini saja,


aku berharap mbok dan kamu tinggal di sini ,kata Dimas kalau kami sudah menikah ,kalian bisa menempati rumah yang sekarang di tempati nya.


'' ya untuk itu kita lihat saja nanti,'' mereka pun melanjutkan makan ,


''Mbak Arin,,,,mbak Arin ,, ?'' di depa mbak Yuli datang bersama mbak Rika,


'''biar saya yang ke depan mbak ?'' janah segera berjalan menuju depan setelah selesai beberes . Maya mengikuti Janah dari belakang.


'' mbak Janah ,lelenya masih ada ngak ?,tole minta lele goreng kalau tak di ada ngak makan nanti dia,'' ucap mbak Yuli ,


'' masih mbak ,mau berapa?'' tanya Janah,


'' dua saja mbak ,ini siapa ?'' cantik amat ,,ucap Yuli begitu melihat Maya di samping Janah.


'' ini Maya adiknya mbak Arini , tadi pagi sampai ,kan mbak Arini mau nikah ,masak lupa?'' jawab Janah sambil membungkus lele ,lalu diserahkannya pada Yuli.


Maya lalu mengangguk pada Yuli dan Rika,


''iya masak kamu lupa ,kan hanya seminggu lagi acaranya,'' Rika menimpali omongan Janah .


'' iya,,iya ,'' Yuli melengos.

__ADS_1


Belum selesai Janah melayani Rika dan Yuli dari arah jalan terlihat mobil yang sangat bagus datang mendekat, mobil itu berhenti di depan rumah Arini ,dan terlihat dua orang wanita turun ,seorang wanita yang sudah berumur tapi karena orang kaya maka terlihat masih sangat cantik dan seorang wanita yang perutnya sedikit buncit yang juga cantik dan modis dengan rambut yang di cat .


Mereka lalu berjalan mendekat kearah halaman ,


''maaf apa benar ini rumah arini?'' tanya salah satu wanita itu,


'' iya ,benar, apa anda ada keperluan yang sangat penting akan aku panggilkan'' ,jawab Janah yang masih di dalam warung,. tanpa menjawab wanita itu langsung berteriak memangil arini,


''Arini,,,,Arini,,keluar,kau aku mau bicara sama kamu,'' ''bu sebaiknya jangan berteriak-teriak, '' ucap Janah dengan segera mendekati Lia ,ya yang datang memang Lia dan siska.


''Bik janah ,itu mantan mertuanya mbak Arin ,'' Maya menyenggol lengan Janah .


''eh,,nyonya sebaiknya kalau bertamu itu ya yang sopan ,duduk dan ngomong baik -baik,'' Yuli yang dasarnya cerewet dan kulit segera berkata dengan cepat,


'' heh apa perduli mu ,siapa kau berani bicara begitu'?'' kata -kata Lia yang kasar membuat Yuli semakin geram .


Arini dan Iyem pun lalu keluar dan menemui mereka,


''Mama mati masuk ma,dan ini,,,?'' Arini menoleh pada Siska ,


''aku ngak bisa masuk rumah yang jelek begini, aku kesini hanya mau memperingatkan kamu ,jangan pernah sekali -kali kamu berfikir bisa memiliki Rian lagi ,lihat,,,lihat ini Siska istri Rian ,,,dan kau lihat kan dia sudah hamil tanpa drama , jadi ku harap jauhi Rian '',kata Lia sambil melotot ke arah Arini ,


'' sebaiknya kita mama ,masuk dan kita bicara baik-baik.'',ucapan Arini yang langsung di tolak oleh Lia,. ''teryata mantan besan juga di sini ,ha,,ha Oya aku lupa kan kamu mau nikah lagi,'' senyum Lia sambil mengejek arini.


'' Nyonya sebaiknya nyonya ngak usah khawatir tentang masalah itu toh kalau ,Arini juga sudah menikah maka dia juga akan pria yang akan menyayanginya ,jadi tak perlu lagi mengharapkan anak nyonya yang tak punya etika itu,''


''heh,,miskin apa kamu bilang anakku ngak punya etika ,,,hello kami ini berpendidikan tinggi ,putraku itu lulusan luar negeri ,pikir dong kalau ngomong, '' ucap Lia marah,


kalau punya etika itu seharusnya waktu dia menceraikan seorang wanita seharusnya di kembalikan dengan baik -baik pada orang tuanya, seperti pada waktu dia minta ijin menikahinya dulu, PAHAM Nyonya ,?'' ucap Iyem santai tapi sedikit menekan.

__ADS_1


''Iya ,heran Ya memang orang kaya itu tak punya unggah ungguh ya, ?''timpal mulut Yuli.


''heh diam ,tak ada urusan sama kamu,?'' bentak siska yang dari tadi diam,


''aku mohon Rin biarkan Rian bahagia denganku dan anak kami nanti.'' ucap Siska dengan menatap arini.


Arini hanya terdiam ,melihat Siska yang sedang hamil anak Rian ,pikirannya kalut tak tega


rasanya jika nanti melihat ayah dan anak terpisah hanya karena keegoisan nya dan rian,


''Camkan kata-kataku itu dan sebaiknya kita pergi dari sini Siska ,'' ucap Lia lalu segera mengandeng Siska berjalan menuju mobil mereka.


''Hu,,hu teriak Yuli dengan mulutnya, ''sana pergi ngak usah datang -datang lagi.''


Setelah kepergian Lia dan siska juga Yuli dan Rika, Janah pun pamit pulang setelah Arini menyuruh nya menutup saja warungnya ,


''Rin?,,,, ''panggil Iyem ketika Arini ada di dalam kamar, ''boleh aku masuk?''. Iyem segera masuk setelah Arini membukakan pintu,


''pikirkan yang di omongin Lia tadi Rin ,aku memang tak bisa memaksakan perasaanmu tapi aku harap kau bijaksana dalam menangapi semuanya , bagaimanapun citamu pada Rian tapi dia sudah menikah dan akan punya anak ,jadi jangan jadikan dirimu sebagai orang yang dianggap sebagai perusak rumah tangga orang lain ,'' Iyem memandang Arini dengan mata yang berkaca-kaca,


'''mbok ,,, mbok tahu tentang?,,,, '' belum sempat Arini melanjutkan omongannya,terdengar Iyem mendengus ,,


''Iya,,, Dimas sudah menceritakan semuanya pada ku ,jangan salahkan Dimas dia ,hanya ingin jujur padaku,Dimas tak ingin menyembunyikan apapun dariku ,dan ku hargai itu,'' Iyem lalu menghela napas ku harap walau awalnya niat dari pernikahan hanya sebatas kerjaan untuk Dimas dan entah kau anggap untuk apa ,tapi pesanku jangan kau permainkan sebuah pernikahan, '' Iyem lalu pergi meninggalkan Arini yang masih membisu dan bermain dengan pikirannya sendiri ,perasan goyah di hatinya mulai hadir ,dan dia tak tau harus membatalkan semua ini atau meneruskan nya,


Di ambil nya ponsel lalu di hubungi ya Rian ,mengajak untuk bertemu , setelah menghubungi Rian diapun menghubungi Dimas , ya sebelum semuanya terjadi ,harus ada ketetapan untuk semuanya ,


Lia yang tau Dimas tinggal di sebelah Arini atas laporan Dimas beberapa waktu yang lalu segera menelepon Dimas ,Lia mengajak Dimas bertemu dan membicarakan langkah -langkah ke depan untuk rencananya.


Sebenarnya Dimas tau kalau Lia datang menemui Arini tapi dia tak ingin menampakkan diri karena Lia tidak membolehkannya, dan setelah menerima telpon dari Lia dia segera mandi lalu berencana menemui Lia.

__ADS_1


__ADS_2