Korban Talak Tiga

Korban Talak Tiga
Bahagia yang tak terduga


__ADS_3

Dalam dekapan pria yang sudah jadi suaminya itu Arini merasa sedikit tenang ,di biarkan nya pria itu membelai rambut indahnya ,


''kamu kenapa dik''? tanya Dimas setelah suara tangisannya reda ,


'' aku hanya merasa bersalah karena telah dzolim padamu , '' jawabnya lirih ,


'' apa yang kau katakan , ?'' tanya Dimas sambil memandang wajah istrinya ,


''maaf selama ini aku menjadikan mu sebagai batu loncatan ,maaf selama ini aku tak menganggap mu ada sebagai suamiku ,''?


''kamu tak salah tak usah minta maaf ,ini semua karena keadaan ,kita sama -sama tau apa yang terjadi ,dan apapun keputusanmu nantinya aku akan terima , namun kalau kamu mau untuk mempertimbangkan tentang rasa cintaku padamu ku harap kau berubah pikiran ,'' ucapan Dimas membuat Arini yang tadinya menundukkan kepalanya lalu memandang Dimas, seolah mencari suatu kejujuran di sana,


''dengar aku jujur padamu andaipun aku harus masuk penjara atau pun harus membayar denda aku akan terima karena kesalahanku melanggar perjanjian kita,'' ucap Dimas sambil meraih tangan Arini ,


''aku mencintaimu dik , tapi aku akan pasrah dengan semua keputusanmu , tapi bila kau mau berusaha menerimaku maka akan ku pastikan aku tak kan pernah menyakitimu ,aku terima kamu apa adanya,'' Dimas lalu mencium kening Arini ,


Arini hanya diam saja dalam hatinya ada perasaan ingin membalas perlakuan Rian ,Rian saja bisa bermesraan dengan Siska setiap waktu ,lalu kenapa aku tidak toh Dimas sudah jadi suami ,ngak akan ada yang melarang ,pikiran Arini yang juga sudah sangat lama gak tersentuh oleh seorang pria selain saat itu dengan dimas,


''Bagaimana,?,,,apa kau mau menerima cintaku dik?'' pertanyaan Dimas membuat Arini sedikit kaget karena lamunannya tadi ,


''iya ,asal kau benar akan mencintai ku dan menerimaku apa adanya ,aku mau dan masalah lainya akan kita tanggung bersama ,'' ucapan Arini yang sangat di nanti -nantikan oleh Dimas membuat Dimas tersenyum bahagia lalu di ciumnya tangan Arini yang masih dalam genggamannya itu ,lalu perlahan ciumannya beralih ke pipi dan bibir Arini , Arini pun membalas perlakuan Dimas dengan hati yang ikhlas dan atas kemauannya tanpa ada paksaan, dalam hatinya dia berharap semoga segera dia bisa mencintai pria yang sedang mencumbunya itu,


Akhirnya malam itu keduanya melakukan kewajibannya untuk kedua kalinya setelah menikah,


entah dengan motif balas dendam kepada Rian atau menjalankan kewajiban ,tapi kali ini Arini sangat menikmati kebersamaannya dengan Dimas.


waktu itu di lain tempat Siska yang mengajak Rian untuk makan malam di sebuah restoran diam-diam mancing dan merekam semua pembicaraan mereka dan mengirimkannya pada arini,


dan setelah itu dia pait sebentar pergi ke toilet ,Siska berjalan bak model dengan tubuh yang proposional terlihat sangat cantik walaupun perutnya sudah membuncit ,sama sekali tak mengurangi kecantikan dan keseksiannya,


dan di tambah dengan kecerdasaan dan kelicikannya kini dengan perlahan membuat Rian sedikit melupakan Arini ,waktu Siska di toilet Rian mencoba menghubungi Arini ,tapi tidak diangkat ,


'' Rin ,angkat dong?'' , beberapa kali Rian meneleponnya ,tapi tak di angkat juga ,sampai akhirnya ada balasan pesan ,''maaf sedang tak bisa di ganggu, '',. ya karena sudah keduluan Arini menerima rekaman dari Siska tadi yang membuat Arini marah pada Rian ,

__ADS_1


Rian pun merasa kecewa ,karena tak biasanya Arini bersikap demikian ,


''kurang ajar, apa ini tadi Dimas ya ,apa Dimas sudah lancang melanggar kontraknya ,'' batin Rian ,


Saat kemudian Siska sudah balik dari toilet tapi wajah Siska memperlihatkan ketakutan,


''kamu,kenapa sayang,?''


''ngak pa-pa ini ,tadi cuman ketemu orang yang tak ku suka ,'' jawab Siska , lalu meminum minuman yang sudah terhidang beserta makanan pesanan mereka,


''ya sudah makan dulu,'' ucap Rian sambil juga menahan emosi nya ,Rian memang harus selalu bersikap manis dengan Siska mengingat kandungan Siska yang sedikit lemah ,dan tak boleh sama sekali membuat Siska tersinggung ,mulanya di lalukan nya demi bayinya tapi sekarang lebih dari itu,


Saat sedang makan Siska teringat kejadian beberapa waktu lalu saat dia pergi ke toilet,


setelah mencuci tangan dan hendak keluar ,tangannya di raih seseorang dari belakangnya ,dan ketika Siska menoleh,


''apa kabar siska,'' seorang pria yang sangat dia kenal berdiri di depannya ,


''papi,,'' Siska terkejut ,


''wau teryata kau sedang hamil, tambah cantik saja,'' jadi kepengin tidur sama kamu,'' ucap Bram sambil menyentuh rambut Siska ,


''jangan pi,, Siska sudah menikah,,,dan mengandung anak suami aku,'' ucap Siska sambil mundur,


''bukannya itu anakku ya,?'' tanya Bram sambil mencoba mendekati Siska lagi ,


''tentu saja bukan ,tolong jangan ganggu saya lagi,'' ucap Siska sambil berjalan dengan cepat meninggalkan tempat itu,


Sedangkan Bram yang masih berdiri di situ bergumam sendiri,


''aku curiga itu anakku ,aku akan cari tau kalau benar ,akan ku ambil setelah dia lahir bagaimanapun caranya,


''Mas sudah selesai belum cepat pulang yuk,''rengek Siska kemudian ,

__ADS_1


kenapa sih kok buru - buru ?'' tanya Rian Sabil masih makan ,


''ngak tau nih pingin cepat sampai di rumah aja ,sudah kangen Beby nya sama kamu,,, ayuk'',


''yang kangen kamu atau dek baby-nya ?'' ledek Rian ,


Siska hanya tersenyum lalu berdiri di ikuti dengan Rian yang selalu tak bisa menolak keinginan siska.


pagi itu seperti biasa bangun tidur dan setelah mandi ,Arini sudah berkutat dengan pekerjaan di dapur di temani Janah ,sementara Dimas membantu menyiapkan dagangan sayurnya di depan ,


ketika Dimas bolak -balik ke dapur mengusung sayur dan lauk Arini selalu tersenyum padanya ,


'' pastik sama kertas pembungkusnya jangan lupa di siapkan juga ya mas Dim,'' ucapan yang manis yang sudah lama pengin di dengarnya akhirnya ,


''siap ,,terus apalagi ini yang perlu di bawa ke depan ?'' tanyanya sambil mendekati Arini ,dan dengan sengaja Dimas mendekati Arini dan mencium pipinya ,


''sarapan dulu ah,'' cup ,Arini kaget di pandangnya Dimas yang tersenyum tanpa rasa bersalah,


''ih apaan sih ,nanti bik Janah lihat malu tau,'' Arini mencubit perut Dimas .


''aku sudah lihat , '' Janah lewat samping badan Dimas yang masih berdiri di dekat arini.


''nakalnya Dimas teryata ,'' ucap Janah sambil tersenyum ,''tapi ngak pa-pa aku juga sudah pernah kayak gitu ,'' tambahnya sambil berjalan keluar membawa panci berisi penuh lele goreng,


Arini dan Dimas tersipu malu ,


''tuh kan bikin malu saja,'' ucap Arini sambil melengos berjalan ke kamar untuk mengambil ponselnya ,


teryata Dimas mengikutinya ,waktu Arini mengecek ponselnya dilihatnya malam tadi Rian menelepon lagi sampai beberapa kali ,lalu ada juga pesanan kue dan tumpeng,


Dimas memeluk Arini dari belakang di ciumnya rambut yang masih sedikit basah itu dan di baliknya badan Arini hingga berhadapan dengannya ,


pandangan mereka pun beradu,

__ADS_1


'' terima kasih untuk malam yang indah , dan hari ini juga waktu yang akan datang, '' ucap Dimas lalu meraih tubuh Arini dalam dekapannya ,


Arini hanya diam dan menikmati dekapan dada bidang Dimas yang dirasa memberikan ketenangan itu.


__ADS_2