
Udara berhembus sangat dingin menusuk tulang ,hampir seminggu pernikahan Dimas dan Arini
tiap malam hanya tidur di kamar sendiri -sendiri, malam ini Arini gelisah tak juga bisa tidur ,apalagi setelah di kiri sebuah foto-foto mesra dan juga sebuah Vidio saat Rian dan siska Sadang berada di dalam kamar ,Vidio yang sengaja di rekam oleh Siska dan di kirimkan untuk Arini ,dan berhasil membuat Arini kelimpungan menahan amarah dan hasrat yang di pendam sampai saat ini,
perlahan ia keluar kamar dan dilihatnya Dimas masih ada di ruang tamu sambil menonton televisi ,
Arini lalu duduk di sebelah Dimas ,
''belum ngantuk Dim?'' tanyanya sambil ikut melihat acara di televisi itu,
''Belum mbak ,mbak sendiri ?'' Dimas mengeset sedikit duduknya ,
''ngak tau ya kok malam ini aku ,sedikit merasa gelisah,
''tak buatin minum ya mbak?'' Dimas langsung berdiri melangkah menuju dapur ,di buatnya dua gelas teh panas,
''nih mbak ,'' di sodorkan teh itu kepada arini,
Arini pun lalu mengambil teh itu ,lalu sedikit sedikit meminumnya ,
''lebih enakan kan kan lumayan bisa menghangatkan badan, ucap Dimas yang juga menyeruput teh yang ada di tangannya.
Arini hanya mengangguk,
Dimas menatap Arini dengan penuh pengharapan ,
''memang ada yang mengganjal di pikiran mbak Arini ,? kalau ada ungkapkan saja ,akan ku dengarkan ,''
''aku cemburu Dim, Siska sengaja mengirimiku foto dan vidio yang menunjukan kemesraan nya dan mas Rian,'' ucap Arini sambil terlihat wajahnya mulai memerah, seperti menahan sesuatu,
'' ya maaf saja bukannya mereka memang sudah suami istri ,jadi wajar saja mereka bermesraan berdua,'' ucap Dimas sambil menghabiskan minumnya,
Arini pun sudah menghabiskan minumnya dan setelah beberapa saat dia merasakan panas dalam tubuhnya,dia merasa tambah gelisah ,
''mbak kalau memang ingin melampiaskan kekesalan mu lepaskan padaku mbak,tak perlu kau sungkan ,aku akan membantumu. perlahan Dimas mendekati Arini diambilnya tangan Arini dan diciumnya tangan itu ,lalu di pandangnya wajah cantik wanita yang sudah halal baginya itu,Arini pun menatap Dimas dengan terpaku,
__ADS_1
''maaf mbak sengaja aku buat kau begini , ku kasih kau sedikit obat agar kau bisa ku dapatkan saat ini dan sampai nanti,'' ucap Dimas dalam hatinya,
dengan perlahan di dekatkan wajahnya pada Arini diciumnya wajah cantik itu,dan Arini hanya diam saja sambil menahan hasrat yang sudah menggebu diri dalam dirinya ,ia teringat dengan Vidio kemesraan Rian dan siska tapi sekejap ia sudah lupa karena begitu dahsyatnya gelora yang ada di dirinya untuk bercinta ,merekapun akhirnya melakukan yang sudah semestinya dilakukan pandangan suami istri sampai malam yang dingin itu menjadi malam yang panas untuk mereka berdua,
Hingga jam berbunyi menunjukan jam empat pagi ,dan karena kelelahan tadi malam ,Arini sampai telat bangun ,sampai saat Janah mengetok pintu rumah karena biasanya Janah memang jam segitu sudah datang,
Arini terbangun mendengar ketukan pintu dilihatnya Dimas masih tidur di sampingnya dengan entah apa yang ada di pikirannya saat ini perlahan ia bangun dan Makai bajunya kembali lalu pergi ke depan membukakan pintu depan ,
''maaf mbok aku kesiangan bangun ,jadi belum mulai masak,?'' senyum Arini pada Janah, Janah lalu masuk dan langsung menuju dapur, Arini sendiri lalu menuju kamar mandi,
''masak sak mampunya saja bik?'' teriak Arini dari dalam kamar mandi yang bersebelahan dengan dapur ,
''iya mbak ,'' jawab Janah sambil langsung membersihkan lele dan daging ayam .
setelah keluar dari kamar mandi lalu dia menuju kamarnya karena tadi malam dia di kamar Dimas,
Dimas yang terbangun lalu melihat Arini sudah tak ada di sampingnya lalu melangkah keluar kamar ,di lihatnya Janah sudah bersiap memasak,
''mbak Arin mana bik ?'' tanya Dimas sambil menuju kamar mandi,
tak lama kemudian Iyem masuk karena biasnya memang sejak saat Arini jualan lagi dia membantu Janah dan Arini sejak pagi ,dan ketiak dilihatnya Dimas keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah, ia tersenyum mendekati dimas,
''sepertinya pengantin nya sudah Atut ,'' kata Iyem
pada Dimas Sabil setengah berbisik,
Sedang Dimas hanya tersenyum mengangguk dan menggaruk rambut basahnya yang tak terasa gatal.
Waktu sudah terang dan Dimas mau berangkat kerja ,Arini menyiapkan sarapan untuknya ,dia hanya diam entah malu atau sungkan mengingat akan apa yang terjadi tadi malam,
''Dim,,sarapan dulu?''
Dimas lalu duduk ,''mbak tadi malam ,,,aku,,,'' ucap Dimas ragu -ragu,
''sudah ngak usah di bahas ya,''
__ADS_1
Dimas mengangguk lalu meneruskan sarapannya,
''bak nanti kalau belanja bahan kue tak temani atau sama si mbok?''
''sama si mbok saja Dim,nanti kamu belanja seperti biasnya saja ya,'' ucap Arini lalu pergi ke depan membantu Iyem karena sepertinya banyak yang membeli sayur, dan Janah pamit pulang dulu karena akan ada acara sukuran di tempat Dami,
''Mbak ,,saya berangkat dulu ya,,?'' Dimas lalu menuntun motornya keluar rumah ,
''mas aku nebeng ya ?'', teriak Maya yang sudah duduk manis di teras,
''ok ,''
merekapun segera berangkat ,
''kamu memang belum ada rasa apa gitu sama Dimas Rin,?'' tiba-tiba Iyem menanyakan hal yang dirasa Arini aneh.
Arini hanya diam lalu pergi sambil membawa wadah kotor ke dapur.
Iyem hanya menggelengkan kepala.
Sementara di tempat lain Burhan yang hanya tinggal dengan Sumi di rumah ,merasa sangat bersemangat ,dia sudah ngomong sama Sumi untuk sarapan di kantor ,padahal dia ingin ke rumah Santi karena Santi tidak ikut ke luar negeri,
Sebagai seorang pembantu Sumi hanya patuh padahal sebenarnya dia curiga kalau tuannya ini ada hubungan dengan wanita lain ,tadi pagi waktu Burhan sedang menelepon Santi dengan mesra dan manggil sayang tanpa sepengetahuan Burhan dia mendengar , dengan jelas bahwa malam ini dia akan menginap ,dan akan membahagiakan ,memanjakan ,dan banyak rayuan yang lain , tapi ia hanya diam dan pura -pura tak tau,
''Bik Sumi ,?''teriak Burhan ,
Sumi mendekat ,''ya tuan ?''
''aku tau kamu tadi menguping ya waktu aku telepon,?'' tanya Burhan sambil melotot pada Sumi.
''Ngak tuan .saya ngak menguping ,'' Sumi ketakutan,
''jangan kau sampai buka mulut ,kalau sampai ada yang tau dan itu dari kamu ku pastikan Dimas anakmu itu tak akan pernah bahagia dan aku bisa saja menjebloskannya ke penjara ,'' Burhan lalu melangkah pergi ,tapi kemudian dia berhenti dan menoleh pada Sumi ,'' nanti malam saya tak pulang ,hati -hati di rumah ,ngak usah tunggu saya.'' ucapnya lalu melangkah pergi.
Sumi hanya mengangguk, lalu dia menuju katanya mengambil ponselnya lalu menelepon Dimas ,
__ADS_1