Korban Talak Tiga

Korban Talak Tiga
Mendatangkan Si Mbok


__ADS_3

Diantara rasa sedih ,gembira seiring berjalannya waktu ,atas penantian Arini untuk segera bersatu dengan Rian ,perasaan yang berkecamuk di dadanya ,melihat semua foto kemesraan Rian dan siska , lalu omongan -omongan sang mantan mertua, sungguh membuat Arini kacau .


Ya dan untung saja ada Dimas yang selalu menghiburnya ,entah karena ketulusan Dimas atau karena keprofesionalan Dimas untuk menaati perjanjian dengan bayaran yang fantastis.


''Apa aku harus memberitahukan semuanya pada mbok ku ?'' batin arini.


''Tapi bagaimana ,kalau mbok marah ,?'' Arini mondar- mandir di depan pintu rumah.


Kebetulan hari itu masi pagi dagangannya sudah habis ,karena dua hari tiga hari yang lalu ngak jualan saat Dami melangsungkan pernikahan jadi para tetangga membantu di sana.


''Mbak ,Arin lauknya masih ada ngak ,anakku minta di belikan di sini, ?'' teriak mbak Yuli tetangga sebelah Arini.


''habis Bu tinggal lele goreng satu ,gimana?'' tanya Arini setelah mbak Yuli mendekat.


''ngak apa deh mbak ,habis si tole mintanya lauk dari mbak arini,ya dari pada nanti ndak mau makan dia,'' mbak Yuli lalu duduk di kursi sambil menanti Arini masuk dapur karena tadi semua sudah di bereskan oleh bik janah.


''Nih mbak ,'' di serahkan ya plastik berisi lele goreng itu pada mbak yuli. Yuli segera merogoh saku dasternya dan menyerahkan uang ,


''ngak usah mbak itu buat makan tole saja , '' ujar Arini menolak uang itu,


''Wah ,makasih ya mbak ,'' dengan tersenyum senang mbak Yuli segera pergi.


Sampai di halaman Yuli berpapasan dengan Dimas yang juga mau menemui arini.


''Jam segini kok sudah di rumah Dim ?'' '' ngak kerja kamu?'' tanya Yuli .


''Lagi sepi mbak ?'' jawab Dimas terus berjalan .


''Oooo,,, '' Yuli lalu berlalu dari situ.


''Ada yang difikirkan ya mbak ?'' tanya Dimas sambil meletakkan bokongnya di kursi.

__ADS_1


''Dim aku ,,,,tak tau bagaimana harus memberitahukan semua yang aku alami dan semua rencana kita pada si mbok ku, '' kata Arini yang lalu mengikuti Dimas duduk di sebelahnya.


''Aku juga begitu mbak ,,,? aku kan ngak mungkin menikah tanpa memberitahukannya pada ibu dan pak Lik ku . Dimas menghela napas dengan kasar.


''Kamu tau setiap mbok telpon aku selalu membohonginya setiap dia menanyakan perihal rian,


tapi lusa mbok akan datang berkunjung ,katanya kangen padaku juga sama besannya.


Kalau begitu tak ada cara lain mbak Arin harus berterus terang kepada mbok mu itu ,tapi satu yang harus di jaga jangan beritahu kalau pernikahan kita hanya sementara.'' ucapan Rian membuat Arini mengernyitkan dahinya.


''ya benar katamu ,aku akan menelepon si mbok ,jangan sampai si mbok datang ke rumah mas Rian dan akan ku suruh langsung datang ke sini.'' ucap Arini dengan tersenyum simpul ,di pandangnya pria tampan di sebelahnya ,


''Makasih Dim ,kamu selalu ada untukku,''


Dimas hanya tersenyum ,'' aku akan ada untukmu Rin sampai kau ku dapatkan dan tak akan ku lepaskan lagi ,aku sudah sangat jatuh cinta padamu , maaf bila aku menutupi beberapa hal darimu ,hanya untuk mendapatkan mu, nanti setelah semua selesai aku akan berterus terang padamu ,aku janji,batin Dimas sambil tersenyum membayangkan Arini akan bisa mencintainya dengan tulus suatu saat nanti.


''Dim ,,,Dim,,Dimas?'' , sedikit Arini hingga Dimas terkejut ,


'' ih,, mbak Arini yang cantik, baik hati dan TIDAK Sombong,,, aku lagi memikirkan bagaimana tampang KU nanti saat kita berdua bersanding di pelaminan,,,menurutmu tambah berapa persen ya kegantengan ku ?'',,, ''ha,,,ha ha,''


''Wah bisa juga lima ratus persen ,,puas kamu,?'' tangan Arini bergerak mencubit lengan dimas yang berada di atas meja yang memisahkan kursi tempat duduk mereka.


''Ih ,,, sakit ,,mbak gemes ya sama Dimas yang ganteng ini ???'' ,ucap Dimas sambil menggoda arini dengan menaikan alisnya berulang kali.


''Dim, kamu selalu bisa buat aku tersenyum ,makasih sekali lagi kau sudah mengibur hatiku ,'' ucap Arini sambil berdiri hendak melangkah masuk rumah ,niat mengambil hp nya.


''Memang aku ini lawak '' gerutu Dimas sambil memandang kepergian Arini dari sisinya,


''Jangan menggerutu aku dengar,'' Arini sambil tertawa kecil berjalan menuju kamarnya .


''Mbak sekalian bawa minum dong ,memang sumurnya kering dari tadi ngak di kasih minum akunya,'' teriak Dimas sambil tertawa .

__ADS_1


''Ya sabar sumurnya ngak kering ,yang kering tuh tenggorokanku ,jawab Arini dengan segera menuju dapur membuatkan teh manis untuk Dimas.


Di kantor pun Rian yang habis selesai meeting berjalan menuju ruangannya dengan malas ,karena pikirannya selalu tertuju pada Arini yang sebentar lagi akan menikah dengan Dimas,


walaupun rencana ini adalah idenya ,tapi kekhawatiran juga ada, dia memang telah jatuh cinta pada Siska namun dia juga tak akan bisa kalau sampai Arini tak jadi miliknya lagi sungguh cintanya pada Arini sangat besar , dia pun sadar telah punya perasaan yang serakah ,


Pernah Arini menanyakan apa dia sudah jatuh cinta pada Siska karena sikapnya pada Siska sudah terlihat berbeda,


Namun Rian selalu berbohong ,semua itu hanya demi bayi yang di kandung Siska ,dan citanya hanya untuk arini, selalu itu yang diucapkan Rian pada arini.


Dan pada Siska Rian mengatakan akan berusaha mencintainya demi bayi mereka . Dan Siska juga tahu walaupun awalnya terpaksa tapi Rian memang sudah mulai menerima dan berusaha mencintainya.


Di ambilnya ponsel lalu di berniat menghubungi Arini ,walaupun berulang kali sudah mengingatkan posisi Dimas dalam pernikahannya nanti tapi hati Rian tetap tak tenang.


Tak ada jawaban dari ponsel Arini membuat kesal hati Rian makin menjadi , lalu dikirimkan nya pesan ,sebelum pernikahan berlangsung harus bertemu dulu dan membahas sesuatu yang penting.


Pesan terkirim tapi tak segera dilihat . Rian terlihat semakin kesal.


Dimas di suruh Arini untuk menjemput mbok Iyem dan Maya di dekat pasar tempat dimana bekerja,


Setelah bertemu dengan mbok Iyem dan Maya Dimas lalu membawa mereka menuju rumah Arini.


Tanpa banyak tanya pun mereka mengikuti Dimas ,Arini hanya mengatakan kalau dia baru pindah rumah, walaupun Iyem merasa aneh kok bukan sopir dengan membawa mobil tapi hanya naik angkot ,tapi semua pertanyaan itu masih di pendam nya ,akan di tanyakan ya nanti pada Arini sendiri.


Tak kalah terkejutnya saat Dima menghentikan angkot yang mereka tumpangi di sebuah perempatan . lalu mengajak mereka jalan kaki masuk ke sebuah pertigaan ,ketika sampai di pertigaan dekat rumah Dami Dimas melihat kedua pengantin baru duduk sambil minum kopi di teras.


'' siapa ,Dim?'' teriak Dami , ''


'' Ibu dan adiknya mbak arini,'' jawab Dimas sambil berlalu , Iyem lalu menganggukkan kepala pada Dami dan Soni ,sambil berjalan mengikuti dimas.


Tak lama mereka pun sampai ,Arini yang lagi melayani pembeli yang ada tiga orang dengan segera memangil berteriak memangil bik janah yang lagi mencuci baskom di dapur '' bik janah tolong gantikan saya,? sebentar ya mbak tunggu bik janah ,''tanpa menunggu jawaban dari pembeli langganannya Arini langsung berlari memeluk ibu dan adiknya dan segera mengajaknya masuk rumah.

__ADS_1


__ADS_2