
Dalam perjalanan pulang dari rumah Ayu ,hati Dimas terasa seperti di perih seperti di sayat pisau, demi ayu dia rela berhutang ,tapi apa balasannya ,ayu sudah mengkhianatinya , tentu saja dengan pria yang lebih kaya,
''Dimas masuk ke rumah ,tanpa melihat pak Lik dan bik Wati .kemudian dia langsung masuk ke kamar ,dihempaskan badannya ke tempat tidur itu. pikirannya galau ,
''bagaimana pun aku ngak boleh larut dalam kesedihan ,toh aku punya uang ,dan kalau nanti setelah menikah dengan arini aku akan dapat tambahan uang dari Rian dan juga nyonya lia.''kesedihanku pun segara tersingkirkan oleh bayangan uang yang akan ku terima nanti ,
tak mempersoalkan uang yang sudah ku serahkan pada Ayu ,aku pun kemudian menarik selimut dan merebahkan tubuhku ,
tapi tiba -tiba suara dari hapeku mengagetkan ku,
kulihat teryata Arini menelepon,
''hallo?'' ''dim ? apa kamu bisa menemaniku sekarang di rumah. sakit?'' suaranya terdengar parau,
''emak ku sedang tak enak badan ,dan aku sendiri menemani Maya ,kamu bisa tidak ke rumah sakit?'' pintanya dengan nada yang sedih.
''sebenarnya aku letih sekali baik badan juga pikiranku tapi aku tak dapat menolak, karena ini termasuk tugasku,'' pikir dimas.
Setelah menjawab telpon Arini ,Dimas lalu mengambil jaket dan kunci motornya,
Setelah sampai rumah sakit dan menemukan kamar yang di tempati Maya ,segera dia bergegas masuk,
dilihatnya Arini duduk di kursi di sebelah Maya yang berbaring dan tidur,
di sentuhnya pundak arini,
''mbak ?'' sapa nya lirih,
Arini lalu mendongakkan kepalanya.
''Dim,?''
Arini lalu berdiri diajaknya Dimas ke luar kamar dan duduk di depan kamar itu.
'maaf aku merepotkan mu , seharusnya kamu istirahat ,tapi ku suruh kemari,,''
''ngak apa mbak ,mungkin kalau di rumah juga belum pasti bisa tidur ,jawab dimas di pandangnya wajah cantik disebelahnya .dan tak sengaja keduanya bertatapan mata ,
segera dimas membuang pandangannya takut kalau Arini marah,
''sebenarnya aku bukan tak berani jaga Maya sendiri,tapi aku benar-benar butuh teman .''kata Arini di bukanya hpnya lalu dia menunjukan Vidio rekaman Rian dan siska sedang berbulan madu di Bali ,guratan kecemburuan dan kesedihan jadi satu di wajah ayunya.
''dim,?''
''kenapa aku merasa di khianati oleh mas rian,?'' suaranya yang lirih disertai tangisan .
__ADS_1
''mbak siapa yang mengirim Vidio ini, ?''' tanya dimas,dipegangnya tangan Arini seperti memberikan kekuatan dalam kelemahan hati arini.
'''mama lia, ''dipandangnya wajah dimas,
Arini pun menemukan wajah itu pun kacau.
''sepertinya mamanya mas Rian benar -benar ingin mbak menjauh ?'' ungkapan Dimas membuat Arini teringat pada ucapan Lia bahwa keluarga nya sudah tak mau berhubungan dengan Arini lagi.
''menurutmu aku harus bagaimana dim?''
Arini lalu melepaskan genggaman tangan dimas.
''mbak cuekin saja dulu yang penting mas rian masih memegang janjinya ke mbak arin,''
'''ya,,?'' semoga saja,''
Dimas pun juga menceritakan keadaan yang sedang di alaminya ,cinta pertamanya pada ayu yang mendalam sangat terasa sakitnya saat dikhianati
hanya sebulan hubungan yang diharapkan terus sampai pelaminan namun tak kesampaian .
Dalam diam dan capek ,mereka pun akhirnya tertidur
di kursi itu ,tak sengaja kepala Arini pun tersandar pada pundak dimas.
''kita kemalaman mas dari rumah mami, maaf ya habis kangen banget sama mami?'' sambil di pegangan tangannya tak dipindah dari tangan suaminya,
''mas ,mikirin apa ?'' kok diam saja?'' di pandangnya Rian dengan tersenyum semanis mungkin-.
''ngak ada kok , cuma memaksakan agar tak ngantuk saja, sebelum sampai rumah,'' jawab Rian sambil hanya melirik pada siska,
Siska sedikit cemberut ,
''ah mas?,,,,kemarin tuh mama Lia kan aku kirimi foto -foto kita pas di Bali ,malah minta Vidio juga ,waktu kita di pantai ,eh,,,senang banget mama Lia ,
dibilangnya kita sudah Atut ,,''
memangnya Atut itu apa sih mas ?''
Tanpa menoleh pada Siska ,'' Atut itu kalau orang Jawa berarti pengantinnya yang sudah saling memenuhi kewajibannya ,ya kalau kamu kurang paham ,bisa di bilang sudah melakukan hubungan intim., Siska pun hanya mangut-mangut.
Setelah sampai di rumah,mereka langsung menuju ke kamar karena mungkin semua orang tuanya sudah tidur.
''mas ?''akuau lagi,'' bisik siska ditelinga Rian waktu mereka sudah rebahan di ranjang,
Rian yang waktu itu membelakangi Siska pun berbalik ,dielusnya pucuk kepala siska ,
__ADS_1
''mas capek sis?'' besuk nya?'' rayu Rian Sabil dikecupnya kening siska,
''tapi dengan segera Siska sudah ******* bibir Rian ,dan akhirnya merekapun bermain dengan panas ,
sebenarnya Rian ingin sedikit-sedikit menghindari dari siska, ia tak mau bila sampai jatuh cinta pada siska,tapi setiap dekat dengan Siska ,gairah nya dalam bercita begitu besar, dan Rian pun tak habis pikir Siska sangat berbeda dengan Arini ,Siska begitu buas dan gairah bercintanya sangat besar.
hanya dengan sentuhan tangan Siska sudah membuat Rian klepek-klepek.
Pagi hari tidur dalam keadaan terduduk di kursi, membuat badan Arini sakit-sakit ,setelah masuk kamar rawat Maya dan melihat keadaan Maya ,
Arini keluar lagi ,tapi tak dilihatnya dimas,
Arini menoleh ke kanan ,kiri tak juga dilihat nya dimas,
''mbak?'' Maya memangil Arini dengan suara yang lirih.
Arini lalu mendekati maya,
'' ya ?, Maya perlu apa?'' tanya Arini sambil duduk di samping maya.
''tadi waktu mbak arin masih tertidur teman mu pamit padaku keluar sebentar.,di dipegangnya tangan arini,mbak ada masalah ya sama rumah tangga mu?' tanyanya penuh selidik.
''ah enggak kok , sok tau kamu ,'' ku kawin hidungnya .
''aku dengar tadi malam tanpa sengaja,pembicaraan mbak dengan dimas.''maya lalu bangun lalu duduk sambil masih menggenggam tangan arini.
''apa pun yang kau dengar itu tak sama dengan yang kau pikirkan, ''arini lalu melepaskan tangan maya .
''Dan apapun yang kau pikirkan jangan sampai kau ngomong pada emak,aku ngak emak, bertambah beban pikirannya..''
tak lama Dimas pun datang dengan membawa kantong kresek makanan untuk sarapan Arini dan juga beberapa buah untuk maya.
saat waktu sudah agak siang emaknya Arini datang , dia menyuruh Arini pulang.
''rin kamu pulang dulu istirahat nanti gantian lagi sore kamu kesini?''perintah Mak iyem,
setelah memperkenalkan dimas arini pun pulang dengan di antar dimas.
sebenarnya mak iyem merasa curiga dengan arini yang pulang tanpa Rian ,tapi di pendam nya dalam hati ,nanti kalau sudah ada kesempatan pasti akan menanyakannya.
Setelah mengantar Rian Daan suaminya ke depan karena memang hari ini Rian sudah akan kembali kerja, Lia melangkah kembali ke rumah.
namun dia heran kok Siska belum juga keluar kamar .Lia kemudian berjalan menuju kamar Siska dan rian.
di ketoknya pintu kamar itu , terdengar jawaban Deri dalam sedikit lirih setelah masuk di lihatnya Siska masih berada di tempat tidur.
__ADS_1