Korban Talak Tiga

Korban Talak Tiga
Bahagia tak terduga 2


__ADS_3

Setelah melepaskan pelukan nya Dimas meninggalkan kamar dengan Arini yang masih berdiri ,


Dimas menuju ke tempat cucian ,langsung memasukkan semua baju kotor baik milik Arini atau miliknya sendiri ,dan ini kali pertama dia mencucikan baju Arini dan memang sampai saat ini pun Arini belum pernah mencucikan baju Dimas,


Setelah hatinya merasa tak canggung lagi dengan Arini di buatnya perhatian -perhatian kecil pada istri yang sudah dicintainya dengan segenap hati ,walau ia tau Arini belum sepenuhnya melupakan Rian,


''Kami cuci bajuku juga mas Dim?''tanya Arini ketika melewati Dimas saat ke kamar mandi ,


''ngak pa-pa ,dik ,kamu kan lagi repot ,pesanan kue kan lagi banyak ,nanti kalau ke pasar siangan dikit juga ngak pa-pa kok,'' Dimas tersenyum memandang Arini yang masuk kamar mandi,


''perlu bantuan ngak ?'' goda Dimas ,


''ih kamu ini emang aku lagi sakit ,ngak kan? ,mang di kamar mandi mau bantu apa ,?'' Arini berlalu melewati Dimas yang sedang mengeluarkan baju -baju dari mesin cuci,


Akhirnya kemesraan yang ku dambakan datang juga ,'' pikir Dimas sambil tersenyum kesenangan.


Setelah sarapan , Dimas lalu berangkat ke pasar ,saat di teras ada beberapa pembeli langganan Arini , biasa sambil ngegosip sambil menanti giliran di ladeni sama penjual,


'' mbak Rika ,dengar ngak kalau si Soni sudah buka bengkelnya ,dan katanya kalau ,benerin motor di sana murah Lo biayanya ,' ucapnya sambil mulutnya monyong ,


''memang kenapa kalau lebih murah ,kan jadi banyak langganannya nanti ,'' jawab mbak Rika ,''memang kamu merasa tersaingi apa ?'' lanjutnya,


''kan kamu ngak punya usaha yang sama ,?'' tambah Rita ,


''ya ngak gitu juga ,kan suamiku kerjanya juga di bengkel ,tar kalau pelanggan lari semua ke bengkelnya Soni ,ya bengkel tepat kerja suamiku sepi dong?'' Yuli tambah kesal ,'' mbak Arin sudah belum bungkusnya pesanan ku ,


''ya nih baru selesai bungkus ,semuanya dua puluh ribu,'' Janah menyodorkan bungkusan sayur dan lauk pesanan Yuli ,


Setelah memberikan uang Yuli segera mengambil bungkusan dan langsung pergi,


''dasar mbak Yuli,jangan di masukan hati bik Janah,?'' ucap Rika ,


''ah ,,bias saja mbak Rika kayak ngak tau Yuli saja,


O ya ,mbak Rika mau beli apa?'' tanya Arini yang dari tadi hanya mendengarkan omongan Yuli,

__ADS_1


'' kalau sekarang saya beli ayam kecapnya lima dan lele goreng tiga, Terus saya mau pesan nasi kotak untuk besok malam ,tiga puluh kotak mbak sama kuenya isi lima juga tiga puluh kotak ,'' nanti uangnya bareng sama ngambilnya,''


''Alhamdullilah , terima kasih mbak, '' ucap sumringah dari wajah Arini ,


tak lama Dimas sudah keluar dari pintu samping sambil menuntun motornya ,


''dik ,mas ke pasar dulu ya ,belanjaannya di tambah ngak ,?'' tanyanya sambil mendekat ke arini,


'' nanti tak wa, mas ,'' arini lalu mencium punggung tangan Dimas , sesuatu yang lama tak dilakukannya ,


''hati -hati '', ucapnya kemudian ,


''Alhamdullilah ya Rin, usaha kita sudah mulai lancar ,banyak pesanan ,walaupun begitu aku sudah merasa sangat senang ,hampir tiap hari ada saja yang order ,'' ucap Iyem sambil menyiapkan .bahan untuk pesanan kue ,


'' iya mbok kedepannya mas Dimas mengusulkan agar kita buka toko untuk kue dan roti ,juragan mas Dimas yang namanya haji Anwar menawarkan ruko di sebelah toko sembakonya ,katanya yang nyewa sudah akan berhenti ,jadi haji Anwar menawarkan pada mas Dimas,'' tangan Arini cekatan menyiapkan semua bahan , sayur untuk jualan besuk pagi,


'' boleh Rin, nanti kalau sudah berjalan cari orang untuk bantu -bantu lagi ,'' ucap Iyem


''maksud mbok karyawan ,'' Arini tertawa ,Iyem tersenyum simpul sambil mengangguk,


''halo dik ,ini pak haji Anwar mau pesan kue sama nasi kotak tapi yang sepesial katanya ,untuk acara lamaran , bagaiman bisa ?''suara Dimas terdengar diseberang,


'' ya bisa dong ,masak rejeki di tolak , ''terus pak haji nanyain juga jadi ngak kita ngontrak rukonya ?'' lanjut Dimas , kalau soal ruko ,nanti kalau kamu sudah pulang kita bicarakan lagi ,'' jawab Arini


dalam hati Arini sangat bersyukur dengan semua ini dan mungkin dia memang harus melepas Rian ,dengan ikhlas.


Kue dan nasi kotak pesanan mbak Rika kemarin sudah selesai dan sudah diantarkan Dimas di bantu Maya,


Setelah magrib Arini yang duduk di depan televisi, sambil memegang ponselnya ,keinginan untuk menghubungi Rian yang sudah hampir seminggu tak menelepon atau sekedar memberi kabar,


Kemudian Arini segera menelepon Rian ,sesaat kemudian terdengar jawaban dari ponsel Rian ,


''hello ,mas Rian ,akun pengin ngomong sama kamu ,punya waktu ngak sebentar saja,?'' Arini langsung berbicara ,


'' hello ,Arini ,saya ISTRI dari mas Rian ,?'' suara Siska yang mengangkat telepon Arini ,

__ADS_1


'ada kepentingan apa sehingga kau menghubungi seorang pria yang sudah beristri,'' ucap Siska penuh penekanan,


''saya perlu membicarakan suatu hal yang penting ,bisa kau berikan ponselnya ke mas Rian ,''


''tidak bisa dia sedang tidur kecapekan karena baru bercinta denganku,'' kata Siska sedikit membuat Arini mengernyitkan keningnya ,


''kau kan sudah bersuami ,lebih baik layani suamimu dengan baik ,jangan lagi kau urusi suami orang ,ku ingatkan kau pernikahanku dengan Rian sudah kuat karena akan hadirnya seorang anak yang tak bisa kau berikan padanya ,jadi jauhi Rian , relakan dia bahagia dengan keluarga barunya ,dan perlu kau tau bahwa cinta Rian untukmu sudah musnah,'' ucap Siska langsung menutup teleponnya,


Arini hanya terpaku dengan kata -kata Siska barusan '' apa aku harus menjauhi mas Rian dan harus menerima keadaan ,'' Arini memijat pelipisnya ,


'' apa aku benar -benar akan sanggup menerima kenyataan dan menjalaninya '',Arini sibuk dengan pikiran -pikirannya sendiri ,dan tiba -tiba kaget karena Dimas sudah pulang dari masjid setelah sholat berjamaah ,


''dik ,''di dekatinya Arini sambil meletakkan sebuah bungkusan yang di bawanya tadi,


''sudah pulang ,mas?'' di raihnya tangan Dimas dan di ciumnya punggung tangan Dimas ,


Dimas lalu duduk di dekatnya ,


''iya maaf kamu nunggu aku lama ,tadi menanti sholat isyak sekalian dan ini dari mbak Yuli ,oleh -oleh suaminya baru dari Jogja ,''di bukanya bungkusan bakpia dan di berikan pada Arini ,


''mau tak suapi ,?'' tanyanya sambil menyodorkan bakpia ke mulut Arini,


dengan malu-malu Arini nurut saja saat kemudian Dimas mencium pipinya,


''Mas Dim, aku ingin katakan padamu bahwa aku sudah memutuskan untuk tak melanjutkan rencana kita dan Rian .'' ucap Arini sambil memandang wajah ganteng Dimas ,sambil mengharapkan jawaban yang akan dikatakan Dimas,


''maksudmu ?, kau akan melepaskan Rian dan menerimaku dan pernikahan kita ,?'' tanya Dimas dengan mata yang berkaca-kaca ,


Arini mengangguk ,''asal kau benar -benar akan menerimaku apa pun adanya diriku , '' ucap Arini ,


''tentu aku berjanji tak akan menuntut apapun darimu ,asal kau menerima cintaku seutuhnya, '' ucap Dimas sambil menatap mata Arin dalam dan dengan segera di ciumnya lagi wajah cantik dan juga Arini membalas dengan pelukan ,


''bolehkah aku meminta nafkah ku sekarang mas Dim?'' tanya Arini sambil melepaskan pelukannya ke Dimas , Dimas mengangguk lalu menggendong istrinya menuju kamar ,


''kamar mu atau kamarku ?'' tanyanya sambil masih membopong Arini sambil tersenyum nakal,

__ADS_1


''mulai malam ini kamarku akan jadi kamarmu juga ,'' senyuman Arini pun di buat menggoda membuat Dimas semakin mempercepat jalannya ,


__ADS_2