
Namaku Santi aku teman Lia dari SMA kita selalu sama -sama ibaratnya ada aku ada lia .
Lia dan aku sama- sama cantik tapi soal kepandaian masih kalah Lia kalau di bandingkan aku ,Lia bahkan sering menyuruhku mengerjakan pr-nya .
kami tak pernah terpisahkan kami bahkan pernah menyukai lelaki yang sama pada masa kuliah,
namanya Angga walaupun bukan cowok Ter tampan atau Ter pintar di kampus tapi Angga sungguh menarik dan baik hati.
dari sinilah kemudian hubungan kami mulai renggang .
siang itu pulang dari kampus Lia mengeluhkan perutnya sakit ,seperti bias kalau mens memang dia sering sakit perut ,
dalam mobil yang kami kendarai Lia terus merintih ''aduh santi perut aku sakit
banget ,tadi lupa minum obat ,sambil memegangi perutnya , aku yang menyetir pun menjadi gugup .
''sabar Lia sebentar lagi sampek rumah ,tahan ya ,'' aku pun cemas melihat muka lia yang pucat .
namun tiba -tiba mobilku berhenti ,yah menjengkelkan mogok lagi mobilku disaat gawat lagi ,
aku pun keluar mobil lalu ku cari bantuan ,Lia didalam mobil terus saja merintih .membuat pikiranku was-was .
ku stop mobil dari belakang ,ketika berhenti dan orang yang di dalam keluar teryata angga.
''ngga ,tolong Lia sakit mobilku mogok ,tolong bawa Lia ke rumah sakit ya ,?'' pintaku memelas .
''mana Lia nya akan ku antar ayo ,'' Angga lalu membuka pintu mobilku lalu memapah Lia masuk mobilnya ,kamu ngak ikut aku juga Santi ?'' tanya Angga sambil menutup pintu mobil . '',ngak tolong Lia ,aku nunggu orang bengkel sebentar sudah ku telpon kok''
Mobil Angga melaju meninggalkan Santi .
''ngga, ? bisa ngak cepat sedikit ,antar aku ke pulang saja ,ngak usah ke rumah sakit,'' sambil mendekap perutnya lia semakin meringis menahan sakit.
''iya sebentar ya,''
Angga langsung menuju rumah ,dia sudah tahu karena pernah diajak Santi .
Setelah menghentikan mobilnya ,papahnya Lia menuju pintu ,sebelum sempat mengetuk pintu sudah dibuka ,
''Lia ,kamu kenapa nak,?'' nenek Lia segera merangkul Lia dengan perasaan yang cemas,
mas tolong ya bawa ke kamar,'' ucap neneknya Lia .
Lia memang tinggal dengan nenek dan papanya .ibu Lia sudah meninggal ,papa Lia seorang direktur perusahaan yang sedang berkembang di ibukota .
setelah mengurus Lia neneknya pun menemui Angga yang duduk di ruang tamu.
__ADS_1
''terima kasih nak ,sudah mengantar Lia pulang ,Lia memang begitu sering sakit perut saat datang bulan.''
''iya nek ngak apa-apa ,tadi kebetulan mobil Santi mogok jadi saya yang antar, kalau begitu saya permisi pulang dulu,''
setelah montir datang Santi lalu pergi naik taksi ,sampai rumah langsung dihempaskan tubuhnya di ranjang besarnya ,''aduh gimana keadaan Lia ya?'' pikirnya .
''diambil hp dari tas nya,dipegangnya hp dan pencet no yang ada nama Angga ,
pikirannya tak karuan ,tadi saja pas ketemu wah udah ngak karuan jantung rasa dak -dik-duk .
Ditunggu nya Angga mengangkat ,''halo ''
suara diseberang , ''
''ngga ,ini aku Santi ,makasih ya ,tadi sudah nolong Lia ,suaraku tersendat karena gugup ,
''iya Santi ngak papa gimana kabarnya Lia sudah sembuh belum sakit perutnya ,? tadi aku ikut cemas Lo dengar rintihannya,''
''ih,kok malah nanya kabar Lia ,''batinku tiba -tiba sebel .
''eh ,iya sudah sembuh kok ,boleh ngak lain kali aku minta tolong lagi .?''
''kalau aku bisa pasti kan ku tolong .'' jawaban yang membuatku bersorak di hati ''yes .''
'' Santi kamu merasa ngak kalau Angga tuh baik juga ya ,yang kelihatanya dingin dan cuek banget sama cewek tapi kalau sudah kenal teryata lucu juga.''
Kata -kata Lia panas telingaku ,sebenarnya benar sih ,tapi sepertinya aku cemburu ,Angga dekat dengan Lia ?, ''oh tak bisa ,aku yang akan memiliki Angga ,dan aku ngak mau kalah dari Lia ,'' batinku.
dan aku hanya mengangguk tanpa menjawab pertanyaan lia.
''wah ,lagi makan kok ngak ada yang ngajak aku,?'' sebuah suara dari belakangku ,waktu lagi makan di kantin.
''angga ?'' ''duduk datang tak diundang takutnya minta di traktir nanti . ''ha,,,ha'' tawa Lia .
aku hanya melirik sambil diam dan makan mie yang baru saja datang ke meja kami.
''ngak nawarin aku Santi ,kok makan sendiri mienya ,''
Angga lalu duduk di kursi di samping lia.
''pesan sendiri ,bayar sendiri ,oke hari ini aku sedang pelit.'' jawabku sekenanya.
''kenapa tuan putri lagi dapet ya kok galak amat?'' ucapnya sambil memandang ku sekilas ,tapi pandangannya beralih lagi ke lia.
seakan aku tak terima dalam hatiku jadi benci ,
__ADS_1
Malam ini aku ngak bisa memejamkan mataku , teringat aku akan kata Lia tadi siang katanya Angga nembak dia, tapi Lia belum menjawabnya . ''kamu memangnya ngak suka ya sama Angga ?'' tanyaku waktu itu.
''aku ngak tau ,tapi masalahnya aku sudah dijodohkan ,
duarr ,, seperti suara petir yang memekakkan telingaku , antara senang dan sedih mengetahui yang dihadapi Lia
'sambil terisak ,''papaku sudah menjodohkan ku dengan lelaki yang bernama Burhan dua hari yang lalu kami tunangan ,ucap lia dengan sedih lalu direbahkan ya tubuhnya ke ranjang di kamarku ,
''duh kasian sekali kamu ,dan kamu mau terima perjodohan itu.?''
''aku terpaksa aku ngak mau papa kecewa ,aku ngak berkesempatan berbakti sama mamaku tapi aku ngak ingin mengecewakan papa.'' isaknya
''aku turut sedih dengan nasibmu Lia ,'' kataku ,tapi dalam hatiku aku melonjak senang ,berarti aku ada kesempatan untuk mendekati Angga .
''jadi waktu kamu ngak mengatakan keluar kota waktu itu kamu tunangan?'' ,interogasi ku lanjutkan.
Lia hanya mengangguk sambil bangun dari ranjang ku.
''trus menurut kamu orangnya gimana ,maksudku calon suamimu itu?''
Lia lalu duduk di kursi rias ku
sambil menghela nafas '' namanya Burhan ,'' Lia mulai bercerita ,
''umurnya lima tahun lebih tua dariku ,dia baik ,tampan, mapan karena sudah bekerja di perusahaan papa selama dua tahun ,jadi papa sudah tau seluk -beluk pria itu.''
'' papa ngak mau aku terjerumus pergaulan yang tak jelas ,apalagi setelah dia melihat Angga sering datang ke rumahku.''
'' jadi hanya karena itu,?'' sentak ku sambil geleng-geleng kepala ,
''untung mamiku ngak berpikiran kolot ,pikirku aku memang di besarkan oleh mami sendiri ,papaku pergi saat aku masih kecil sampai sekarang tak ada kabarnya.
Kami berdua lalu terdiam ,larut dalam pikiran masing masing.
''bagaimanapun aku harus cari cara untuk mendapatkan angga,'' batinku dengan senang.
''lia boleh aku tanya ,?'' ''memangnya kamu ngak suka ya sama Angga ?'' tanyaku penuh selidik.
''aku kurang suka .''ujarnya cepat .
aku pun merasa senang ,sedikit hilang rasa kecewaku pada Lia .ku sadari aku ngak mau persahabatan ku dan Lia bubar hanya karena seorang pria .
'' aku balik dulu ,. Lia beranjak dari kursi lalu menyambar tas berjalan menuju pintu ,sebelum sempat membuka pintu dia berbalik ,''kamu suka ya sama Angga ,?'' tanyanya mengagetkanku
aku pun hanya tersenyum dan mengangguk..
__ADS_1