
Dimas mengendarai motornya menuju pasar dekat kecamatan , di berhentikan sejenak motor itu di pinggir jalan dekat dengan sebuah toko baju.
'' Ada apa Dim ,kok berhenti?'', tanya Arini lalu turun dari boncengan ,
''mumpung lewat toko baju aku mau beli baju buat acara kita nanti ,beli kebaya mbak dan kemeja putih, soalnya aku tak punya kemeja ,'' jawab Dimas sambil melihat Arini dengan tatapan minta persetujuan.
''apakah harus ya Dim?, di balasnya tatapan Dimas ,entah mengapa Arini merasakan perasaan yang aneh,
''mbak ku mohon boleh ya ,aku memang tak berhak meminta ,karena ini hanya sebagai kerjaan untukku tapi ini juga pernikahan pertamaku ,aku ingin saat itu jadi momen yang paling mengesankan untukku ,ya walaupun tak tau apa jadinya setelah itu,
lagi pula kata nenek dulu pernikahan itu suci jadi akan lebih afdol bila pakai baju putih saat ijab kobul ,begitu,,,'' ucap Dimas sambil mengandeng tangan Arini masuki toko di dekat mereka.
''Silahkan mbak ,mas di pilih mau baju model apa ,di sini semuanya lengkap, ?'' seorang pelayan toko datang mendekati mereka berdua ,
Dimas celingukan tanpa suara apapun dari mulutnya ,dipandanginya sebuah baju kebaya putih berbahan brokat yang ada di sebuah manekin .
''tanpa sadar di dihampirinya manekin itu dipandanginya dengan tak berkedip , Arini pun lalu menepuk bahunya,
'' Dim ,,,? katanya beli kemeja ?'' jadi ngak?'',
seketika Dimas sedikit kaget ,barusan di bayangkan ya jika Arini memakai baju itu dan duduk di sebelahnya saat pernikahan nanti ,
''mbak ,suka ngak sama kebaya ini? '' tanya Dimas lalu menyuruh pelayan toko tadi mengambilkan kebaya itu,
''Maksudmu ,'' belum sempat Arini meneruskan kata-katanya Dimas menutup mulutnya dengan tangannya,sambil menganggukkan kepalanya ,
Arini menerima baju itu dan melangkah menuju kamar ganti ,dilema di hati dirasakan Arini ,
''wah cocok sekali mbak ,terlihat semakin menambah kecantikan mu puji Dimas sambil tersenyum lebar,
__ADS_1
'' tapi kalau mbak kurang suka sama pilihanku mabuk bisa milih sendiri, '' ucapnya setelah arini keluar dari kamar ganti itu.
''kalau kau suka ini saja Dim, ''
Arini lalu duduk di kursi di depan kasir ,kamu pilih sana aku tunggu di sini,''
setelah selesai membayar mereka lalu keluar dari toko itu.
Dari seberang jalan seseorang yang ada di dalam sebuah mobil mengamati mereka dengan tatapan yang kesal ,orang itu adalah Rian,
Ketika Dimas dan Arini hendak menaiki motornya ,dari depan ada Dami dan Soni yang kemudian mendekati mereka ,
''Wah belanja baju mbak Arin,?'' tanya Dami yang merangkul soni seperti anak kecil yang takut kehilangan bapaknya,
''iya mbak beli kebaya sama kemeja ,'' jawab Dimas ,
''Iya lah ,kan ada yang mau nikah jadi untuk menghadiri resepsi nanti kita mau pakai baju baru ,iya kan sayang ,'' diliriknya suami brondongnya dengan senyuman manis ,
''duh romantisnya manten baru ,jadi kepingin aku ,''
''ya ,sabar sebentar lagi kan juga sudah halal,'' kata Soni sambil mengalihkan tangan Dami dari pundaknya ,
''iya sabarnya kalau udah halal enak lo, ngak kedinginan lagi kalau malam ,ha,,,,ha,''Dami tertawa sambil menyenggol bahu suaminya.
Sementara Rian ,yang masih memperhatikan mereka dari dalam mobilnya segera pergi sambil memukul kesal setir mobil itu.
Sementara itu Siska dan Lia yang sudah sampai rumah segera masuk ,
''sayang benar kamu mau ngasih si Dimas uang kalau dia mau menerima tantangan mu itu ,mama tadi sudah tanya belum ya,?'' tanya Lia ketika Siska pamit mau istirahat di kamar,
__ADS_1
''iya ma beneran itu supaya aku pun merasa sedikit tenang ,bahkan kalau si Dimas itu benar -benar bisa mengikat Arini dalam cintanya dan menjamin bahwa Arini tak menganggu mas Rian lagi aku akan memberikannya tambahan bonus ,''ucap Siska lalu meninggalkan Lia yang masih berdiri di dekat meja makan..
Sumi yang sedang ada di dapur tersentak yang tanpa sengaja mendengar nama yang terucap dari mulut Lia , ''Arini ,Rian dan Dimas,,''apa aku tak salah dengar?'' pikirnya ,
teringat ,ketika Dimas datang ke sini dan minta kerja di sini ,namun baru dua hari sudah pergi ,dan pamit padanya bahwa dapat kerja yang gajinya gede ,dan tak dengan senyuman mengatakan akan membuatnya bahagia,pikiran Sumi semakin tak fokus ,ingin rasanya meminta penjelasan tapi kalau sama majikannya jelas dia tak berani ,tapi Dimas juga sejak pergi dari situ tak menghubunginya lagi,
Namun saat di melamun sebuah panggilan pelan sambil mendekat menyadarkannya,
'bik Sumi buat makan malam nanti ngak usah masak ya ?'' ucap Lia ,'' kita mau makan di luar , melihat Sumi diam saja Lia jadi bertanya '' kamu kenapa ,sakit?'' atau kalau capek istirahat saja dulu,''
ucap Lia sambil berjalan meninggalkan Sumi,
''nyonya ,''ucap Sumi dengan sedikit keberaniannya,
Lia menoleh ,''iya ada apa?'' Lia lalu berdiri dihadapan Sumi yang sedikit menunduk,
''e,,,e,,anu Nya,,tadi saya dengar nyonya menyebut Dimas ,apa itu Dimas anak saya , dan apa hubungannya dengan den Rian dan mbak arini kok ngomongin bayaran dan bonus segala, maaf Nya saya lancang ,sebab waktu mau pergi dari sini Dimas mengatakan ada kerjaan dengan gaji besar dan dia sempat bilang untuk tak mengatakan bahwa dia datang ke sini kepada mas Rian ,karena memang waktu itu mereka belum bertemu ,
Lia menghela napas lalu dia duduk di kursi depan meja yang ada di dapur itu, ''duduk mbok?'', perintahnya,
Sumi lalu duduk di depan Lia,
''aku akan jujur padamu dan setelah kau mengetahui yang sebenarnya, entah apa tanggapan mu dan apa keputusanmu aku akan terima ,'
''ak memang serakah bik ,aku bukan seorang mertua yang baik ,tapi kau tau apa yang ada di hatiku , aku sudah menganggap mu sebagai bagian dari keluargaku juga anakmu si Dimas , '' Lia berhenti sejenak ,Sumi hanya mengangguk membenarkan perkataan Lia ,memang dari Sumi bekerja di sini semua keperluan dan biaya sekolah serta keperluan adik Sumi Lia selalu membantu ,bahkan Lia juga menawarkan menguliahkan Dimas, tapi Dimas ngak mau ,
''aku juga menyayangi Arini walau pun ada kecewa padanya , dan yang ku ceritakan ini jangan pernah sekali -kali kau cerita pada Rian ,Lia lalu menceritakan semuanya, mendengar penuturan Lia entah Sumi senang atau sedih hanya air mata mengembang di pelupuk matanya,
''kau bisa bicara dengan Dimas aku akan menghubunginya ,tapi ingat kataku tadi dan lagi pula ,kau juga menyayangi Arini , kau pun perlu tau saat ini Dimas pun sudah mencintai Arini dan dia berjanji akan menerima Arini apa adanya dengan segala kekurangannya, Lia lalu mengambil ponselnya ,di hubungi ya no Dimas dan setelah tersambung segera di serahkan ya pada Sumi.
__ADS_1