
Perbincangan keluarga itu sangat membuat Burhan merasa marah tapi bagaimanapun juga dia harus menyembunyikan nya, cintanya pada Santi memang sangat besar walaupun tidak bisa disatukan ,dan merekapun sudah bersepakat untuk itu.
Ketika sudah larut malam siska pamit untuk tidur lebih dulu ,Rian pun mengikuti Siska pergi ke kamar.
sedang Santi ,Lia dan burhan masih duduk sambil bercanda bersama.
''memang kamu beneran sudah punya yang dekat nih ? sampai tak mau kalau kami kenalkan sama temannya mas Burhan ?'' ucap Lia sambil melirik suaminya .
''ngak ,ah beneran kok aku sudah lagi dekat sama seseorang dan aku sudah merasa cocok dengan nya,'' sahut Santi sambil mengedipkan matanya pada Burhan tanpa sepengetahuan lia.
Burhan yang melihat kedipan Santi hanya tersenyum ,
''Ya sudah kalau memang santi nya sudah ada yang cocok ya ngak usah di paksa lagi ma?'' Burhan dengan perasaan dongkol .
''ih ,kenapa papa yang sensi sih ,sebenarnya aku mau kenalin Santi itu sama pak Yoyok temanmu itu Lo pa,
dia kan duda sudah kaya ,ngak punya anak lagi dan juga ngak jelek -jelek amat orangnya ,'' mulut Lia tak henti menilai laki-laki yang bernama Yoyok .
''santi sebaiknya kamu nginep di sini sudah malam ini?'' tawaran Burhan langsung di tolak santi,
''ogah di ah kalian enak berpasangan , la kalau aku disini masak cuman gigit jari,'' jawab Santi sambil berdiri ,
''biar di antara mas Burhan ,mas? anterin santi ,kasian sudah malam ini,?''
''ngak apa-apa Lia ,malah ngerepotin mas Burhan dia kan capek ,'' jawab Santi yang sebenarnya sangat mengharapkan .
''Ya ngak terlalu capek kok, ayo jalan dari pada malah kemalaman.''
Burhan dan santi pun kemudian meninggalkan rumah itu.
Di dalam mobil mereka berdua saling tersenyum mesra tangan Santi menggelayut manja pada Burhan .
''sayang nanti jangan tergesa pulang ya aku kangen nih ,lagi kepingin ?'' sambil bicara Santi mencium Burhan sambil tangannya bergerilya menjamah bagian bawah Burhan .
__ADS_1
''sabar dong sayang sebentar lagi kan juga sudah sampai di rumah kamu,''jawab Burhan sambil satu tangannya mengelus pundak santi.
''tolong kamu kabari Lia dulu bilang kalau ban mobilku bocor biar jadi alasan agar ngak curiga dia?'' sambil tersenyum nakal sambil menahan sesuatu miliknya yang sudah tegang karena di mainkan tangan Santi dari tadi.
setibanya di rumah Santi mereka pun segera hanyut dalam napsu yang menggebu dan tak bisa ditahan lagi.
Setelah keluar dari kamar mandi sehabis bercinta tadi Burhan lalu mendekati Santi yang masih duduk di tepi ranjangnya .
''sayang aku pulang dulu ya ,istirahat dan nanti aku transfer buat shopping ya ?'' ucap Burhan sambil mengancingkan kemejanya .
''Mas, udah lama Lo kita ngak liburan berdua?''
''ya sayang nanti tak atur jadwalnya ,''burhan mendekati Santi lalu di ciumnya bibir yang selalu jadi candunya itu.
''oya kata -kata kamu pada Lia yang kamu sudah punya teman dekat itu bohong kan?'' tiba -tiba Burhan yang sudah sampai di pintu kamar berhenti dan berbalik ,
Santi lalu turun dari ranjang ,dengan masih tak memakai baju di dekatinya Burhan , di merangkulnya lelaki itu , ''kamu cemburu ,?'' di sambatnya bibir Burhan ,''tak ada selain kamu sayang , yang penting kita selalu jaga hubungan ini ,bagiku cukup hanya kamu ,dan aku rela jadi simpanan mu dan berbagi dengan Lia ,'' ucapnya setelah melepaskan kecupan bibirnya .
Sementara itu Dami dan Soni yang sudah mendapat restu dari orang tua Soni ,sore itu dia dan Dami sedang berada di toko baju mencari kebaya dan perlengkapan pernikahan ,walaupun secara tergesa dan serba mendadak namun mereka bahagia ,walaupun sepenuhnya Soni belum bisa merasakannya pikirannya masih belum bisa melupakan Arini .
''Soni lihat pantas ngak Kabayan yang ini sama aku ?'', Dami memperlihatkan kebaya brokat warna putih yang dipegangnya,
''bagus ,sangat pas buat mbak dami,'' jawab Soni sambil mengacungkan jempol tangannya .
Soni tersenyum memandang dami yang sibuk memilih baju ,''ini nanti buat bapak dan ibumu yan Son ,terus kamu maunya yang mana ,pilih dong ?'' sambil terus memilih baju Dami melirik ke arah Soni yang setia di sebelahnya,
''mbak pilih lah buat aku aku apapun pasti suka dengan pilihanmu.jawab Soni sambil menerima baju -baju yang sudah di pilih Dami ,dalam hati Soni ia berjanji akan berusaha melupakan Arini dan belajar mencintai Dami ,walaupun berbeda usia mereka toh Dami masih cantik bodynya juga tak kalah dengan Arini , hampir sama malah dadanya masih besar Dami apalagi Soni yang belum pernah bermain ranjang dengan wanita manapun sudah merasakannya dengan Dami ,itu menjadi salah satu tekatnya untuk menjadi setia pada dami.
Ketika keluar dari toko ,didepan toko mereka berpapasan dengan Arini dan juga Rian , tampak wajah soni tak begitu senang, Dami segera menyenggol lengan Soni begitu melihat calon suaminya itu bermuka masam.
''Mbak Dami dan Soni belanja baju?'' tanya Arini yang menenteng belanjaannya.
''iya Rin kami kan mau nikah ,jadi harus ada persiapan -persiapan yang segera di sediakan .''
__ADS_1
ucap Dami sambil tersenyum bahagia .
''wah selamat ya mbak dami, Soni ,kalau jodoh memang ngak kemana,'' Dimas segera mengulurkan tangan pada Dami dan soni.
''makasih Lo dim ,tolong ya nanti di bantu secara acaranya kan mendadak ,'' lanjut Dami kemudian dipandangnya Soni ,''soni kok diam aja ,?''
''eh,,,iya terimakasih ,'' ayo mbak kita pulang dulu?'' lanjutnya dengan kikuk.
''Rupanya dia masih kesal padaku mbak ,karena gagal mendapatkan cintamu,'' Dimas menggeleng-gelengkan kepalanya setelah Dami dan Soni meninggalkan mereka,
''sudahlah dim, toh mereka juga akan menikah ,dan aku pun tak punya perasaan apapun sama soni,'' Arini menghela napasnya lalu berjalan mendahului dimas, ''makan bakso dulu Dim? aku lapar?'' perintah Arini sebelum mereka sampai di parkiran motor .
''mbak kalau sama saya ada ngak perasaan khusus gitu?'' tanya dimas ketika sudah duduk berhadapan sambil menyendok bakso di hadapannya.
''ya secara kan kita sering bersama ,terus mungkin ngak kalau mbak suka sama saya,?'' kata Dimas sambil pura -pura menuang pandangannya dan tak serius dalam pertanyaannya.
''Maaf ya ,Dimas yang ganteng aku tuh masih cinta sama mas Rian jadi kalau mengharap jangan berlebihan ya ,coba deh kamu pandang tuh ,cewek -cewek yang kerja di sini ,atau yang lewat di depan tuh ,banyak yang cantik kok ,pilih lah satu diantara mereka pasti ada yang cocok,'' kata Arini sambil mencubit lengan dimas,
''au,,sakit,''
Arini hanya tersenyum .
''Sungguh mbak senyuman mu membuatku nyaman didekat mu , sepertinya sudah lama aku tak melihat senyuman mu ,'' dipandangnya wajah ayu Arini tanpa berkedip.
Arini pun memandang dimas sekilas ,benar apa yang dikatakan Dimas ,karena seringnya bersama dan juga kesetiaan Dimas dalam menjaganya selama ini ,Arini takut kalau suatu saat kekecewaannya pada Rian malah menjadikannya jatuh cinta pada dimas.
Tiba -tiba ponsel Arini menyala ,terlihat kiriman foto dari Lia untuknya ,tampak di dalam foto terlihat Burhan Lia Santi dan juga siska yang sedang memegangi perut besarnya dan rian yang lagi jongkok di samping siska juga memegang perut Siska dengan senyuman kebahagian ,dengan tulisan ''Menanti kebahagian yang nyata yang akan segera hadir.''
''siapa yang kirim pesan mbak?'' tanya Dimas begitu melihat wajah Arini berubah sedih .
Arini lalu menunjukan ponselnya pada dimas,
''kurang ajar mereka '',walau sebenarnya dimas termasuk dalam rencana Lia tapi Dimas pun tak senang jika melihat Arini sering sedih karena ulah lia.
__ADS_1