Korban Talak Tiga

Korban Talak Tiga
bertemu siska


__ADS_3

Malam ini adalah malam yang ku tunggu -tunggu Santi dan anaknya Siska datang ke rumahku ,sengaja ku suruh bik Sumi masak masakan yang sangat sepesial.


Aku dan siska adalah teman dari SMA sampai masuk perguruan tinggi namun setelah aku menikah dengan mas Burhan Siska pergi dan kami kehilangan kontak , tak ku sangka bisa bertemu lagi dengan dan yang paling membuatku senang Santi ngajak aku besanan , karena obsesi pingin cucu aku mengiyakan rencananya.


selepas Maghrib tapi Rian belum pulang juga. katanya tadi membantu Arini cari kontrakan ,sebenarnya aku sudah melarang tapi berdalih kasian Rian terpaksa aku mengizinkan.


''pa telfon Rian dong ?'' perintahku pada suamiku yang duduk sambil memainkan ponselnya. ''sebentar lagi Santi datang ,kita harus sambut dengan baik agar mereka ngak kecewa''.


'' ,sebentar lagi juga pulang ,sabar dikit lah ma.''


sambil tetap menatap layar hpnya.


''ih ?'' papa kalau di bilangin , ini pertama kalinya Lo Rian dan siska bertemu ,bagaimanapun juga Siska adalah pilihan mama dan aku ngak mau ini semua gagal hanya karena Siska kecewa dengan sikap rian.


Tak lama kemudian Santi dan siska tiba ,Lia segera mempersilahkan masuk ,''duduk dulu santi ,'' ini Siska anak kamu,ya ampun cantik banget ,liat pa calon mantu ku ngak kalah cantik sama Arini ,'' ucap Lia terus tak ada titik dan komanya.


Burhan mendekati mereka ,mengulurkan tangan , ''burhan '' sebutnya sambil masih bersalaman dengan Siska ,''siska om '', lalu melepaskan tangannya beralih pandangannya pada santi hallo Santi apa kabar ,lama tak bertemu ,bagaimana kabarmu?''


''Baik mas, tapi suamiku sudah pergi meninggalkan aku mas ia lari sama wanita lain.''


''leo kan suami mu itu ?'' tanyanya. ''iya mas,sudah lama saya pisah, tapi ya ngak pa-pa mas daripada sakit hati.''


iya bener Santi dari pada sakit hati kan lebih baik cari bahagia sendiri,betul kan mas?'' seru lia.


Bik Sumi dengan tergesa menyuguhkan minum '',minumnya tuan ,nyonya?''


''makasih bik,''


Santi mengambil gelas minum di meja lalu di teguknya.


''Rian mana om?'' tanya Siska , masih keluar sayang bentar lagi juga pulang.'' kata Lia dengan sedikit guratan kecewa di wajahnya.


''pa telpon Rian bilang Siska dan mamanya sudah di rumah'' perintah Lia pada burhan. Burhan berdiri lalu memencet nomer di hpnya,belum sempat diangkat teryata mobil Rian sudah masuk halaman depan.


''Nah itu Rian pulang?'' seru lia .


segera setelah Rian masuk Lia langsung menghampirinya ,digandeng tangannya diajaknya mendekat ke Siska dan santi.

__ADS_1


''nak Rian ini kenalkan Siska calon istrimu yang baru,cantik kan?''.


''ngak kalah kok sama arini,dan tenang saja Siska ini ngak mandul jadi segera bisa memberikan mama cucu,'' terlihat guratan kegembiraan di wajah Lia .


Rian menyalami siska,menatap siska,''cantik dengan tubuh yang seksi pasti banyak laki-laki yang tergoda jika melihatnya ,apa lagi dandanan nya sangat modis,'' batin Rian


''siska ?'' Siska menarik tangan nya dari tangan Rian membuat Rian tersentak dari lamunannya ''maaf aku terpesona ,'' ucap Rian sambil tersenyum malu.


''nah Santi liat sendiri kan Rian menyukai Siska dan sebaliknya jadi segerakan saja menikahkan mereka ?''


gimana menurut papa?'


''aku terserah mama saja, bagaimana naiknya ,'' Burhan hanya tersenyum simpul.


''oke dua Minggu lagi kita langsungkan pernikahan mereka ,semuanya setuju kan?, lagi pula Rian kan sudah duda dari pada kelamaan tidur sendirian .'' kamu setuju kan?,rian?'' ucapan dengan sedikit pemaksaan.


''terserah, aku nurut saja.''


''aku juga Tante ,'' Siska ikut bicara.


''kalau begitu kita harus segera mempersiapkan semuanya dengan bergegas .'' sahut santi.


Hari ini terasa sangat melelehkan bagi Rian .seharian dia bersama Arini ,membantu Arini mencarikan kontrakan untuk Arini .sebenarnya Rian mengusulkan untuk membeli sebuah rumah toh uang hasil Gono gini nya melebihi dari cukup untuk membeli sebuah rumah yang tidak begitu besar.


'' ngak mas ngontrak aja kalau udah dapat kerja yang bagus mungkin bisa beli rumah nanti ajak emak dan Dian untuk tinggal bareng ,''


''lagi pula kan hanya setahun kan waktu yang kau janjikan untuk kita bisa bersama lagi,'' dengan tatapan yang sayu,dia mengingatkan akan janjiku.


setelah Rian dan Arini menemukan kontrakan yang nyaman Rian pamit untuk pulang .sang mama mengijinkan Rian mengantar Arini dengan syarat tak boleh telat pulang untuk menemui siska.


''mama ijinkan kami membantu Arini ,tapi ingat dia bukan lagi istrimu ,dan kamu sudah harus jaga jarak dan membiasakan hidup tanpa arini.''ancam mama siang tadi waktu Rian mau bertemu arini.


''ingat Rian ini yang Terakhir kamu temui Arini ''tegas Lia ,''


awas kalau kau tak nurut apa kata mama''.


''nyonya'' bik Sumi mendekati Lia yang sedang melihat ph-nya sambil duduk di ruang tengah.

__ADS_1


''kenapa bik?'' ''anu nyonya,,e,,e anu bik Sumi duduk di bawah sofa tepat dekat kakinya Lia .


''kenapa sih bik,ngomong aja .'' Lia meletakkan hpnya di meja ditatapnya pembantu yang sudah lama bekerja padanya itu


''anak saya nya boleh tidak ikut saya kerja bantu -bantu di sini ,pingin ikut tinggal di sini tapi itu pun kalau nyonya dan tuan mengijinkan.''ucap bik Sumi dengan menundukkan wajahnya.


''Anakmu yang mana ?'' anakmu kan dua,?''


yang laki-laki nyonya namanya Dimas ''.terang bik sumi.


'' boleh saja asal dia mau nurut bila di suruh suruh,'' memangnya kapan dia datang nyusul kamu kesini.''


''besuk nyonya ,katanya capek kerja di sawah melulu pingin ganti suasana,'' makasih Lo nyonya udah mengijinkan Dimas tingal disini,. sekali lagi makasih .'' bik Sumi lalu berdiri ''kalau begitu saya balik ke dapur dulu nyonya.''


Lia hanya mengangguk.


''dimas anakku , Ayuk masuk ,tak kenalkan sama tuan Burhan dan nyonya lia juga den Rian , ingat mereka sangat baik kamu ngak boleh macam-macam,'' bik sumi menyambut anak lelakinya ,aneh tapi kok langsung mengancam.


''Tuan ,nyonya ,den Rian kenalkan ini anak saya Dimas ,'' bik Sumi mengajak Dimas ke ruang makan saat keluarga majikannya itu menikmati makan siang .hari ini semua di rumah karena hari Minggu .


''oh ya bik namanya Dimas ya ,suruh istirahat dulu bik, kasian perjalanan jauh pasti capek .'' balas Burhan sambil tersenyum simpul . walaupun orang kaya tapi Burhan memang selalu rendah hati.


''besuk saja suruh mulai kerja bersih bersih dan mengurusi tanaman .'' tambah Lia .


''makasih nyonya ,tuan mau menerima saya,''


sambil jongkok dan mencabuti rumput di halaman belakang Dimas seperti sedang ngomong dengan seseorang di hpnya '' apa gila ya ,masak dalam dua bulan jadi begitu banyak gila ,hampir seratus juta,'' sedikit berteriak dan Dimas tak menyadari Lia mendengar pembicaraan dimas.


''dimas ,kamu ngomong sama siapa?'' tanya Lia sambil berjalan lebih mendekat ke dimas.


Dimas kaget langsung berbalik ,memandang Lia dengan sedikit cemas.


''ndak nyonya ,Ndak ada apa -apa,'' jawan Dimas yang dengan ekspresi gugup membuat Lia semakin curiga .


''hallo ,,Dimas ,'' suara di hpnya masih terdengar karena Dimas lupa mematikan hpnya .


''Dimas sini hp kamu jangan dimatikan dulu,''. perintah Lia sambil meminta hpnya Dimas . Lia lalu berbicara dengan orang yang menelepon Dimas .

__ADS_1


''aku mau bantu kamu ,tapi kamu pun harus menuruti kemauanku ,'' kamu mau?'' tawaran yang tak terlalu sulit bagi Dimas untuk menyanggupinya.


__ADS_2