
Setelah selesai makan Soni dan Dami duduk di ruang tengah ,Soni menatap sekilas pada Dami dilihatnya wanita itu seperti sedang memikirkan sesuatu ,
''soni kalau aku hamil apa kamu mau tanggung jawab?'',tanyanya kemudian ,''selama ini aku selalu menjaga diri agar terhindar dari dosa ,mungkin mulutku dan sikapku sedikit keterlaluan dalam bercanda dengan orang lain ,tapi sumpah aku ngak pernah melakukan yang namanya zinah kecuali tadi malam ,aku khilaf,'' sambil mengeluarkan nafas beratnya,
''aku tak begitu berharap kamu mau menikahi ku Son ,karena aku sadar umur kita beda dan kamu berhak bahagia, ''ucapnya sambil kemudian memandang wajah soni.
''mbak?,,,,,, aku ngak tau harus bagaimana ,aku tau kalau mbak Dami orang yang jujur ,tapi banyak alasan aku mbak ,aku belum kerja ,kalau kita menikah mau dengan apa aku menafkahi mu ?''soni menghela nafasnya ,
''tapi kalau mbak Dami menerima aku apa adanya begini ,aku mau menikahi mu,'' jawab Soni .lalu di pegang nya tangan Dami ''ijinkan aku belajar mencintaimu mbak?'' di ciumnya punggung tangan dami.
''aku mencintaimu soni,masalah nya sekarang adalah minta restu orang tuamu ,apa mereka akan menerima ku ?'' Dami lalu menyandarkan kepalanya pada bahu soni,
Tangan Soni langsung merangkulnya ''kamu tenang saja , mereka pasti setuju tapi masalah biayanya nanti ,gimana aku kan harus cari dulu,'' jawab Soni sambil menatap wajah Dami dan menciumnya ,diperlakukan sangat romantis membuat Dami melayang, dulu suaminya tak pernah seromantis ini mungkin karena itulah sepuluh tahun berumah tangga tak juga di kasih anak,
meleleh hati Dami ,''
''kamu tenang saja ,aku akan jual salah satu rumahku nanti uang nya buat biaya nikah dan buat kamu buka usaha ,kamu kan bisa bengkel kita buka bengkel gimana?'' tanya Dami dengan senyum manis .
Soni membalasnya dengan senyuman yang sulit untuk di artikan .
Arini yang sedang mengupas bawang sambil duduk di teras ,seperti biasa yang ia lakukan setelah jualannya habis ,kalau sayuran untuk persiapan besuk sudah di persiapkan janah sebelum pulang tadi ,janah datang ke rumah Arini setiap habis subuh lalu pulang setelah beres -beres setelah selesai jualan ,sore datang lagi setelah Dimas pulang membawa belanjaan untuk di persiapkan dagang besoknya,
''lo dim kamu ngak kerja ya ini kan hari Sabtu biasanya libur kamu hari Minggu ?''tanya arini begitu melihat Dimas berjalan mendekatinya,
''iya ,tadi mau berangkat badanku sakit semua ,jadi bolos aja,lagian bukan pegawai negri ,jadi bebaskan mau libur kapan saja,''tawa Dimas yang hatinya sedang senang karena berhasil membuat Soni menjauhi arini ,
''kenapa senyum sendiri ?''tanya arini ketika melihat Dimas tersenyum ,
''mbak Arin cantik,aku takut kalau nanti aku beneran jatuh cinta sama mbak,,'' Dimas sedikit menunduk takut kalau Arini marah,
''ya kalau bisa jangan dong? ,. kamu kan tahu kalau kita harus ada batasan,''tambah arini, sambil tangannya mengupas bawang,
__ADS_1
''padahal aku sudah mulai beneran jatuh cinta sama kamu mbak?'' ucap Dimas sambil mengalihkan pandangannya ke jalan .
''mbak,Arin atau mas Dimas ada yang tau ngak dimana Soni ,dari tadi malam ngak pulang, telponnya pun ngak aktif.?'' tanya pak Usman yang datang dengan berjalan kaki mendekati mereka.
''ngak kok pak ,'' kemarin kesini sebentar tapi pergi ngak ngomong mau kemana,tuh,'' jawab Arini ,
''mungkin sebentar lagi juga pulang pak, '' lanjut dimas,
''iya sih sudah gede juga ,saya tuh hanya takut di berbuat yang salah lagi,''ucap pak Usman lalu duduk bergabung dengan mereka,
''wah kalau dilihat kalian ini serasi Lo ,kalo kata orang cocok kayak kalau jadi suami istri ,'' kata pak Usman yang seakan sudah lupa sama marahnya tadi.
''iya pak kami memang akan segera menikah,''
kata Arini .
''mungkin secepatnya ,sebulan lagi, itu rencana kami,'' imbuh dimas,
''wah cocok kalau begitu ,saya dukung sepenuhnya,'' jawab pak Usman dengan senyum yang lebar.
yah ngak pa-pa mbak saya mendukung saja semua keputusan mbak Arini dan mas dimas,
''Bagaimana pak ketemu belum soni?'' tanya janah ketika suaminya baru masuk rumah. ''memangnya hpnya belum bisa dihubungi ?''tanya balik usman.
janah hanya menggelengkan kepalanya.
dari luar terdengar suara motor berhenti, janah mendekat ke jendela ,''siapa bu?'' tanya Usman yang masih duduk sambil menyalakan rokoknya,
''soni, pak ,tapi kok sama dami, ''ucap janah lalu bergegas membukakan pintu,
''Ya Allah ,kamu dari mana to son ngak ngasih kabar semalam ngak pulang ,bikin aku cemas saja,'' janah langsung menyambut dengan pertanyaan tanpa henti, ''la ini malah di antar Dami ,kok ngerepotin orang saja,''
__ADS_1
''bu sudah berhenti ,malu sama Dami ,mari Dami masuk ,duduk dulu,'' pak Usman lalu mempersilahkan Dami duduk,
''iya pak Usman terima kasih,'' jawab Dami lalu duduk di ikuti Soni yang duduk di sebelahnya,,
''pak ,Bu saya mau mengatakan sesuatu,'' Soni menghela nafas berat sebelum meneruskan perkataannya'', saya mau menikah ,'' lirih Soni mengatakannya,
'' kamu kan kerja saja belum ,siapa wanita yang mau menikah dengan seorang pengangguran ?''tanya Usman sambil menatap tajam soni.
''saya pak saya yang mau nikah dengan soni?'' Dami menjawab pertanyaan Usman sebelum Soni membuka mulutnya.
''dami kamu ngak salah ngomong kan?'' janah lalu berjalan mendekati Dami ,lalu duduk di sebelahnya.
''benar yang ku dengar itu?'' tanya janah lagi
'ya mbak janah ngak salah,''aku hanya berharap kalian menerimaku seperti aku dan Soni saling menerima.
Malam itu Santi datang mengunjungi keluarga lia,
tapi tetap saja Santi dan Burhan pandai menjaga rahasia mereka,
setelah makan malam bersama mereka kemudian duduk di ruang keluarga,
''santi kita kan sudah mau punya cucu ,tapi walaupun begitu juga kamu kan tinggal sendiri an memang kamu ngak kesepian gitu?'' tanya Lia tersenyum menggoda santi.
''ngak sudah biasa kan,'' jawab Santi ,di liriknya Burhan yang duduk di sebelah Lia , ''iya apa perlu kita Carikan suami buat kamu?'' lanjut Lia ,
''mama apaan sih ,cari orang yang cocok untuk jadi pasangan itu sulit Lo ,'' Burhan kemudian ikut ngomong juga,
''ya karena ku pikir anaknya Santi kan cuma satu,terus sekarang tingal sendirian ,kan kasian pa?'' lanjut Lia ,diliriknya Burhan yang langsung kikuk ,ketika ketahuan menatap santi.
Lia segera menyenggol lengan Burhan '',papa lihat Santi kok sebegitu nya pa?'' ucap Lia
__ADS_1
'maafkan hanya memperhatikan Santi dan menebak -nebak kalau -kalau ada teman papa yang cocok sama santi. ''wah ide bagus tuh pa rian dan Siska hampir bersamaan berucap.
Lia hanya mengangguk sedang muka Santi ditekuk dengan rasa tak senang.