
Sejak kejadian malam itu antara Arini dan Dimas ,mereka malah seperti jaga jarak ,ada perasaan tak enak di hati Arini , namun kalau di hati Dimas malah sebaliknya, dia terlalu senang tapi ,dia sembunyikan perasaan itu dari Arini ,tapi pada saat sendiri kadang ia bersiul-siul dan tersenyum sendiri,
Siang itu Dimas sengaja menolak kerjaan dari Haji Anwar untuk mengantar beras salah satu konsumennya di kecamatan sebelah,
''sambil menenteng kresek belanjaan sayur dia berpapasan dengan haji Anwar di jalan dekat masuk pintu pasar ,
''nah ini tak cari dari tadi ngak ketemu, dari mana sih ?'' tanya haji Anwar mencegat langkah Dimas ,
''ini pak Haji ,tadi warungnya Mak Tiwi cabainya habis jadi aku muter dulu beli di sebelah sana, ''sambil menunjuk salah satu lapak penjual sayur paling ujung ,
'' bisa ngak sekarang antar beras ke toko Berkah ,seperti biasanya ,habis mintanya sekarang ,gak mau kalau nanti sore kayak biasanya,'' gimana tanya pak haji sambil menyedot rokoknya,
Dimas menggaruk kepala nya yang tak gatal ,
''waduh gimana yan pak haji, tadi istri saya suruh pulang cepat, '' ucap Dimas sambil memegangi lehernya dengan salah satu tangannya,
''waduh kalau kamu ,tak bisa gimana ya ini,mana terburu lagi ,''selesai pak haji berkata ,lewat Anto teman seprofesi sama dengan Dimas ,
''nah Anto saja pak haji ,'' pak haji Anwar lalu mengangguk ,
'' Anto kamu antar berasnya pak haji ya, aku mau pulang,'' ucap Dimas pada Anto,
''oke ,bisa ,,sekarang pak haji ,'' Anto tersenyum kegirangan karena pak haji kalau menyuruh upahnya pasti dibatas rata-rata.
''memang nih ,pak haji pengantin baru maunya kan cepat pulang saja,kayak pak haji dulu,waktu muda ,kayak lupa aja ,'' Anto ngoceh sambil berjalan pergi menuju toko milik pak haji di depan jalan besar,
''memangnya ada acara atau gimana to Dim kok mau cepat pulang , ''tanya pak haji sambil beriringan berjalan dengan Dimas keluar pasar mengikuti Anto dari belakang,
'' gini pak haji istri saya kan selain jualan sayur matang dan lauk di rumah sekarang juga jualan online untuk kue dan roti juga menerima orderan tumpeng ,nah ini tadi dapat pesanan kue dan roti untuk acara sukuran ,terus yang biasanya bantu sedang ijin ,'' terang Dimas dengan tanpa henti,
''Ooo,,, '' pak haji bergumam ,
''kok banyak sekali Onya pak haji ,?''
__ADS_1
''enggak ,Dim hanya saya berpikir Minggu depan kan akan ada acara lamaran di tempatku mati tak pesan ke istrimu saja ,'' ucap pak haji dengan senang ,
''siap pak haji,kalau begitu saya permisi,'' ucap Dimas dengan hati riang,pak haji Anwar memang sudah duda ,istrinya meningal empat tahun yang lalu ,
sebenarnya pingin menikah lagi tapi harus menunggu anak gadisnya menikah dulu ,takutnya kalau ngak bisa akur dengan ibu tiri.
Sampai di rumah Dimas segera menuju dapur tampak Arini ,Iyem dan Maya sudah sibuk dengan adonan kue pesanan Dami untuk acara sukuran pembukaan bengkelnya Soni ,
''acara nanti jam berapa mbak ''? tanya Dimas sambil duduk di depan meja makan ,
''sudah pulang Dim ?'' tanya 8yem sambil meletakan kue lapis di meja ,
''iya mbok kan hari ini mbak Arin dapat orderan kue jadi pingin bantuin saja ,lagian pasar sudah sepi ,'' ucap Dimas sambil mencomot kue di depannya ,
''boleh minta kan mbok'' ? Dimas langsung memasukan ke mulutnya,
''ih,,,,ih panas ,, '' ujarnya
''lagian baru juga di angkat dari dandang '' Arini tertawa sambil menaruh minum untuk dimas,
Arini hanya diam sambil kemudian mengaduk adonan kue di samping Dimas duduk,
''heh kalau mau merayu ,jangan sekarang nanti saja ,nih mas Dimas bantuin kemas roti nya sama plastik di sebelah itu ,'' Maya meletakan potongan roti bolu di depan dimas,
''ih,,ini adik cantik kok sewot lagi galau ya, ha,,,atau baru putus sama sayangnya ,'' Dimas sengaja menggoda Maya ,
''ya katanya mau bantu dari tadi makan saja ,aku aja belum makan , '' muka Maya di tekuk ,
'' ya sudah kamu makan dulu sama mas mu ,entar bantu lagi, kan tingal sedikit dan tinggal membungkus kan ,?'' ucap Arini
''ok tau aja kalau udah kelaparan ,'' ucap Maya kegirangan,
''kamu makan dulu apa nanti Dim?'' tanya Arini ,
__ADS_1
''Dimas yang sedang memasukkan roti ke dalam plastik pun menoleh dengan senyum ,
'' entar aja mbak makan lapis sama roti tadi udah kenyang,''
''Rin ,dengarnya kamu itu kalau manggil Dimas jangan ngawur gitu dong,'' Iyem berjalan dari dapur sambil membawa loyang ,
''Dimas itu sudah jadi suamimu ,dosa Lo kalau kamu sesukamu begitu ,walau umur lebih muda ,dia itu sekarang sudah jadi imam mu dan kepala rumah tangga ,hargai dia ,kamu kan sudah paham hal-hal semacam itu,'' Iyem menggerutu dan sukses membuat wajah Arini merah,
''iya maaf ,aku memang salah,'' Arini menelan ludah,
Sedang Dimas hanya diam sambil terus melanjutkan kerjaannya ,
''panggilnya sayang gitu ,apa hany biar ROMANTIS, Maya menyahut dari depan sambil makan ,''pengantin baru ,,'' Maya berteriak lagi membuat arini semakin malu menyadari kalau dia mang salah ,
walau baginya pernikahan hanya main -main dan hanya sementara ,tapi dia juga telah melewati malam bersama Dimas ,dan nyatanya sekarang Rian pun jarang sekali menghubunginya sejak pergi keluar negeri,
''tapi aku memaksa mbok biar nyamannya mbak Arini gimana,'' ucap Dimas kalem .
''kamu juga jangan panggil mbak lagi ,terasa tak enak di dengar ,'' Iyem ganti menasehati Dimas ,
Malam itu mereka semua berangkat menuju rumah Dami masalah pesanan sudah di antar tadi sore sebelum mahgrip ,
Maya kamu duluan motornya mbak bawa si mbok , bar aku sama mas Dimas jalan belakangan ,'' ujar Arini ,
''nah gitu dong mesra ,'' Maya cengengesan ,sambil membawa motor Dimas menyusul Iyem di rumah yang dulu di tempati Dimas dulu,
Dimas dan Arini lalu berjalan kaki berdua ,Dimas meraih tangan Arini dan menggandengnya Arini pun hanya diam dan membiarkannya ,entah perasaan yang aneh di hatinya ,
''kayaknya kita perlu membeli motor satu lagi deh dik ,'' ucap Dimas dengan nada yang canggung ,
''apa lagi nanti kalau sampai orderan sudah banyak kan repot kalau motor cuma satu,'' lanjutnya sedang tangannya tetap tetap menggenggam tangan arini.
''ya boleh ,nanti kalau pagi bisa di pakai Maya sekolah dulu ,'' tambah arini
__ADS_1
mereka pun berjalan sambil bergandengan tangan Sampai rumah Dami ,
dalam hati Dimas sangat mengharapkan hati Arini luluh dan segera bisa melupakan Rian dengan kerjasama dari semua anggota keluarga Rian ,Dimas yakin kalau Arini akan menjadi miliknya ,karena Siska pun pintar sekali mengalihkan perhatian Rian dengan kandungan nya sebagai alasan