Korban Talak Tiga

Korban Talak Tiga
uang untuk arini


__ADS_3

''apa'' begitu kaget Burhan sampei menyemburkan kopi yang diminumnya demikian juga dengan rian. ''mama sadar kan dengan ucapan mama tadi?'' Burhan sedikit melotot pada lia.


Rian hanya memandang istrinya dengan sorot mata yang sendu.


''bagaimana?'' Rin , Lia menoleh dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


Dengan mata yang berkaca-kaca Arini berdiri mendekati Rian yang berdiri di dekat jendela.'' mas aku terima kau cerai ,mungkin jika masih ada jodoh kita aku akan menunggumu ,semoga kau tak lupa.


''tapi Rin ,,,''aku belum sempat melanjutkan perkataannya .''sudah langsung saja talak dia ,nanti surat cerainya menyusul saja, bukankah dia sudah setuju?''


Lia sudah menyela .


''dan jangan membantah lagi.''


''ma jangan keterlaluan dong?''burhan membentak lia.


''ngak pa-pa ,aku terima demi keluarga ini bahagia.''


''oke terserah aku udah ngak mau ikut campur lagi ,tapi harta Gono gini Rian dan Arini harus dibagi adik hanya itu pesanku''burhan membentak lagi sambil memijat kepalanya yang terasa sedikit pusing dari tadi.


''mas ?'' pelan sekali suara arini,lakukan mas ,talak aku sekarang juga,. ''aku akan segera pergi dari rumah ini''


dengan berat hati dan mata yang berkaca-kaca,''


Rian duduk di sebelah papanya. dengan sedikit menundukkan wajahnya ,sambil menghela nafas


''oke biar mama puas,,. ''detik ini juga Arini kau bukan istriku lagi , aku talak kamu '' seperti anak kecil yang kehilangan permennya ,dirangkulnya Burhan dengan sambil menangis ,bagaimanapun juga cintanya sangat besar pada arini.


''tunggu Rian ,mama ingin kamu langsung talak tiga Arini ,mama ngk ingin nantinya dia menjadi penghalang untuk kebahagian keluarga baru kamu''


''ma ,,''. ''mama apa harus itu, aku sudah menalaknya ,dan mama kurang terima,'' Rian berdiri kemudian mendekati mamanya.


''tentu saja aku ngak ingin Arini menjadi mantu mama lagi ,kan sudah ngak ada gunanya kenyataannya dia mandul kan?''

__ADS_1


''sudah turuti mama atau kalian akan kehilangan mama.''


sakit sekali hati Arini mendengar kata-kata Lia ,tapi dia hanya pasrah memang itu kenyataannya.


''mas lakukan yang diperintahkan mama,''rian berbalik menatap Arini


''kamu sadar yang kau katakan,apa kau sudah tak mencintaiku lagi Rin ?'' ''aku mencintaimu mas sama seperti dulu ,sayang ku sama keluarga ini pun tak berkurang ,itu justru yang membuatku setuju akan keputusan ini'' Arini menepuk pundak Rian kemudian kembali duduk di sofa.


baiklah,, aku lakukan ,tapi kau harus tau ini bukan dari hatiku,'' Rian berjalan menjauhi mamanya dan mendekati Arini ,dengan hanya berdiri di dekatnya,


''arini saat ini juga aku ku talak tiga'' ''puas ma?''rian berjalan kembali ke jendela menatap keluar dengan perasaan yang tercabik-cabik


''Aku puas ,maaf Rin ini semua tak sesuai harapan kita ''lia berucap sambil berjalan menuju sofa ,lalu menghempaskan tubuhnya disofa sambil bibirnya tersenyum simpul. ''iya ma?'' jawab Arini lirih perasaanya pun sulit di gambarkan


''kamu akan mendapatkan bagian dari harta Gono gini perkawinan kalian tapi maaf kalau kau juga harus pergi meninggalkan rumah ini ,kau sudah dengar kan besuk Siska dan ibunya akan datang kemari dan kami akan segara membicarakan tentang pernikahan Rian dan siska,jadi lebih baik kalau kau cepat meninggalkan rumah ini.''


''ma jangan begitu ,masak kau usir Arini ,tak kau kasian sama dia ?''bentak Burhan dengan nada bicara yang tinggi.rian hanya terdiam sudah pusing dan sangat kacau pikirannya .


''kau mau kemana rin?''. ''ini sudah malam ,besuk saja,kau bisa tidur diruang tamu .Burhan membujuk arini.


''ya Rin besuk akan Rian kirimkan ke rekening kamu uang yang menjadi bagian dan hak mu.


''ma kasih ma,pa selama ini sudah menganggap ku seperti putri kalian sendiri.''


Arini menoleh pada Rian ,''mas aku mau ke kamar mau membereskan baju-bajuku'' pamit Arini pada Rian . Arini lalu beranjak pergi meninggalkan mereka menuju kamarnya yang hanya akan jadi kena gan.


Lia hanya tersenyum masam,tapi dalam hatinya dia sangat senang dan merasa bahwa apa yang di impikannya akan segera terwujud .


''rian ?'bantu Arini membereskan barangnya ,tapi ingat dia bukan lagi istrimu jangan sentuh dia.''omongan Burhan membuatnya ter sentak setelah sesaat melamun. Rian lalu beranjak dari kursi menyusul Arini ke kamarnya.


Arini membuka pintu kamarnya ,menetes lagi air matanya ''mengapa semua ini harus terjadi ,di pandangnya seluruh ruangan yang sudah hampir tujuh tahun di tempatnya bersama Rian ,terbayang kemesraan setiap malam ,Rian yang selalu memanjakannya menjadikan ratu di setiap saat .Rian selalu mengajak Arini bercinta setiap malam kecuali Arini sedang datang bulan kehebatan Arini di ranjang selalu menjadi candu bagi Rian ,kecantikan dan tubuh yang indah membuat Rian tak pernah bisa untuk berpaling dari arini.


diambilnya koper lalu dibukanya lemari pakaian ,dimasukkannya satu persatu baju nya ,perhiasan dan barang nya yang lain .

__ADS_1


Tok,,,,tok Arini berjalan menghampiri pintu lalu membukanya ''boleh aku masuk ?''rian masih berdiri di depan pintu.''. ''masuklah mas,''


''rin aku akan mencari solusi agar kita bisa bersama lagi ,ku mohon percayalah padaku?''


''bagaimana caranya mas kan sudah menalak tiga aku?''


''aku sudah punya rencana ,semoga berjalan seperti yang ku pikirkan.''


''aku mencintaimu Rin ,aku ingin sampai tua hidup denganmu,tapi kuharap kau bersabar seperti kataku tunggu aku satu tahun kita pasti bisa bersama lagi.''


''bagaimana bisa mas aku harus menikah dulu dengan orang lain apa kau iklhas mas ''walau pun itu ter paksa. ''


''dengar tak ada jalan lain, setelah masa iddah mu selesai aku akan Carikan orang untuk menikah dengan mu ''


''kau gila mas?'' kau suruh aku menikah denga prang yang tak ku kenal ,tega kau mas?''.


Arini sedikit berteriak . ''hus jangan keras-keras nanti ada yang dengar,''


''rin aku bukanya tega sama kamu ,aku harap kamu nurut saja agar semua rencana ku untuk kita berjalan baik seperti apa yang kita mau.''


''ok mas aku percaya sama kamu, tapi jaga kepercayaan ku mas jangan buat aku kecewa.''


Arini nutup kopernya lalu diletakkan di depan pintu kamar itu.


''mas aku ke kamar tamu dulu,bukannya kita sudah bukan suami istri lagi ?'' ''besuk tolong antar aku ke apartemennya Yuli ,aku tadi sudah telpon dia dan dia mengizinkan aku tinggal di sana sementara waktu.''


Rian hanya mengangguk dengan berat hati.


sementara tanpa mereka tahu Lia menguping pembicaraan mereka dari balik pintu kamar,begitu mendengar Arini mau keluar kamar Lia segera berjalan dengan pelan -pelan menjauhi kamar itu .


''oh,,,'' jadi begitu rencana meraka , ok aku akan ikuti alur nya , apapun akan aku lakukan untuk memiliki seorang cucu yang sudah lama aku dambakan.'' batin lia.


Arini merebahkan tubuhnya di kasur ruang tamu rumah itu ,pikirannya melayang ,matanya pun sulit untuk di pejamkan ,dimiringkan badannya ke samping tak ada Rian menetes lagi air matanya .

__ADS_1


__ADS_2